Pola Pengembangan dan Jenis Paragraf Eksposisi beserta Contohnya

Pola Pengembangan dan Jenis Paragraf Eksposisi beserta Contohnya

paket-wisatabromo.com-Selamat berjumpa kembali. Salam sehat selalu. Kamu sudah mengenal jenis teks eksposisi secara umum, ya. Untuk memperdalam pemahamanmu, ikuti yuk artikel ini. Fokus materi kali ini yaitu Pola Pengembangan dan Jenis Paragraf Eksposisi. Materi ini disertai dengan contoh-contohnya.

Pola Pengembangan dan Jenis Paragraf Eksposisi ini buat kamu yang masih duduk di kelas 8 SMP MTs. Harapannya kamu bisa memiliki pengetahuan yang lebih bagus mengenai teks eksposisi.

Jika kamu memahami Pola Pengembangan dan Jenis Paragraf Eksposisi, maka kamu akan memiliki keterampilan menulis teks eksposisi. Oleh karena itu, kamu harus tahu hal tersebut.

Pola Pengembangan dan Jenis Paragraf Eksposisi

Pola pengembangan paragraf eksposisi sangat ditentukan oleh alur pemikiran yang terkandung di dalamnya.

Berdasarkan teknik pengembangan gagasan utama menjadi gagasan penjelas, paragraf dalam teks eksposisi memiliki beberapa jenis pola pengembangan.

Berikut ini ini adalah pola pengembangan paragraf eksposisi, yaitu pola paragraf umum-khusus (deduksif), paragraf Khusus- Umum, dan paragraf campuran.

Berikut ini adalah penjelasan dan contoh setiap pola pengembangan tersebut di atas.

a. Paragraf Umum-Khusus (Deduktif).

Pengembangan paragraf ini adalah dengan memosisikan gagasan utama pada kalimat utama yang terletak di awal paragraf, kemudian diikuti beberapa gagasan penjelas (kalimat penjelas).

Gagasan utama tersirat pada kalimat utama dengan ciri-ciri berupa pernyataan yang bersifat umum.

Gagasan Utama dikembangkan lebih lanjut ke dalam beberapa kalimat penjelas disertai fakta, bukti, contoh pendukung.

Contoh

1. Pencemaran udara di pabrik baja itu tidak hanya terjadi pada tahun ini. Sejak beberapa tahun yang lalu, pencemaran itu sudah meresahkan warga. Sudah banyak pihak yang mengingatkan agar keberadaan pabrik baja itu jangan sampai mencemari lingkungan sehingga membahayakan penduduk sekitar. Namun, permasalahan ini tak kunjung tuntas dan mendapatkan solusi.Keluhan warga masih terus muncul dengan tuntutan yang sama, yaitu lingkungan menjadi sehat dan nyaman.

2. Apabila dunia pendidikan kita tidak mengalami kemajuan, tentu akan berdampak buruk terhadap kemajuan bangsa. Mereka yang kini tengah menimba ilmu di bangku sekolah itulah yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan negeri ini. Hal ini penting diperhatikan secara serius agar negeri kita tidak akan kehilangan generasi yang kuat dan tangguh.

b. Paragraf Khusus-Umum (Induktif).

Cara pengembangan paragraf ini adalah dengan menguraikan data empiris berupa fakta, bukti, alasan sebagai gagasan penjelas pada bagian awal paragraf, dan diakhiri dengan simpulan yang berisi gagasan utama atau gagasan pokok.

Contoh

1. Warga desa dapat menahan diri dari sikap reaktif-emosional. Mereka berusaha meredam ego masing-masing dengan menjunjung tinggi kepentingan publik. Setelah lahir adanya kesepakatan, mereka hidup secara berdampingan. Mereka senantiasa memegang prinsip hidup kerukunan yang dikukuhkan para leluhur selama berabad-abad silam.

2. UN memang bertujuan baik untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan secara nasional. Namun, jika sistem yang digunakan kurang tepat akan sulit untuk dijadikan sebagai sarana pemetaan mutu pendidikan, apa lagi setiap kali UN berlangsung masih saja terjadi kebocoran kunci jawaban yang mencederai nilai kejujuran. Masalah ini  benar-benar harus mendapatkan perhatian serius dari para pengambil kebijakan karena UN ikut menjadi penentu kemajuan dunia pendidikan kita.

c. Paragraf Campuran

Cara mengembangkan paragraf campuran adalah dengan memosisikan gagasan utama padakalimat utama di awal paragraf yang diikuti dengan beberapa gagasan penjelas (kalimat penjelas), kemudian gagasan utama ditegaskan kembali pada kalimat akhir paragraf.

Contoh

1. Ide atau gagasan merupakan sumber kreativitas manusia. Berbeda dengan ide yang berarti akal pikiran, ide dalam hal ini menjadikan seseorang mempunyai kemampuan untuk menciptakan suatu karya. Hal inilah yang menjadikan suatu karya dapat bernilai tinggi dan berharga. Intinya, kreativitas seseorang dapat dilihat dari hasil pemikiran atas ide-ide yang mendasarinya.

2. Kesibukan siswa dalam menghafal dan terampil mengerjakan soal, jelas akan mempengaruhi gaya mengajar seorang guru. Siswa akan semakin jauh dari lingkungan yang merupakan modal awal untuk dibentuk menjadi pengetahuan melalui pengalaman belajar. Guru pun tidak berusaha secara sungguh-sungguh untuk memberdayakan para murid agar benar-benar menjadi sosok generasi masa depan yang kritis. Para guru lebih banyak mengajak siswa untuk belajar menghafal agar mendapatkan nilai UN yang tinggi. Mestinya, gaya mengajar guru harus disesuaikan dengan kegiatan siswa dalam menghafal dan latihan soal.

Dalam paragraf campuran, rumusan kalimat pada awal dan akhir tidak sama, tetapi memiliki kesamaan gagasan.

Jadi, dalam paragraf campuran, kalimat pada akhir paragraf merupakan penegasanbukan pengulangan.

Baca:

Demikianlah pembahasan mengenai pola pengembangan dan jenis paragraf eksposisi beserta contohnya. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.