Macam-Macam Teks Deskripsi dan Contohnya yang Tepat

Macam-Macam Teks Deskripsi dan Contohnya yang Tepat

paket-wisatabromo.com- macam-macam teks deskripsi dan contohnya yang tepat merupakan bagian dari materi pelajaran yang berkaitan dengan jenis tesk deskripsi.

Materi macam-macam teks deskripsi dan contohnya yang tepat ini merupakan materi pelajaran bagi peserta didik SMP MTs kelas 7 semester 1.

Berdasarkan Kurikulum 2013, materi macam-macam teks deskripsi dan contohnya yang tepat ini tergolong ke dalam aspek pengetahuan.

Aspek pengetahuan adalah aspek yang ada di dalam materi pembelajaran untuk menambah wawasan siswa di suatu bidang.

Dari sisi pengetahuan bahasa, materi macam-macam teks deskripsi dan contohnya yang tepat ini tergolong ke dalam aspek berbahasa yang reseptif.

Aspek berbahasa reseptif adalah kemampuan untuk memahami bahasa lisan yang didengar atau dibaca.

Peserta didik SMP MTs kelas 7 semester 1 diharapkan dapat menguasai materi ini.

Pada umumnya, penguasaan terhadap suatu materi itu ditandai dengan perolehan nilai minimal mencapai KKM.

Untuk membantu peserta didik SMP MTs kelas 7 semester 1 ini, pada kesempatan yang baik ini akan dibagikan mengenai macam-macam teks deskripsi dan contohnya yang tepat. Semoga bisa dimanfaatkan untuk bahan belajar, ya.

Macam-Macam Teks Deskripsi dan Contohnya yang Tepat

Pengertian teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan hakikat objek sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Teks deskripsi melukiskan suatu objek secara menyeluruh sehingga pembaca mampu turut melihat, mencium, meraba, mendengar dan merasakan objek yang penulis deskripsikan.

Hal-hal yang dapat dideskripsikan dapat meliputi orang, tempat, benda, binatang, tumbuhan, kejadian, suasana, dan lain-lain.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (dalam Kemendikbud (2013:77), teks adalah naskah yang berupa  kata-kata asli dari pengarang, kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan, bahan tertulis untuk dasar memberikan pelajaran.

Pengertian tersebut memberikan pemahaman bahwa teks merupakan bentuk dari wacana tertulis.

Secara fungsional, teks merupakan sejumlah unit simbol kebahasaan yang digunakan untuk mewujudkan realitas pengalaman dan logika (ideasional), realitas sosial (interpersonal), dan sekaligus realitas tekstual/semiotik (simbol).

Tujuan

Teks deskripsi merupakan teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu atau seseorang.

Tujuan teks deskripsi adalah untuk menggambarkan objek dengan cara merinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis.

Tujuan lainnya adalah teks deskripsi berfungsi untuk menggambarkan atau melukiskan secara rinci dan menggambarkan secara konkret suatu objek/suasana/perasaan sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan mengalami apa yang dideskripsikan oleh penulis.

Teks deskripsi berfungsi untuk memberikan gambaran secara menyeluruh, rinci, dan konkret perihal suatu objek/suasana/perasaan kepada pembaca berdasarkan sudut pandang penulis.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca.

Teks ini digunakan untuk menjelaskan suatu tempat, benda, atau kejadian tertentu dengan kata-kata.

Selain itu, teks  ini juga menggambarkan ciri-ciri fisik seperti bentuk, warna, ukuran, atau kepribadian objeknya sendiri.

Paragraf deskripsi juga meliputi panca indera manusia seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan pengecapan.

Macam-macam teks deskripsi sebagai berikut.
1. Objektif

2. Spasial

3. Subjektif

4. Identifikasional

Pengertian dan contoh dari setiap macam teks deskripsi
1. Teks Deskriptif Objektif

Yaitu teks yang penggambaran objeknya apa adanya menurut keadaan objek yang sebenarnya tanpa penambahan opini dari penulis.

Contoh

Salah satu Candi tertua di Indonesia adalah Candi Borobudur yang ada di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

Candi Borobudur ini merupakan situs purbakala Indonesia yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Buddha.

Pembangunan Candi ini dilakukan pada sekitar tahun 800 masehi. Candi yang berbentuk stupa ini terdiri dari enam teras berbentuk bujur sangkar dengan tiga pelataran yang melingkar di bagian atasnya.

Stupa utama Candi Borobudur terdapat di tengah-tengah bangunan dan dikelilingi barisan stupa melingkat sejumlah 72 stupa.

Di dalam stupa tersebut, terdapat arca Buddha yang sedang duduk bersila dengan posisi teratai sempurna.

Lebih spesifik lagi, dinding-dinding Candi Borobudur ini dihiasi oleh lebih dari 2000 panel relief dan 500 arca Buddha.

2. Teks Deskriptif Spasial

Adalah teks deskriptif yang penggambaran objeknya hanya berupa tempat, benda, ruang, dan lainnya.

Teks ini dibuat berdasarkan ruang dan waktu. Artinya, dalam teks ini kalian bisa menjelaskan suatu ruangan dari berbagai penjuru, luar, dalam, atas atau bahkan bawah.

Kalian bisa memberi penjelasan tentang keadaan ruangan, apakah gelap, terang, pengap, berdebu, bersih, rapi, kotor, dan sebagainya.

Selain keadaan ruangan, kalian juga bisa menggambarkan apa saja yang ada di dalam ruangan tersebut.

Mulai dari jenis-jenis benda di dalam ruangan hingga tata letaknya.

Kalian harus bisa menjelaskan ruangan dan isinya tersebut dengan sangat detail dan spesifik sehingga pembaca merasa seolah-olah mereka tahu dan kenal isi ruangan tersebut atau ikut hadir dalam ruangan tersebut.

Contoh

Kamarku

Kamar berukuran 7 x 8 m itu sangat nyaman ditempati. Dindingnya dicat warna kuning dengan beberapa stiker tembok bertema kartun menghiasi.

Sebuah sofa berwarna merah marun diletakkan di pojok ruangan, beserta lampu hias yang terdapat di kedua sisinya.

Di sisi kanan kamar, terdapat TV 32 inchi yang bertengger manis di atas rak TV berbahan kayu jati.

Di atas rak TV tersebut juga terdapat playstation, DVD player, dan pengeras suara.

Agar terlihat makin manis, di sudut rak TV diletakkan pula akuarium kecil berisi ikan.

Bersebrangan dengan rak TV, di sisi kiri kamar, terdapat rak buku lumayan besar.

Rak buku tersebut memuat banyak buku, mulai dari komik, novel, buku pelajaran, kamus, bahkan ensiklopedia.

Agar ruangan tidak tampak membosankan, ada pula pot tanaman palsu tepat di sudut ruangan samping rak buku.

Kehadiran sebuah AC ¾ PK yang bertengger di atas rak buku tentu menambah nilai kenyamanan di dalam kamar itu.

3. Teks Subjektif

Teks deskriptif merupakan  penggambaran objeknya menurut kesan yang dimiliki oleh penulis teks.

Kalau yang satu ini merupakan kebalikan dari paragraf deskripsi objektif.

Pasalnya, paragraf deskripsi subjektif ini justru mengharuskan penulis untuk menggambarkan keadaan sesuai dengan apa yang dilihat dan dirasakan penulis.

Dengan kata lain, penulis sangat boleh untuk menulis pendapat atau opini pribadinya dalam menjelaskan sesuatu.

Contoh:

Ibu Dewi

Ibu Dewi adalah salah satu guru favoritku di sekolah. Biasanya saat mengajar Ibu Dewi menggunakan kacamata berbingkai kotak hitam dengan rambut sebahu yang diikat rapi.

Sebagai guru matematika, Ibu Dewi selalu mengajar di papan tulis menggunakan penggaris supaya bisa lebih menjelaskan dengan baik.

Sebagai seorang ibu yang sudah melahirkan dua orang anak, tubuh Ibu Dewi terbilang masih cukup ramping seperti anak muda.

Itulah mungkin mengapa sebabnya tak jarang banyak orang yang menyangka kalau Ibu Dewi adalah guru muda yang baru saja lulus kuliah.

Padahal kenyataannya, Ibu Dewi sudah mengajar di sekolahku sekitar 10 tahun.

4. Teks Deskripsi Identifikasional

Yaitu teks deskripsi yang menggambarkan objek secara identifikatif, yaitu menggambarkan keberadaan objek tersebut dalam hubungannya/posisinya dengan objek lain

Contoh teks deskripsi identifikasional

Rumah Dani

Rumah Dani terletak di depan rumahku. Di halaman rumahnya terdapat pohon mangga besar yang membuat suasana terasa teduh dan segar.

Bunga-bunga indah menghiasi bagian depan rumahnya dan terasa harmonis dengan dinding rumah berwarna putih dengan pintu dan jendela berwarna hijau.

Lantai keramik berwarna putih bersih di teras rumahnya membuat keharmonisan itu menjadi sempurna.

Macam-Macam Teks Deskripsi Lainnya

Menurut Enre (1988:159) wacana pemerian (deskripsi) dibedakan atas dua jenis, yaitu pemerian (deskripsi) ekspositoris dan pemerian (deskripsi) literer.

a. Pemerian (Deskripsi) Ekspositoris

Deskripsi ekspositoris merupakan deskripsi yang bertujuan memberikan pengertian mengenai hakikat suatu objek sebagai suatu pernyataan.

Hal ini bertujuan agar pembaca dapat memahami hakikat suatu objek sebagai suatu pernyataan agar pembaca dapat memahami hakikat yang diuraikan.

Penyajiannya bersifat analitik dan tidak bermaksud menggugah perasaan. Jenis wacana ini biasa juga disebut wacana pemerian teknis atau ilmiah.

b. Pemerian (Deskripsi) Literer

Deskripsi literer merupakan deskripsi yang bertujuan menjadikan
seseorang melihat sesuatu dengan penuh renik-renik yang menghasilkan kesan dalam perasaan.

Memusatkan perhatian  pada bagian akhir, menyangkut warna
kehidupan dan keragaman subjeknya meskipun hal tersebut berhubungan dengan benda yang sangat sederhana.

Jenis wacana ini sering juga disebut wacana pemerian impersionistik atau stimulatif. Sifatnya sedikit subjektif dan literer.

Dengan menggunakan sifat-sifat faktual objeknya sebagai titik tolak, bergerak dengan bebas ke dalam dunia perasaan dan imajinasi.

Sementara itu, Keraf (1981: 84) menyatakan bahwa berdasarkan
tujuannya, teks deskripsi dibedakan menjadi dua macam, yaitu deskripsi sugesif dan deskripsi teknis atau ekspositoris.

a. Deskripsi Sugesif

Deskripsi sugesif bermaksud menciptaan sebuah pengalaman pada diri pembaca, pengalaman karena perkenalan langsung dengan objeknya.

Pengalaman atas objek itu harus menciptakan sebuah kesan atau interpretasi.

Sasaran deskripsi sugesif adalah dengan perantaraan rangkaian kata-kata yang dipilih oleh penulis untuk menggambarkan ciri, sifat, dan watak dari objek tersebut dapat diciptakan sugesti tertentu pada pembaca.

Dengan kata lain deskriptif sugesif berusaha untuk menciptakan suatu penghayatan terhadap objek tersebut melalui imajinasi para pembaca.

b. Deskripsi Ekspositoris

Deskripsi eksposioris atau deskripsi teknis hanya bertujuan untuk
memberikan identifikasi atau informasi mengenai objeknya, sehingga pembaca dapat mengenalnya bila bertemu atau berhadapan dengan objek tadi.

Tidak berusaha untuk menciptakan kesan atau imajinasi pada diri pembaca.

Selanjutnya, Tarigan (2008: 54-55) menyatakan bahwa berdasarkan bentuknya teks deskripsi dibagi menjadi dua, yakni pemerian faktual dan pemerian pribadi.

Baca:

a. Pemerian Faktual

Pemerian faktual adalah pemerian yang berdasarkan substansi-substansi material atau hakikat-hakikat kebendaan ada dalam keberadaan yang bebas dari yang melihatnya.

Orang, tempat, binatang, bangunan, barang, dan pemandangan
dapat dilukiskan atau diperiksa secara tepat dan objektif seperti keadaan yang sebenarnya, tanpa menghiraukan persepsi-persepsi, asosiasi-asosiasi, serta kesan-kesan pribadi dalam hati seorang penulis tertentu.

Secara singkat dan tegas, pemerian faktual haruslah menyatakan apa adanya, tidak ditambahi, dan tidak dikurangi. Informasi disajikan secara jelas dan objektif.

b. Pemerian Pribadi

Untuk pemerian pribadi biasanya berdasarkan pada responsi seseorang terhadap objek, suasana, situasi, dan pribadi dengan berusaha membagikan pengalaman penulis kepada para pembaca agar dapat dinikmati bersama-sama dengan harapan dapat menciptakan kembali dan menimbulkan responsi yang sama.

Pemerian pribadi beranggapan bahwa substansi-substansi material tidak mempunyai realitas sebenarnya karena masing-masing diubah bentuknya oleh perasaan orang lain.

Demikianlah pembahasan mengenai macam-macam teks deskripsi dan contohnya yang tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.