Ciri Dasar Ragam Bahasa dalam Teks Berita dan Contohnya yang Tepat

Ciri Dasar Ragam Bahasa dalam Teks Berita dan Contohnya yang Tepat

paket-wisatabromo.com- Salam jumpa kembali, dan salam sehat selalu. Kamu sudah tahu belum mengenai ragam bahasa teks berita? Jika belum, dibaca ya artikel berjudul ciri dasar ragam bahasa dalam teks berita dan contohnya yang tepat ini!

Artkel berjudul ciri dasar ragam bahasa dalam teks berita dan contohnya yang tepat ini diharapkan dapat menambah wawasan kamu. Terutama kamu yang masih di SMP MTs. Khususnya kamu yang masih duduk di kelas 8.

Ciri dasar ragam bahasa dalam teks berita dan contohnya yang tepat ini memuat materi berkaitan dengan jenis teks berita. Di dalam teks berita perlu dipelajari kebahasaannya. Oleh karena itu, kamu harus belajar bahasa teks berita.

Ciri Dasar Ragam Bahasa dalam Teks Berita dan Contohnya yang Tepat

Bahasa teks berita termasuk ragam bahasa Jurnalistik. Bahasa jurnalistik sendiri bentuknya dapat bervariasi. Hal ini karena disesuaikan dengan jenis tulisan yang akan diberitakan.

Ciri Dasar Ragam Bahasa dalam Teks Berita

Berikut ini adalah ciri dasar ragam bahasa dalam teks berita. Pada dasarnya ragam bahasa dalam  teks berita adalah SPSLM.

Apakah SPSLM itu. Berikut ini adalah penjelasan SPSLM.

1. Singkat, yaitu harus langsung menuju pada inti permasalahan.

2. Padat, yaitu menggunakan bahasa singkat yang telah mewakili semua informasi. Oleh karena itu, prinsip adiksimba wajib digunakan untuk merumuskan informasi.

3. Sederhana, sedapat mungkin menggunakan kalimat tunggal  dan pendek agar mudah dimengerti.

4. Lugas, yaitu menyampaikan inti informasi secara apa adanya tanpa ada penambahan atau pengurangan.

5. Menarik, yaitu memilih kata-kata yang efektif dan populer di kalangan masyarakat.

Nah, sekarang kamu sudah tahu, kan apa SPSLM itu. Singkat Padat Sederhana Lugas dan Menarik. Gampang kan.

Contoh Teks Berita dengan Ragam Bahasa  yang SPSLM
UMKM Indonesia, Pejuang Ekonomi Sebenarnya

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menyebut para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah menjadi pejuang ekonomi. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, keberadaan UMKM menjadi sangat penting. Sebab, UMKM telah berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dengan capaian lebih dari 60 persen.

“Apresiasi kepada para UMKM, para pejuang ekonomi kebanggaan bangsa Indonesia, tetap berinovasi dan menjaga optimisme,” ujar Teten dalam acara Puncak Peringatan Hari UMKM Nasional 2021, Kamis (12/8).

Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah berupaya untuk menyelamatkan para UMKM. Pemerintah mengalokasikan 12 persen atau Rp 161,2 triliun untuk UMKM, pada anggaran pemulihan ekonomi nasional.

Melihat kontribusi PDB yang mencapai lebih dari 60 persen, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia diprediksi dapat terus meningkat. Hal ini sangat mungkin terjadi, karena saat ini UMKM sudah mulai beradaptasi dan beralih ke digital.

Dorongan masih harus terus di lakukan terhadap UMKM, agar semakin banyak UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital. Data terkini Kementerian Koperasi dan UKM mencatat baru 22,7 persen atau 14,6 juta UMKM yang sudah masuk dalam ekosistem digital. Dimana target pemerintah pada 2024 adalah 30 juta UMKM.

“Baru 22,7 persen UMKM yang hadir dalam ekosistem digital atau sekitar 14,6 juta pelaku usaha,” ujar Teten.

Bisnis UMKM memang dikenal bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan tangan. Oleh karenanya, produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM pun semakin beragam.

Jika dibandingkan dengan produk lainnya, produk UMKM cenderung lebih dekat ke masyarakat sebagai konsumennya. UMKM telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bukan hanya ada di kota-kota besar saja.

Keberadaan UMKM, secara tidak langsung telah memperkecil jurang ekonomi. Masyarakat di daerah tidak perlu jauh-jauh datang ke kota untuk memenuhi kebutuhan mereka. Untuk itu, tidak salah jika menyebut UMKM sebagai pejuang ekonomi nasional yang sebenarnya di Indonesia.

Mari kita telaah contoh teks berita di atas dari segi ciri dasar ragam bahasa teks berita
1. Kalimat Singkat

Kalimat singkat pada teks berita di atas antara lain:

a. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, menyebut para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah menjadi pejuang ekonomi.

b. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, keberadaan UMKM menjadi sangat penting.

c. Keberadaan UMKM, secara tidak langsung telah memperkecil jurang ekonomi.

Kalimat-kalimat di atas dikatakan singkat karena langsung menuju pada inti permasalahan.

2. Kalimat Padat

Berikut ini adalah contoh kalimat Padat dalam teks berita tersebut, antara lain;

a. Apresiasi kepada para UMKM, para pejuang ekonomi kebanggaan bangsa Indonesia, tetap berinovasi dan menjaga optimisme,” ujar Teten dalam acara Puncak Peringatan Hari UMKM Nasional 2021, Kamis (12/8).

b. Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah berupaya untuk menyelamatkan para UMKM

c. Melihat kontribusi PDB yang mencapai lebih dari 60 persen, kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia diprediksi dapat terus meningkat.

Kalimat-kalimat tersebut termasuk kalimat padat karena menggunakan bahasa singkat yang telah mewakili semua informasi.

3. Kalimat Sederhana

Untuk kalimat sederhana dalam teks berita di atas antara lain:

a. Keberadaan UMKM, secara tidak langsung telah memperkecil jurang ekonomi.

b. Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah berupaya untuk menyelamatkan para UMKM.

C. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, keberadaan UMKM menjadi sangat penting.

Ketiga kalimat tersebut tergolong kalimat sederhana karena menggunakan kalimat tunggal  dan pendek.

4. Kalimat Lugas

Berikut ini adalah kalimat lugas dalam teks berita di atas.

a.Dorongan masih harus terus di lakukan terhadap UMKM, agar semakin banyak UMKM yang masuk ke dalam ekosistem digital.

b. Data terkini Kementerian Koperasi dan UKM mencatat baru 22,7 persen atau 14,6 juta UMKM yang sudah masuk dalam ekosistem digital.

c. Dimana target pemerintah pada 2024 adalah 30 juta UMKM.

“Baru 22,7 persen UMKM yang hadir dalam ekosistem digital atau sekitar 14,6 juta pelaku usaha,” ujar Teten.

Mengapa kalimat-kalimat di atas tergolong lugas? Tentu karena kalimat tersebut  menyampaikan inti informasi secara apa adanya tanpa ada penambahan atau pengurangan.

5. Kalimat Menarik

Contoh kalimat menarik dalam teks berita tersebut antara lain berikut ini.

a. “Baru 22,7 persen UMKM yang hadir dalam ekosistem digital atau sekitar 14,6 juta pelaku usaha,” ujar Teten.

b. Sebab, UMKM telah berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dengan capaian lebih dari 60 persen.

c. Bisnis UMKM memang dikenal bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan tangan.

Contoh kalimat di atas tergolong menarik karena kata-kata yang efektif dan populer di kalangan masyarakat.

Baca:

Demikianlah pembahasan mengenai ciri dasar ragam bahasa dalam teks berita dan contonya yang Tepat. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published.