Ini Buku Guru Seni Tari SMA Kelas X Sekolah Penggerak Kurikulum Merdeka Unduh

Ini Buku Guru Seni Tari SMA Kelas X Sekolah Penggerak Kurikulum Merdeka Unduh

paket-wisatabromo.com-Kementerian Pendidikan, Kebudaayan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyusun Buku Guru Seni Tari SMA Kelas X. Buku ini dimaksudkan untuk mendukung  implementasi pembelajaran paradigma baru yang diterapkan secara terbatas di Sekolah Penggerak. Jadi, Buku Seni Tari jenjang SMA Kelas X ini merupakan bagian dari program merdeka belajar.

Penulis Buku Seni Tari SMA Kelas X antara lain: Hani Amalia Hendrajatin, dan Ratna Aryani. Sedangkan Penerbit Buku Guru Seni Tari SMA Kelas X Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Jalan Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta Pusat. Cetakan Pertama, 2021 ISBN 978-602-244-430-5 (no.jil.lengkap) 978-602-244-431-2  (jil.1 )

Salah satu program sekolah penggerak adalah program untuk mendorong proses transformasi satuan pendidikan agar dapat meningkatkan capaian hasil belajar peserta didik secara holistik baik dari aspek kompetensi kognitif (Literasi dan Numerasi) maupun non-kognitif (karakter) untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila. Buku Guru Seni Tari SMA Kelas X diharapkan dapat mendorong terlaksananya transformasi tersebut.

Harapan lain dari buku ini adalah dapat dijadikan referensi bagi peserta didik, orang tua, dan  Bapak Ibu guru dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Selain itu, Buku ini diharapkan dapat mewujudkan prinsip otonom sekolah. Salah satu paradigma baru pada sekolah penggerak adalah prinsip otonom, yaitu memberikan kemerdekaan pada satuan pendidikan dan pendidik untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.

Peran pemerintah adalah menyediakan buku teks dan perangkat ajar untuk membantu guru yang membutuhkan panduan dalam merancang pembelajaran.

Kompetisi abad ke-21 bagaimanapun akan membawa peserta didik ke arena kompetisi global sehingga peserta didik perlu mengembangkan identitasnya sebagai warga dunia.

Seiring dengan itu, pembelajaran di Kelas X perlu semakin mengukuhkan jati diri peserta didik Indonesia sebagai warga bangsa yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Program Sekolah Penggerak

Tentunya umpan balik dari guru dan siswa, orang tua, dan masyarakat di Sekolah Penggerak sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan kurikulum dan buku teks pelajaran ini.

Buku Pelajaran Seni Tari Sekolah Penggerak ini mengarahkan pada proses dari pembelajaran yang berorientasi inkuiri dengan kegiatan saintifik seperti pengamatan atau obervasi, dan mengarahkan untuk berpikir kritis dan kreatif serta membentuk jaringan pengetahuan yang dikuasainya.

Guru menjadi sangat penting untuk mengarahkan, sekaligus menjadi pendorong/motivator bagi aktivitas siswa dengan berbagai kegiatan yang dicontohkan dalam buku ini.

Guru dapat, bahkan sangat dianjurkan untuk memperkaya secara kreatif dalam bentukkegiatan-kegiatan lain yang relevan yang bersumber dari lingkungan alam, sosial, maupun budaya yang ada di sekitar siswa

Jenis Buku Pelajaran SENI TARI Sekolah Penggerak

Buku Pelajaran Sekolah Penggerak ini terdiri atas Buku Siswa (BS) dan Buku Guru (BG). Buku-buku ini mencakupi semua jenis mata pelajaran yang ada di sekolah.

Pendekatan Buku Sekolah Penggerak Sekolah Penggerak Kurikulum Merdeka

Berikut ini adalah pendekatan penulisan Buku Siswa dan Buku Guru kelas X jenjang SMP MTs.

1. Memotivasi dan menumbuhkan minat membaca peserta didik kelas X.

Setiap bab pada Buku Siswa kelas X diawali dengan cerita bergambar dengan tokoh manusia dan binatang.

Setiap teks dilengkapi dengan ilustrasi dan gambar yang menarik, serta dapat menumbuhkan daya kritis peserta didik.

2. Memperkenalkan topik yang mencerminkan pengalaman keseharian peserta didik kelas X.

Setiap bacaan pada Buku Siswa mengangkat pengalaman peserta didik kelas X, mulai dari bermain aman, berteman, menjaga kesehatan, hingga mengenal keragaman di lingkungan sekitar. Bacaan ini dapat memantik diskusi dengan para peserta didik kelas X tentang pengalaman mereka.

3. Membantu guru mengajar sesuai kemampuan peserta didik.

Setiap bab pada Buku Guru dilengkapi dengan inspirasi kegiatan pendampingan untuk peserta didik yang membutuhkan bantuan khusus dan kegiatan pengayaan untuk mengembangkan potensi peserta didik yang lebih mahir.

Kegiatan pendampingan dan pengayaan ini dapat dilakukan secara individu atau dalam kelompok kecil.

4. Membantu guru menerapkan strategi literasi awal dengan lebih baik.

Setiap bab pada Buku Guru dilengkapi dengan saran untuk menerapkan strategi mengeksplorasi tanggapan peserta didik kelas X terhadap bacaan serta strategi untuk memodelkan proses berpikir ketika menggambarkan gagasannya terhadap suatu topik.

5. Membantu guru memahami Capaian Pembelajaran dan menurunkannya dalam tujuan pembelajaran yang mudah dicapai dan dievaluasi.

Setiap bab Buku Guru dilengkapi dengan tujuan pembelajaran yang diturunkan dari Capaian Pembelajaran.

Buku Guru Seni Tari SMA Kelas X Sekolah Penggerak Kurikulum Merdeka

Kata Pengantar

Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan  dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mempunyai tugas penyiapan kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kurikulum serta pengembangan, pembinaan, dan pengawasan sistem perbukuan.

Pada tahun 2020, Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengembangkan kurikulum beserta buku teks pelajaran (buku teks utama) yang mengusung semangat merdeka belajar.

Adapun kebijakan pengembangan kurikulum ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Kurikulum ini memberikan keleluasan bagi satuan pendidikan dan guru untuk mengembangkan potensinya serta keleluasan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya. Untuk mendukung pelaksanaan kurikulum tersebut, diperlukan penyediaan buku teks pelajaran yang sesuai dengan kurikulum tersebut. Buku teks pelajaran ini merupakan salah satu bahan pembelajaran bagi siswa dan guru.

Pada tahun 2021, kurikulum ini akan diimplementasikan secara terbatas di Sekolah Penggerak. Begitu pula dengan buku teks pelajaran sebagai salah satu bahan ajar akan diimplementasikan secara terbatas di Sekolah Penggerak tersebut.

Tentunya umpan balik dari guru dan siswa, orang tua, dan masyarakat di Sekolah Penggerak sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan kurikulum dan buku teks pelajaran ini.

Prakata Penulis

Pendidikan tari  memiliki peran yang sangat penting untuk tujuan pendidikan.  Namun,  fenomena yang terjadi dalam pembelajaran tari  saat ini masih memiliki beberapa tantangan antara lain:

1. Tidak semua sekolah memiliki guru seni tari, sehingga di beberapa sekolah masih terdapat guru mata pelajaran lain atau cabang seni lain yang bertugas untuk mengajar seni tari.

Kondisi ini memiliki  efek  tidak optimalnya  pembelajaran tari dari aspek materi maupun metode pembelajaran tari;

2. Keberagaman minat serta bakat peserta didik, sehingga masih banyak peserta didik yang malu atau sulit mengekspresikan diri dalam belajar  seni tari;

Untuk menjawab tantangan tersebut penulis merancang buku panduan untuk para guru seni tari di Indonesia.

Karakteristik isi  buku panduan guru ini, menyampaikan materi dan kegiatan pembelajaran yang dirancang agar peserta didik lebih aktif, dapat mengekspresikan diri melalui seni tari.

Harapannya dengan mempelajari seni tari, peserta didik tidak hanya mampu mengekpresikan diri dan berkreasi  dengan seni.

Namun,  juga dapat mengenal, memahami dan mengapresiasi  budaya lokal  sebagai jati diri bangsa. Buku ini sangat terbuka terhadap masukan atau saran, agar  buku menjadi lebih baik dan lebih sempurna.

Penulis mengucapkan terimakasih atas pihak–pihak yang telah membantu terselesaikannya buku ini. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi kemajuan dunia pendidikan seni dan pendidikan tari   di Indonesia.

Isi Buku

Kata Pengantar

Prakata

Daftar Isi

Daftar Gambar

PANDUAN UMUM

A. Tujuan Penulisan Buku

B. Profil Pelajar Pancasila

C. Karakteristik Seni Tari Fase E

D. Alur Pencapaian Tiap Tahun

E. Strategi Umum Pembelajaran

PENDAHULUAN

A. Deskripsi Singkat Mata Pelajaran

B. Keterkaitan Tujuan Pembelajaran dengan Capaian Pembelajaran

C. Visual Alur Pembelajaran

D. Asumsi yang Digunakan Penulis Terhadap Materi dan Fasilitas

E. Asumsi Capaian Pembelajaran dan Alokasi Waktu

UNIT PEMBELAJARAN 1

I. Deskripsi

II. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1

III. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 2

IV. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 3

V. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 4

VI. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 5

VII. Refleksi Guru

VIII. Penilaian

IX. Pengayaan

UNIT PEMBELAJARAN 2

I. Deskripsi

II. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1

III. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 2

IV. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 3

V. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 4

VI. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 5

VII. Refleksi Guru

VIII. Penilaian

IX. Pengayaan

UNIT PEMBELAJARAN 3

I. Deskripsi

II. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1

III. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 2

IV. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 3

V. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 4

VI. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 5

VII. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 6

VIII. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 7

IX. Refleksi Guru

X. Penilaian

UNIT PEMBELAJARAN 4

I. Deskripsi

II. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1

III. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 2

IV. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 3

V. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 4

VI. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 5

VII. Refleksi Guru

VIII. Penilaian

IX. Pengayaan

Lampiran Lembar Kerja Peserta Didik

Daftar Pustaka

Biodata Pelaku Perbukuan

Panduan Umum
A. Tujuan Penulisan Buku

Buku panduan guru ini merupakan buku yang dapat digunakan oleh guru seni tari untuk mengajar peserta didik kelas X atau pada fase E.

Buku ini  dirancang dengan tujuan  menyediakan referensi bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran tari, khususnya bagi guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan seni tari.

Adapun beberapa komponen yang ditulis dalam buku ini meliputi:

1. Judul unit buku

2. Tujuan pembelajaran

3. Deskripsi singkat setiap unit buku

4. Materi pengantar pembelajaran

5. Prosedur kegiatan belajar

6. Refleksi

7. Penilaian

8. Referensi bahan bacaan dan referensi video

9. Contoh Lembar Kerja Siswa Buku ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para guru dalam proses pembelajaran tari.

Buku panduan ini sifatnya hanya menstimulus guru, agar lebih berpikir kreatif dalam membuat rancangan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran tari.

Guru dipersilahkan mengembangkan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik, dan fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah.

Buku panduan ini juga diharapkan dapat menstimulus guru untuk dapat mewujudkan kegiatan merdeka belajar.

Merdeka dalam arti guru dapat lebih fleksibel dalam merancang kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat peserta didik serta fasilitas yang tersedia sehingga kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, peserta didik diharapkan lebih mampu berfikir kreatif, memiliki keingintahuan dalam menggali pengetahuan, serta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk berpikir kritis dalam menyikapi berbagai fenomena yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

B. Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila adalah pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Buku ini dirancang untuk membantu guru tari dalam melakukan pembentukan karakter peserta didik agar memiliki sikap yang mencerminkan profil pelajar Pancasila tersebut.

Profil Pelajar Pancasila dirumuskan dalam satu pernyataan yang komprehensif, yaitu “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi  global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”

Pernyataan ini memuat tiga kata kunci: pelajar  sepanjang hayat (lifelong learner), kompetensi global (global competencies), dan pengamalan nilai-nilai  Pancasila.

Hal ini menunjukkan paduan antara penguatan identitas khas bangsa Indonesia, yaitu  Pancasila, dengan hasil-hasil kajian nasional dan internasional terkait sumber daya manusia yang sesuai  dengan konteks Abad ke-21.

Dari pernyataan Profil Pelajar Pancasila tersebut, enam karakter/ kompetensi dirumuskan sebagai dimensi kunci, antara lain:

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

2. Kebinekaan Global

3. Bergotong-royong

4. Mandiri

5. Bernalar kritis

6. Kreatif

C. Karakteristik Seni Tari Fase E

Karakteristik pembelajaran fase E mengacu pada capaian pembelajaran fase E, yaitu peserta didik mampu mengidentifikasi dan menafsirkan makna dalam perpektif pribadi untuk menciptakan pertunjukan tari yang terinsiprasi dari karya seni bentuk lain seperti musik, drama dan rupa sebagai penerapan keterampilan serta teknik membuat, melakukan dan menyajikan seni dengan manajemen pertunjukan dan mengajak orang lain untuk mengapresiasi pertunjukan tarinya. Siswa mampu membuat pertunjukan tari.

Berdasarkan capaian pembelajaran fase E tersebut, kemudian dijabarkan menjadi 4 sub capaian pembelajaran yang digunakan untuk menguraikan 4 unit buku, seperti berikut ini:

1. Subcapaian Pembelajar Pertama Sub-capaian pembelajaran pertama, peserta didik mampu mengidentifikasi makna tari berdasarkan dengan wawasan dan pengalamannya.

Pada subcapaian pembelajaran ini,  tujuan pembelajarannya adalah peserta didik mampu mengidentifikasi makna tari.

2. Subcapaian Pembelajaran Kedua Subcapaian pembelajaran kedua, yaitu peserta didik mampu menafsirkan makna tari daerah berdasarkan wawasan.

Tujuan pembelajarannya adalah peserta didik mampu menafsirkan makna tari dengan menggunakan penafsiran berdasarkan pengalaman diri dan informasi dari berbagai sumber.

3. Subcapaian Pembelajaran Ketiga Subcapaian pembelajaran ketiga, yaitu peserta didik mampu menciptakan pertunjukan tari yang terinspirasi dari karya seni bentuk lain.

Pada subcapaian pembelajaran ini tujuan pembelajarannya adalah peserta didik mampu berkreasi tari berdasarkan ragam seni daerah setempat berdasarkan potensi diri masing-masing.

4. Subcapaian Pembelajaran Keempat Subcapaian pembelajaran empat, yaitu peserta didik mampu menyajikan pertunjukan tari yang dikelola oleh manajemen pertunjukan tari.

Pada subcapaian pembelajaran ini tujuan pembelajarannya adalah peserta didik mampu membuat pementasan tari sederhana dikelola oleh teman.

Karakteristik pembelajaran Unit 4 ini menggunakan model pembelajaran berbasis proyek.

Tujuannya agar peserta didik mampu membuat pementasan tari di kelas dan bekerja sama dengan kelompok.

Melalui pembelajaran di Unit 4 peserta didik diharapkan mampu menanamkan sikap bekerja sama dan gotong royong dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan bersama.

D. Alur Pencapaian

Tiap Tahun Berdasarkan capaian pembelajaran fase E, penulis menguraikan kembali ke dalam beberapa kata kerja operasional yang menjadi poin penting dalam merancang proses pembelajaran.

1. Peserta didik mampu mengidentifikasi makna tari

2. Peserta didik mampu menafsirkan makna menggunakan penafsiran berdasarkan pengalaman diri dan informasi dari berbagai sumber.

3. Peserta didik mampu berkreasi tari berdasarkan ragam seni daerah setempat berdasarkan potensi diri masing-masing

4. Peserta didik mampu membuat pementasan tari sederhana dikelola oleh teman. Berdasarkan pada penguraian kalimat dari capaian pembelajaran tersebut penulis membuat rancangan pembelajaran ke dalam empat unit.

Empat unit tersebut disarankan sebagai landasan materi pembelajaran selama satu tahun, di mana dalam satu tahun pembelajaran terbagi atas dua semester.

Pada semester 1, materi pembelajaran dirancang berdasarkan uraian capaian pembelajaran yang pertama dan kedua yaitu:

1. Unit 1 diberi judul “Mengenal Makna Tari“

2. Unit 2 diberi judul “Menafsirkan Makna Tari“

Pada semester 2, materi pembelajaran dirancang berdasarkan uraian capaian pembelajaran ketiga dan keempat yaitu:

1. Unit 3  diberi judul “Berkreasi Tari“

2. Unit 4  diberi judul “Membuat Pementasan Tari Sederhana”

Berdasarkan capaian pembelajaran beserta uraiannya tersebut guru dapat merancang kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan fasilitas sekolah.

Guru dapat bebas mengkreasikan uraian capaian tersebut ke dalam unit-unit kegiatan berdasarkan kreativitas masing-masing guru dan menyesuaikan jumlah kegiatan ke dalam beberapa pertemuan tergantung pada kebutuhan peserta didik.

E. Strategi Umum

Pembelajaran Strategi yang digunakan untuk mencapai capaian pembelajaran dalam setiap unit pada dasarnya dapat berbeda-beda tergantung kreativitas guru.

Hanya saja dalam buku panduan guru ini, penulis memberikan referensi strategi pembelajaran dalam beberapa model pembelajaran, serta menggunakan beberapa metode antara lain

1. Pengamatan Video

Kegiatan pembelajaran dengan melakukan pengamatan video adalah kegiatan yang paling mendasar karena seni tari merupakan salah satu bagian dari seni pertunjukan yang dapat dilihat melalui media audio visual atau video.

Dengan mengamati video tari diharapkan mampu menstimulus peserta didik untuk berfikir kritis, serta menemukan sendiri makna tari berdasarkan hasil pemikirannya.

2. Pengamatan Gambar

Kegiatan pembelajaran dengan melakukan pengamatan gambar adalah salah satu kegiatan alternatif manakala peserta didik maupun sekolah mengalami keterbatasan dalam fasilitas internet untuk menayangkan video.

Kegiatan pengamatan gambar memang tidak akan semaksimal pengamatan video, tetapi dengan mengamati gambar peserta didik diharapkan tetap mampu berfikir kritis dalam menafsirkan dan mengidentifikasi makna tari serta dapat menstimulus peserta didik untuk membuat karya tari.

3. Pengamatan Alam Sekitar

Kegiatan pengamatan alam sekitar dapat dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran membuat karya tari.

Pengamatan alam sekitar dapat dilakukan dengan cara mengajak peserta didik belajar di luar kelas untuk mengamati lingkungan sebagai inspirasi membuat karya seni.

Pengamatan alam sekitar misalnya dengan mengajak peserta didik untuk mengamati gerak alam seperti daun yang tertiup angin, suara burung dan lain-lain sebagai inspirasi membuat karya.

Selain itu guru juga dapat mengajak peserta didik untuk berkunjung ke sanggar tari, menemui seniman setempat agar peserta didik mampu mengenal tokoh seniman yang ada di daerahnya.

4. Diskusi Berkelompok

Diskusi berkelompok merupakan kegiatan pembelajaran paling umum digunakan, karena dengan kegiatan diskusi peserta didik diharapkan mampu menyampaikan pendapatnya, kemudian menghargai pendapat orang lain dan bersama-sama menyelesaikan atau memecahkan permasalahan dalam konteks seni budaya yang erat kaitannya dengan fenomena sosial dan masyarakat.

5. Memanfaatkan Strategi Pembelajaran

Memanfaatkan strategi pembelajaran dari berbagai model pembelajaran, di antaranya, model pembelajaran kooperatif, model pembelajaran inquiry, model pembelajaran discovery, model pembelajaran bermain peran (role playing model), model pembelajaran problem base learning, model pembelajaran berbasis project (project based learning).

Semua strategi pembelajaran dalam model pembelajaran tersebut, dipilih  dan ditentukan berdasarkan tujuan pembelajaran.

6. Membuat Proyek Sederhana

Kegiatan membuat project sederhana, atau istilah lain adalah project based learning dapat dilakukan pada kegiatan unit 3 dan 4, peserta didik diharapkan mampu membuat karya tari berdasarkan karya seni bentuk lain, membuat elemen-elemen pendukung tari dengan alat dan bahan yang sederhana.

Pada Unit 4, kegiatan membuat project sederhana dapat dilakukan dengan membuat pementasan tari sederhana di kelas.

7. Memanfaatkan Teknologi dan Media Sosial

Remaja khususnya peserta didik SMA mayoritas merupakan pengguna sosial media yang aktif.

Media sosial yang saat ini digandrungi banyak pengguna antara lain, youtube, instagram dan Tik-tok. Keberadaan media sosial ini menjadi salah satu bagian dari strategi pembelajaran yang dilakukan agar kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan.

Peserta didik diajak untuk menggunakan media sosial sebagai alat untuk mencari informasi dan juga pengetahuan tentang seni tari.

Media sosial juga dapat menjadi media publikasi hasil belajar peserta didik, pada unit 3 dan 4 peserta didik dapat mempublikasikan karyanya dengan mengunggah ke dalam media sosial miliknya.

Buku Guru Seni Tari SMA Kelas X Sekolah Penggerak Kurikulum Merdeka Selengkapnya (Unduh).

Baca:

Demikianlah Informasi mengenai Buku Pelajaran Seni Tari SMA Kelas X Sekolah Penggerak untuk kurikulum Merdeka. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.