Teks Diskusi : Struktur, Analisis, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Soal

Teks Diskusi : Struktur, Analisis, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Soal

paket-wisatabromo.com – Salah satu jenis teks yang harus dikuasai peserta didik kelas IX semester 2 adalah teks diskusi. Pada artikel sebelumnya, telah dibahas masalah pengertian, ciri-ciri, tujuan, fungsi, simpulan dan contohnya. Kesempatan kali ini dibahas mengenai struktur dan kaidah kebahasaannya.

Prabaca

  1. Struktur teks diskusi
  2. Contoh Analisis struktur teks diskusi
  3. Kaidah Kebahasaan
  4. Contoh Soal

A. Struktus Teks Diskusi

Teks diskusi mempunyai 4 struktur diantaranya yaitu isu, argumen mendukung, argumen menolak dan terakhir ialah kesimpulan. Untuk lebih memahaminya simak berikut ini.

Baca Juga:

Inilah 5 Contoh Teks Tanggapan dan Anilisis Strukturnya yang Tepat

  1. Isu: berisi masalah yang akan didiskusikan secara bersama-sama. Pembicara atau penulis memperkenalkan isu yang akan dibahas dalam teks. Isu antara lain berupa latar belakang yang memberikan informasi yang diperlukan oleh pembaca untuk memahami argumen yang akan dipaparkan.
  2. Argumen mendukung: berisi argumen (alasan) yang mendukung suatu hal yang menjadi pokok permasalahan diskusi Setelah menyampaikan masalah, penulis dapat menyampaikan pendapat dari satu sudut pandang pendukung disertai alasan-alasan dan bukti untuk mendukung pendapat yang disampaikan sebelumnya.
  3. Argumen menentang: berisi argumen (alasan) yang menentang argumen yang mendukun Pada tahap ini penulis memaparkan pendapat disertai alasan dan bukti dari sudut pandang kontra.
  4. Simpulan (rekomendasi atau penilaian). Bagian ini merupakan simpulan yang paling logis, merekomendasikan posisi atau pendapat akhir pembicara atau penulis mengenai isu yang dibahas.

B. Contoh Analisis Struktur Teks diskusi

Bagian Teks

Bagian Struktur

Keharusan masyarakat Indonesia untuk beralih ke kendaraan umum memunculkan beragam tanggapan. Isu itu muncul terkait dengan semakinbanyaknya kendaraan pribadi yang diduga sebagai sumber kemacetan yang terjadi di hampir setiap ruas jalan raya.

Isu

Kelompok pendukung kebijakan itu, antara lain, berpendapat sebagai berikut.

Masyarakat yang berpindah ke kendaraan umum akan mengurangi risiko kemacetan lalulintas di jalan raya. Biaya lebih murah jika dibandingkan dengan kendaraan pribadi untuk mengurangi risiko polusi udara.

Mengurangi jumlah konsumsi BBM yang secara tidak langsung mencegah kelangkaan BBM. Untuk mengurangi stres di jalan raya akibat kemacetan oleh kendaraan pribadi.

Argumen mendukung
Selain itu, ada pula pihak-pihak yang tidak sependapat apabila kebijakan itu dikeluarkan. Mereka memiliki pandangan sebagai berikut.

Memiliki kendaraan pribadi tentu membuat para pengendara tidak lagi kesulitan untuk melakukan perjalanan melalui rute perjalanan yang diinginkan.

Lain halnya jika kita menggunakan kendaraan umum seperti bus atau kereta api yang mengharuskan melalui rute perjalanan yang telah ditentukan.

Melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi terasa lebih aman dibandingkan menggunakan kendaraan umum, ketidakamanan yang dimaksud disini adalah ketidakamanan dalam bentuk kriminalitas seperti adanya pencopet, perampok, ataupun pemerasan.

Fasilitas pada kendaraan pribadi lebih memuaskan daripada fasilitas kendaraan umum, fasilitas kendaraan pribadi dapat berupa sepertiadanyar AC, bisa memutar musik dan video, bagasi yang luas dan lain sebagainya. Adapun pada kendaraan umum tentu fasilitas-fasilitas tersebut sangat terbatas atau bahkan tidak ada.

Dari segi waktu menggunakan kendaraan pribadi ini lebih efektif dan efisien. Perjalanan yang bisa ditempuh lama dengan menggunakan kendaraan umum bisa ditempuh dengan waktu yang singkat jika menggunakan kendaraan pribadi.

Argumen Menentang
Berdasarakan pendapat-pendapat tersebut, dapatkah disimpulkan bahwa penggunaan kendaraan pribadi akan lebih baik dikurangi; bukan berarti dilarang sama sekali. Dengan pembatasan tersebut diharapkan jumlah kendaraan jalan raya bisa menurun dan kemacetan pun bisa teratasi.

Hal itu bukan berarti tidak boleh tetapi dikurangi penggunaannya. Karena jika semua bersama-sama mengurangi penggunaan kendaraan pribadinya dan beralih ke kendaraan umum, pelayanan pada kendaraan-kendaraan umum pun perlu ditingkatkan.

Dengan demikian, para penumpang bisa lebih nyaman dan nyaman seperti halnya mereka naik kendaraan pribadi.

Simpulan

C. Kaidah Kebahasaan

Anderson (1997:118) menyatakan bahwa ciri kebahasaan yang biasanya ditemukan dalam teks diskusi adalah menggunakan:

a. istilah umum yang berkaitan dengan topik.
b. kata-kata yang menunjukkan perbandingan atau kontras.
c. dan kata-kata yang menghubungkan argumen.

Berbeda dengan Anderson, Emilia (2016:131) berpendapat bahwa kebahasaan teks diskusi pada dasarnya sama dengan teks eksposisi karena teks eksposisi dan teks diskusi keduanya merupakan jenis teks argumentatif. Mungkin perbedaan yang paling jelas adalah penggunaan kata penghubung dalam memaparkan argumen yang berlawanan dalam teks diskusi, seperti namun, di samping itu, di sisi lain.

Menurut Peters dan Williamson (2000:10), kebahasaan dari teks diskusi yaitu menggunakan:
  1. nomina (kata benda) kolektif atau generik.
  2. verba aktif (akat kerja akftif)
  3. adjektiva (kata sifat) untuk mendukung atau melawan sebuah argumen.
  4. ungkapan langsung, terutama dalam diskusi form
  5. konjungsi (kata penghubung) antarparagraf untuk memperkuat argumen.
  6. kata dan frasa yang bertentangan dengan sisi lain dari diskusi.
  7. bahasa yang kuat, emotif, dan persuasif.
  8. teknik bahasa deskriptif.
  9. ragam bahasa penghakiman.
  10. kalimat perintah.
  11. Jenis kalimatnya kompleks dengan banyak klausa atau ungkapan untuk menjelaskan sudut pandang secara rinci.

Baca juga: Cara Menulis Teks Diskusi yang Efektif dan Contohnya

Teks Diskusi: Struktur, Analisis, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Soal

Sementara itu, Mulyadi (2015:107) berpendapat bahwa kebahasaan yang digunakan dalam teks diskusi yaitu menggunakan istilah umum, kata perbandingan atau pengontrasan, dan kata pendukung atau penolak.

Kaidah kebahasaan teks diskusi yaitu menggunakan kata hubung perlawanan seperti tetapi, sedangkan, tidak, bukan, melainkan, menggunakan kohesi leksikal dan kohesi gramatikal, mengawali dengan kalimat tanya, dan menggunakan kata modalitas.

Mungkin pula di dalamnya dijumpai pula kalimat-kalimat tanya. Berikut ciri-ciri lainnya: menggunakan kata penghubung (konjungsi) pertentangan: namun, melainkan, sedangkan, akan tetapi.

Menggunakan kata penghubung yang menyatakan alasan, seperti sebab, karena, oleh karena. Kata-kata seperti itu diperlukan untuk menghubungkan pendapat dengan fakta, pengalaman, ataupun pernyataan-pernyataan pendukung lainnya.

Menggunakan banyak kata teknis yang terkait dengan masalah yang menjadi fokus diskusi. Apabila isu yang dibahas itu berkenaan dengan pendidikan, seperti contoh teks di atas, maka kata-kata bidang pendidikan yang akan banyak muncul. Demikian pula apabila teks itu mengangkat isu tentang politik, isilah-istilah perpolitikan pula.

D. Contoh Soal Teks Diskusi

1. Perhatikan teks berikut ini!

(1) Di zaman yang modern ini, perkembangan internet meluas di seluruh dunia, tak terkecuali negara kita. Game online memang permainan yang bisa dimainkan pada komputer, laptop, tablet, atau bahkan handphone.

(2) Di satu sisi, banyak pihak yang setuju permainan game online ini, terutama para gamers yang ada di negeri ini. Mereka beranggapan tidak ada salahnya bermain games karena dilakukan hanya untuk kesenangan semata. Selain itu,anak-anak juga perlu hiburan. Jadi,wajar saja jika anak-anak di Indonesia senang sekali bermain game online ini. Ada beberapa game online yang bersifat mendidik sehingga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan kecerdasan anak.

(3) Kita sebagai remaja yang bijak dan berkarakter, tentunya harus bisa melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif. Bukan tidak boleh memainkan game online, tetapi kita harus membatasinya. Jadikan game online ini hanya sebagai hiburan untuk sementara saja. (4) Selain kesadaran diri para remaja tersebut, para orang tua juga sebaiknya harus dapat mengontrol semua kegiatan anak, sehingga apa yang dilakukan oleh anak mereka adalah hal yang benar-benar bermanfaat.

Pernyataan yang merupakan argumen mendukung pada teks tersebut ditandai dengan nomor….

  1. (1)
  2.  (2)
  3. (3)
  4. (4)

Bacalah teks berikut untuk menjawab soal 2 dan 3!

(1) Banyak orang berasumsi bahwa sampah ialah sesuatu yang tidak diperlukan lagi, maka dari itu sampah harusnya dimusnahkan dengan cara dibakar.(2)Tetapi bagi mereka yang mencintai alam, cara ini dianggap bukan sebagai solusi melainkan sebagai sebuah bencana baru.(3) Sampah-sampah yang dibakar bakal menghasilkan polusi udara berupa aroma yang tidak sedap asap pembakaran yang bisa menipiskan lapisan ozon. (4) Pada dasarnya sampah bisa diolah dan dimanfaatkan kembali.(5) Pengolahan dan penanganan sampah yang ramah lingkungan ialah cara paling cocok dan sesuai untuk menyelesaikan permasalahan sampah yang ada.

2. Pernyataan yang merupakan argumen menentang pada teks tersebut ditandai dengan nomor ….

  1. (2) dan (3)
  2. (3) dan (4)
  3. (4) dan (5)
  4. (1) dan (5)

3. Pernyataan yang menunjukkan kata kerja yang bertentangan dengan sisi lain dari diskusi pada teks tersebut adalah frasa ….

  1. “maka dari itu” pada kalimat pertama
  2. “tetapi dan bukan” pada kalimat kedua
  3. “tidak sedap” pada kalimat ketiga
  4. “pada dasarnya” pada kalimat keempat

Demikian pembahasan mengenai teks diskusi: struktur, analisis, kaidah kebahasaan, dan contoh soal. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *