Mengidentifikasi Teks Berita : Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, dan Strukturnya

Mengidentifikasi Teks Berita : Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, dan Strukturnya

paket-wisatabromo.com – Mengidentifikasi teks berita merupakan bagian dari bahan belajar teks berita. Materi ini harus dikuasai oleh peserta didik kelas VIII semester 1.

Mengidentifikasi teks berita dapat diartikan sebagai upaya mengetahui identitas unsur teks berita. Unsur-unsur tersebut dapat meliputi pengertian, ciri-ciri, dan unsur-unsur teks berita.

1. Pengertian Teks Berita

Teks berita ialah laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang faktual yang baru dan luar biasa sifatnya. Sebuah laporan atau pemberitahuan mengenai terjadinya sebuah peristiwa atau keadaan yang bersifat umum dan baru saja terjadi yang disampaikan oleh wartawan juga dapat disebut sebagai teks berita.

Jadi, teks berita yaitu teks yang memuat informasi tentang kabar atau pemberitahuan tentang sesuatu hal yang disampaikan secara langsung oleh pembicara atau pembawa pesan atau melalui radio dan televisi.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas,dapat disimpulkan bahwa teks berita adalah teks yang isinya mengenai segala hal yang terjadi di dunia ini yang berupa fakta, dan ditulis di media cetak, disiarkan di radio, ditayangkan di televisi, atau diunggah di situs.

2. Ciri-Ciri Teks Berita

  1. Kejadian itu merupakan suatu fakta; artinya, kejadian yang berlangsung dalam imajinasi atau berdasarkan cerita yang tidak jelas kebenarannya tidak layak dan tidak dapat dijadikan berita. Jadi, bahwa berita bukanlah sebuah karya fikasi yang berlandaskan imajinasi penulis.
  2. Kejadian itu baru; artinya suatu peristiwa yang terjadi bukan yang lalu tidak mempunyai nilai lagi sebagai sebuah berita yang layak disiarkan kecuali berita merupakan ulasan dan penggambaran latar belakang.
  3. Luar biasa; artinya peristiwa atau kejadian yang jarang terjadi dan mengherankan merupakan bahan berita yang baik.
  4. Penting dan ternama; artinya peristiwa itu melibatkan orang penting, ternama, terkenal secara luas, pujaan masyarakat, pejabat penting, ilmuwan, artis, politikus, bintang film, dan lain-lain.
  5. Skandal dan persengketaan; artinya sesuatu yang berupa persengketaan seperti persengketaan negara atau provinsi menarik menjadi berita, apalagi persengketaan itu meruyak menjadi peperangan.
  6. Dalam lingkungan sendiri; artinya suatu kejadian atau peristiwa yang dinilai penting bila kejadian itu berada dalam lingkungan sendiri.
  7. Sesuai dengan selera dan minat konsumen berita; artinya, suatu berita yang baik dan patut menjadi berita diputuskan setelah mempertimbangkan kesesuainnya dengan minat dan selera pembaca atau pendengar berita tersebut.

3. Unsur Teks Berita

Agar dapat mengidentifikasi teks berita, kita perlu mengetahui unsur-unsur teks berita terlebih dahulu. Berikut ini disajikan unsur-unsur teks berita.

Berdasarkan struktur atau susunannya, teks-teks tersebut dapat kita kelompokkan ke dalam dua bagian, yakni berupa informasi yang penting dan informasi yang tidak penting. Informasi penting disebut juga pokok-pokok informasi atau unsur-unsur berita (utama).

Dalam ilmu jurnalistik atau ilmu persuratkabaran, pokok-pokok informasi terangkum dalam rumus 5W + 1H. Dalam bahasa Indonesia, pokok-pokok informasi itu dapat pula disingkat dengan ADIKSIMBA (Apa, DI mana, SIapa, Mengapa, BAgaimana).

Apa (what) peristiwanya?

Siapa (who) yang mengalami peristiwa itu?

Di mana (where) terjadinya peristiwa itu?

Kapan (when) terjadinya peristiwa itu?

Mengapa (why) peristiwa itu terjadi?

Bagaimana (how) proses peristiwanya?

Keenam pertanyaan itu lazim ditempatkan di bagian awal pemberitaan yang kemudian sering disebut sebagai unsur-unsur berita. Bagian ini disimpan pada bagian kepala berita (lead) dan tubuh berita.

Adapun susunan dari unsur-unsur berita itu biasa variatif. Misalnya, ada yang didahului dengan penyajian “apa”, ada pula yang diawali dengan “kapan”. Pertanyaan “bagaimana” biasanya ditempatkan pada bagian badan berita. Informasi yang kurang penting yang lazim disebut pula uraian atau ekor berita.

Bagian ini berada setelah kepala atau tubuh berita. Bagian ekor berita merupakan bagian berita yang tidak begitu penting. Dengan struktur penyajian yang semacam itulah, susunan informasi di dalam suatu pemberitaan tersaji dalam pola piramida terbalik.

Bagian awal merupakan bagian pokok dan semakin ke bawah berita itu merupakan perincian-perinciannya yang sifatnya cenderung tidak penting.

Artikel terkait:

4. Struktur Berita

Penyajian informasi seperti itu, segi kepentingan suatu informasi semakin ke bawah semakin berkurang. Sebaliknya, informasi yang paling penting terletak pada bagian atas.

Oleh karena itu, jika kita tidak cukup waktu untuk membaca keseluruhan informasi, dengan hanya memperhatikan bagian awalnya, kita telah cukup mendapatkan informasi pokok yang merangkum keseluruhan isi berita.

Adapun struktur berita sebagai berikut:

Pertama, Kepala berita:sangat penting

Kedua, Tubuh Berita: penting

ketiga, Ekor Berita   : kurang penting

Demikian pembahasan mengenai hal yang berkaitan dengan mengidentifikasi teks berita yang meliputi pengertian, ciri-ciri, unsur-unsur dan strukturnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *