Kalimat Fakta dalam Teks Berita dan Contoh Telaahnya yang Tepat

Kalimat Fakta dalam Teks Berita dan Contoh Telaahnya yang Tepat

paket-wisatabromo.com – Helo, apa kabar? Salam sehat selalu. Ingat pesan ibu, tetap jaga protokol kesehatan, ya. Artikel kali ini berjudul kalimat fakta dalam teks berita dan contoh telaahnya yang tepat. ikuti,Yuk!

Artikel berjudul kalimat fakta dalam teks berita dan contoh telaahnya yang tepat ini  tentunya buat kamu yang masih duduk di bangku SMP MTs kelas 8. Selanjutnya, rrtikel ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan belajar menjelang PAS semester 1.

Kalimat fakta dalam teks berita dan contoh telaahnya yang tepat ini diharapkan dapat menjadi bahan belajar kamu. Tentunya dalam memperdalam materi jenis teks berita.

Kalimat Fakta dalam Teks Berita dan Contoh Telaahnya yang Tepat

Fakta adalah kenyataan. Kebenarannya sudah pasti. Peristiwanya sudah  terjadi.

Kalimat fakta yaitu kalimat yang berisi fakta. Di dalam sebuah teks berita sudah pasti mengemukakan fakta.  Berita itu merupakan laporan kejadian. Jadi, kejadian yang dilaporkan adalah kejadian yang nyata.

Kejadian yang diberitakan itu selalu berupa fakta. Kejadian yang berlangsung dalam imajinasi atau berdasarkan cerita yang tidak jelas kebenarannya tidak layak dan tidak dapat dijadikan berita.

Jadi, berita itu bukanlah sebuah karya fiksi yang berlandaskan imajinasi penulis. Tidak mungkin sebuah berita mengemukakan pendapat. Pendapat atau opini tidak menjadi bahan pemberitaan. Karena karakter berita itu adalah menyajikan sesuatu yang benar-benar terjadi.

Kejadian-kejadianyang menjdai bahan berita beraneka macam, misalnya kejadian yang baru terjadi. Selain itu, kejadian yang aneh, luar biasa, dan kejadian yang penting. Semua itu layak menjadi bahan berita. Karena bersumber dari fakta.

Ciri-Ciri Kalimat Fakta

Berikut ini adalah ciri-ciri kalimat fakta antara lain

1. Ciri dari Aspek Waktu

Kalimat fakta menggunakan keterangan waktu. Waktunya sudah lampau atau sedang terjadi.

Untuk kejadian yang sudah lampau, biasanya ditandai oleh penggunaan kata: telah, sudah, dahulu, kemarin, tersebut, seminggu yang lalu, beberapa bulan yang lalu, dll.

Sedangkan untuk kejadian yang masih berlangsung, ditandai oleh penggunaan kata: sedang, masih, hingga saat ini,

2. Ciri dari Aspek Kebenaran isi

Kebenaran dalam kalimat fakta sudah pasti. Isi kalimat fakta sudah pasti benar dan tidak perlu dilakukan pengujian akan kebenarannya. Biasanya kalimat fakta ini menampilkan data berupa angka-angka.

3. Ciri dari Aspek Kata Penunjuk

Kalimat fakta dapat diidentifikasi melalui penggunaan kata penunjuk dekat maupun jauh. Kata penunjuk dekat, misalnya: ini. Kata penunjuk jauh, misalnya : itu.

Contoh Kalimat Fakta dalam Teks Berita

Cermati teks berita berikut ini!

PPKM Kembali Diperpanjang Kendati Jumlah Kasus Positif Terus Melandai

Jakarta, Penanganan Pandemi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga saat ini, kasus konfirmasi Covid-19 Indonesia dan khususnya Jawa-Bali turun signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Saat ini hanya tersisa kurang dari 20 ribu kasus aktif di nasional dan kurang dari 8 ribu kasus aktif di Jawa Bali. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan lebih dari 570 ribu kasus aktif pada puncak varian Delta. Selain itu, angka kematian juga terus menurun hingga pada 17 Oktober 2021 tidak tercatat adanya kematian di beberapa provinsi di hari tersebut.

“Pada 17 Oktober kemarin, DKI, Jawa Barat, DIY, dan Bali mencatat nol kematian. Provinsi lain di Jawa Bali hanya mencatat kurang dari 5 kematian per hari. Tingkat kematian yang rendah ini kami yakin akan mampu dijaga, seiring dengan capaian vaksinasi lansia Jawa Bali yang meningkat tajam sejak cakupan vaksinasi lansia dijadikan untuk penurunan level PPKM,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan selaku Koordinator PPKM wilayah Jawa-Bali dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Adanya angka kematian yang sebelumnya cukup tinggi banyak disebabkan oleh tingkat vaksinasi pada lansia yang masih cukup rendah. Menurut Menko Marves, vaksinasi lansia ini akan terus dikejar terutama di wilayah Jawa-Bali hingga 70 persen. Hingga hari ini capaian angka vaksinasi lansia masih diangka 43 persen.

Lebih jauh Menko Luhut mengungkapkan, evaluasi kota Blitar sebagai kota yang pertama masuk ke level 1 menunjukkan hasil positif. Meski kehidupan di Kota Blitar sudah mendekati normal, situasi covid-19 tetap rendah dan terkendali. Terkendalinya kasus di kota ini didorong oleh tingginya tingkat pelacakan kontak erat, vaksinasi, dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi yang terus meningkat meski sudah masuk level 1.

“Melalui hal ini kebiasaan hidup baru atau new normal akan perlahan diuji coba untuk dilaksanakan di Kota Blitar dan kota-kota lain kedepannya, didasarkan dengan evaluasi mingguan dan harian kasus konfirmasi positif, aktif, dan kasus kematian,” jelasnya.

Tren positif yang terjadi di Pulau Jawa-Bali juga diikuti oleh keberhasilan pengendalian pandemi di luar kedua pulau tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto selaku Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali. Dia mengatakan bahwa di luar Jawa-Bali angka konfirmasi dan berbagai daerah di Indonesia mulai memasuki PPKM level 3, 2, dan 1.

“Kita sudah menerapkan level 3, 2, dan 1 di berbagai kota dan atau kabupaten di luar Jawa-Bali. Penerapan level ini terus kami evaluasi per minggu bahkan per hari,” tutur Menko Marves.

Penyesuaian Aktivitas

Menko Luhut menyatakan mulai 19 Oktober 2021 akan ada 54 kabupaten kota di level dua dan 9 kabupaten kota di level 1. Hal ini terjadi, karena Presiden RI Joko Widodo telah menyetujui perubahan adanya syarat vaksinasi kabupaten dan kota di wilayah aglomerasi menjadi pencapaian kabupaten dan atau kota itu sendiri, selama keseluruhan aglomerasi sudah memenuhi syarat WHO untuk turun level.

Seiring dengan kondisi situasi Covid-19 yang semakin baik, ada beberapa penyesuaian aktivitas masyarakat yang mulai dapat diberlakukan pada periode PPKM ini, diantaranya yaitu tempat permainan anak di mall atau pusat perbelanjaan boleh dibuka untuk kabupaten dan atau kota di level 2. Tempat permainan anak harus mencatat nomor telepon dan alamat orang tua, serta waktu anak bermain untuk kebutuhan tracing. Kedua, kapasitas bioskop untuk kota level 2 dan 1 dapat dinaikkan menjadi 70 persen.

Sementara itu, untuk di bawah usia 12 tahun diperkenankan masuk ke bioskop di kota yang termasuk kategori Level 1 dan 2. Selanjutnya, supir logistik yang sudah divaksin 2 kali, dapat menggunakan tes antigen yang dapat berlaku selama 14 hari untuk melakukan perjalanan domestik. Pengetesan acak akan dilakukan bagi para supir logistik ini.

Aturan lain, lanjut Menko Luhut, yakni anak-anak berusia kurang dari 12 tahun diperbolehkan masuk tempat wisata di kota yang masuk kategori level 2. Namun demikian, baik pengunjung maupun pengelola tempat wisata harus mempergunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Dan pengunjung anak-anak yang berusia dibawah 12 tahun wajib didampingi oleh orang tua. Lalu, ujicoba tempat wisata di kabupaten dan atau kota level 3 akan ditambah sesuai dengan izin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Khusus untuk wisata air dapat dibuka pada kabupaten dan atau kota level 2 dan 1.

Menurutnya, berbagai penyesuaian ini akan mulai berlaku per tanggal 19 Oktober 2021 dan penjelasan detil akan kembali dijelaskan melalui Instruksi Dalam Negeri (Inmendagri).

“Terakhir, aplikasi Peduli Lindungi menjadi alat kita untuk menahan peningkatan kasus di tengah pelonggaran aktivitas dan mobilitas masyarakat. Hingga saat ini Peduli Lindungi telah digunakan lebih dari 100 juta kali di berbagai area publik, dengan rata-rata penggunaan per hari mendekati 3 juta,” jelas Menko Luhut.

Antisipasi Gelombang Ketiga

Indonesia memang telah mengalami perkembangan signifikan terkait kasus Covid-19, khususnya Varian Delta. Berbagai perbaikan sistem tracing dan testing, hingga penurunan angka konfirmasi positif, kasus aktif, dan kematian jadi indikator positif penanganan Covid-19. Hanya saja, Menko Luhut, Menko Airlangga, dan Menkes Budi mengingatkan bahwa ini belum berakhir. Menko Luhut meminta semua elemen bangsa untuk selalu siap dengan berbagai potensi penularan varian baru yang mungkin terjadi.

“Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama, bahu membahu terus menjaga agar Covid-19 tidak kembali melonjak. Tetap gunakan masker, ajak keluarga, saudara, dan teman-teman yang belum divaksin untuk segera divaksin, dan jangan lupa untuk terus secara disiplin menggunakan Peduli Lindungi,” kata Menko Luhut.

Per tanggal 14 Oktober lalu, pemerintah telah mengizinkan 19 negara untuk masuk ke Indonesia melalui Provinsi Bali dan Kepulauan Riau. Pemilihan kesembilan belas negara tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kasus dan tingkat positivitas yang rendah berdasarkan standar WHO. “Terkait hal ini, Presiden RI Joko Widodo telah mengingatkan agar terus melakukan evaluasi mingguan untuk memitigasi dampak buruk yang mungkin ada,” ujar Menko Luhut.

Untuk itu, kesiapan alat kesehatan menjadi penting. Obat-obatan untuk menanggulangi pasien dari luar negeri atau dalam negeri perlu segera dimaksimalkan. Menko Luhut dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang sedang berada di Amerika Serikat, akan melakukan pertemuan dengan produsen farmasi ‘Merck’ mengenai obat Molnupiravir pada Hari Rabu (20-10-2021).

Selain obat ini, pemerintah menurut Menkes Budi Gunadi juga sedang mempertimbangkan penggunaan obat Proxalutamide dari Suzhou Kintor Pharmaceutical dan AT-527 yang kini sedang dikembangkan oleh Roche & Athea. Ketiga obat ini bisa jadi potensi pengobatan Covid-19.

“Kita sudah ketemu dengan pihak-pihak yang ada di sini dan kita minta mereka untuk coba melakukan kerja sama dan mau untuk investasi dan produksi obat mereka di Indonesia,” kata Menkes Budi (Sumber https://www.kominfo.go.id/c).

Mari kita telaah kalimat fakta dan alasannya dalam teks berita tersebut.

1. Kalimat Fakta berciri dari Aspek Waktu Lampau

a. Selain itu, angka kematian juga terus menurun hingga pada 17 Oktober 2021 tidak tercatat adanya kematian di beberapa provinsi di hari tersebut.

b. “Pada 17 Oktober kemarin, DKI, Jawa Barat, DIY, dan Bali mencatat nol kematian.

c. Adanya angka kematian yang sebelumnya cukup tinggi banyak disebabkan oleh tingkat vaksinasi pada lansia yang masih cukup rendah.

d. Kita sudah menerapkan level 3, 2, dan 1 di berbagai kota dan atau kabupaten di luar Jawa-Bali. Penerapan level ini terus kami evaluasi per minggu bahkan per hari,” tutur Menko Marves.

e. “Terakhir, aplikasi Peduli Lindungi menjadi alat kita untuk menahan peningkatan kasus di tengah pelonggaran aktivitas dan mobilitas masyarakat.

f. Per tanggal 14 Oktober lalu, pemerintah telah mengizinkan 19 negara untuk masuk ke Indonesia melalui Provinsi Bali dan Kepulauan Riau.

g. Pemilihan kesembilan belas negara tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah kasus dan tingkat positivitas yang rendah berdasarkan standar WHO.

h. “Kita sudah ketemu dengan pihak-pihak yang ada di sini dan kita minta mereka untuk coba melakukan kerja sama dan mau untuk investasi dan produksi obat mereka di Indonesia,” kata Menkes Budi

2. Kalimat Fakta berciri dari Aspek Waktu Sekarang/Sedang Terjadi

a. Jakarta, Penanganan Pandemi Covid-19 masih terus dilakukan.

b. Hingga hari ini capaian angka vaksinasi lansia masih diangka 43 persen.

c. Hingga saat ini Peduli Lindungi telah digunakan lebih dari 100 juta kali di berbagai area publik, dengan rata-rata penggunaan per hari mendekati 3 juta,” jelas Menko Luhut.

2. Ciri dari Aspek Kebenaran

Kebenaran dalam kalimat fakta sudah pasti. Isi kalimat fakta sudah pasti benar dan tidak perlu dilakukan pengujian akan kebenarannya.

a. Provinsi lain di Jawa Bali hanya mencatat kurang dari 5 kematian per hari.

b. Meski kehidupan di Kota Blitar sudah mendekati normal,  situasi covid-19 tetap rendah dan terkendali.

c. Menko Luhut dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang sedang berada di Amerika Serikat, akan melakukan pertemuan dengan produsen farmasi ‘Merck’ mengenai obat Molnupiravir pada Hari Rabu (20-10-2021).

3. Ciri dari Aspek Kata Penunjuk

a. Hingga saat ini, kasus konfirmasi Covid-19 Indonesia dan khususnya Jawa-Bali turun signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

b. Saat ini hanya tersisa kurang dari 20 ribu kasus aktif di nasional dan kurang dari 8 ribu kasus aktif di Jawa Bali.

c. Jumlah ini jauh menurun dibandingkan lebih dari 570 ribu kasus aktif pada puncak varian Delta.

d. Tingkat kematian yang rendah ini kami yakin akan mampu dijaga, seiring dengan capaian vaksinasi lansia Jawa Bali yang meningkat tajam sejak cakupan vaksinasi lansia dijadikan untuk penurunan level PPKM,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan selaku Koordinator PPKM wilayah Jawa-Bali dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (18/10/2021).

e. Terkendalinya kasus di kota ini didorong oleh tingginya tingkat pelacakan kontak erat, vaksinasi, dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi yang terus meningkat meski sudah masuk level 1.

f. “Terkait hal ini, Presiden RI Joko Widodo telah mengingatkan agar terus melakukan evaluasi mingguan untuk memitigasi dampak buruk yang mungkin ada,” ujar Menko Luhut.

g. Selain obat ini, pemerintah menurut Menkes Budi Gunadi juga sedang mempertimbangkan penggunaan obat Proxalutamide dari Suzhou Kintor Pharmaceutical dan AT-527 yang kini sedang dikembangkan oleh Roche & Athea. Ketiga obat ini bisa jadi potensi pengobatan Covid-19.

Baca:

Demikianlah penjelasan mengenai kalimat fakta dalam teks berita dan contoh telaahnya yang tepat. semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.