Sebutkan Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot yang Tepat!

Sebutkan Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot yang Tepat!

paket-wisatabromo.com – Sebutkan struktur dan kaidah kebahasaan teks anekdot yang tepat! Jawabannya sebagai berikut.

Sebutkan Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot yang Tepat!

Struktur Teks Anekdot

Secara umum, teks anekdot terdiri dari lima bagian yang membentuk sebuah alur cerita dengan latar dan tokoh tertentu. Kelima bagian itu antara lain abstrak, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.

1) Abstrak ialah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberikan gambaran tenteng isi teks.

2) Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang terjadinya peristiwa.

3) Krisis adalah bagian yang menjadi hal atau masalah unik.

4) Reaksi adalah bagian berisi cerita penulis atau orang yang ditulis enyelesaikan masalah yang timbul pada bagian krisis tadi.

5) Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
1. Menggunakan waktu lampau

Keterangan waktu yang lampau (adverb of past time ) digunakan untuk kegiatan yang (telah) terjadi di waktu lampau. Keterangan ini digunakan oleh (tenses): simple past tense, past continuous tense, dan lain-lain

Waktu lampau adalah masa dimana suatu kejadian atau kegiatan telah berlalu. dalam bahasa inggris kata lampau berarti past atau yang artinya masa lalu.

2. Menggunakan pertanyaan retorik

Kalimat tanya tak bertanya merupakan kalimat tanya yang sebenarnya mengandung sebuah makna pernyataan dan tidak memerlukan jawaban. Kalimat ini merupakan kalimat tanya tetapi tidak memerlukan jawaban karena jawabannya telah diketahui dan merupakan kalimat lengkap.

Sebutan kalimat ini adalah kalimat tanya retorik. Kalimat tanya retorik ini biasanya mengarah pada bentuk pernyataan pemberi semangat, kritik ataupun gagasan.

Biasanya kalimat tanya retorik ini banyak dipakai ketika pidato dan juga orasi.

Setelah mengetahui pengertian kalimat tanya retorik selanjutnya ciri-ciri kalimat retorik :

Tidak memerlukan jawaban.

Berbentuk pertanyaan dan juga penegasan.

Kadang-kadang menggunakan kata tanya, dan

Orang yang ditanya dan bertanya, keduanya mengetahui jawabanya.

3. Menggunakan konjungsi atau kata sambung

Kata penghubung disebut juga konjungsi (kata sambung), adalah kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf.

Kata penghubung dalam bahasa Indonesia berarti kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan Klausa.

Sedangkan pengertian yang lain dari konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi.

4. Menggunakan kata kerja

Verba atau kata kerja (bahasa Latin: verbum, “kata”) adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Jenis kata ini umumnya menjadi predikat dalam suatu frasa atau kalimat.

Berdasarkan objeknya, kata kerja dapat dibagi menjadi dua:

Kata kerja transitif: kata kerja yang membutuhkan pelengkap atau objek, semisal memukul (bola)

Kata kerja intransitif: kata kerja yang tidak membutuhkan pelengkap, semisal lari.

6. Menggunakan kalimat perintah.

Kalimat perintah merupakan kalimat yang mengandung makna meminta/ memerintah seseorang untuk melakukan sesuatu.

Arti Kalimat perintah adalah kalimat yang isinya menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki.

Ciri-ciri kalimat perintah yaitu

1. Kalimat perintah jika dilisankan berintonasi naik di awal dan berintonasi rendah di akhir.

2. Kata yang berintonasi naik biasanya kata dasar.

3. Berpola kalimat inversi (PS).

4. Menggunakan partikel -lah atau -kan.

5. Menggunakan tanda seru (!) bila digunakan dalam bahasa tulis.

Contoh Kalimat Perintah:

Tolong matikan kran air itu!

Jangan membuat ribut, anak-anak!

Buang sampah itu!

Masukkan barang-barang ini ke dalam bagasi mobil!

Antarkan surat ini kepada Pak RT sekarang juga!

Marilah kita gunakan tekstil buatan dalam negeri demi menyukseskan program pemerintah!

Ayolah bersenam pagi setiap hari agar badan kita menjadi sehat!

Jangan buang air di sini!

Jangan makan roti itu!

Saya berharap kamu hadir pada acara ulang tahunku!

6. Dialog (percakapan)

Dialog adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dua orang tersebut melakukan percakapan yang membahas tentang suatu permasalahan.

Berdialog adalah sebuah kegiatan resiprokal, maksudnya adalah kegiatan yang saling berbalasan. Percakapan yang terjadi diantara kedua orang tersebut akan menimbulkan pemecahan masalah.

Namun, dalam berdialog tidak hanya dilakukan oleh dua orang saja. Dialog dapat dilakukan oleh dua orang atau lebih. Dialog haruslah memenuhi 2 tuntutan, sebagai berikut:

a. Dialog harus turut menunjang gerak laku tokohnya.

b. Dialog yang diucapkan lebih tajam dari pada ujaran sehari-hari.

Tuntutan tersebut menjelaskan bahwa dialog harus menunjang gerak tokohnya. Artinya, ketika berdialog tokoh harus dapat menguasai perananya dan dapat menyesuaikan dengan karakter tokoh yang diperankannya.

Sedangkan dialog yang diucapkkan lebih tajam dari pada ujaran sehari-hari, artinya percakapan yang dilakukan tidak biasa dilakukan pada percakapan sehari-hari.

Jenis dialog dibagi menjadi 4, yaitu:

1. Dialog yang mengemukakan persoalan langsung.

2. Dialog yang menceritakan atau menjelaskan perihal tokoh perannya.

3. Dialog yang menggerakkan plot maju.

4. Dialog yang membukakan fakta atau eksposition.

Dialog yang mengemukakan persoalan langsung, artinya dalam dialog tersebut yang menjadi perbincangan merupakan suatu peristiwa yang bersifat faktual atau obyektif.

Adapun dialog yang menceritakan perihal tokoh perannya, maka dalam perbincangan yang terjadi diceritakan mengenai tokoh yang sedang melakukan percakapan.

Kemudian, dialog yang menggerakkan plot maju, alur cerita atau jalan cerita yang terjadi terus mengarah maju dan memperbincangkan ke arah plot maju.

Sedangkan dialog yang membukakan fakta atau eksposition merupakan suatu pecakapan yang memperbincangkan suatu peristiwa yang faktual dan dijelaskan secara terperinci.

Baca:

Demikian jawaban yang tepat atas pertanyaan mengenai : sebutkan struktur dan kaidah kebahasaan teks anekdot yang tepat! Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.