Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi Bahasa Indonesia Kelas VIII/1

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi Bahasa Indonesia Kelas VIII/1

paket-wisatabromo.com- Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai kaidah kebahasaan teks eksposisi Bahasa Indonesia Kelas VIII/1.

Kaidah kebahasaan teks eksposisi merupakan bagian dari materi teks eksposisi yang merupakan materi wajib dikuasai peserta didikkelas VIII semester 1.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi disajikan berikut ini.

Teks eskposisi tergolong jenis karangan nonfiksi. Kita ketahui bersama bahwa semua jenis karangan nonfiksi menggunakan kaidah bahasa baku. Oleh karena itu, secara umum dapat dikatakan bahwa Kaidah kebahasaan teks eksposisi menggunakan bahasa baku.

1. Bahasa Baku

Bahasa baku adalah bentuk bahasa yang telah mengalami proses standardisasi, yaitu tahap menegakkan tata bahasa dan kamus normative. Penetapan bahasa baku biasanya melibatkan kodifikasi norma kebahasaan dan sistem ejaan, serta penerimaan konvensi ini oleh khalayak umum.

Pengertian lain dari bahasa baku adalah bahasa yang mempunyai setidaknya satu varietas standar. Menurut definisi ini, istilah bahasa baku merujuk kepada keseluruhan bahasa itu, bukan kepada bentuk bakunya sendiri.

Ciri-ciri Bahasa Baku
  • Tidak terpengaruh bahasa daerah
  • Tidak dipengaruhi bahasa asing
  • Bukan merupakan ragam bahasa percakapan
  • Pemakaian imbuhannya secara eksplisit
  • Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat
  • Tidak terkontaminasi dan tidak rancu.
  • Dan, tidak mengandung arti pleonisme.
  • Juga tidak mengandung hiperkorek.
2. Kalimat Efektif

Kalimat efektif dapat diartikan sebagai susunan kata yang mengikuti kaidah kebahasaan secara baik dan benar. Tentu saja karena kita berbicara tentang bahasa Indonesia, kaidah yang menjadi patokan kalimat efektif dalam bahasan ini adalah kaidah bahasa Indonesia menurut ejaan yang disempurnakan (EYD) dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBI).

Syarat Kalimat Efektif

Pada dasarnya, ada empat syarat utama sebuah kalimat dapat dikatakan efektif.

a. Sesuai EYD

Sebuah kalimat efektif haruslah menggunakan ejaan maupun tanda baca yang tepat. Kata baku pun mesti menjadi perhatian agar tidak sampai kata yang kamu tulis ternyata tidak tepat ejaannya.

b. Sistematis

Sebuah kalimat paling sederhana adalah yang memiliki susunan subjek dan predikat, kemudian ditambahkan dengan objek, pelengkap, hingga keterangan. Sebisa mungkin guna mengefektifkan kalimat, buatlah kalimat yang urutannya tidak memusingkan. Jika memang tidak ada penegasan, subjek dan predikat diharapkan selalu berada di awal kalimat.

c. Tidak Boros dan Bertele-tele

Jangan sampai kalimat yang dibuat terlalu banyak menghambur-hamburkan kata dan terkesan bertele-tele. Pastikan susunan kalimat yang dirumuskan pasti dan ringkas agar orang yang membacanya mudah menangkap gagasan yang kalian tuangkan.

Penjelasan mengenai kalimat efektif dapat diunduh di sini.

3. Istilah Teknis

Istilah teknis merupakan istilah yang sering digunakan dalam teks nonfiksi. Sering juga disebut sebagai kata peristilahan, sesuai dengan topik atau tema apa yang tengah dibahas.

Contoh sedang membahas soal kesehatan. Maka, istilah teknis yang bisa digunakan adalah dokter, obat, apotik, penyakit dan lain sebagainya.

Contoh Kata Teknis Dibidang Teknologi
  • Ponsel Lukman baru selesai diinstal.
  • Anisa Zulfa, anak yang selalu menempati posisi pertama secara berturut-turut, dalam mengambil kursus online.
  • Dzakira baru saja diberi password WiFi sekolah oleh Pak Dwi.
  • Guru komputer sekolah kami baru saja selesai memperbaiki jaringan internet sekolah.

Contoh Kata Teknis Dibidang Pendidikan

  • Materi yang sudah diajarkan Toni tak sesuai dengan kurikulum 2013.
  • Toni terkejut mendengar bahwa saatnya ujian akan berlangsung pada hari ini.
  • Siti mengalami sakit kepala pada saat mengerjakan tugas kampusnya.
4. Kata Baku

Adalah kata yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Sumber utama kata baku adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pengertian kata baku ini merupakan suata kata yang aturan dan ejaan kaidah bahasa Indonesianya sudah benar, serta bersumber dari bahasa baku yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Ciri-ciri Kata Baku
  • tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah, dan bahasa asing,
  • pemakaian imbuan kata baku ini bersifat eksplisit,
  • digunakan sesuai dengan konteks kalimat,
  • tidak terkontaminasi atau tidak rancu, dan tidak mengandung arti pleonasme,
  • Kata baku tidak mengandung hiperkorek.

Penggunaan Kata Baku

  • Membuat surtat dinas, surat edaran dan surat resmi lainnya, laporan, karya ilmiah
  • nota dinas, surat lamaran pekerjaan.
  • Saat musyawarah atau diskusi, berpidato dan rapat dinas
  • Surat menyurat antar organisasi, instansi atau lembaga, dan lain sebagainya.

Contoh kata baku, misalnya seperti: aktif, pasif, apotek, efektif, nasihat, karena, foto, biosfer, bus, objek, teknik, daftar dan lain sebagainya.

Contoh:  daftar kata baku dan tidak baku dapat diunduh di sini.

5. Makna Leksikal

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi ditandai dengan penggunaan kata bermakna leksikal. Makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan konsep yang digambarkan pada kata tersebut. Bisa juga berarti makna yang berkaitan dengan kata, leksem, ataupun kosakata.

Contoh kata bermakna leksikal antara lain:

Makna leksikal adalah makna aktual yang terkandung dalam kata yang artinya direkam dalam kamus. Sementara itu, makna gramatikal adalah makna utama kata, yang berubah menjadi makna baru.

Artikel terkait:

Misalnya:

KataMakna leksikal
SenjaWaktu (hari) setelah matahari terbenam setengah gelap.
PiringMangkok bundar dan agak cekung terbuat dari porselen dan digunakan sebagai tempat menyimpan nasi dan lauk pauk. Benda berbentuk pipih menyerupai pelat.
Plastik

 

Seperangkat zat organik yang stabil pada suhu biasa, tetapi pada beberapa tahap produksi adalah plastik, sehingga dapat dikonversi menggunakan panas dan tekanan. Bahan sintetis dari berbagai warna (dari sisir, dompet, ember, dll.).
Kaca

 

Benda padat, biasanya bersih dan mudah pecah (untuk jendela, botol, dll.) cermin; cermin wajah.
RumahYakni, sebuah bangunan untuk berteduh.
MakanItu menempatkan sesuatu di mulutmu
e. Jenis kata; benda, verba, sifat, keterangan

Nomina (kata benda)

Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan.

Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.

Verba (kata kerja)

Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya berfungsi sebagai predikat. Verba dilihat dari bentuknyadibedakan menjadi dua yaitu:

(1) Verba dasar merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya mandi, pergi, ada, tiba, turun, jatuh, tinggal, tiba, dll.

(2) Verba turunan merupakan verba yang telah mengalamiperubahan bentuk dasar karena proses morfologis (afiksasi,reduplikasi, komposisi). Contohnya melebur, mendarat,berlayar, berjuang, memukul-mukul, makan-makan, cucimuka, mempertanggungjawabkan, dll.

Adjektiva (kata sifat)

Merupakan kata yang yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya indah, lunak, lebar, luas, negatif, positif, keruh, dingin, jelek, dan lain-lain.

Adverbia (kata keterangan)

Merupakan kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dan lain-lain. Contohnya di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain.

f. Konjungsi

Berikut ini adalah jenis konjungsi yang dapat ditemukan pada teks eksposisi adalah konjungsi:

(1) gabungan: dan, serta, dengan

(2) pembatasan: kecuali, selain, asal

(3) tujuan: agar, supaya, untuk

(4) persyaratan: kalau, jika, jikalau, bila, asalkan,bilamana,

(5) perincian: yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni

(6) sebab akibat: karena, sehingga, sebab, akibat,akibatnya

(7) perbandingan: bagai, seperti, ibarat, serupa

(8) penyimpulan: oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi,dengan demikian

Konjungsi dapat digunakan dalam teks eksposisi untuk memperkuat argumentasi. Suatu jenis konjungsi dapat digunakan dengan menggabungkannya dengan konjungsi yang sejenis dalam suatu kalimat yang saling berkorelasi sehingga membentuk koherensi antarkalimat.

Dapat pula mengombinasikan beberapa jenis konjungsi dalam suatu teks sehingga tercipta keharmonisan makna maupun struktur.

Konjungsi temporal seperti mula-mula, kemudian, lalu, setelah itu, akhirnya dapat digunakan bersamaan untuk menata argumentasi dengan cara mengurutkan dari yang penting menuju ke yang kurang penting atau sebaliknya.

Lalu, Konjungsi sebab-akibat dapat digunakan untuk menyuguhkan informasi asal-muasal suatu peristiwa atau kejadian dan efek yang ditimbulkan dari kejadian tersebut.

Kemudian, Konjungsi penegasan seperti pada kenyataannya, kemudian, lebih lanjut, bahkan digunakan untuk mengurutkan informasi dari yang kuat menuju yang lemah atau sebaliknya.

Demikianlah pembahasan mengenai Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi Bahasa Indonesia Kelas VIII/1. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *