Pola Pengembangan Teks Cerita Inspiratif dan Contohnya yang Tepat

Pola Pengembangan Teks Cerita Inspiratif dan Contohnya yang Tepat

paket-wisatabromo.com- Pola pengembangan teks cerita inspiratif dan contohnya yang tepat merupakan materi pelajaran bagi peserta didik SMP MTs kelas 9 semester 2.

Berdasarkan Kurikulum 2013, materi pola pengembangan teks cerita inspiratif dan contohnya yang tepat ini tergolong ke dalam aspek pengetahuan.

Aspek pengetahuan adalah aspek yang ada di dalam materi pembelajaran untuk menambah wawasan siswa di suatu bidang.

Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan.

Dari sisi pengetahuan bahasa, materi pola pengembangan teks cerita inspiratif dan contohnya yang tepat tergolong ke dalam aspek berbahasa yang reseptif.

Aspek berbahasa reseptif adalah kemampuan untuk memahami bahasa lisan yang didengar atau dibaca.

Kemampuan ini bersifat sebagai input atau masukan. Contohnya yaitu saat anak mendengarkan dan mengikuti instruksi seperti “Ayo kita pahami pola pengembangan teks cerita inspiratif”

Peserta didik SMP MTs kelas 9 semester 2 diharapkan dapat menguasai materi ini.

Pada umumnya, penguasaan terhadap suatu materi itu ditandai dengan perolehan nilai minimal mencapai KKM.

Untuk membantu peserta didik SMP MTs kelas 9 semester 2 ini, pada kesempatan yang baik ini akan dibagikan mengenai Pola pengembangan teks cerita inspiratif dan contohnya yang tepat. Semoga bisa dimanfaatkan untuk bahan belajar, ya.

Pola Pengembangan Teks Cerita Inspiratif dan Contohnya yang Tepat

Menurut Dalman (2016), tulisan narasi biasanya mempunyai pola. Pola sederhana berupa awal peristiwa, tengah peristiwa, dan akhir peristiwa.

Pada bagian awal, cerita narasi berisi tentang pengenalan latar dan tokoh.

Pengemasan pada bagian awal harus dikemas secara menarik, agar dapat menarik minat pembaca untuk terus membaca cerita sampai selesai.

Pada bagian tengah berisi tentang penggambaran peristiwa secara panjang lebar, mulai dari munculnya konflik sampai mencapai klimaks.

Konflik akan mereda pada bagian akhir peristiwa. Kemudian terdapat penyelesaian masalah yang memiliki cara pengungkapan bervariasi.

Ada yang diceritakan dengan penjelasan yang panjang, ada juga yang ceritanya digantung agar pembaca sendiri yang menyimpulkan akhir ceritanya.

Contoh Teks Cerita Inspiratif yang Tepat
Membuatku Tersadar 

Saat itu, terik matahari menyengat kulit tubuhku, terasa begitu membakar.

Aku adalah Budi, dan bukanlah orang yangterbiasa berjalan kaki,  kemanapun aku pergi selalu diantar oleh sopir pribadiku.

Meskipun rumahku tidak begitu jauh dari kampus, aku sangat enggan berpanas-panasan dengan teman-temanku yang kurang beruntung.

Hari itu, bukanlah hari keberuntunganku. Sopirku sakit dan sialnya aku sendiripun tidak pernah belajar bagaimana mengemudi avanza yang adalah milikku sendiri.

Alhasil, aku harus jalan kaki hari ini. Naik angkot? Hmmm…kurasa itu bukanlah pilihanku.

Saat aku berjalan melintasi taman, tiba-tiba seorang pengemis mendekatiku.

Baunya seperti sampah, pakaiannya compang-camping, kakinya juga kotor membuatku ingin muntah.

Pengemis itu berkata “Kang, bantu saya, saya belum makan…” aku yang tak tahan selalu diikutinya berkata “Aku jalan kaki karena tidak ada uang, bego!”

Pengemis itu terus mengikutiku, sehingga setiap orang memandangku dengan sinis. Aku tak tahan dengan keadaan ini, aku memang pelit.

Lalu dengan spontan aku berkata “Pergi kamu, aku tidak punya uang, jangan ikuti aku!”

Anehnya, pengemis itu kembali membentakku, meskipun lemah mungkin karena lapar,

“Kang, sebagian rejeki akang itu adalah hak fakir miskin seperti kami, tolong berikan…”

Aku heran dan balik berkata “Kata siapa??? Wah enak banget yah? Orang yang tidak berkerja seperti Anda ini malas, kalau orang tahu apa yang Anda katakan ini, maka semua orang akan menjadi fakir miskin dan hanya meminta hak saja!”

Pengemis itu tertunduk diam. Aku berpikir sejenak, aku memang pernah mendengar guru ngaji privatku mengatakan demikian.

Tetapi aku masih belum mengerti dengan hal itu. Aku memang pelit, namun aku masih bisa berpikir.

Apakah benar yang dikatakan oleh pengemis itu, tapi bukankah benar setiap orang akan mengaku fakir miskin dan
hanya mengemis, apa kata dunia?

Pengemis itu masih berdiri di hadapanku, dan aku tidak suka melihat cara pandang semua orang yang sudah tahu siapa aku itu.

Aku terpaksa merogoh saku celanaku. Sialnya, aku tidak pernah membawa uang receh, semuanya uang 50 ribuan.

Aku terpaksa memberikan selembar uang 50 ribuan, meskipun dengan menggerutu yang luar biasa.

Pengemis itu menangis dan berterima kasih, namun sebelumnya ia berkata, “Setiap orang di kampus ini mengenal Anda, mereka bilang Anda pelit, dan saya pun mengatakan demikian.

Namun hari ini saya telah membuktikan bahwa apa yang mereka katakan tidak benar, dan yang selama ini saya kira tentang Anda juga salah.

Anda sangat baik hati, saya tidak akan melupakan kebaikan hati Anda, Kang.”

Aku tiba-tiba sadar, bahwa selama ini citraku sangat buruk di hadapan orang lain.

Aku menyesal dengan tingkahku selama ini. Ternyata hatiku sangat sakit dikatakan pelit, dan sudah pasti mereka mengatakanku sombong pula.

Aku berjanji akan belajar bawa mobil, dan tentu saja akan bawa recehan.

Aku kemudian pulang ke rumah dengan panas yang luar biasa itu, dan tak lupa merenungi kejadian tadi.

Baca:

Pola pengembangan teks inpirasi di atas sebagai berikut.
Bagian Awal

Saat itu, terik matahari menyengat kulit tubuhku, terasa begitu membakar.

Aku adalah Budi, dan bukanlah orang yangterbiasa berjalan kaki,  kemanapun aku pergi selalu diantar oleh sopir pribadiku.

Meskipun rumahku tidak begitu jauh dari kampus, aku sangat enggan berpanas-panasan dengan teman-temanku yang kurang beruntung.

Bagian awal ini berisi pengenalan latar waktu dan tokoh. Latar waktu berisi pemaparan terik matahari.

Pengenalan tokoh bernama Budi yang selalu diantar sopir kemanapun perginya. Budi bersifat malas dan sombong.

Bagian Tengah

Bagian ini berisi rangkaian peristiwa yang dialami Budi

1. Supir yang biasa anatar jempur Budi hari itu sakit

2. Budi berjalan menuju kampus

3. Dalam perjalanan diikuti pengemis yang minta uang buat makan.

4. Tapi Budi tidak memberinya uang.

5. Pengemis itu terus mengikutinya.

6. Akhirnya Budi memberikan uanng Rp50.000 dengan menggerutu.

7. Pengemis menjelaskan bahwa Budi terkenal pelit di kampus. Tapi kali ini tidak pelit.

Bagian Akhir

Aku tiba-tiba sadar, bahwa selama ini citraku sangat buruk di hadapan orang lain.

Aku menyesal dengan tingkahku selama ini. Ternyata hatiku sangat sakit dikatakan pelit, dan sudah pasti mereka mengatakanku sombong pula.

Aku berjanji akan belajar bawa mobil, dan tentu saja akan bawa recehan.

Aku kemudian pulang ke rumah dengan panas yang luar biasa itu, dan tak lupa merenungi kejadian tadi.

Bagian tersebut berisi kesadaran tokoh Budi yang sombong.

Demikianlah pembahasan mengenai pola pengembangan teks cerita inspiratif dan contohnya yang tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.