Sebutkan Ketentuan Gaya Penulisan Teks Deskripsi di Media Sosial sertai Contohnya!

Sebutkan Ketentuan Gaya Penulisan Teks Deskripsi di Media Sosial sertai Contohnya!

paket-wisatabromo.com-Sebutkan Ketentuan Gaya Penulisan Teks Deskripsi di Media Sosial sertai Contohnya! Jawaban yang tepat berkaitan dengan pertanyaan tersebut tersaji berikut ini.

Ketentuan Gaya Penulisan Teks Deskripsi di Media Sosial

Ketentuan gaya penulisan pada teks deskripsi di media sosial antara lain: harus menggunakan sapaan yang akrab bersahabat, kalimatnya sederhana, mudah dipahami, menggunakan kata-kata kekinian.

Selain itu, hal yang tidak dilupakan adalah kata, kalimat, sapaan yang digunakan harus mengajak pembaca seolah merasakan, dan melihat objek yang dideskripsikan.

Contoh Gaya Penulisan Teks Deskripsi di Media Sosial

Pantan Terong yang Instagramable

Pantan Terong adalah nama tempat wisata yang sedang populer di Kota Takengon. Akhirnya, aku menginjakkan kaki juga di sini.

Kalau kalian berkunjung ke Aceh, sempatkan mampir juga ke bukit yang instagramable ini, Ya, aku jamin, kalian tidak akan merasa rugi!

Kami berangkat dari Banda Aceh pukul 01.00 siang. Pukul 08.00 malam kami tiba di rumah Paman di Kota Takengon. Setelah makan malam, Paman menyuruh kami bergegas tidur.

Kami akan pergi segera setelah salat subuh. Siapa tahu kami bisa menyaksikan matahari terbit di Pantan Terong! Kota Takengon masih gelap dan sepi saat kami berangkat pagi itu.

Hanya dalam waktu 15 menit, kami sudah tiba di jalan mendaki ke arah puncak bukit. Wow, jalanan kecil itu menanjak dan curam dengan tikungan-tikungan yang tajam!

Deg-degan sekali rasanya. Untung Paman lihai mengendarai mobil. Kata Paman, hanya mobil berkondisi prima yang bisa memanjat jalanan securam ini. Untung saja ketegangan itu segera berakhir.

Sesampai di atas, Paman memarkir mobil di luar pagar dan kami pun masuk ke dalam.

Dari ketinggian 1.830 meter di atas permukaan laut, kami dapat melihat warna langit yang jingga terkena semburat sinar matahari di balik deretan gunung-gunung yang kokoh.

Warna itu kontras sekali dengan perbukitan yang hijau, perkebunan, lembah-lembah yang sangat cantik, dan Kota Takengon yang terlihat kecil dari sini.

Oh ya, kalian juga dapat melihat Danau Laut Tawar yang seperti berkilau diterpa sinar matahari pagi.

Pokoknya rasa kantuk karena bangun pada pagi buta tadi sudah terbayar dengan pemandangan cantik ini. Kata Paman, kalian juga dapat menikmati pelangi yang muncul setelah hujan.

Wah, aku jadi penasaran! Lain kali aku harus ke sini lagi. Nah, matahari sudah makin tinggi, waktunya untuk swafoto. Wah, banyak sekali latar yang dapat dipilih untuk swafoto!

Ada ayunan di depan tulisan Pantan Terong yang dicat senada dengan warna bendera pusaka, merah dan putih. Apabila kalian berswafoto di sana, kalian akan mendapatkan latar lembah yang mengepung Kota Takengon di kejauhan. Keren, kan?

Bagus, ya? Pasti kalian tidak tahu aku sedang menggigil kedinginan. Setelah berswafoto, apa lagi? Di sini kalian pun dapat mencicipi aneka jenis sajian kopi asli Tanah Gayo.

Kalian dapat memilih berbagai varian minuman kopi, seperti espresso, cappuccino, mochacino, hingga latte .

Makin siang makin banyak pengunjung berdatangan. Matahari makin tinggi dan hawa sejuk memeluk kami. Angin yang bertiup memainkan rambut dan berputar di sekeliling tubuh membuat kami ingin berswafoto lagi dan lagi.

Sebelum pulang, ibuku membeli suvenir yang berbentuk kopi gayo. Katanya, kita harus membantu perajin lokal.

Nah, tunggu apa lagi? Dengan mengunjungi Pantan Terong, kalian pun ikut mempromosikan wisata dan kerajinan lokal.

Berikut ini beberapa ungkapan bahasa yang digunakan Rafa yang mencerminkan gaya penulisan di blognya.

1. “Bagus, ya? Pasti kalian tidak tahu aku sedang menggigil kedinginan.”

2.  “Apabila kalian berswafoto di sana, kalian akan mendapatkan latar lembah yang mengepung Kota Takengon di kejauhan. Keren, kan?”

3. Wah, aku jadi penasaran! Lain kali aku harus ke sini lagi.

4. .Apabila kalian berswafoto di sana, kalian akan mendapatkan latar lembah yang mengepung Kota Takengon di kejauhan. Keren, kan?

5. Nah, tunggu apa lagi? Dengan mengunjungi Pantan Terong, kalian pun ikut mempromosikan wisata dan kerajinan lokal.

6. Akhirnya, aku menginjakkan kaki juga di sini.

(penggunaan kata aku terasa lebih akrab antara Rafa dengan pembacanya).

7. Kalau kalian berkunjung ke Aceh, sempatkan mampir juga ke bukit yang instagramable ini, Ya, aku jamin, kalian tidak akan merasa rugi! Wah, banyak sekali latar yang dapat dipilih untuk swafoto!

(dalam kalimat tersebut digunanak kata kekinian, yaitu: instagramable, swafoto), selain itu penggunaan kata “aku” dan “kalian” terasa lebih akrab dan bersahabat).

8. Wow, jalanan kecil itu menanjak dan curam dengan tikungan-tikungan yang tajam!

(Penggunaan kata seru “Wow” terasa lebih ekspresif mendeskripsikan jalan kecil menanjak sehingga pembaca seolah-olah ikut dalam mobil Rafa yang melalui jalan kecil menanjak dan berliku-liku dengan tikungan tajamnya).

9. Deg-degan sekali rasanya.

(Kata deg-degan lebih memberikan kesan perasaan yang was-was ketika melewati jalanan yang curam. Hal ini membuat pembaca seolah-olah itu merasakan “deg-degan” seperti yang dialami Rafa).

10. Kami dapat melihat warna langit yang jingga terkena semburat sinar matahari di balik deretan gunung-gunung yang kokoh.

(Kalimat tersebut membuat pembaca seolah-olah melihat warna langit, sinar matahari, dan deretan gunung-gunung yang kokoh. Kalimat tersebut mampu mendeskripsikan objek dengan tepat).

11. Warna itu kontras sekali dengan perbukitan yang hijau, perkebunan, lembah-lembah yang sangat cantik, dan Kota Takengon yang terlihat kecil dari sini. Oh ya, kalian juga dapat melihat Danau Laut Tawar yang seperti berkilau diterpa sinar matahari pagi.

(Kalimat Rafa ini juga mengajak pembaca seolah melihat dengan nyata mengenai warna kontras dengan pebukitan hijau, perkebunan, lembah, dan kota Takengon yang terlihat kecil. Pembaca juga diajak seolah melihat danau laut tawar yang diterpa sinar matahari pagi).

12. Apabila kalian berswafoto di sana, kalian akan mendapatkan latar lembah yang mengepung Kota Takengon di kejauhan. Keren, kan?

pada kalimat tersebut, Rafa menggunakan kata-kata atau pilihan kata yang akrab, mudah dan ringan tetapi menarik, yaitu kata “keren kan?”

Baca: Sebutkan 5 Informasi dalam Teks Deskripsi “Pantan Terong” pada Buku Bahasa Indonesia Kelas 7 Sekolah Penggerak!

Demikianlah jawaban yang tepat berkaitan dengan pertanyaan mengenai sebutkan Gaya Penulisan Teks Deskripsi di media sosial. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.