Menulis Teks Laporan Hasil Observasi dengan Teknik yang Tepat

Menulis Teks Laporan Hasil Observasi dengan Teknik yang Tepat

paket-wisatabromo.com – Menulis Teks Laporan Hasil Observasi merupakan materi keempat berkaitan dengan laporan hasil observasi. Materi ini wajib dikuasai peserta didik kelas tujuh.

Melalui jenis teks ini, peserta didik harus mampu menguasai empat kompetensi dasar. Salah satunya adalah menulis teks laporan hasil observasi.

Secara lengkap, keempat kompetensi dasar tersebut adalah

1. Mengidentifikasi informasi dari teks laporan hasil observasi berupa buku pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan.

2. Menelaah struktur, kebahasaan, dan isi teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan yang dibaca atau diperdengarkan.

3. Menyimpulkan isi teks laporan hasil observasi berupa buku pengetahuan yang dibaca dan didengar.

4. Menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan secara lisan dan tulis dengan memperhatikan kaidah kebahasaan atau aspek lisan.

Kompetensi dasar nomor satu dan dua merupakan kompetensi dasar yang berhubungan dengan aspek pengetahuan bahasa.

Sedangkan nomor tiga dan empat, merupakan kompetensi dasar yang berkaitan dengan aspek keterampilan berbahasa.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas materi yang berkaitan dengan kompetensi dasar yang keempat. Kompetensi dasar itu adalah Menyajikan rangkuman teks laporan hasil observasi yang berupa buku pengetahuan secara lisan dan tulis dengan memperhatikan kaidah kebahasaan atau aspek lisan.

Menulis Teks Laporan Hasil Observasi

Menulis Teks laporan hasil observasi adalah Menyusun teks yang memuat suatu klasifikasi berdasarkan kriteria tertentu yang bersifat global atau universal.

Teks ini lebih menekankan pada pengelompokan beberapa hal ke dalam suatu jenis. Teks ini juga berkaitan dengan hubungan antara sebuah kelas dan subkelas yang ada di dalamnya.

A. Hal yang harus diperhatikan dalam Menulis Teks Laporan Hasil Observasi

1. Struktur

Secara singkat, struktur teks laporan hasil Observasi antara lain: Pernyataan Umum.

Bagian ini berisi pembuka atau informasi secara umum mengenai hal yang disampaikan.

Berikutnya adalah Deskripsi Bagian yang berisi isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan lebih detail. Terakhir adalah Deskripsi Manfaat. Sedangkan Bagian ini berisi fungsi atau manfaat setiap objek yang diamati dalam kehidupan.

2. Kaidah kebahasaan

Pertama, penggunaan kata yang menggambarkan sekelompok benda, orang, peristiwa alam, atau kehidupan sosial yang bersifat umum

Kedua, penggunaan kata kerja material atau kata kerja menunjukkan tindakan suatu benda, binatang, manusia, atau peristiwa. Misalnya: menerpa, menerkam, memuntahkan, mencakar, mengejar, dll.

Ketiga, penggunaan kata kopula atau definisi, seperti: yakni, adalah, merupakan, dan yaitu yang digunakan untuk menjelaskan pengertian atau konsep.

Keempat, penggunaan kata deskriptif yang bersifat faktual, bukan hasil imajinasi. Kata-kata tersebut pada umumnya berupa kata sifat, seperti: dahsyat, cepat, biru, galak, dll.

Kelima, penggunaan kata yang bermakna denotatif. Misalnya: Tsunami, Laut, bunga melati, gempa bumi, banjir, dll. Semua contoh kata-kata tersebut mengacu pada makna yang sebenarnya.

Struktur dan kaidah kebahasaan juga dapat dibaca di (sini).

B. Langkah menulis Teks Laporan Hasil Percobaan

1. Menentukan obyek yang ingin diamati dan ditulis laporannya.      Misalnya, ambil topik soal kucing.

2. Buatlah kerangka karangan berdasarkan struktur teks laporan hasil observasi.

Struktur teks laporan hasil observasi terdiri dari definisi umum, deksripsi bagian, dan Deskripsi manfaat.

Definisi umum bisa berupa keterangan umum tentang kucing. Kemudian deskripsi bagian, berisi hasil pengamatan tentang kucing secara terperinci.

Setelah itu, deskripsi manfaat. Deskripsi manfaat merupakan akhir dari uraian panjang suatu teks laporan hasil observasi. Simpulanmu bisa berisi saran atau manfaat kucing bagi manusia.

3. Kembangkan kerangka tulisan. Laporan hasil pengamatan dapat dibuat berdasarkan fakta. Fakta bisa kamu dapatkan dari pengamatan langsung, maupun mengutip dari sumber-sumber yang terpercaya.

4. Rangkaikan gagasan-gagasan pokok ke dalam kalimat utama. Tambahkan kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

5. Periksa kembali teks laporan hasil observasi yang sudah kamu buat. Revisi jika terdapat kekeliruan.

C. Contoh Kerangka karangan dan pengembangannya

Objek yang diobservasi adalah kertas.

Kerangka Karangan:

1.Pengertian Kertas

2. Jenis-Jenis Kertas

Kertas HVS, kalkir, kertas sablon

Dupleks, kertas mattpaper,

lalu kertas samson craf, linen

3. Jenis-jenis kertas lainnya

4. Manfaat kertas

Pengembangan Kerangka karangan menjadi karangan sebagai berikut.

Kertas

Kertas adalah bahan yang tipis dan rata yang berasal dari pulp. Dan Kertas biasanya dipakai untuk menulis, mencetak, melukis dan masih banyak kegunaan lain yang dapat dilakukan dengan kertas.

Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia.

Jenis-jenis kertas beraneka ragam, diantaranya adalah kertas hvs, jenis kertas ini sedikit kasar, umumnya digunakan untuk mencetak.

Jenis Kertas kalkir, kertas kalkir hampir sama dengan kertas hvs, kertas ini biasanya digunakan untuk media sablon, tetapi tidak putih alias lebih gelap dan terihat transparan seperti kertas yang kena tumpahan minyak.

Berikutnya, Kertas duplex, kertas ini mempunyai sisi depan berwarna putih dan sisi belakang abu-abu dan biasanya digunakan untuk pembuatan box.

Jenis lainnya adalah Kertas matt paper, bahan kertas untuk brosur dengan permukaan yang licin dan menghasilkan hasil cetak yang berkualitas.

Lalu, Kertas Samson Kraft, berwarna coklat muda, dan merupakan hasil daur ulang. Kertas linen jepang, kertas ini bertekstur, dan biasanya digunakan untuk kop surat/sertifikat. Masih banyak jenis-jenis kertas dan kegunaan yang berbeda.

Kemudian, Kertas juga mempunyai manfaat seperti untuk menulis, melukis, mencetak, membantu seseorang dalam berkerja, dan yang paling penting adalah mempermudah kita dalam proses belajar.

Artikel terkai:

Demikianlah penjelasan mengenai teknik menulis teks laporan hasil observasi yang Tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *