Contoh Telaah Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif yang Perlu Diketahui

Contoh Telaah Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif yang Perlu Diketahui

paket-wisatabromo.com- Contoh telaah kebahasaan teks cerita Inspiratif yang perlu diketahui merupakan materi pelajaran bagi peserta didik SMP MTs kelas 9 semester 2.

Berdasarkan Kurikulum 2013, materi contoh telaah kebahasaan teks cerita Inspiratif yang perlu diketahui ini tergolong ke dalam aspek pengetahuan.

Aspek pengetahuan adalah aspek yang ada di dalam materi pembelajaran untuk menambah wawasan siswa di suatu bidang.

Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan.

Dari sisi pengetahuan bahasa, materi contoh telaah kebahasaan teks cerita Inspiratif yang perlu diketahui tergolong ke dalam aspek berbahasa yang reseptif.

Aspek berbahasa reseptif adalah kemampuan untuk memahami bahasa lisan yang didengar atau dibaca.

Kemampuan ini bersifat sebagai input atau masukan. Contohnya yaitu saat anak mendengarkan dan mengikuti instruksi seperti “Ayo kita pahami contoh telaah kebahasaan teks cerita inspiratif”

Peserta didik SMP MTs kelas 9 semester 2 diharapkan dapat menguasai materi ini.

Pada umumnya, penguasaan terhadap suatu materi itu ditandai dengan perolehan nilai minimal mencapai KKM.

Untuk membantu peserta didik SMP MTs kelas 9 semester 2 ini, pada kesempatan yang baik ini akan dibahas mengenai contoh telaah kebahasaan teks cerita Inspiratif yang perlu diketahui Semoga bisa dimanfaatkan untuk bahan belajar, ya.

Contoh Telaah Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif yang Perlu Diketahui

Sebelumnya, baiklah kita ingat kembali mengenai kaidah kebahasaan teks cerita inspiratif.

Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif sebagai berikut.
1. Menggunakan kata-kata yang menggambarkan keadaan atau sifat tokohnya. Misalnya cantik, pendek, besar, pintar, ramah, bingung, sedih, sombong, kecewa, dll.
2. Menggunakan kata ganti orang pertama dan ketiga. Misalnya: aku, saya, ia, dia, mereka.
3. Menggunakan Dialog atau percakapan
4. Menggunakan ungkapan bernada saran. Seperti: hendaknya, baiknya, jangan.
5. Menggunakan kata kerja tindakan atau aksi, seperti belajar, menanam, mengembara, memberi, menggapai, melompat, berjalan, menipu, mengusulkan, membicarakan, dll.
6. Menggunakan kata kerja yang menggambarkan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan para tokohnya. Misalnya: membisu, mengeluh, mengerang, letih, lesu.

7. Berisi kalimat fakta

Anak-anak, setelah memahami materi tentang ciri kebahasaan teks cerita inspiratif, selanjutnya cermati contoh telaah kebahasaan teks cerita inspiratif berikut ini.

Perhatikan kutipan teks cerita inspiratif di bawah ini!

Garam dan Air

Di sebuah desa ada seorang anak perempuan umurnya kira-kira 13 sampai 16 tahun.

Dia seorang anak yang cantik juga pintar tapi sayangnya dia memiliki sifat suka mengeluh ketika ada masalah datang menghampirinya. Sekecil apapun masalah itu dia selalu mengeluh dan menggerutu.

Suatu hari dia sedang berjalan menuju sekolah, tiba-tiba lewat seorang teman sekolahnya dengan mengendarai sepeda baru.

Dia menatap temannya yang sedang mengendarai sepeda sambil mengeluhkan dirinya yang cuma berjalan kaki.

Sesampainya di rumah diapun mengeluhkan hal ini kepada ibunya. “Bu, aku capek setiap hari harus berjalan kaki ke sekolah, kenapa Ibu tidak membelikan aku sepeda baru supaya aku tidak perlu capek-capek berjalan kaki”.

Dia merasa dalam hidup ini hanya dia seorang yang selalu mendapat masalah tidak seperti teman-temannya yang lain yang bisa hidup enak dan tidak pernah punya masalah.

Padahal semua manusia di muka bumi tidak pernah lepas dari masalah.

Ibunya mulai resah dengan sikap anaknya yang selalu mengeluh. Hingga di suatu hari, Ibu anak ini mengajaknya ke dapur, dia mengambil garam, gelas, dan sebuah panci kemudian mengisi gelas dan panci dengan air sampai penuh.

Dia kemudian memasukan satu sendok garam kedalam gelas yang berisi air dan satu sendok lagi ke dalam panci.

Sang anak mulai penasaran dengan apa yang sedang dilakukan ibunya.

“Untuk apa air garam itu bu?” Sang Ibu pun berkata, “sekarang coba kamu minum air yang ada di dalam gelas”.

Anak itu pun meminumnya dan mengeluh, “rasanya sangat asin bu!”, Ibunya kemudian menyuruh anak itu untuk mencicipi air yaang ada di dalam panci.

“Rasanya asin bu, tapi tidak seasin air yang di gelas tadi” Kata anak itu dengan nada penasaran.

Setelah itu, sang ibu mengajaknya ke sebuah danau yang berada tidak jauh dari rumah mereka.

“Sekarang coba kamu lemparkan segenggam garam ke dalam danau itu!”.

Dengan wajah yang masih penasaran anak itu melemparkan segenggam garam ke dalam danau. “Kenapa Bu? Untuk apa ibu menyuruhku melemparkan garam ke danau?”

Sang ibu kemudian berkata, “Nak, kamu adalah anak yang cerdas, menurut kamu bagaimana rasa air danau setelah kamu melemparkan segenggam garam ke dalamnya?”

Dengan spontan anak itu menjawab, “Tentu saja rasanya tidak akan berubah Bu, tapi aku masih penasaran kenapa ibu melakukan semua ini?”

Dengan nada yang lembut, ibunya menjelaskan bahwa garam yang dimasukkan ke dalam gelas, panci dan danau itu diibaratkan masalah setiap orang yang ada di dunia.

Tinggal bagaimana sikap kita menghadapi masalah itu. Apakah kita akan seperti gelas dan panci ketika ditimpa sedikit masalah akan berubah menjadi asin?

Ataukah kita adalah danau yang ketika ditimpa masalah sebesar apapun tidak akan berubah rasa sedikitpun.

Setelah mendengarkan penjelasan ibunya, anak ini mulai mengerti bahwa setiap orang di atas bumi ini pasti punya masalah.

Entah itu masalah yang besar atau masalah yang kecil, tetapi jika kita menghadapinya dengan lapang dada, maka sebesar apapun masalah yang menimpa tidak akan mengubah kita menjadi orang yang suka mengeluh dan lupa untuk bersyukur.

Telaah kebahasaan teks cerita inspiratif di atas sebagai berikut.
1. Kata Keterangan Tempat

Di sebuah desa, ada seorang anak perempuan umurnya kira-kira 13 sampai 16 tahun

Setelah mendengarkan penjelasan ibunya, anak ini mulai mengerti bahwa setiap orang di atas bumi ini pasti punya masalah

2. Kata Keterangan Waktu

Setelah mendengarkan penjelasan ibunya, anak ini mulai mengerti bahwa setiap orang di atas bumi ini pasti punya masalah.

Apakah kita akan seperti gelas dan panci ketika ditimpa sedikit masalah akan berubah menjadi asin?

Sang ibu kemudian berkata, “Nak, kamu adalah anak yang cerdas, menurut kamu bagaimana rasa air danau setelah kamu melemparkan segenggam garam ke dalamnya?

3. Kata Keterangan Tujuan

“Bu, aku capek setiap hari harus berjalan kaki ke sekolah, kenapa Ibu tidak membelikan aku sepeda baru supaya aku tidak perlu capek-capek berjalan kaki.

4. Kata Keterangan Cara

Suatu hari dia sedang berjalan menuju sekolah, tiba-tiba lewat seorang teman sekolahnya dengan mengendarai sepeda baru.

Dengan wajah yang masih penasaran, anak itu melemparkan segenggam garam ke dalam danau.

Dengan nada yang lembut, ibunya menjelaskan bahwa garam yang dimasukkan ke dalam gelas, panci dan danau itu diibaratkan masalah setiap orang yang ada di dunia.

5. Kata Hubung Intrakalimat

Sekecil apapun masalah itu dia selalu mengeluh dan menggerutu.

Dia merasa dalam hidup ini hanya dia seorang yang selalu mendapat masalah tidak seperti teman-temannya yang lain yang bisa hidup enak dan tidak pernah punya masalah.

6. Kata Hubung Antarkalimat

Setelah itu, sang ibu mengajaknya ke sebuah danau yang berada tidak jauh dari rumah mereka.

7. Kalimat Majemuk Setara

Dia menatap temannya yang sedang mengendarai sepeda sambil mengeluhkan dirinya yang cuma berjalan kaki.

Kalimat tersebut terdiri atas dua klausa:

Dia menatap temannya yang sednga mengendarai sepeda.

Dia mengeluhkan dirinya yang cuma berjalan kaki.

8. Kalimat Majemuk Bertingkat

Apakah kita akan seperti gelas dan panci ketika ditimpa sedikit masalah akan berubah menjadi asin?

Disebut kalimat majemuk bertingkat perluasan keterangan waktu yang ditandai dengan ketika.

9. Kalimat majemuk campuran

Dengan nada yang lembut, ibunya menjelaskan bahwa garam yang dimasukkan ke dalam gelas, panci dan danau itu diibaratkan masalah setiap orang yang ada di dunia.

Kalimat tersebut merupakan kalimat majemuk campuran dengan pola: satu pola atasan dua pola bawahan.

10. Kata-kata yang Menggambarkan Keadaan atau Sifat Tokohnya.

Dia seorang anak yang cantik juga pintar tapi sayangnya dia memiliki sifat suka mengeluh ketika ada masalah datang menghampirinya.

11. Kata Ganti Orang Pertama dan Ketiga.

Sekecil apapun masalah itu dia selalu mengeluh dan menggerutu. (KATA GANTI ORANG KETIGA TUNGGAL)

12. Dialog atau Percakapan

Sesampainya di rumah  diapun mengeluhkan hal ini kepada ibunya.

“Bu, aku capek setiap hari harus berjalan kaki ke sekolah, kenapa Ibu tidak membelikan aku sepeda baru supaya aku tidak perlu capek-capek berjalan kaki”.

“Untuk apa air garam itu bu?” Sang Ibu pun berkata, “sekarang coba kamu minum air yang ada di dalam gelas.”

Anak  itu pun meminumnya dan mengeluh, “rasanya sangat asin bu!”

(Percakapan antara anak dengan ibunya)

13. Kata Kerja Tindakan atau Aksi,

“Sekarang coba kamu lemparkan segenggam garam ke dalam danau itu!”

Anak  itu pun meminumnya dan mengeluh, “rasanya sangat asin bu!”

14. Kata Kerja yang Menggambarkan Sesuatu yang Dipikirkan atau Dirasakan Para Tokohnya.

Ibunya mulai resah dengan sikap anaknya yang selalu mengeluh.

Baca:

Demikianlah pembahasan mengenai contoh telaah kebahasaan teks cerita inspiratif yang perlu diketahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published.