Teks Prosedur : Ciri, Tujuan, Jenis, Struktur, Kebahasaan yang Tepat

Teks Prosedur : Ciri, Tujuan, Jenis, Struktur, Kaidah Kebahasaan yang Tepat

paket-wisatabromo.com – Teks Prosedur merupakan salah satu jenis teks yang menjadi sarana pembelajaran sejumlah empat kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas VII semester 1.

Keempat kompetensi dasar yang akan dibelajarkan melalui teks prosedur berupa kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan.

Kompetensi pengetahuan meliputi: 3.5 Mengidentifikasi teks prosedur tentang cara melakukan sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik/tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah, dll.) dari berbagai sumber yang dibaca dan didengar.

3.6 Menelaah struktur dan aspek kebahasaan teks prosedur tentang cara melakukan sesuatu dan cara membuat (cara memainkan alat musik/tarian daerah, cara membuat kuliner khas daerah, dll.) dari berbagai sumber yang dibacadan didengar.

Kompetensi keterampilan terdiri atas: 4.5 Menyimpulkan isi teks prosedur tentang cara memainkan alat musik daerah, tarian daerah, cara membuat cinderamata, dan/atau kuliner khas daerah) yang dibaca dan didengar.

4.6. Menyajikan data rangkaian kegiatan ke dalam bentuk teks prosedur (tentang cara memainkan alat musik daerah, tarian daerah, cara membuat cindera mata, dll) dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan isi secara lisan dan tulis.

Pada Artikel ini akan dibahas jenis teks prosedur yang berkaitan dengan kompetensi pengetahuan.

1. Pengertian Teks Prosedur

Teks prosedur dipahami sebagai teks yang bertopik mengenai proses, tata cara, atau langkah-langkah dalam melakukan sesuatu. Adanya teks prosedur dapat dimaknai bahwa setiap yang dilakukan memiliki proses dari mulai permulaan sampai akhir.

Teks Prosedur adalah teks yang berisi cara, tujuan untuk membuat atau melakukan sesuatu hal dengan langkah demi langkah yang tepat secara berurutan sehingga menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan.

Dapat dimaknai bahwa teks prosedur ialah suatu teks yang memberikan instruksi/petunjuk/pedoman mengenai suatu resep yang dibutuhkan oleh orang lain (pembaca) dengan meminta pembaca untuk melakukan sesuatu.

2. Ciri-Ciri 

Ciri teks prosedur dari segi isinya ada tiga:
  1. panduan Langkah-langkah yang harus dilakukan,
  2. aturan atau batasan dalam hal bahan/kegiatan dalam melakukan kegiatan,
  3. isi kegiatan yang dilakukan secara urut (kalau tidak urut disebut tips).
Ciri bahasa yang digunakan
  1. kalimat perintah karena pada teks prosedur pembaca berfokus untuk melakukan suatu.
  2. Selain kalimat perintah juga diberikan saran, dan larangan agar diperoleh hasil maksimal pada waktu menggunakan, membuat.
  3. penggunaan kata dengan ukuran akurat (¼ tepung, 5 buah rimpang kunyit),
  4. menggunakan kelompok kalimat dengan batasan yang jelas. Contoh: rebus hingga menjadi bubur, lipat bagian ujung kanan sehingga membentuk segitiga sama kaki.
3. Tujuan

Tujuan teks prosedur menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan agar pembaca/pemirsa dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses membuat sesuatu, melakukan suatu pekerjaan, atau menggunakan suatu alat.

Selain itu, tujuan teks prosedur adalah memandu orang untuk melakukan sesuatu. Dan juga, membantu kita memahami hal yang belum kita ketahui. Jika membuat teks semacam itu, kita membantu orang lain memahami hal yang belum mereka ketahui.

Teks prosedur bertujuan untuk memudahkan pembaca maupun pendengar agar dapat mengikuti langkah atau perintah dari isi teks yang tujuan akhirnya bisa sesuai keinginan pembaca maupun pendengar.

4. Jenis-Jenis 

Cara menggunakan, cara memainkan: (cara menggunakan alat tertentu, cara memainkan alat musik, dll).

Contoh
Cara Memainkan Angklung

Angklung merupakan warisan seni tradisional Indonesia. Sebagai warisan seni yang sangat berharga, kita hendaknya belajar memainkan angklung. Begini cara memainkan angklung.

Pegang angklung dengan tangan kiri. Dan Pegang angklung dengan cara memegang simpul pertemuan dua tiang angklung vertikal dan hori ontal (yang berada di tengah), sehingga angklung dipegang tepat di tengah-tengah. Angklung dipegang dengan genggaman tangan dan telapak tangan menghadap ke atas atau pun ke bawah.

Posisikan angklung yang dipegang tegak dan sejajar dengan tubuh. Jarak angklung dari tubuh sebaiknya cukup jauh (siku tangan kiri hampir lurus) agar angklung dapat digetarkan dengan baik dan maksimal.

Pegang ujung tabung dasar angklung (hori ontal) dengan tangan kanan dan getarkan dengan getaran ke kiri dan ke kanan, dengan posisi angklung tetap tegak (horizontal), tidak miring agar suara angklung angklung rata dan nyaring.

Sewaktu angklung digetarkan, sebaiknya dilakukan dengan frekuensi getaran yang cukup sering sehingga suara angklung lebih halus dan rata. Mainkan angklung sambil berdiri agar hasil permainan lebih baik.

Selamat berlatih untuk melestarikan budaya kita.

Cara membuat sesuatu: (bahan, cara, Langkah)

Contoh:

Cara Membuat Cilok Sambal Kacang Empuk

Jajanan kesukaan saya, Berhubung pandemi kita harus pinter-pinter bikin jajanan sendiri agar aman di rumah aja dan pasti enak.

Bahan-bahan

20 porsi

500gram Tepung Terigu (Saya pake yang kiloan tanpa merk

250 Gram Tepung Tapioka

500 ml Air Kaldu (Bekas Rebusan Daging Sapi)

250gram Daging sapi (Blender)

Secukupnya Daun Bawang

Bumbu Halus

Kemiri 2 buah

2 Sendok Garam

Buah Bawang Putih 2 siung

Penyedap

1 Bungkus Masako Sapi / Ayam

1 Sachet Ladaku Bubuk

Bumbu Kacang

250gram Kacang Goreng

2 Sendok Saus Pedas

Garam

Penyedap

Jeruk limau biar wangi

secukupnya Cabe Rawit dan Keriting

secukupnya Minyak Goreng

Gula merah Secukupnya (Sesuai Selera)

Langkah

Rebus Air Kaldu Sampai mendidih lalu masukan smw bumbu halus dan penyedap,dan lada Bubuk, setelah it pindahin ke wadah yang agak besar biar enak ngaduk2nya, setelah it Masukan tepung terigu lalu aduk2, Tunggu sampai agak dingin ini yang bikin cilok akan empuk.

Setelah terigu agak dingin masukan Tapioka sedikit demi sedikit klo bisa sisaiin sedikit untuk gulung ciloknya nanti, lalu masukan daun bawang beserta daging yang sudah diblender.

Didihkan air dalam panci setelah itu gulung2 bahan cilok jadi bulat masukan 1/1 (kompornya api kecil aja), setelah matang tiriskan lagi untuk dikukus supaya cilok anget terus.

Bumbu Cilok: Kacang goreng, cabe, Bawang putih, garam, blender sampai halus setelah itu goreng dengan minyak dan tambahin gula merah sama saus beri sedikit air dan perasan daun jeruk, jadi deh. Selamat mencoba.

Cara melakukan sesuatu: mencuci tangan, cara menari, melakukan senam

Contoh:

Cara Mencuci Tangan

Mencuci tangan yang benar harus dilakukan dengan sabun dan air yang mengalir. Sabun dapat membunuh kuman, sedangkan air mengalir dapat meluruhkan kuman di tangan. Berikut enam langkah mencuci tangan yang benar.

1. Telapak tangan

Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah mengambil sabun dan letakkan di telapak tangan. Basahi tangan, lalu gosok telapak tangan dengan sabun.

2. Telapak punggung tangan

Setelah itu, gosok pula telap punggung tangan kanan dan kiri. Pastikan semua bagian terkena sabun.

3. Sela-sela jari

Langkah berikutnya adalah menggosok sabun ke sela-sela jari. Sela-sela jari merupakan salah satu lokasi favorit kuman bersarang, sehingga tak boleh dilupakan.

4. Punggung

Berikutnya, bersihkan punggung jari dengan gerakan saling mengunci. Gerakan ini berguna untuk memastikan kuman benar-benar mati.

5. Jempol

Bersihkan jempol kanan dan kiri secara bergantian dengan gerakan digosok memutar. Jempol jadi perhatian karena ibu jari ini merupakan jari yang paling aktif beraktivitas.

6. Ujung jari

Bersihkan ujung jari atau bagian kuku dengan gerakan menguncup. Gerakan ini bertujuan agar kuku benar-benar bersih dan kuman yang menyelip di kuku dapat hilang.

Setelah mengikuti langkah-langkah ini, akhiri mencuci tangan dengan membersihkan sabun dengan air yang mengalir lalu keringkan.

5. Struktur

struktut teks prosedur terdiri atas: tujuan, alat bahan, langkah, penutup.

Tujuan

Tujuan ialah pengantar yang berkaitan dengan petunjuk yang akan dikemukakan pada bagian pembahasan. Bagian ini menyebutkan apa yang dibuat atau dilakukan.

Pada bagian ini penulis mencoba menangkap minat pembaca pada produk atau kegiatan yang akan dibuat panduannya, dengan menggunakan pilihan kata yang mampu menarik perhatian seperti: mudah dibuat atau dilakukan, cepat, bermanfaat, indah, murah, dll.

Tujuan pada teks prosedur adalah pengantar umum sebagai penanda apa yang akan dibuat atau dilakukan dan motivasi dalam melakukannya.

Alat dan Bahan

Bahan atau alat merupakan satu komponen yang harus dipersiapkan untuk membuat sesuatu.

Langkah

Langkah-langkah dalam teks prosedur merupakan inti dari tujuan teks prosedur. Langkah-langkah berisi tahap-tahap kegiatan/urutan kronologis (termasuk hal yang perlu diperhatikan; jika panduan untuk permainan, berikan aturan permainannya).

Penutup

Cara membuat penutup teks prosedur adalah dengan merujuk kembali ke hal-hal pokok yang disebutkan dalam pendahuluan dan ulang kembali dengan kata yang lain (sinonim) atau ucapan selamat atau memotivasi orang untuk melakukan.

Ucapan selamat menikmati keindahan, kenyamanan, kelezatan hasil kegiatan yang dilakukan).

6. Kebahasaan Teks Prosedur

Kaidah dalam sebuah teks bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pembaca bahwa dalam suatu teks memiliki aturan tertentu atau aturan kebahasaan. Pada umumnya kaidah dalam suatu teks memiliki perbedaan dan kesamaan.

Kemendikbud (2017: 20) menjelaskan bahwa teks prosedur memiliki ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut. Banyak menggunakan:

a. Kata-kata kerja perintah (imperatif). Kata kerja imperatif dibentuk oleh akhiran -kan, -i, dan partikel-lah. Contoh:

Lumuri loyang dengan mentega

Taburi roti yang sudah masak dengan keju parut.

Taburkan keju parut pada roti yang sudah matang

Lumurkan mentega pada Loyang

b. Kalimat perintah karena pada teks prosedur pembaca berfokus untuk melakukan suatu. Contoh:

Putar lagu Poco-poco.

Berdirilah dengan posisi kaki rapat.

Gerakkan dua langkah kecil ke kanan, lalu kembali ke tempat.

Mundur dua langkah ke belakang.

Kemudian majulah ke depan sambil berputar

Ulangi gerakan 1, 2, dan 3. Begitu seterusnya sampai lagu habis

c. Kata-kata teknis yang berkaitan dengan topik yang dibahasnya. Contoh: Atur monitor sejajar dengan mata.

d.Menggunakan kata penghubung (konjungsi) untuk mengurutkan kegiatan.

Kata penghubung yang menyatakan waktu kegiatan yang hadir dan bersifat kronologis. Contoh:

  • Pertama, kedua, Selanjutnya
  • Mula-mula, lalu, kemudian
  • Setelah itu, berikutnya
e. Jenis Kata kerja (KK), kata benda (KB), Keterangan cara (KC)
  • Aduk adonan sampai mengental. (KK-KB-KC)
  • Olesi loyang sampai rata. (KK-KB-KC)
  • Bakar jagung hingga kecokelatan. (KK-KB-KC)
  • Potong pita dengan membentuk segitiga. (KK-KB-KC)

f. Kalimat Saran/ Larangan

Ditandai dengan penggunaan kata/frase hubung: sebaiknya, hindari, jangan, jika tidak … atau kecuali jika, sebaiknya. Contoh:

Untuk mencapai hasil terbaik, gunakan bambu yang sudah dikeringkan minimal selama 1 tahun.

Ingat jangan lakukan gerakan secara cepat. Jika terlalu keras Anda menggerakkan leher, otot leher akan rusak.

artikel terkait:

g. Keterangan alat

Adverbial ini menjelaskan alat yang digunakan pada sebuah kegiatan atau peristiwa, misalnya dengan …, menggunakan … dengan menggunakan … Contoh: Para penebang kayu itu menebang pohon dengan gergaji mesin.

h. Keterangan tujuan

Adverbial ini menambahkan informasi tujuan pada kalimat, misalnya untuk, supaya, dan, agar. Contoh: Malam jangan terlalu panas agar tidak merusak kain

i. Keterangan derajat / kuantitas

Kata ini menambahkan keterangan kuantitas pada sebuah kalimat yang disertainya. Contoh: Setelah dicelup, angkat kain secepatnya.

j. Keterangan cara

Adverbial ini menambah keterangan cara pada kegiatan atau peristiwa yang terjadi (dengan, dan secara). Contoh: Bungkuslah adonan dengan rapat.

Demikianlah pembahasan mengenai teks prosedur yang berkaitan ciri, tujuan, jenis, fungsi, struktur, kebahasaan yang tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *