Suku Tengger, Masyarakat Asli Kawasan Wisata Gunung Bromo

Suku Tengger, Masyarakat Asli Kawasan Wisata Gunung Bromo memiliki ajaran Budha Mahayana, yang merupakan unsur-unsur Hindu dan Animisme. Suku tengger berasal dari kerajaan majapahit yang melarikan diri karena perang.
Sampai saat ini, suku tengger terisolasi dari seluruh dunia. Sementara mayoritas orang Jawa memeluk agama Islam, suku tengger ini masih mempertahankan keyakinan mereka dari hari-hari kuno dari kerajaan Majapahit. Bahkan, nama Tengger sendiri (digunakan oleh suku serta kaldera besar) yang berasal dari Roro Anteng, putri Majapahit Raja Brawijaya, dan Joko Seger, seorang kasta Brahmana, yang menikah dan akhirnya mendirikan Purbawisesa (Purbawaseso) Mangkurat Ing wilayah Tengger di bawah penguasa mereka.

SUKU TENGGER MASYARAKAT ASLI GUNUNG BROMO

Suku Tengger Masyarakat Kawasan Wisata Gunung Bromo

Di Pura Luhur Poten, Suku Tengger ibadah Ida Sang Hyang Widi Wasa, bersama dengan para dewa Trimurti (Siwa, Brahma dan Wisnu).

Pura Luhur Poten memegang arti penting bagi Suku Tengger yang tersebar di seluruh desa-desa pegunungan seperti Ngadisari, Wonokitri, Ngadas, Argosari, Ranu Prani, Ledok Ombo dan Wonokerso. Sebagai keturunan Kerajaan Majapahit sadar pada orang-orang ini, mereka tegas pindah ke pinggiran gunung berapi, yang dapat diaksesnya adalah aset terbesar mereka untuk menangkis setiap gangguan asing, khususnya oleh umat Islam dan Kristen.

Pura luhur poten menjadi lokasi upacara tahunan Yadnya Kasada. Acara ini berlangsung selama sekitar 1 bulan, , pada hari ke-14. masyarakat Tengger akan berkumpul di Pura Luhur Poten untuk meminta berkah dari Ida Sang Hyang Widi Wasa dan Penguasa Mahameru (Gunung Semeru). Kemudian masyarakat akan melanjutkan prosesi upacara kasada sepanjang tepi Kawah Gunung Bromo di mana penawaran beras, buah-buahan, sayuran, bunga, ternak dan produk lokal lainnya akan dilemparkan ke dalam jurang yang sempit. Mereka menawarkan layanan kembali ke zaman Roro Anteng dan Joko Seger yang melakukan ritual pengorbanan hewan dan tumbuhan dalam penggantian anak mereka ke 25 yang awalnya seharusnya dilemparkan ke kawah bromo.

Perbedaan utama antara candi ini dengan yang Bali adalah jenis batu dan cat yang digunakan. Pura Luhur Poten menggunakan batu hitam alami dari banyak gunung berapi di dekatnya, sementara candi Bali kebanyakan memiliki cat oranye di berbagai bagian. Di dalam pura ini, ada beberapa bangunan dan kandang selaras dalam komposisi Mandala (zonal).

Jadi dengan keutuhan masyarakat tengger ini menjadi daya tarik tersendiri untuk program paket wisata bromo.

Suku Tengger Masyarakat Kawasan Wisata Gunung Bromo

WISATA BROMO | PAKET WISATA BROMO,Tour Travel Murah Malang Batu Bromo Kawah Ijen © 2015