Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan dan Contohnya yang Tepat

Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan dan Contohnya yang Tepat

paket-wisatabromo.com – Teks tanggapan merupakan jenis teks yang harus dikuasai peserta didik kelas IX semester 1 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berikut ini pembahasannya berkaitan dengan kaidah kebahasaan teks tanggapan dan contoh analisisnya.

Sebelum membahas mengenai kaidah kebahasaan teks tanggapan, baiknya diingat lagi mengenai pengertian, tujuan, ciri-cirinya.

Teks tanggapan adalah teks yang dibuat untuk menanggapi suatu permasalahan, biasanya berisi kritikan pedas terhadap hal yang berkaitan dengan kesalahan atau isu sosial. Di dalam teks tanggapan terdapat pula penilaian berupa kritik, saran, dan pujian.

Tujuan dari teks tanggapan adalah untuk memberikan penilaian tentang kelebihan dan kekurangan dari sebuah teks yang juga disertai dengan saran. Penilaian yang dilakukan haruslah objektif, sopan, logis, dan jelas.

Ciri-ciri teks tangggapan antara lain: memuat tanggapan terhadap fenomena yang terjadi di sekitar dengan disertai fakta dan alasan. Selain itu, mempunyai 3 struktur yaitu evaluasi, deskripsi teks, dan penegasan ulang.

Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan

Kaidah kebahasaan teks tanggapan meliputi empat hal. Keempat hal tersebut antara lain: menggunakan konjungsi, kalimat saran, kalimat aktif, dan kalimat deskripsi.

1.Konjungsi

Konjungsi disebut juga dengan kata penghubung. Terkadang disebut juga dengan konjungtor.

Konjungsi adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat, bahkan paragraf dengan paragraf.

Macam konjungsi

Menurut Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBI), konjungsi terbagi atas 3 macam. Ketiga macam itu antara laian: konjungsi koordinatif, subordinatif, dan korelatif.

Korelatif

a.Koordinatif

Konjungsi koordinatif hampir sama dengan konjungsi korelatif, perbedaannya adalah konjungsi ini terjadi pada klausa-klausa sederhana. Kata penghubung yang termasuk di dalam konjungsi koordinatif meliputi … dan …, … tetapi … , … atau … .

b.Subordinatif

Konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, klausa, yang memiliki status konjungsi bertingkat. Konjungsi subordinatif meliputi:

Pengandaian   andaikan, sekiranya, seandainya

Syarat  jika, kalau, asalkan, bila

Waktu  sesudah, sebelum, setelah, sejak, ketika, sementara, selama, sehingga, sambil

Tujuan agar, supaya

Cara    dengan

Penjelasan       bahwa

Pemiripan       seolah-olah, seakan-akan, seperti, sebagaimana

Sebab  sebab, karena, oleh karena

Konsesif           meskipun, walaupun, biarpun, sekalipun

c.Korelatif

Konjungsi korelatif digunakan untuk menghubungkan dua kata, frasa, klausa, yang memiliki status konjungsi setara. Konjungsi yang termasuk dalam konjungsi korelatif sebagai berikut:

Tidak …tetapi…, baik … maupun …, jangankan … pun …, bukan… melainkan…, bukan hanya … melainkan juga …, entah … entah …, sedemikian rupa … sehingga …tidak hanya … tetapi (juga) …

Ada tiga jenis konjungsi yang sering digunakan dalam teks tanggapan. Ketiga konjungsi itu adalah konjungsi penerang, temporal, dan penyebaban.

a. Konjungsi Penerang

Adalah kata penghubung yang bertugas menerangkan atau menjelaskan. Kata penghubung semacam itu antara lain: bahwa, yakni, yaitu, adalah, dan ialah.

Contoh:

Isi novel ini banyak memberikan pelajaran kepada pembacanya bahwa kita harus pandai bergaul pada orang lain.

b.Konjungsi Temporal

Yaitu kata penghubung yang menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau dua peristiwa.

Konjungsi temporal antara lain: sebelumnya, setelahnya, ketika, bila, sampai, demi, sementara, semenjak, tatkala, seraya, sejak, semenjak, kemudian, akhirnya, dll.

Contoh.

Ketika hujan tiba, air hujan langsung menggerus tanah-tanah pucuk, mengalir ke lembah-lembah, mengendap di dasar sungai dan di dasar bendungan.

Krisis air sudah terasa oleh masyarakat Cekungan Bandung, seperti ketika memasuki musim kemarau

Sejak saat itulah pemahaman Hasan tentang agama mulai berubah.

c. Konjungsi Penyebaban

Konjungksi penyebaban adalah kata penghubung yang digunakan untuk menyatakan sebab akibat dari sesuatu.

Konjungsi penyebaban terdiri atas; karena, sebab, karena itu, sebab itu.

Contoh:

Warga yang semula dapat memenuhi kebutuhan air bakunya dari sungai, kini sudah tak diharapkan lagi karena kualitas air yang semakin menurun.

Peran Ci Tarum semakin terus berkurang karena penghancuran wilayah sungai dan sungainya yang dilakukan oleh manusia yang sangat memerlukan, bahkan sangat tergantung akan keberadaan sungai itu.

2. Menggunakan Kalimat Saran

Kalimat saran adalah kalimat yang berisi pernyataan yang mengungkapkan jalan keluar untuk menyelesaikan sesuatu, pernyataan untuk suatu perbaikan.

Hal ini ditandai oleh penggunaan kata-kata seperti perlu, hendaknya, sebaiknya, seharusnya, seyogyanya, alangkah baiknya, alangkah lebih bainya.

Contoh
Hendaknya kita mau memaafkan kesalahan orang lain.

Alangkah baiknya kerja sama antara pemerintahan kota dan kabupaten tersebut ditingkatkan.

3. Menggunakan kalimat aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan atau perbuatan. Ciri kalimat aktif adalah predikatnya berupa kata kerja atau verba.

Pada umumnya, predikat dalam kalimat aktif berimbuhan me-N, dan ber-. Bisa juga berupa kata kerja aus, yakni kata kerja yang tidak mendapat imbuhan.

Contoh:

Sungai ini memberikan kehidupan bagi jutaan manusia di sekitarnya sekaligus memberikan kehidupan bagi jutaan manusia yang terkait dengan air Ci Tarum

Peran Ci Tarum semakin bertambah dengan dibangunnya tiga bendungan untuk PLTA yaitu Jatiluhur, Cirata, dan Saguling untuk energi listrik.

4. Menggunakan Kalimat Deskripsi

Yakni kalimat yang menggambarkan sesuatu yang ada dengan pemaparan yang rinci dan jelas.

Baca:

Contoh:

Ci Tarum, misalnya, sungai sepanjang 300 kilometer di Provinsi Jawa Barat, yang sumber airnya dari lereng-lereng gunung di sekeliling Cekungan Bandung, merupakan sungai besar dan panjang.

Untuk menambah pemahaman mengenai kaidah kebahasaan teks tanggapan, silakan unduh pada link di bawah ini.

Contoh analisis kaidah kebahasaan teks tanggapan (unduh)

Demikianlah pembahasan mengenai kaidah kebahasaan teks tanggapan. Semoga dapat menambah wawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *