Bagaimanakah Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi yang Tepat?

Bagaimanakah Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi yang Tepat?

paket-wisatabromo.com- Bagaimanakah Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi yang Tepat? jawaban yang tepat sebagai berikut.

Bagaimanakah Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi yang Tepat?

Kaidah Kebahasaan Teks Diskusi  yang Tepat

Ada tiga pendapat tentang kaidah kebahasaan teks diskusi yang tepat.

1. Menurut Anderson (1997: 118)

Menyatakan bahwa ciri kebahasaan yang biasanya ditemukan dalam teks diskusi adalah sebagai berikut.

a. Penggunaan istilah umum yang berkaitan dengan topik.

b. Penggunaan kata-kata yang menunjukkan perbandingan atau kontras.

c. Penggunaan kata-kata yang menghubungkan argumen.

2. Menurut Emilia (2016: 131)

Berpendapat bahwa kebahasaan teks diskusi pada dasarnya sama dengan teks eksposisi karena teks eksposisi dan teks diskusi keduanya merupakan jenis teks argumentatif.

Selain itu, penggunaan kata penghubung yang berlawanan dalam teks diskusi, seperti: namun, di samping itu, di sisi lain.

3. Menurut Peters dan Williamson (2000: 10),

kebahasaan dari teks diskusi yaitu sebagai berikut.

a. Campuran tensis yang mendukung kepentingan argumen.

b. Menggunakan kata benda kolektif atau generik.

c. Menggunakan kata kerja aktif.

d. Menggunakan kata sifat untuk mendukung atau melawan sebuah argumen.

e. Menggunakan ungkapan langsung, terutama dalam diskusi formal.

f. Menggunakan kata penghubung (konjungsi) antarparagraf untuk memperkuat argumen.

g. Menggunakan kata dan frasa yang bertentangan dengan sisi lain dari diskusi.

h. Menggunakan bahasa yang kuat, emotif, dan persuasif.

i. Menggunakan bahasa deskriptif.

j. Menggunakan bahasa penghakiman.

k. Menggunakan perintah.

l. Menggunakan kalimat komplesks dengan banyak klausa atau ungkapan untuk menjelaskan sudut pandang secara rinci.

Baca:

4. Menurut Mulyadi (2015: 107)

Kebahasaan yang digunakan dalam teks diskusi yaitu menggunakan istilah umum, kata perbandingan atau pengontrasan, dan kata pendukung atau penolak.

5. Kosasih (2018)

 Teks diskusi juga mempunyai ciri-ciri kebahasaan tertentu, yakni:

a. menggunakan tanda hubung (konjungsi) perlawanan seperti tetapi, sedangkan, tidak … tetapi, bukan … melainkan.

b. menggunakan kata-kata teknis, sesuai dengan masalah yang dibahas.

c. Mungkin pula di dalamnya dijumpai pula kalimat-kalimat tanya.

d. Menggunakan kata penghubung (konjungsi) pertentangan.

Konjungsi pertentangan antara lain namun, bukan…melainkan…, sedangkan, akan tetapi.

e. Menggunakan kata penghubung yang menyatakan alasan, seperti sebab, karena, oleh karena.

Contoh kaidah kebahasaan dalam teks diskusi berikut ini
(Isu)

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan wewenang kepada pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua terkait kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Bila ketiga pihak tersebut memberi izin, maka siswa dapat kembali masuk ke sekolah dengan mematuhi protokol kesehatan.

(Argumen pro)

Keputusan Kemendikbud sudah tepat. Hampir dua semester siswa menerima Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Pelajaran yang diserap tidak seefektif ketika tatap muka. Banyak gangguan dan ketidaknyamanan terjadi selama PJJ.

Bahkan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ada siswa yang bunuh diri karena beban tugas PJJ.

Masing-masing daerah memiliki tingkat penyebaran Covid-19 yang berbeda-beda.

Pemerintah daerah bertanggung jawab pada daerahnya masing-masing.

Untuk daerah yang sudah masuk zona hijau, memang sebaiknya mengizinkan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

Selain itu, pihak sekolah dan orang tua juga turut menjaga keamanan siswa selama belajar tatap muka.

Kedua pihak ini berperan besar dalam memberi pemahaman dan pengawasan terkait protokol kesehatan para siswa.

(Argumen kontra)

Meninggalnya siswa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan disebabkan karena beban tugas, bukan karena PJJ.

Kejadian tersebut harusnya menjadi evaluasi, bagaimana menjalankan PJJ dengan tepat dan seimbang untuk kesehatan mental siswa.

Bukan malah serta merta menghentikan PJJ. Negara kita tidak menjamin tes masal, pelacakan riwayat korban, panangguhan transportasi secara tegas, atau melakukan karantina menyeluruh.

Meski sudah masuk zona hijau dan mengikuti protokol, tetapi risiko penyebaran di klaster sekolah sangat besar.

Ada relasi kuasa antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua.

Tidak dapat dipungkiri, orang tua dihadapkan dengan pilihan efektifitas pembelajaran atau keselamatan nyawa siswa.

Padahal keduanya dapat berjalan beriringan. Kemendikbud harusnya merumuskan kurikulum PJJ yang tidak menjadi beban mental siswa, selama Covid-19 masih ada.

(Kesimpulan dan saran)

Kemendikbud memberi izin sekolah tatap muka dengan beberapa syarat.

Beban tugas PJJ selama pandemi mengganggu kesehatan mental siswa.

Kemendikbud perlu merumuskan kurikulum PJJ yang ramah terhadap kesehatan mental siswa.

Kaidah kebahasaan dalam teks tersebut sebagai berikut

1. Kata teknis
Covid-19:

Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan.

Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.

PJJ

Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya

pandemi

Pandemi adalah epidemi penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa benua, atau di seluruh dunia.

Penyakit endemik yang meluas dengan jumlah orang yang terinfeksi yang stabil bukan merupakan pandemi.

Kejadian pandemi flu pada umumnya mengecualikan kasus flu musiman.

kesehatan mental

Pengertian kesehatan mental adalah tingkatan kesejahteraan psikologis atau ketiadaan gangguan jiwa. Jenis Kesehatan jiwa terdiri dari beberapa kondisi yang secara umum dikategorikan dalam ‘kondisi sehat’, ‘gangguan kecemasan’, ‘stres’, dan ‘depresi’

klaster

Istilah virus corona yang sering digunakan adalah klaster atau cluster.

Istilah ini memiliki arti satu kelompok dengan satu kejadian kesehatan yang sama.

Contoh istilah yang berkaitan adalah kluster Secapa AD, Bandung. Disebut demikian karena penularan Corona terjadi pada satu kelompok yang sama dan kasus saling berhubungan.

Pada awal-awal virus Corona COVID-19 ditemukan di Indonesia, tiga pasien pertama berasal dari sebuah klaster yang disebut klaster dansa.A

risiko

Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.

Dalam bidang asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian.

2. Konjungsi sebab-akibat

Meninggalnya siswa di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan disebabkan karena beban tugas, bukan karena PJJ.

Bahkan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ada siswa yang bunuh diri karena beban tugas PJJ.

3. Konjungsi pertentangan

Meski sudah masuk zona hijau dan mengikuti protokol, tetapi risiko penyebaran di klaster sekolah sangat besar.

Demikianlah jawaban mengenai bagaimanakah kaidah kebahasaan teks diskusi yang tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.