Ciri-Ciri Bahasa Teks Cerita Fantasi yang Khas dan Tepat serta Contohnya

Ciri-Ciri Bahasa Teks Cerita Fantasi yang Khas dan Tepat serta Contohnya

paket-wisatabromo.com- Ciri-ciri bahasa teks cerita fantasi yang khas dan tepat serta contohnya merupakan judul artikel kali ini yang patut kamu baca. Artikel ini akan membantu kamu memperdalam materi yang berkaitan dengan bahasa teks. Khususnya bahasa teks cerita fantasi.

Beberapa artikel berkaitan dengan bahasa teks cerita fantasi telah tayang di internet atau di media lainnya. Namun, apabila kamu cermati, bahasa yang dibahas di dalam artikel tersebut belum khas alias masih umum. Maksudnya adalah belum benar-benar menjadi ciri kebahasaan yang khas atau khusus. Oleh karena itu, artikel ciri-ciri bahasa teks cerita fantasi yang khas dan tepat serta contohnya diharapkan dapat menjadi rujukan yang tepat.

Ciri-ciri bahasa teks cerita fantasi yang khas dan tepat serta contohnya ini dapat kamu cermati dengan baik. Hal ini mengingat bahwa pembahasan bahasa dalam teks cerita fantasi sudah khas. Khas atau khusus di sini maksudnya yaitu ciri tersebut tidak dimiliki oleh jenis teks lainnya atau teks apapun.

Ciri-Ciri Bahasa Teks Cerita Fantasi yang Khas dan Tepat serta Contohnya

Apakah Kamu pernah membaca buku cerita imajinasi, seperti Harry Potter yang ditulis J.K. Rowling atau Anak Rembulan yang ditulis Djoko Lelono?

Tentu kamu sering menonton film kartun anak-anak “Tayo the Little Bus nomor 120” di chanel RTV yang menggunakan slogan “makin cakep.” Tema film animasi ini bertemakan alat tranportasi yang canggih dan ramah.

Doraemon film animasi dari Jepang yang di Putar di RCTI juga menjadi tontonan kamu setiap minggu pagi, kan? Memang film animasi ini populer dan disukai banyak kalangan karena isinya cukup menghibur, imajinatif, penuh makna dan penuh pesan moral.

Tugas Doraemon si robot kucing adalah membantu segala permasalahan Nobita yang pemalas dan mudah menyerah. Baling-Baling Bambu dan pintu ke mana saja menjadi peralatan teknologi Doraemon yang canggih dari kantong ajaibnya.

Bagaimana kesan Kamu setelah membaca, menonton dan memahami cerita imajinasi tersebut? Seru ya? Tentu saja sangat menyenangkan.

Dalam cerita tersebut diungkapkan kejadian-­kejadian yang aneh, peristiwa yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata, dan hal-­hal unik lainnya.

Ya, cerita imajinasi memang membuat angan­-angan kita terbang mengikuti imajinasi pengarangnya.

Selain menyenangkan, cerita fantasi atau yang disebut juga dengan cerita imajinasi menyajikan banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kita petik.

Oleh sebab itu, sering­-seringlah membaca teks cerita fantasi, atau menonton film animasi fantasi. imajinasi. Selain terhibur, kamu akan mendapat pengalaman dan semakin kreatif.

Teks narasi atau cerita imajinasi merupakan jenis teks yang memaparkan rangkaian kejadian unik dan menghibur. Teks jenis ini merupakan hasil imajinasi penulis atau perpaduan fakta dengan imajinasi penulis.

Selain memahami isi teks cerita fantasi, kamu juga harus memahami bahasa yang digunakan dalam teks cerita fantasi. Ingat ya, bahasa teks cerita fantasi merupakan bagian penting dan merupakan salah satu aspek pengetahuan yang diajarkan di kelas VII SMP/MTs, dan wajib kamu kuasai.

Kamu masih ingat tentunya, bahawa cerita fantasi adalah sebuah kehidupan baru yang diciptakan oleh penulis. Biasanya ceritanya mengisahkan tokoh dan latar yang unik.

Selain itu, kejadian-kejadian yang belum pernah dialami oleh penulis yang juga memberikan pengalaman kepada pembacanya.

Seperti telah diungkapkan tadi bahwa ciri bahasa dalam teks cerita fantasi yang sudah banyak dibahas di berbagai media masih bersifat umum.

Selain itu, bahasa teks cerita fantasi kurang bisa menjadi ciri khas atau pembeda dengan jenis teks yang lain.

Oleh karena itu, artikel ini menawarkan ciri-ciri bahasa teks cerita fantasi yang lebih khas dan mampu menjadi pembeda dari jenis teks lainnya.

Berikut ini adalah pembahasan mengenai ciri bahasa teks cerita fantasi yang khas. Perlu kamu ketahui bahwa, bahasa teks cerita fantasi dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu bahasa dalam pemaparan latar, peristiwa, serta tokoh dan penokohan cerita.

A. Bahasa dalam Pemaparan Latar Cerita

Dalam memaparkan latar cerita, ciri bahasa ini terbagi menjadi  bahasa yang menggambarkan latar fisik, latar sosial budaya, latar waktu.

Bahasa yang Memaparkan Latar Fisik

Bahasa yang memaparkan latar fisik meliputi berikut ini.

1. Kosa kata unik yang menyebutkan nama tempat

Contoh: tata surya, wilayah kekuasaan, dan nama gedung, garasi bus Hana, ruang angkasa, istana peri, di dekat laut, di tepi karang, dll.

2. Kalimat yang menyatakan ketidakmungkinan di suatu tempat.

Contoh: Bus Tayo dan Bus Roki mengambang di atas lautan dengan alas gabus.

Bahasa yang Memaparkan Latar Sosial Budaya

Berikutnya, yaitu  bahasa yang memaparkan latar sosial budaya meliputi:

1. Penggunaan kalimat yang menyatakan adanya kondisi sosial yang berbeda atau      menyimpang.

Contoh:

a. Di Garasi bus, Hana mengecek kesehatan bus-bus termasuk bus bayi  sebelum bus-bus itu operasi di jalanan.

b. Raja Duyung ditahan di sebuah gelembung besar di sebuah gua yang tidak bisa dihancurkan menggunakan sihir apa pun di dunia ini,” kata Sang Penyihir.

2. Kalimat yang menyatakan adat atau kebiasaan baru yang belum pernah ada            sebelumnya.

Contoh: Tayo bus kecil ramah, melaju, melangkah dan selalu senang. Tayo bus kecil selalu bekerja keras.

Bahasa yang Memaparkan Latar Waktu

Selanjutnya, bahasa yang memaparkan  latar waktu meliputi berikut ini.

1. Penggunaan kosakata yang menyatakan ketidakjelasan waktu

Contoh: pada suatu suatu, suatu hari, beberapa, kemudian, tidak lama kemudian, saat itu, dan dahulu kala.

2. Penggunaan kalimat yang menyatakan ketidaksesuaian kejadian dengan latar          waktu.

Contoh: Petualangan Tayo bus kecil di ruang angkasa hanyalah mimpi.

3. Kalimat yang menyatakan kejadian unik dalam suatu waktu.

Contoh: Pada waktu itu, Tayo bus kecil berpetualangan di ruang angkasa, dan terluka. Lukanya disembuhkan Putri Ray dengan daun semanggi ajaib.

B. Bahasa dalam Pemaparan Peristiwa

Dalam pemaparan peristiwa, bahasa ini terbagi menjadi dua, yaitu  bahasa yang menyajikan khayalan ide cerita dan  bahasa yang menyajikan khayalan kejadian dalam cerita.

Bahasa yang Menyajikan Khayalan Ide Cerita

Bahasa yang menyajikan khayalan ide cerita meliputi berikut ini.

1. Penggunaan kalimat yang menyatakan sesuatu yang tidak masuk akal atau              tidak mungkin terjadi.

Contoh: bus melihat komet (tidak masuk akal)

Hana : “Selamat datang, teman-teman,” sapa Hana pada Tayo, Lani, Gani dan Rogi, tim bus kecil.

Tayo: “Wah ada apa, sekarang kan waktunya tidur.”

Hana: “Teman-teman, hari ini akan ada komet besar. Aku ingin melihatnya  bersama kalian.”

2. Penggunaan kalimat yang berisi mantra, sebagai penanda unsur supernatural.        Ide cerita fantasi tidak disampaikan secara eksplisit oleh penulis, melainkan              secara implisit melalui tokoh dan kejadian yang dialaminya.

Maka dari itu, ciri bahasa cerita fantasi dalam penyajian khayalan ide cerita              fantasi ditandai oleh kalimat yang menyatakan kejadian tidak masuk akal.

Contoh: Bus Tayo terbang menjelajah angkasa. Putri Ray mengobati luka Tayo dengan daun semanggi.

Bahasa yang Menyajikan Khayalan Kejadian dalam Cerita

Selanjutnya yaitu bahasa yang menyajikan khayalan kejadian dalam cerita meliputi berikut ini.

1. Kalimat yang menyatakan kesaktian dan keajaiban yang dimiliki oleh tokoh.

Contoh:

a. Tayo : (cuaca cerah, Tayo merasa bosan dan beristirahat di garasi Bus)  “Hah, apa ini?”

Hana: “Hai Tayo, ini adalah mesin penyusut,

Tayo : “Mesin penyusut???”

Hana: “Iya dengan ini, aku bisa mengecilkan barang untuk membuatnya mudah dibawa”

Tayo: ” Hah, luar biasa,”

b. Tiba-tiba Sifi memukul tangannya, “Aha!” katanya, Gunakan saja ujung sengatku untuk memecahkan gelembungitu.”

2. Kalimat yang menyatakan ada benda ajaib atau supernatural.

Contoh: Setelah memakan rumput ajaib, Putri Duyung, Sifi, dan Peri Lilya langsung berenang dan menyelam ke dalam laut.

3. Kalimat yang menyatakan ada kejadian aneh.

Contoh: Tiba-tiba, kami berada di dalam sebuah istana yang megah tetapi terasa aneh.

C. Bahasa dalam Pemaparan Tokoh dan Penokohan Cerita.

Dalam pemaparan tokoh dan penokohan cerita, bahasanya terbagi menjadi          dua, yaitu  bahasa yang menyatakan nama tokoh dan  bahasa yang                            memaparkan watak dan perilaku tokoh.

1. Bahasa yang Menyatakan Nama Tokoh

Bahasa yang digunakan untuk memaparkan penamaan tokoh ditandai dengan        penggunaan kosakata unik untuk menyebutkan nama tokoh. Nama tokoh cenderung singkat, mudah diingat, dan mudah diucapkan. Misalnya nama tokoh dalam cerita narasi “Peri yang Mencari Sayap.” Ada nama tokoh peri Lilya, Raja Duyung, Brutus, Sifi, dll.

Dalam film animasi “Tayo The Little Bus” nama tokohnya terdiri atas: Tayo, Lani, Gani, dan Rogi.

Tayo:

Tayo merupakan tokoh utama bus laki-laki dan kecil berwarna biru yang lucu tetapi nakal. Ia suka bermain-main sama Rogi kakak tertua kedua. Tayo berwatak kurang dewasa, tetapi jarang mendapatkanmasalah yang serius.

Tayo memiliki delapan sepupu kembar yaitu Hauler, Dan, Smokemeister, Boosters, Georges, Paul, Beasley, dan Chuck.

Lani :

Tokoh Lani adalah Adik Tayo suka nyebelin, cepat marah, penakut dan suka nonton acara favorit di TV. Lani ini merupakan bus perempuan, kecil berwarna kuning yang egois, suka memerintah, dan bersikap tidak adil.

Gani:

Sedangkan tokoh Gani adalah bus laki-laki berwarna merah merupakan kakak tertua Tayo yang cerdas, dewasa, tenang, dan lembut. Gani suka memikirkan orang lain dari pada memikirkan dirinya sendiri alias tidak egois.

Rogi: Kakak tertua Kadua dari tokoh Tayo. Rogi suka bermain game, suka berkelahi, suka tidur dan kurang dewasa.

2. Bahasa yang Memaparkan Watak dan Perilaku Tokoh.

Lain halnya dengan bahasa yang digunakan untuk memaparkan  watak atau perilaku tokoh yang meliputi berikut ini.

a. Kalimat yang menyatakan adanya penyimpangan watak dan perilaku terhadap lingkungan maupun tokoh nyata.

Misalnya: Coba makan ini, pasti kamu bisa bernapas dalam air,” ujar Putri Duyung sambil menyodorkan rumput laut tersebut.

b. Kalimat yang menyatakan perilaku tidak wajar atau tidak masuk akal.

Misalnya: Tayo sakit perut, dan kentutnya menyebabkan bus mereka melaju kencang di atas laut saat mereka terhanyut mencari bola.

Baca: Bahasa Teks Cerita Fantasi Menurut Modul PJJ Bahasa Indonesia Kelas 7

Demikianlah pembahasan mengenai ciri-ciri bahasa teks cerita fantasi yang khas dan tepat serta Contohnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *