Teks Diskusi : Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan, Fungsi, Simpulan, Contoh

Teks Diskusi : Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan, Fungsi, Simpulan, Contoh

paket-wisatabromo.com – Salah satu jenis teks yang harus dikuasai peserta didik kelas IX semester 2 adalah teks diskusi. Setiap jenis teks dituntut oleh kompetensi dasar pengetahuan dan keterampilan. Begitu pula dengan teks diskusi.

Aspek pengetahuan jenis teks ini terdiri atas kemampuan mengidentifikasi teks dan menelaah struktur dan kaidah kebahasaannya. Selain itu, aspek keterampilannya terdiri atas menyimpulkan dan Menulis Teks.  Berikut ini pembahasannya.

Prabaca 

  1. Pengertian
  2. Ciri-ciri
  3. Tujuan
  4. Fungsi
  5. Simpulan
  6. Contoh

1. Pengertian Teks Diskusi

Teks diskusi diartikan sebagai teks yang menyajikan berbagai macam pendapat atau argumen dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang yang mendukung dan yang menentang terhadap suatu isu atau masalah yang dibahas.

Jenis teks diskusi, yakni teks yang menyajikan sejumlah pendapat dari berbagai sudut pandang terkait dengan permasalahan tertentu. Teks semacam ini dapat dijumpai, misalnya, pada rapat tentang penyusunan kegiatan OSIS, rapat RT tentang masalah sampah, dll.

Pengertian lain dari teks diskusi adalah salah satu bentuk teks yang pemaparannya berisikan informasi dalam bentuk argumen-argumen yang mendukung dan menentang atas suatu topik.

Dalam penerapan diskusi, diperlukan dua pihak atau lebih, baik antar pribadi, pribadi dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok.

Dengan demikian, dalam pengertian umum, teks diskusi merupakan salah satu jenis teks yang memaparkan argumen, pendapat, atau gagasan terhadap suatu isu atau masalah.

2. Ciri-Ciri Teks Diskusi

  1. Di dalam teks berisi isu / topik dan argumen-argumen yang dipaparkan baik mendukung maupun menentang. Pada teks ini muncul dua pendapat yang saling berlawanan, artinya terdapat pendapat yang setuju (pro) dan tidak setuju (kontra).
  2. Ada pendapat yang setuju mendukung terhadap suatu gagasan, ada yang bertentangan, ada juga yang masih ragu. Pendapat-pendapat yang ada kemudian dievaluasi keuntungan dan kelemahan; mungkin pula tepat tidaknya dan kemudian diakhiri dengan kesimpulan.
  3. Sifat teks adalah argumentatif dan informatif karena berisi banyak informasi yang berisi opini dengan dikuatkan fakta
  4. Dalam teks akan dijumpai banyak penggunaan konjungsi pertentangan ( walau, meskipun, akan tetapi, namun, sedangkan, apabila )
  5. Adanya kohesi antarbagian dalam teks
  6. Dalam ragam bahasa tertulis, teks semacam diskusi dapat dijumpai dalam wujud artikel, esai, dan sejenisnya pada satu media massa.
  7. Dalam teks ini sama-sama tersaji suatu permasalahan yang kemudian oleh penulisnya dikaji dari berbagai sudut pandang atau teori yang kemudian tulisan tersebut diakhiri dengan suatu kesimpulan yang dianggap tepat oleh penulis, sebagai solusi atau jawaban atas permasalahan yang dikemukakan sebelumnya.

3. Tujuan Teks Diskusi

Tujuan diskusi merupakan mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat, diskusi yang melibatkan beberapa orang disebut diskusi kelompok. Dalam diskusi kelompok dibutuhkan seorang pemimpin yang disebut ketua diskusi.

Tugas ketua diskusi ialah membuka dan menutup diskusi, membangkitkan minat anggota untuk menyampaikan gagasan, menengahi anggota yang berdebat, serta menyimpulkan hasil diskusi.

4. Fungsi Teks Diskusi

Teks ini dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui penggunaanya seperti pada seminar, forum terbuka, simposium , dan kongres.

Sebagaimana teks tanggapan ataupun teks lainnya, teks ini juga memiliki fungsi sosial tersendiri. Fungsi sosial teks ini yaitu digunakan untuk melihat suatu masalah dari berbagai perspektif, sebelum membuat keputusan atau rekomendasi.

5. Simpulan Teks Disusi

Simpulan tentang  jenis teks ini berkaitan dengan kejelasan dan kelogisan dari pendapat-pendapat, gagasan, dan argumen yang ada di dalam teks itu. Baik itu pada yang pro maupun yang kontranya. Mungkin juga terkait dengan kepentingan (urgensi) dari permasalahan yang diajukan.

Contoh kalimat simpulan:

  1. Pendapat pro itu lebih logis, apalagi disertai dengan sejumlah fakta. Lebih mudah dipahami dan lebih jelas daripada yang kontra.
  2. Pendapat yang kontra terlalu dipaksakan, terkesan mengada-ada. Oleh karena itu, pendapat-pendapat tersebut bisa saja diabaikan karena sifanya tidak begitu penting.
  3. Masalah itu terlalu biasa, sudah sering dibahas orang, termasuk di media masa. Dengan demikian, saya kira tidak perlu dibahas dalam kesempatan ini karena tidak begitu menantang untuk dibicarakan.

Baca juga;

Cara Menulis Teks Diskusi yang Efektif dan Contohnya

Teks Diskusi : Struktur, Analisis, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Soal

6. Contoh

“Kebiasaan minum teh baik atau buruk?”

Tak jauh berbeda dengan kopi, kebiasaan minum teh sudah dilakukan dari dulu. Bahkan menjadi bagian dari tradisi. Biasanya teh disajikan ketika ada kunjungan tamu, pertemuan, atau bagian dari sarapan pagi dan bersantai di malam hari.

Teh diperkenalkan sejak 5000 tahun lalu bahwa minuman ini berkhasiat bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Tanaman teh berasal asli dari Asia Tenggara. Aroma dan rasanya yang khas menjadikan minuman ini sangat digemari oleh semua golongan masyarakat.

Meskipun banyak manfaat dari meminum teh, tetapi kebiasaan mengonsumsi teh secara berlebihan bisa menimbulkan kerugian.

Terdapat beberapa kandungan aktif dalam teh sehingga menjadi bermanfaat bagi kesehatan, seperti zat yang khas (10-25%) yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah berkembangnya sel kanker, vitamin C (150-250mg%) dan vitamin E (25-70 mg%) yang dapat membantu untuk memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan jantung.

Selain itu, beta karotin (13-20%), zat kopi (45-50 mg%), dan pelindung gigi (0,1-4,2 mg/L) yang berfungsi membantu dalam mencegah tumbuhnya karies pada gigi serta memperkuat gigi.

Teks diskusi

Tetapi dibalik manfaatnya yang banyak tersebut, kebiasaan minum teh yang tidak wajar mempunyai pengaruh yang tidak baik untuk kesehatan. Karena zat kopi yang terdapat di teh bisa menyebabkan proses penyerapan makanan menjadi terhambat.

Selain itu, zat kopi memiliki sifat ketergantungan sehingga tubuh akan terasa tidak sehat jika tidak mengkonsumsinya. Nah pada ibu menyusui, zat kopi mempengaruhi kelenjar ASI sehingga menghambat kelancaran dan ketersediaan ASI.

Zat kopi pada bayi zat ini dapat mengakibatkan usus bayi menjadi kejang. Kandungan mineral dalam tubuh juga mempunyai kecenderungan membantu terbentuknya batu ginjal.

Jika kamu ingin mengkonsumsi teh yang sehat, disarankan untuk mengkonsumsi sebanyak 5 cangkir ukuran 200 ml setiap hari. Karena jumlah tersebut masih batas normal kadar zat kopi yang bisa dikonsumsi yaitu setara 750 mg/hari.

Usahakan juga seduh teh dengan air yang tidak terlalu banyak dan tidak ditambahkan gula mencegah rusaknya zat-zat yang dikandung dan hilangnya manfaat teh.

Dalam kebiasaan sehari-hari, hindari minum teh saat perut kosong karena bisa meningkatkan produksi asam lambung sehingga berpengaruh pada pencernaan.

Demikian pembahasan mengenai teks diskusi: pengertian, ciri-ciri, tujuan, fungsi, simpulan, contoh. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *