Cara Menulis Teks Diskusi yang Efektif dan Contohnya

Cara Menulis Teks Diskusi yang Efektif dan Contohnya

paket-wisatabromo.com – Menulis teks diskusi merupakan bagian dari salah satu kompetensi dasar menulis pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Cara menulis teks diskusi dan beberapa Contohnya akan dibahas pada artikel ini.

Teks diskusi menyajikan pendapat, sudut pandang, atau perspektif yang berbeda. Teks ini berisi  isu yang memungkinkan pembaca untuk mengeksplorasi berbagai gagasan sebelum membuat keputusan yang tepat. Penulis ataupun pembicara biasanya mengeksplorasi berbagai pendapat dandiakhiri dengan opini atau komentar pribadi.

Begitu juga Teks diskusi menyajikan argumen, pendapat, atau sudut pandang terhadap suatu isu yang dibahas. Argumen-argumen yang disajikan tersebut terdiri atas argumen yang mendukung dan argumen yang menentang. Di bagian akhir setelah pemaparan argumen, dalam teks diskusi terdapat sebuah penegasan ulang sebagai

A. Cara Menulis Teks Diskusi

Teks diskusi harus ditulis dengan memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat. Struktur teks diskusi yaitu terdiri atas isu, argumen mendukung dan menentang, serta kesimpulan.

Baca Juga : Teks Diskusi: Struktur, Analisis, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Soal

Berikut ini disajikan cara menulis teks dsikusi secara urut, yakni menentukan:

  1. topik atau tema perdebatan/isu.
  2. Judul: kalimat dalam judul harus memicu perdebatan sehingga muncul pendapat yang setuju dan tidak setuju.
  3. tujuan (memberi penjelasan tentang pendapat yang setuju dan tidak setuju)
  4. Mencari informasi/data tentang isu yang dipilih.
  5. Menyusun kerangka teks/karangan.
  6. Mengembangkan kerangka menjadi teks diskusi.
  7. Menyunting teks diskusi (mengoreksi dan membetulkan kesalahan bahasa)
Penyajian gagasan dalam bentuk teks diskusi dapat pula dilakukan dengan cara sebagai berikut.
  1. Menentukan isu menarik dan dikuasai. Isu itu diharapkan benar-benar memerlukan penyelesaian dan berguna bagi khalayak.
  2. Mengumpulkan sejumlah pendapat yang bersifat pro dan kontra, bertentangan, dari berbagai sumber.
  3. Memadukan dan menilai pendapat-pendapat itu menjadi paragraf-paragraf yang saling berkaitan dan saling menjelaskan. Mungkin pula pendapat itu saling menguatkan ataupun melemahkan berdasarkan sejumlah alasan dan fakta-fakta.
  4. Merumuskan kesimpulan, sebagai solusi atas isu atau permasalahan itu berdasarkan pendapat sebelumnya.

B. Hal yang harus Diperhatikan dalam Menulis Teks Diskusi

1. Isu pendahuluan: Pernyataan untuk membatasi topik.
  1. Latar belakang topik.
  2. Sudut pandang berbeda yang akandibahas.
2. Isi

bagian ini berisi serangkaian paragraf yang menyatakan setuju dan tidak setuju.

  1. Dua atau tiga paragraf dengan argumensetuju (pro) dan alasannya serta contoh yang mendukung gagasan.
  2. Dua atau tiga paragraf dengan argumentidak setuju (kontra) dan alasannya serta contoh yang mendukung gagasan.
  3. Mengunakan bahasa persuasif.
  4. Menggunakan bahasa kohesif untuk menghubungkan gagasan atau untuk menunjukkan perubahan pendapat.
3. Simpulan argumen dari kedua sisi
  1. Mengevaluasi argumen yang paling efektif.
  2. Rekomendasi satu sudut pandang berdasarkan argumen yang disajikan.

C. Contoh Teks Diskusi

Menulis teks diskusi atau jenis teks lainnya akan lebih mudah jika diawali dengan kerangka karangan. Berikut ini disajikan contoh kerangka karangan dan karangan teks diskusi.

1. Kerangka karangan teks diskusi
  1. Isu: Pemantaan media sosial oleh remaja
  2. Argumen mendukung: Kita tidak boleh menyalahkan sosial media
  3. Argumen menentang: Banyak contoh penggunaan media sosial yang menyimpang
  4. Simpulan: Media sosial media sangat berpengaruh.
Baca Juga:

Teks Diskusi : Struktur, Analisis, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Soal

Teks Diskusi : Pengertian, Ciri-Ciri, Tujuan, Fungsi, Simpulan, Contoh

2. Karangan teks diskusi
Sosial media lawan atau kawan?

Pada umunya sosial media digunakan oleh remaja. Untuk membicarakan tentang kehidupan mereka, juga berbicara tentang apa yang mereka lakukan sehari-hari. Bahkan mereka menunjukan eksistensi diri lewat jejaring sosial untuk mengatakan di mana mereka pergi. Bisa juag tempat-tempat yang mereka sukai untuk didatangi.

Namun tidak semua remaja seperti itu. Karena banyak remaja yang menggunakan jejaring sosial untuk mengkritik, berdiskusi. Dan untuk menemukan suatu peluang bisnis baru.

Remaja saat ini tumbuh dengan di zaman internet. Tetapi, apakah hal ini akan berdampak ketika mereka dewasa nanti? Lewat jejaring sosial, orang dapat saling berkomunikasi wakaupun jaraknya jauh.

Mereka dapat memberikan data privasi mereka, nomer telepon, alamat, bahkan data keluarga serta hal lain yang seharusnya tidak di ekspos. Siapa pun langsung dapat berkenalan, meskipun tanpa mengetahui latak belakangnya.

Celakanya lagi, berbagai pemahaman dapat dengan mudah masuk ke remaja. Jika tidak ada filter yang kuat di kehidupan remaja tersebut.

Banyak contoh yang terjadi di masyarakat. Penggunaan jejaring sosial biasanya mengarah ke pertemuan. Bila dipikirkan 3 dari 10 akan mengalami stres atau perlakuan asusila.

Selain itu, perilaku mereka juga berubah dalam kehidupan nyata. Julukan-julukan serta nama digunakan remaja bisa mengakibatkan duplikasi kepribadian.

Perubahan kepribadian akan terajadi sesuai keinginan mereka dalam sikap, tergantung kepada siapa mereka berbicara. Kejahatan yang terjadi akibat terlalu banyaknya informasi yang dibagikan di sosial media.

Alamat, telepon, foto-foto, semuanya ditayangkan di kolom profil tanpa adanya batas untuk melihat semua informasi tersebut. Seorang remaja di Amerika kemasukan perampok di dalam rumah hanya karena menulis status di sosial media. “Di rumah lagi sendiri, Orang tua keluar kota”

Kita tidak boleh menyalahkan sosial media, karena semua kembali kepada penggunanya. Jejaring sosial juga mungkin terbukti menjadi penyelamat. Ada 7 kasus di mana sosial media telah menyelamatkan nyawa manusia. Satu contoh adalah kasus remaja mencoba bunuh diri.

“Pada musim semi 2009, seorang remaja Inggris menulis di sosial media kepada seorang temanya bahwa ia akan bunuh diri. Pacar dan ibunya segera diberitahu. Ibunya lalu menelepon polisi setempat, yang mengirimkan sebuah tim sehingga remaja tersebut gagal bunuh diri.”

Hal ini menunjukan bahwa adanya sosial media sangat berpengaruh baik atau buruk bagi remaja. Namun, lingkungan sosialnya yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan perilaku individu.

Jadi, jaringan sosial berbahaya untuk beberapa remaja tapi tidak bagi yang lain. Semuanya tergantung pada kepribadian remaja itu sendiri.

Demikian pembahasan mengenai cara menulis teks diskusi yang efektif dan contohnya. Semoga bermanfaat.

2 Replies to “Cara Menulis Teks Diskusi yang Efektif dan Contohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *