Teks Eksposisi : Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, Struktur, Bahasa, Soal

Teks Eksposisi : Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, Struktur, Bahasa, Soal

paket-wisatabromo.com – Teks Eksposisi merupakan jenis teks kedua sebagai bahan pembelajaran peserta didik kelas VIII semester 1. Melalui jenis teks ini, peserta didik diharapkan dapat mengidentifikasi, menyimpulkan, menelaah struktur dan kaidah bahasa, serta dapat menyajikan teks eksposisi.

Teks eksposisi merupakan salah satu teks yang penting dipelajari peserta didik. Kemampuan memahami dan menyajikan teks eksposisi akan sangat berguna bagi kehidupan peserta didik.

Misalnya, mereka dengan mudah memahami informasi yang disajikan dalam sebuah artikel ilmiah populer sehingga menambah pengetahuan mereka. Selain itu, mereka juga dapat menyajikan pendapatnya dalam bentuk tulisan teks eksposisi dan dapat mempublikasikannya di media massa.

Agar dapat mencapai tujuan terserbut, peserta didik harus mempelajari beberapa hal yang berkaitan dengan teks eksposisi.

Teks eksposisi yang harus dipelajari peserta didik meliputi: pengertian, ciri-ciri, jenis, contoh, struktur, kaidah kebahasaan dan contoh soal yang berkaitanm dengan teks eksposisi.

Prabaca

  1. Pengertian
  2. Ciri-ciri
  3. Tujuan
  4. Fungsi
  5. Jenis
  6. Struktur
  7. Contoh
  8. Kaidah kebahasaan
  9. Kaidah Penulisan
  10. Contoh soal

1. Pengertian

Teksposisi adalah tulisan yang bertujuan menjelaskan atau memberikan informasi tentang sesuatu. Pengertian teks eksposisi adalah teks yang berisi paragraf atau karangan yang di dalamnya terkandung sejumlah pengetahuan dan informasi yang disajikan secara singkat, padat, akurat dan tentunya mudah untuk dipahami.

Paragraf atau teks eksposisi bersifat real, nyata dan ilmiah atau dapat dikatakan sebagai teksnon fiksi. Pendapat lain menyatakan bahwa teks eksposisi adalah jenis atau ragam teks yang memiliki fungsi menyampaikan gagasan-gagasan berupa pemikiran tentang suatu topik.

Ragam teks eksposisi ini sering digunakan dalam konteks komunikasi sehari-hari secara lisan, maupun tulisan. Untuk memperjelas uraian, teks eksposisi dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik.

Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.

2. Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Berikut ini disajikan ciri-ciri teks eskposisi, antara lain:
  • Menjelaskan informasi atau pengetahuan tentang suatu hal
  • Gaya informasi yang bersifat memberi tahu atau menyampaikan informasi.
  • Penyampaian menggunakan bahasa baku dan disampaikan secara lugas
  • Bersifat netral atau tidak memihak
  • Fakta dipakai sebagai alat kontritasi dan alat kontribusi

Adapun ciri-ciri karangan eksposisi menurut Keraf (2008:4), yaitu

  • eksposisi hanya berusaha menjelaskan atau menerangkan suatu pokok persoalan,
  • keputusan suatu eksposisi diserahkan kepada pembaca,
  • gaya cerita eksposisi lebih cenderung berisi informatif,
  • fakta  yang dipakai dalam suatu eksposisi hanya sebagai alat kontrasasi, yaitu rumusan kaidah yang dibuat itu lebih konkret.

3. Tujuan

Adalah Untuk menjelaskan informasi tertentu supaya dapat menambah ilmu pengetahuan pembaca, sehingga dengan membaca teks eksposisi maka pembaca akan mendapatkan pengetahuan secara rinci dari suatu hal atau kejadian.

4. Fungsi Teks Eksposisi

Berikut adalah fungsi teks eksposisi di antaranya adalah:

  • Memberikan informasi yang disertai data dan fakta mengenaisuatu permasalahan.
  • Mengangkat sebuah permasalahan melalui sudut pandang ilmiahyang disertai dengan teori penunjang dan bukti-bukti ilmiah.
  • Menjelaskan permasalahan tertentu secara terperinci sehinggapembaca dipastikan dapat memperoleh pemahaman yang utuh.
  • Menggambarkan permasalahan yang tengah dibahas secarakomprehensif.
  • Menyampaikan data faktual terkait permasalahan tertentu.
  • Mengutarakan pendapat secara objektif dan bertanggungjawabsebab didasari oleh fakta dan data terkait.

5. Jenis Teks Eksposisi

Adapun jensi-jenis teks eksposisi yang diantaranya yaitu: Eksposisi:
  • definisi yaitu suatu paragraf eksposisi yang memaparkan definisi suatu topik tertentu.
  •  proses yaitu teks yang menyajikan langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan sesuatu dari awal hingga akhir.
  • ilustrasi yaitu teks yang memaparkan informasi atau penjelasan-penjelasan tertentu dengan caranya memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya yang memiliki kesamaan sifat atau kemiripan dalam hal-hal tertentu.
  • laporan yaitu teks eksposisi yang mengemukakan laporan dari sebuah berita atau penelitian tertentu.
  • perbandingan yaitu eksposisi yang gagasan utamanya disajikan dengan cara membandingkan dengan yang lain.
  • pertentangan yaitu eksposisi ini berisi tentang hal pertentangan akan suatu hal dengan hal lainnya.

6. Struktur Teks Eksposisi

Adapun struktur teks eksposisi yang di antaranya yaitu: judul, pernyataan umum/tesis, argumen atau alasan, penegasan ulang.

a. Judul

Hendaknya menggambarkan sesuatu yang dibahas dalam teks eksposisi. Dan judul hendaklah ditulis dengan kata-kata yang singkat, menarik dan sarat akan makna.

b. Pernyataan Pendapat atau Tesis

Tesis adalah pernyataan awal penulis berupa pengenalan isu, masalah atau uraian umum tentang topik yang akan dibahasnya. Sebuah tesis berdasarkan merupakan suatu bentuk pernyataan yang nantinya akan diperkuat dengan serangkaian argumen.

Bagian ini berfungsi untuk memperkenalkan topik sekaligus menempatkan pembaca pada posisi tertentu. Karena dengan teks yang digunakan penulis itu ingin mengemukakan pendapat, maka pembaca bisa berada pada posisi yang sependapat atau pada posisi yang bersebrangan dengannya.

c. Argumentasi atau alasan

Bagain dari teks Eksposisi adalah argumen atau alasan. Panjang dan pendeknya bagian ini tergantung pada jumlah argumen yang telah kalian kenalkan secara garis besar di dalam pernyataan umum, kemudian kalian menyebutkan ulang dan menjabarkan argumen tersebut dalam paragraf-paragraf. Pengembangan argumen menjadi paragraf ini dilakukan melalui penyajian contoh dan alasan.

d. Penegasan Ulang Pendapat (Simpulan)

Pengulangan tersebut dilakukan dengan berdasarkan pada argumen yang telah disajikan di dalam bagian sebelumnya. Pengulangan opini bersifat pilihan, sehingga tidak semua teks Eksposisi mempunyainya.

7. Contoh Teks Eskposisi

Dampak Kerusakan Daerah Aliran Sungai
StrukturKalimat
Pernyataan pendapat (Tesis)

Daerah aliran sungai di Indonesia kini telah banyak yang mengalami kerusakan. Kerusakan lingkungan pada daerah aliran sungai meliputi kerusakan pada aspek biofisik ataupun kualitas air.

Akibatnya, fungsi hidrologis dan peran sungai dalam menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, dan pariwisata akan terganggu.

Argumen

Saat ini sebagian Daerah Aliran Sungai di Indonesia mengalami kerusakan sebagai akibat dari perubahan tata guna lahan, pertambahan jumlahpenduduk serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan DAS.

Gejala Kerusakan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat dilihat dari penyusutan luas hutan dan kerusakan lahan terutama kawasan lindung di sekitar Daerah Aliran Sungai kerusakan daerah aliran sungai yang terjadi mengakibatkan kualitas air yang buruk, keruh, juga kondisi debit air sungai menjadi fluktuatif antara musim penghujan dan kemarau.

Selain itu, juga penurunan cadangan air serta tingginya laju sendimentasi dan erosi. Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau.

Kerusakan daerah aliran sungai juga mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai yang mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh erosi dari lahan kritis, limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan) dan limbah pertambangan.
Penegasan Ulang

Kerusakan daerah aliran sungai di Indonesia telah menjadi masalah yang sangat serius. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab akan membawa dampak yang buruk bagi lingkungan.

Aliran sungai yang tercemar limbah bukan saja mengakibatkan rusaknya ekosistem sungai, namun akan membawa masalah serius pula pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.

8. Kaidah Kebahasaan

Teks eksposisi harus memenuhi kaidah kebahasaan tertentu. Jika dicermati teks berjudul Dampak Kerusakan DaerahAliran Sungai di atas, maka akan tampak unsur kebahasaan sebagai berikut.

a. Bahasa baku

Teks eksposisi ditulis dengan bahasa baku dan penulisan yang terarah. Pemilihan kata dalam teks eksposisi pun harus disesuaikan dengan target pembaca.

Selain itu, hindari penggunaan istilah yang kurang familiar agar tidak menyulitkan pembaca untuk mendapatkan informasi dari teks.

b. Kata Leksikal

Makna leksikal adalah makna yang berkaitan dengan kata, leksem, ataupun kosakata.

c. Nomina (kata benda)

Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.

d. Verba (kata kerja)

Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya berfungsi sebagai predikat. Verba dilihat dari bentuknyadibedakan menjadi dua yaitu:

(1). Verba dasar merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya mandi, pergi, ada, tiba, turun, jatuh, tinggal, tiba, dll.

(2). Verba turunan merupakan verba yang telah mengalamiperubahan bentuk dasar karena proses morfologis (afiksasi,reduplikasi, komposisi). Contohnya melebur, mendarat,berlayar, berjuang, memukul-mukul, makan-makan, cucimuka, mempertanggungjawabkan, dll.

e. Adjektiva (kata sifat)

Merupakan kata yang yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya indah, lunak, lebar, luas, negatif, positif, keruh, dingin, jelek, dan lain-lain.

f. Adverbia (kata keterangan)

Merupakan kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dan lain-lain. Contohnya di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain.

g. Konjungsi

Konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Suatu jenis konjungsi dapat digunakan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis dalam suatu kalimat yang saling berkorelasi sehingga membentuk koherensi antarkalimat.

Dapat pula mengombinasikan beberapa jenis konjungsi dalam suatu teks sehingga tercipta keharmonisan makna maupun struktur.

temporal seperti mula-mula, kemudian, lalu, setelah itu, akhirnya dapat digunakan bersamaan untuk menata argumentasi dengan cara mengurutkan dari yang penting menuju ke yang kurang penting atau sebaliknya.

sebab-akibat dapat digunakan untuk menyuguhkan informasi asal-muasal suatu peristiwa atau kejadian dan efek yang ditimbulkan dari kejadian tersebut.

penegasan seperti pada kenyataannya, kemudian, lebih lanjut, bahkan digunakan untuk mengurutkan informasi dari yang kuat menuju yang lemah atau sebaliknya.

Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi adalah konjungsi:
  1. gabungan: dan, serta, dengan
  2. pembatasan: kecuali, selain, asal
  3. tujuan: agar, supaya, untuk
  4. persyaratan: kalau, jika, jikalau, bila, asalkan,bilamana,
  5. perincian: yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni
  6. sebab akibat: karena, sehingga, sebab, akibat,akibatnya
  7. perbandingan: bagai, seperti, ibarat, serupa
  8. penyimpulan: oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi,dengan demikian

9. Kaidah Penulisan Teks Eksposisi

Beberapa langkah tersebut, sebagai berikut.

  • Menentukan topik yang akan disajikan

Langkah pertama yang harus dilakukan saat membuat teks eksposisi adalah menentukan tema. Dengan menentukan tema, pada saat menulis kita lebih terfokus pada tema tersebut sehingga dapat lebih menjiwai tulisan yang dibuat. Adapun sifat topik-topik yang dikembangkan dalam teks eksposisi, sebagai berikut.

  • Menentukan tujuan eksposisi

Setelah menentukan topik yang akan dipaparkan, kita harus memiliki tujuan yang nantinya akan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca.

  • Memilih data yang sesuai dengan tema

Setelah menentukan tema dan tujuan penulisan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengumpulkan data atau bahan yang diperlukan dalam penulisan teks eksposisi. Bahan dapat diperoleh dari buku, majalah, pencarian di internet, surat kabar, maupun wawancara langsung.

  • Membuat kerangka karangan

Sebelum pembuatan karangan eksposisi, terlebih dahulu membuat kerangkanya secara lengkap dan sistematis.

  • Pembahasan dengan mengembangkan kerangka karangan

Setelah kerangka karangan tersusun, mengembangkan secara lebih lengkap lagi agar ciri-ciri eksposisi dapat tersalurkan, eksposisi yang bersifat informatif, objektif, dan logis. Dalam karangan ini, pengarang lebih menjelaskan maksud dari topiknya itu dengan menyertakan bukti-bukti yang konkret sebagai penunjang dari pembahasan itu.

  • Membuat Penegasan Ulang

Sesuai dengan tujuan menuliskan sebuah karangan eksposisi, kesimpulan harus sejalan, bahkan harus memperkuat tesis tersebut.

10. Contoh soal

1) Dalam sebuah penelitian tentang minat baca, hanya 22% responden yang menyukai buku digital. Sebagian besar responden lebih menyukai buku cetak meskipun buku digital memiliki beberapa keunggulan. Selain alasan kenyamanan mata pada saat membaca, sedikitnya judul buku dalam versi digital juga menjadi alasan responden lebih menyukai buku cetak.

Pernyataan yang sesuai dengan isi teks eksposisi tersebut adalah …
  1. Kenyamanan mata dalam membaca menjadi alasan memilih buku digital.
  2. Hanya sebagaian kecil responden menyukai buku digital.
  3. Buku digital memiliki banyak keunggulan daripada buku cetak.
  4. Koleksi buku digital sangat bagus sehingga disukai oleh responden.
2). Cermatilah paragraf berikut!

(1) Berbagai cara dilakukan orang untuk mengisi hari pertamanya di tahun baru. (2) Ada orang yang menyambut fajar pertama tahun baru di puncak gunung atau di tepi laut. (3) Ada yang memilih bersenang-senang dengan konvoi kendaraan bermotor. (4) Ada yang memilih menyambut tahun baru dengan pesta kembang api, atau merayakannya dengan pasangan atau keluarga masing-masing. (5) Pantai Ancol di Jakarta Utara dipenuhi pengunjung tua-muda, besar-kecil. (6) Namun, ada juga yang menyambutnya dengan bersyukur dan berdoa di tempat-tempat ibadah.

Ide Pokok Paragraf tersebut adalah…

  1. Cara menyambut tahun baru.
  2. Bersyukur dengan tahun baru.
  3. Kemeriahan tahun baru.
  4. Bersenang-senang di tahun baru.
3). Perhatikan teks eksposisi berikut!

(1) Struktur bahasa akan memengaruhi pembentukan budaya serta tingkah laku. (2) Demikianlah teori yang pernah disampaikan oleh Sapir-Whorf. (3) Satu contoh yang pernah penulis temukan adalah mengenai perbedaan struktur bahasa Jerman dengan bahasa Indonesia. (4) Dalam banyak hal, struktur kalimat kompleks bahasa Jerman menekankan posisi predikat ada pada bagian akhir kalimat. (5) Jika kita ingin membentuk kalimat saya mau meminum kopi di kafe dalam bahasa Jerman, bentuk yang muncul adalah Ich moechte im kaffee einen kaffee trinken. (6) Bentuk kata trinken ‘meminum’ muncul pada bagian akhir kalimat. (7) Proses seperti ini ternyata berpengaruh pada cara orang Jerman yang selalu berusaha untuk tidak memotong pembicaraan saat berkomunikasi antarsesama. (8) Inilah satu alasan yang menunjukkan bahwa benarlah bahasa bisa memengaruhi budaya masyarakatnya.

Kalimat yang menunjukkan letak bagian argumen muncul pada nomor….

  1. 1, 3, dan 4
  2. 2, 3, dan 5
  3. 3, 4, dan 5
  4. 2, 5, dan 6

4). Bacalah kalimat-kalimat berikut dengan saksama!

(1). Budaya jalan pintas adalah manifestasi etos kerja yang kurang baik.

(2) Seseorang yang memiliki etos kerja yang baik selalu mempunyai kemauan yang kuat untuk menghasilkan yang terbaik dalam pekerjaannya.

(3) Ada orang yang memiliki etos kerja yang baik dan ada pula yang kurang baik.

(4) Sebaliknya, orang yang memiliki etos kerja yang kurang baik selalu mempunyai keinginan untuk mencari jalan termudah dalam melaksanakan suatu Pekerjaan.

Keempat kalimat di atas dapat disusun menjadi paragraf eksposisi yang baik dengan urutan…

  1. 3 – 2 – 4 – 1
  2. 2 – 3 – 1 – 4
  3. 4 – 2 – 3 – 1
  4. 1 – 4 – 3 – 2
5) Cermatilah penggalan teks eksposisi berikut!

Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Di Indonesia terdapat tiga jenjang pendidikan, yaitu pendidikan dasar, Pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Kebanyakan dalam memulai proses masuk ke lembaga pendidikan, anak-anak Indonesia mengabaikan pendidikan anak usia dini.

Pendidikan perlu diberikan sejak usia dini kepada anak-anak. Sudah bukan informasi baru lagi, tahun pertama anak adalah usia emas baginya untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Orang tua perlu mengetahui bahwa berbagai kemampuan yang dimiliki seorang anak sudah dapat dibentuk sejak dini.

Ringkasan teks tersebut adalah pendidikan merupakan

  1. merupakan aset penting untuk kemajuan bangsa sehingga anak-anak perlu dibekali pendidikan sejak dini.
  2. aset penting bagi manusia sehingga setiap warga negara wajib mendapatkan pendidikan.
  3. untuk anak usia dini wajib maka orang tua harus mendidik anak-anaknya.
  4. sangat penting untuk anak maka perlu dididik sejak kecil agar pola pikirnya berkembang.

Artikel terkait:

Demikian pembahasan mengenai Teks Eksposisi  baik mengenai Pengertian, Ciri, Jenis, Contoh, Struktur, Bahasa, maupun contoh Soal tentang teks eksposisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *