Jenis Teks Tanggapan : Pengertian, Ciri, Tujuan, dan Strukturnya

Jenis Teks Tanggapan : Pengertian, Ciri, Tujuan, dan Strukturnya

paket-wisatabromo.com – Teks tanggapan merupakan jenis teks yang harus dikuasai peserta didik kelas IX semester 1 untuk mata pelajaran bahasa Indonesia.

Berikut ini pembahasannya berkaitan dengan jenis teks tanggapan, pengertian, ciri, tujuan, dan strukturnya.

1. Pengertian Teks Tanggapan

Teks tanggapan adalah teks yang dibuat untuk menanggapi suatu permasalahan, biasanya berisi kritikan pedas terhadap hal yang berkaitan dengan kesalahan atau isu sosial.

2. Ciri-Ciri

a. Teks ini memuat tanggapan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar dengan disertai fakta dan alasan.

b. Mempunyai 3 struktur yaitu evaluasi, deskripsi teks, dan penegasan ulang.

c. Mengandung kaidah kebahasaan dengan ciri terdapat kata rujukan.

d. Tanggapan yang disampaikan dalam sebuah bacaan berhubungan dengan kejadian atau fenomena yang sedang terjadi di lingkungan sekitar.

e. Tanggapan yang diberikan penulis berisi tentang fakta dan alasan. Tujuannya untuk memberikan penguatan pada pendapat yang disampaikan.

3. Tujuan

Tujuan dari teks tanggapan adalah untuk memberikan penilaian tentang kelebihan dan kekurangan dari sebuah teks yang juga disertai dengan saran. Penilaian yang dilakukan haruslah objektif, sopan, logis, dan jelas.

Selain itu, tujuan teks tanggapan adalah untuk memilih salah satu pernyataan karena teks ini berisi alasan yang mendukung dan yang menolak.

4. Jenis Teks Tanggapan

Di dalam teks tanggapan terdapat pula penilaian berupa pujian, kritik, saran, dan pujian.

a. Pujian

Pujian, diandai oleh pernyataan-pernyataan yang positif, yang membesarkan hati orang atau pihak lainnya.

Contoh:

Citarum sudah nyata memberikan kehidupan bagi jutaan manusia sejak lama, dan memberikan kehidupan bagi jutaan manusia yang terkait dengan air Citarum. Aliran air ini semula menjadi nadi peradaban.

Sepanjang sungai menjadi pusat-pusat perkembangan budaya, tempat berbagai komunitas warga bertemu, saling tukar barang, dan pengetahuan.

b. Kritikan

Kritikan berupa pernyataan-pernyataan negatif; celaan, yang melihat kekurangan atau kelemahan seseorang atau pihak tertentu.

Contoh:

Peran Citarum semakin terus berkurang karena penghancuran wilayahsungai yang dilakukan oleh manusia yang sangat memerlukan, bahkansangat tergantung akan keberadaan sungai itu.

Kehancuran disepanjang sungai ini, mulai dari hulu, tengah, dan hilir.Manusia yangmenghancurkan, manusia pulalah yang menderita akibat kehancuranitu.

Kerusakan lingkungan dan penghancuran sungai oleh pencemaranadalah yang terberat.

Kehancuran di hulu Citarum karena sistempertanian dengan tanaman jangka pendek yang sudah tidak mengindahkan lagi aturan negara dan aturan alam.

Ketika hujan tiba, air hujan langsung menggerus tanah-tanah pucuk, mengalir ke lembah-lembah, mengendap di dasar sungai dan di dasar bendungan.

c. Alasan

Alasan berupa pernyataan yang mengungkapkan sebab atau alasan terjadinya sesuatu. Hal itu ditandai oleh penggunaan konjungsi sebab, karena, oleh karena, dan sejenisnya.

Contoh:

Permasalahan air akan semakin krisis di Cekungan Bandung karena ada tiga hal yang menjadi inti permasalahan.

Pertama, lemahnya control dari otoritas negara terhadap penyedotan air tanah, sehingga mengakibatkan berkurangnya cadangan air tanah untuk penduduk sekitar.

Penyedotan air tanah tidak sebanding dengan pengisian ulang air tanah secara alami disebabkan oleh kehancuran lingkungan di seputar Cekungan Bandung.

Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan muka air tanah dangkal dan dalam.

Penurunan muka air tanah itu menyebabkan terjadinya penurunan muka tanah, yang kemudian akan mengganggu konstruksi jalan, bangunan, dan rumah.

d. Saran

Berupa pernyataan yang mengungkapkan jalan keluar untuk menyelesaikan sesuatu; pernyataan untuk suatu perbaikan.

Hal ini ditandai oleh penggunaan kata-kata seperti perlu, sebaiknya,seharusnya, alngkah baiknya, seyogyanya, alangkah lebih bagus, dll.

Contoh:

Karena Citarum berasal dari anak-anak sungai yang datang dari kabupaten dan kota, maka anak sungai akan tetap dipenuhi sampah rumah tangga.

Ironisnya, pemerintahan kabupaten dan kota itu kebanyakan belum mempunyai program untuk kampanye kebersihan dan kesehatan lingkungan, khususnya kampanye tidak membuang sampah ke sungai.

Jadi, perlu kerja sama antara pemerintahan kota dan kabupaten tersebut.

Masalah air bersih sudah menjadi masalah dan akan semakin menjadi masalah berat ke depan bagi warga di Cekungan Bandung.

Oleh karena itu, diperlukan sebuah Langkah nyata. Karena permasalahan air yang menjadi kebutuhan utama maka akan merembet pada persoalan lain yang lebih rumit, sosial-ekonomi-politik.

Baca:

5. Struktur Teks Tanggapan

Teks tanggapan terdiri dari konteks, deskripsi, dan evaluasi. Tiga bagian yang membentuk teks tanggapan tersebut biasa disebut dengan struktur teks tanggapan.

a. Konteks

Berupa penyebutan tentang objek yang ditanggapi, baik itu berupa lingkungan hidup, kondisi sosial, keragaman budaya, peristiwa, fenomena, ucapan dan perbuatan, atau tentang suatu karya orang lain.

Mungkin pula disertai dengn penjelasan tempat, waktu, dan keterangan-keterangan lainnya. Dengan demikian, unsur “konteks”merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut:

Apa objek yang ditanggapi?

Di mana adanya?

Kapan terjadinya?

Contoh:

Krisis air sudah terasa oleh masyarakat Cekungan Bandung, seperti ketika memasuki musim kemarau.

Warga yang semula dapat memenuhi kebutuhan air bakunya dari sungai, kini sudah tak diharapkan lagi karena kualitas air yang semakin menurun.

Mata air pun hanya tinggalkan jejak yang terabadikan dalam toponimi, seperti nama-nama geografi Sekelola, Sekelimus, Sekebirus, dll.

Konteks yang dimaksud berupa penyebutan nama peristiwa, yakni krisis air; dan tempat dan waktu terjadinya: di Cekungan Bandung Ketika musim kemarau.

b. Deskripsi

Berisi tentang keadaan objek atau proses berlangsungnya kegiatan itu secara terperinci. Bagian ini merupakan jawaban atas pertanyaan bagaimana.

Contoh:

Peran Citarum semakin terus berkurang karena penghancuran wilayah sungai yang dilakukan oleh manusia yang sangat memerlukan, bahkan sangat tergantung akan keberadaan sungai itu.

Kehancuran di sepanjang sungai ini, mulai dari hulu, tengah, dan hilir. Manusia yang menghancurkan, manusia pulalah yang menderita akibat kehancuran itu.

Kerusakan lingkungan dan penghancuran sungai oleh pencemaran adalah yang terberat.

Kehancuran di hulu Citarum karena sistem pertanian dengan tanaman jangka pendek yang sudah tidak mengindahkan lagi aturan negara dan aturan alam.

Ketika hujan tiba, air hujan langsung menggerus tanah-tanah pucuk, mengalir ke lembah-lembah, mengendap di dasar sungai dan di dasar bendungan.

Bagian tersebut mendeskripsikan proses berkurangnya peran Citarum; kehancuran sungai dan lingkungan di sekitar Citarum.

c. Penilaian

Berisi pendapat tentang objek itu, baik secara positif ataupun negatif, kelebihan ataupun kekurangannya.

Untuk memperdalam mengenai teks tanggapan, silakan unduh contoh teks tanggapan dapat diunduh pada link berikut ini.

Contoh teks tanggapan berjudul “Siswa Nakal” (unduh)

Demikianlah pembahasan mengenai jenis teks tanggapan. Semoga dapat menambah wawasan.

Incoming search terms:

  • Tujuan dari teks tanggapan adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *