Contoh-Contoh Teks Negosiasi Sederhana dan Telaah Strukturnya

Contoh-Contoh Teks Negosiasi Sederhana dan Telaah Strukturnya

paket-wisatabromo.com- Negosiasi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari dan sejarah kehidupan kita. Dalam hal ini, contoh-contoh teks negosiasi sederhana dan telaah strukturnya menjadikan bagian yang penting diketahui dalam mempelajari teks negosiasi.

Biasanya Contoh-contoh teks negosiasi sederhana dimulai dari hal sederhana juga seperti bertukar informasi di lingkungan terdekat hingga tawar- menawar dalam membeli barang di pasar.

Meski terdengar sederhana tetapi semua ini mengajarkan manusia bagaimana bernegosiasi mulai dari tahap terkecil hingga terbesar sekalipun baik disadari atau tidaknya.

Keterampilan negosiasi kita juga sering digunakan untuk menjaga hubungan pribadi kita.

Sebagian besar dari kita memiliki keluarga dan teman yang mengatur berbagai hal, menyusun anggaran bersama, dan tawar-menawar mengenai pembagian pekerjaan rumah.

Pada tingkat tertentu, kita sering bernegosiasi tanpa menyadarinya dalam kehidupan harian meski memang tidak secara tertulis atau tertuang dalam teks.

Banyak orang tidak suka bernegosiasi, memandang prosesnya sebagai kerumitan dan menghindarinya. Tetapi pada dasarnya kita bernegosiasi tanpa sadar dalam hal terkecil sekalipun baik dalam lingkungan keluarga hingga ke dunia luar.

Namun, negosiasi sendiri juga mempunyai skala dan tujuan khusus yang menuntut untuk dipelajari seperti jenis dan dasar- dasar negosiasi itu sendiri.

Pengertian Negosiasi

Negosiasi adalah merupakan yang digunakan manusia untuk menyelesaikan perbedaan. Ini adalah proses di mana kompromi atau kesepakatan dicapai sambil menghindari argumen dan perselisihan.

Dalam setiap ketidaksepakatan, dapat dimengerti bahwa individu bertujuan untuk mencapai hasil terbaik untuk posisi mereka atau mungkin organisasi yang mereka wakili.

Namun, dalam prinsip keadilan, mencari keuntungan bersama, dan menjaga hubungan adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang sukses.

Bentuk-bentuk negosiasi tertentu digunakan dalam banyak situasi seperti urusan internasional, sistem hukum, pemerintahan, perselisihan industri atau hubungan domestik sebagai contoh.

Namun, keterampilan negosiasi umum dapat dipelajari dan diterapkan dalam berbagai aktivitas. Keterampilan bernegosiasi bisa sangat bermanfaat dalam menyelesaikan perbedaan apa pun yang muncul antara Anda dan orang lain.

Khusus pada kesempatan kali ini akan diberikan mengenai contoh-contoh teks negosiasi sederhana dan telaah strukturnya.

Contoh-Contoh Teks Negosiasi Sederhana dan Telaah Strukturnya

Contoh 1
Pembukaan atau Orientasi

Pembeli : “Berapa harga sekilo manga ini, Bang?” (sambil menunjuk ke arah manga gedong gincu)
Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”

Isi : berupa penawaran, dan pengajuan
Penawaran

Pembeli : “Boleh kurang kan, Bang?” Pengajuan

Pengajuan

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Masak pohon.”

Penawaran

Pembeli : “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang kan? Kan lagi musim, Bang. Dua puluh ribu saja ya?”

Pengajuan

Penjual : “Belum boleh, Bu. Dua puluh delapan ribu, ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Penawaran

Pembeli : “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, kan Bang?”

Pengajuan

Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”

Penawaran

Pembeli: “Iya, Bang. Yang penting saya dapat mangga yang bagus dan tidak busuk.”

Penutup : Berupa persetujuan
Persetujuan

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”

Pembeli : “Baiklah, saya ambil 3 kilo ya pak.”

Contoh 2
Orientasi

Pengusaha: “Selamat siang

Pihak Bank: “Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?

Pengusaha: “Ya, saya ingin bertemu dengan kepala bagian kredit.

Pengajuan

Pengusaha: “Begini Pak. Saya akan mengembangkan usaha saya, jadi saya akan mengajukan kredit.

Penawaran

Pengusaha: “Saya membutuhkan dana sebesar Rp250 juta. Bisakah saya mendapatkan pinjaman itu?”

Pihak Bank: “Maaf, Pak. Jumlah pinjaman Bapak terlalu besar. Bagaimana jika pihak bank memberikan pinjaman kepada Bapak sebesar Rp150 juta?”

Pengusaha: “Apa tidak bisa lebih dari itu Pak? Saya kan sudah lama menjadi nasabah di bank ini.”

Pihak Bank: “Baiklah untuk Bapak saya berikan Rp180 juta. Bagaimana, Pak?

Pengusaha: “Usahakan lebih. Saya membutuhkan itu untuk mengembangkan usaha saya.”

Pihak Bank: “Baiklah. Bank hanya mampu memberikan pinjaman sebesar Rp200 juta.”

Persetujuan

Pengusaha: “Baiklah. Akan saya ambil. Kalau bisa, uang dicairkan secepatnya.”

Pihak Bank: “Kalau Bapak setuju uang itu bisa dicairkan besok.”

Penutup

Pengusaha: “Baiklah kalau begitu, terima kasih atas kerja samanya, saya permisi dahulu Pak.”

Pihak Bank: “Sama-sama Pak. Selamat siang.”

Pengusaha: “Selamat siang” (keluar dari ruang kepala bagian kredit).

Contoh 3
Orientasi

Wakil Karyawan: “Selamat sore Pak…”

Wakil Perusahaan:” Selamat sore. Saya Adi Winoto, wakil dari perusahaan, ini dengan siapa?”

Wakil Karyawan: “Saya Suparmin, yang dipercaya oleh teman-teman untuk menemui pimpinan.”

Permintaan

Wakil Perusahaan: “Sebenarnya apa yang terjadi? Semua karyawan di sini melakukan demonstrasi. Kalau begini caranya perusahaan bisa bangkrut dan karyawan bisa di-PHK.”

Pemenuhan

Wakil Karyawan: “Kami hanya ingin memperbaiki nasib. Kami sudah bekerja keras demi perusahaan, tapi kami merasa upah yang kami dapat tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, hanya dengan uang Rp2 juta per bulan. Paling tidak, kami menerima upah Rp3 juta per bulan.”

Penawaran

Wakil Perusahaan: “Itu tidak mungkin. Perusahaan sudah menanggung beban terlalu berat.”

Wakil Karyawan: “Kalau begitu kami akan tetap mogok kerja.”

Wakil Perusahaan: “Jangan begitu, kita harus mencari jalan keluar. Saya akan mengusulkan kenaikan UMP sampai Rp2,4 juta kepada direksi.”

Wakil Karyawan: “Tidak bisa Pak, ini Kota Jakarta, semua harga mahal. Tolong diusahakan sampai Rp2,8 juta, Pak.”

Persetujuan

Wakil Perusahaan: “Nanti saya akan mengusulkan ke direksi Rp2,6 juta.”

Karyawan: “Tapi, usahakan lebih Pak, kami akan bekerja lebih keras.”

Wakil Perusahaan: “Baiklah akan saya coba. Tolong kendalikan teman-teman untuk tidak mogok kerja lagi, atau mereka akan kena sanksi.”

Penutup

Wakil Karyawan: “Baiklah, Pak. Terima kasih. Boleh saya keluar?”

Wakil Perusahaan: “Ya, silakan.”

Contoh 4
Orientasi

Guru: “Anak-anak, minggu depan kita akan melaksanakan ulangan harian bab teks Tanggapan. Kalian harus mempersiapkan sebaik-baiknya.”

Permintaan

Siswa: “Jangan dong, Bu. Tugas kan sudah banyak. Ditambah mapel lain juga banyak tugas.”

Guru: “Jadi kalian keberatan kalau ulangan hariannya minggu depan?”

Pemenuhan

Siswa: “Iya, Bu. Apalagi Ibu sudah ngasih tugas juga barusan.”

Guru: “Kalau begitu kapan kalian siap buat ulangan harian?”

Penawaran

Siswa: “Dua minggu lagi saja, Bu.”

Persetujuan

Guru: “Baiklah. Tapi, karena materi bab teks tanggapan sudah selesai, apa kalian punya usul apa yang akan kita lakukan minggu depan?”

Siswa: “Minggu depan kita melanjutkan teks lain saja, Bu.Gimana, Bu?”

Penutup

Guru: “Wah wah. Ide bagus ini.”

Contoh 5
Orientasi

Penjual: “Mari, sini, Kak, lihat-lihat dulu! Di sini murah-murah. Silakan, mau cari apa?”

Permintaan

Pembeli: “Ada HP Leknopo tipe S939, tidak?”

Pemenuhan

Penjual: “Ada, Kak.”

Pembeli: “Berapa harganya?”

Penjual: “Rp2,9 juta, Kak.”

Penawaran

Pembeli: “Wah, kok mahal sekali? Di internet, saya lihat harganya Rp2,5 juta.”

Penjual: “Harga segitu saya gak bisa balik modal, Kak.”

Pembeli: “Turunin lagi boleh ya? Rp2,6 juta bagaimana?”

Penjual: “Belum boleh, Kak. Tipe ini baru keluar. Rp2,850 juta deh.”

Pembeli: “Wah, cuma turun lima puluh? Rp2,7 juta bagaimana, Mbak.”

Penjual: “Waduh, masih rugi, Kak. Begini deh, Kak, Rp2,750 juta. Itu sudah murah, lho, kak.”

Persetujuan

Pembeli: “Hmm…tapi gratis lapisan antigores, ya?”

Penjual: “Ya… bolehlah… Rp2,750 juta gratis antigores.”

Pembeli: “Baik, ini uangnya.”

Penjual: “Ini barangnya, kak. Silakan diperiksa terlebih dahulu. Garansi toko tiga bulan ya, Kak.”

Penutup

Pembeli: “Ya. Terima kasih ya.”

Penjual: “Sama-sama. Silahkan datang lagi!”

Contoh 6
Orientasi

Pembeli: “Selamat siang, Pak”

Penjual: “Selamat siang kembali. Maaf ada yang bisa saya bantu?”

Permintaan

Pembeli: “Saya ingin beli jaket. Ada enggak jaket hitam yang bahan dasarnya dari kain katun ?”

Pemenuhan

Penjual: “Wah ada Mas, silakan tinggal pilih saja yang paling cocok.”

Penawaran

Pembeli: “Kalau yang ini harganya sesuai benderol atau boleh ditawar Pak?”

Penjual: “Ooh, boleh Mas. Memangnya mau ditawar berapa?”

Pembeli 450 ribu boleh Pak?”

Penjual: “Wah maaf Mas, harga segitu belum boleh. Ini kualitas bagus, impor dari Prancis. Harga pasnya Rp700 ribu Mas. Itu sudah diskon 10 persen Mas.”

Pembeli: “Rp600 ribu gimana Pak?”

Penjual: “Maaf Mas, masih belum boleh. Ya sudah ini penawaran terakhir, Rp650 ribu.”

Persetujuan

Pembeli: “Ya sudah Pak, saya sepakat.”

Penjual: “Terima kasih banyak Mas, untuk pembayarannya di kasir ya Mas.”

Pembelian

(Pembeli lalu membayar uang di kasir)

Penutup

(Pembeli lalu pergi meninggalkan toko dengan membawa jaket yang baru dibelinya).

Baca:

Demikianlah contoh-contoh teks negosiasi sederhana dan telaah strukturnya. semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *