Menelaah Teks Berita Berfokus pada Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

Menelaah Teks Berita Berfokus pada Struktur dan Kaidah Kebahasaannya

paket-wisatabromo.com – Menelaah teks berita merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik. Kegiatan dari menelaah teks berita adalah memahami dan mengkaji berbagai hal yang berkaitan dengan teks berita.

Pada kesempatan kali ini, kegiatan menelaah teks berita berfokus pada struktur teks berita dan kaidah kebahasaannya. Berikut ini penjelasannya.

1. Struktur Teks Berita

Teks berita yang baik adalah berita yang lengkap. Namun, tidak hanya kelengkapan, urutan juga perlu diperhatikan dalam menyusun teks berita.

Berita disajikan dalam struktur piramida terbalik. Informasi yang paling penting diletakkan di atas. Semakin ke bawah, informasi yang disampaikan semakin berkurang nilai pentingnya.

Urutan struktur teks berita yakni:

a. Kepala Berita

Lead atau teras berita atau kepala berita adalah bagian pembuka teks berita. Letaknya ada paling atas dan paling awal dan merupaka bagian yang paling penting.

Isi bagian lead dalam teks berita yakni unsur 5W + 1H yang disajikan dengan singkat. Isi lead tidak bertele-tele dan langsung pada inti berita. Ini agar pembaca segera mengetahui informasi dan tertarik membaca keseluruhan isi berita.

Contoh lead 1

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut Kabupaten Brebes belum optimal menggelar tes Covid-19. Pasalnya, jumlah penduduk Kabupaten Brebes sangat banyak, tetapi distribusi tes masih rendah. Selasa (11/8/2020).

Analisis 5W+1H sebagai berikut!

Siapa               : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Apa                  : Covid-19

Bagaimana      : belum optimal menggelar tes

Mengapa         : Pasalnya, jumlah penduduk Kabupaten Brebes sangat banyak, tetapi

                            distribusi tes masih rendah.

Dimana           : Kabupaten Brebes

Kapan              : Selasa (11/8/2020).

Contoh lead 2

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jakarta berjumlah 17.951 orang hingga Kamis (23/7/2020). Dari total kasus positif itu, sebanyak 11.302 pasien dinyatakan telah sembuh, sedangkan 767 pasien lainnya meninggal dunia.

Contoh lead 3

Sepuluh kambing di Desa Kepyar, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dalam sepekan terakhir dilaporkan mati secara misterius. Penyebab matinya hewan ternak milik warga ini diduga karena diserang hewan buas.

b. Tubuh Berita

adalah bagian tengah dari sebuah teks berita. Tubuh berita merupakan kelanjutan dari lead. Unsur 5W + 1H yang ada di lead, dikembangkan lebih jelas dan lebih terperinci lagi pada bagian ini. Bagian ini penting sifatnya.

Oleh karena itu, bagian tubuh berita biasanya adalah bagian yang paling panjang karena memuat banyak informasi. Informasi yang biasanya dimuat dalam bagian tubuh berita yakni penjelasan mengapa terjadi peristiwa, dan bagaimana peristiwa terjadi atau kronologi.

c. Ekor atau kaki berita (Leg/Tail Leg)

Sering Leg atau tail Leg, yang kadang disebut tail, adalah kaki berita yang letaknya pada bagian paling akhir dari sebuah teks berita. Bagian ini bisa memuat kesimpulan berita maupun informasi yang tidak terlalu penting.

Contoh:

Berita berjudul “2021, Pemerintah akan Bangun Bandara di Ibu Kota Baru”, bisa diakhiri dengan leg, “Warga sekitar berharap bandara mampu mendongkrak perekonomian.”

Berita berjudul “Kebakaran di Pasar Minggu, 20 Rumah Hancur”.  Legnya yakni: “Belum diketahui penyebab kebakaran maupun ke mana warga akan mengungsi.”

Contoh Analisis Struktur Teks Berita
Judul

Ganjar Sebut Kabupaten Brebes Paling Rendah Gelar Tes Covid-19

Kepala berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut Kabupaten Brebes belum optimal menggelar tes Covid-19. Pasalnya, jumlah penduduk Kabupaten Brebes sangat banyak, namun distribusi tes masih rendah Selasa (11/8/2020).

Tubuh berita
“Ada, kemarin saya lihat Brebes. Brebes paling rendah. Makanya Brebes akan kita dampingi, akan kita bantu.

Apa persoalannya agar nanti kita bisa serius untuk melakukan tracing. Kalau kita lihat Brebes itu kan penduduknya banyak,” jelas Ganjar, Selasa (11/8/2020). Dia mencontohkan, Pemerintah Kota Semarang gencar melakukan tes sehingga telah melampaui target.

Untuk itu, Pemkab Brebes disarankan melakukan upaya yang serupa. “Maksud saya kalau penduduknya banyak lakukan seperti Kota Semarang yang paling agresif dan sudah terlampaui banyak sekali, itu jauh lebih baik,” jelasnya.

Ganjar menduga belum optimalnya distribusi tes di setiap kabupaten/kota disebabkan oleh beberapa reagen yang diberikan ternyata tidak kompatibel dengan alatnya.

Terkait hal ini, dirinya sudah meminta Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk mencari alat yang kompatibel secepatnya. “Ada banyak yang alat habis pakai bermasalah. Kemarin ada bantuan ternyata tidak kompatibel. Sekarang mesti fitting, sehingga ada bantuan peralatan habis pakai itu kira-kira ini pas tidak dengan mesinnya.

Ekor berita

Maka saya minta untuk identifikasi agar tidak terjadi false. Kalau terjadi false negatif bahaya, kalau false positif orangnya kaget,” jelasnya. Selain itu, Ganjar juga mendorong keberadaan puskesmas dalam hal pengamatan upaya pengoptimalan tes Covid-19.

Salah satu alasannya adalah keberadaan puskesmas bisa menjangkau sampai ke wilayah terkecil. Untuk menjadikan basis, maka diperlukan penguatan sumber daya manusia di puskesmas.

Hal itu juga yang tengah diupayakan oleh Satgas Covid-19 Jawa Tengah. “Termasuk kita minta puskesmas dijadikan basis untuk melakukan surveilance sehingga bisa membantu dan distribusi setiap kabupaten/kota agar bisa dioptimalkan,” katanya.

2. Kaidah Kebahasaan Teks Berita

Kaidah-kaidah yang dimaksudkan adalah sebagai berikut.

a. Penggunaan bahasa yang bersifat standar (baku).

Hal ini untuk menjembatani pemahaman banyak kalangan karena bahasa standar lebih mudah dipahami oleh umum. Bahasa-bahasa yang bersifat popular ataupun yang kedaerahan akan dihindari oleh media-media nasional.

Bahasa baku merupakan ragam bahasa yang cara pengucapan ataupun penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar atau kaidah-kaidah yang dibakukan.  Adapun pedoman kebakuan berbahasa adalah tatabahasa baku bahasa Indonesia, kamus umum bahasa Indonesia, dan ejaan yang disempurnakan (EYD).

Selain itu, dikenal pula bahasa tidak baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan atau penulisannya tidak memenuhi kaidah-kaidah standar tersebut. Kata tidak baku boleh saja digunakan dalam kegiatan berkomunikasi santai.

Perhatikan contohnya di bawah ini!

Ngak salah kalo antusiasme peserta begitu besar. Sejak awal workshop dibuka, peserta yang kebanyakan masih berseragam putih abu-abu ini semangat mengikuti materi yang diberikan oleh Mas Agung.

Menurut Mas Agung, yang kudu diperhatikan dalam pembuatan skenario film itu adalah detil tulisan, dan deskripsi setiap kejadian yang ingin digambarkan. “Bahasa yang dipake dalam pembuatan skenario film itu harus yang gampang dimengerti, bisa diinterpretasi, dan jelas deskripsi visualnya. Makanya pemilihan kata itu sangat penting dalam movie scriptwriting,” jelasnya.

Kata-kata: gak, kalo, kudu, detil, dipake, dan gampang dalam cuplikan berita di atas, merupakan beberapa contoh kata tidak baku. Kata-kata seperti itu boleh saja digunakan dalam tulisan pupuler ataupun pergaulan sehari-hari. Namun, apabila tulisan itu ditujukan untuk kepentingan yang bersifat resmi, maka kata-kata bakulah yang harus digunakan.

b. Penggunaan kalimat langsung sebagai varian dari kalimat tidak langsungnya. Kalimat langsung ditandai oleh dua tanda petik ganda (“…”) dan disertai keterangan penyajinya.

Penggunaan kalimat langsung terkait dengan pengutipan pernyataan-pernyataan oleh narasumber berita.

Contoh: Bapak Anies Baswedan mengatakan bahwa pelaku yang membocorkan soal ujian sudah diselidiki. Ia memaparkan bahwa pelaku pembocoran akan diproses hukum sesuai pasal yang berlaku.

c. Penggunaan konjungsi “bahwa” yang berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya. Hal itu terkait dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.

d. Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan, seperti: kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya. Hal ini terkait dengan pola penyajian berita yang umumnya mengikuti pola kronologis (urutan waktu).

Contoh:

1). Setelah mendapat laporan tersebut, Menteri Pendidikan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi untuk memblokir tautan di Google yang berisi konten illegal tersebut.

2). Terjadi banjir bandang di sekitar Sungai Ciliwung, banjir tersebut diduga karena hujan yang turun sangat deras dari jam 19.00 WIB hingga pagi jam 09.00 WIB.

Artikel terkait:

Demikian pembahasan mengenai hal yang berkaitan dengan menelaah teks berita berfokus pada struktur dan kaidah kebahasaanya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *