Bagaimanakah Pola Penyajian dan Kebahasaan Teks Iklan yang Tepat?

Bagaimanakah Pola Penyajian dan Kebahasaan Teks Iklan yang Tepat?

paket-wisatabromo.com-Bagaimanakah Pola Penyajian dan Kebahasaan Teks Iklan yang Tepat? Jawaban yang tepat atas pertanyaan tersebut tersaji berikut ini.

Bagaimanakah Pola Penyajian dan Kebahasaan Teks Iklan yang Tepat?

Pola Penyajian
Teks Iklan

Teks iklan disajikan dengan pola umum sebagai berikut.

1. Kalimat pembuka yang menarik

Misalnya: Sabun mandi terbaik? Tentu Lux! atau DICARI SEGERA

2. Judul iklan harus menyatakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Misalnya Sabun Lux atau Dicari Segera Teknisi Komputer

3. Informasi harus berisi keunggulan produk atau jasa yang diiklankan, misalnya: Lux terbuat dari bahan pilihan.

4. Ajakan yang menyatakan alasan mengapa harus memilih produk atau jasa yang diiklankan, Misalnya, ayo, tunggu apalagi? Segera pakai lux.

5. Harus ada Informasi pemasang iklan, misalnya toko atau pihak yang menjual produk atau jasa yang diiklankan.

Contoh Iklan

Dijual sebuah rumah panggung dengan harga terjangkau. Hubungi 085728150961

Subagen untuk Wilayah Brebes. hub: 085 772 020456

Dibutuhkan segera beberapa sales representatif. Hub. 021234 566 788

Slogan

Slogan selalu disajikan  dengan satu kalimat ringkas. Namun, ada juga slogan yang disajikan hanya dengan satu kata.

Biasanya slogan itu merupakan semboyan suatu organisasi atau kelompok masyarakat. Perkataan atau kalimatnya mudah diingat dan ditirukan.

Jadi, slogan itu merupakan perkataan atau kalimat yang bertujuan memberitahukan tujuan/visi organisasi, kegiatan, golongan, atau perusahaan.

Berikut ini adalah contoh-contoh slogan.

Merdeka atau mati!

Sekali Merdeka tetap merdeka!

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!

Tiada hari tanpa prestasi

Esok harus lebih dari hari ini

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya

Belajar lebih, lebih baik

Kita sendirilah yang menentukan masa depan kita

Poster

Poster disajikan dengan lebih bebas. Ada poster yang hanya berisi gambar atau simbol. Ada juga poster yang hanya terisi teks, dan poster yang menggabungkan gambar atau foto dengan teks.

Sebagian besar poster yang kita lihat biasanya berupa gabungan gambar atau foto dengan teks.

Biasanya poster itu ditulis di atas kertas atau papan yang cukup besar dengan huruf yang cukup besar dan warna yang mencolok agar mudah dibaca dari jarak jauh.

Jadi, poster itu berupa plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau pemberitahuan).

Untuk memahaminya lebih dalam, mari kita pelajari contoh-contohnya.

Buanglah sampah pada tempatnya!

Jangan jatuh korban kedua!

Jangan mudah menyerah!

Awas, tikungan tajam!

Merokok Membunuhmu!

Buku lebih berisi kita lebih berprestasi

Kita jaga hutan, Hutan jaga kita

Kaidah Kebahasaan Teks Iklan, Slogan, dan Poster

Secara umum, teks iklan, slogan, dan poster menggunakan bahasa efektif dengan ciri kalimat berikut ini.

1. pendek

2. jelas

3. menarik perhatian

4. mudah diingat

5. persuasif (mengajak)

Untuk bahasa slogan lebih mengarah pada kata-kata atau kalimat, sedangkan poster lebih mengarah pada gambar.

Bahasa slogan berisi tujuan dan ideologi. Sedangkan poster berisi imbauan, ajakan, upaya edukasi (pendidikan), dan penyaluran aspirasi tertentu. Sementara itu, bahasa iklan lebih bersifat komersial.

Baca: Sebutkanlah Jenis-Jenis Puisi Modern dan Contohnya yang Tepat!

Demikianlah jawaban atas pertanyaan bagaimanakah pola penyajian dan kebahasaan teks iklan yang tepat? Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.