Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi yang Dibaca dan Didengar

Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi yang Dibaca dan Didengar

paket-wisatabromo.com – Teks cerita fantasi bersinonim dengan teks ceriata imajinasi. Kedua istilah tersebut termasuk teks narasi yang mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa. Sedangkan teks imajinasi mengisahkan sebuah cerita tentang hasil rekaan dan khayalan dari seorang penulis.

Cerita fantasi merupakan bahan tertulis untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuatan, pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka.

Sebagai bahan ajar, teks cerita fantasi sangat menarik untuk dipelajari. Isi ceritanya menyenangkan karena keanehannya. Peserta didik tidak hanya dituntut memahami pengertian, ciri-ciri, tetapi juga dituntut agar dapat mengidentifikasi unsur cerita Fantasi.

Untuk mengidentifikasi unsur cerita fantasi, bisa diawali dengan memahami pengertian dan ciri-ciri teks cerita fantasi.

1. Pengertian

Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa dan mungkin terjadi.

Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Tema fantasi adalah majik, supernatural atau futuristik.

2. Ciri-Ciri Cerita fantasi

Setiap cerita memiliki unsur-unsur sebagai pembeda dengan teks lainnya. Unsur-unsur cerita imajinasi ialah

(1) adanya keajaiban, keanehan,atau kemisteriusan. Dalam hal ini, penulis menciptakan sesuatu yang berbeda dengan jenis cerita lain dengan menghadirkan dunia imajinatif. misalnya dunia air untuk mendukung cerita dari Putri Duyung. Atau memunculkan keajaiban tokoh misalnya Fino si putri Belanda yang dapat mengubah dirinya menjadi burung gagak,

(2) ide cerita, Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayali yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang menarik. Tema cerita fantasi adalah majik, supernatural atau futuristik.

Contoh, pertempuran komodo dengan siluman serigala untuk mempertahankan tanah leluhurnya, petualangan di balik pohon kenari yang melemparkan tokoh ke zaman Belanda, zaman Jepang, kegelapan karena tumbukan meteor, kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi canggih pada 100 tahun mendatang.

(3) Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu), peristiwa yang dialami oleh tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan nyata dan latar yang tidak ada di kehidupan nyata.

Misalnya, tokoh Nono bisa mengalami kejadian pada beberapa latar (latar waktu liburan di Wligi, latar zaman Belanda, dan sebagainya). Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.

(4) Tokoh unik (memiliki kesaktian), tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari, dan

(5) Tokoh memiliki kesaktian-kesaktian tertentu dan mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari. Selain itu, Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Dan tokoh dapat ada pada setting waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang/futuristik), dan

(6) bahasa,

Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

3. Unsur-Unsur Intrinsik Cerita Fantasi

Unsur intrinsik cerita fantasi terdiri atas 6 unsur yaitu tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun suatu karya sastra di dalam karya sastra itu sendiri.

Tema, yaitu ide yang paling mendasar yang menjadi acuan untuk mengembangkan suatu cerita.

Alur, yaitu jalan atau alur cerita yang berupa peristiwa-peristiwa yang tersusun dan saling berkaitan satu sama lain.

Tokoh dan penokohan, yaitu karakter dari pemeran atau pelaku didalam suatu cerita.

Latar, yaitu tempat, waktu, serta suasana yang menjadi latar belakang suatu cerita.

Sudut pandang, yaitu posisi pengarang dalam membawakan suatu cerita.

Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya.

4. Jenis Teks Cerita Fantasi

a. Berdasarkan kesesuaiannya dengan kehidupan yang nyata, cerita fantasi dibagi menjadi 2 yaitu fantasi secara total dan fantasi sebagian (irisan).

Cerita Fantasi Total

Kategori ini berisi fantasi pengarang terhadap objek tertentu. Pada kategori ini semua yang terdapat pada cerita tidak semua terjadi dalam dunia nyata.

Cerita Fantasi Irisan

Kategori ini berisi cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang sama pada dunia nyata, atau peristiwa yang pernah terjadi pada dunia nyata.

b.Berdasarkan latar ceritanya, cerita fantasi dibedakan menjadi 2 latar yaitu latar lintas waktu dan latar waktu sezaman.

Latar Fantasi Sezaman

Maksudnya latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, masa lampau, atau masa yang akan datang/futuristik).

Latar Fantasi Lintas Waktu

Maksudnya berarti cerita fantasi yang menggunakan 2 latar waktu yang berbeda. Misalnya: masa sekarang dengan masa pada zaman prasejarah, masa sekarang dan masa 50 tahun mendatang/futuristik).

5. Contoh 1

Berlian-Tiga-Warna Oleh Fanisa Miftah Riani

Anika menemukan tiga kotak berwarna ungu, biru, dan kuning di kamar ibunya. Kata ibunya jika ada tiga sahabat yang menyukai warna seperti pada kotak itu akan mendapatkan petualangan indah dan sekaligus mendapatkan berlian itu. Tapi waktu yang diberikan untuk berpetualang hanya satu jam.

Anika menyukai warna ungu. Tamika, teman dekat Anika, menyukai warna biru. Dan Chika menyukai warna kuning. “Saya ingin mencoba petualangan indah itu Bu. Saya punya sahabat yang menyukai warna itu,” Anika meyakinkan ibunya. Dengan kesepakatan ketiga sahabat itu berkumpul di rumah Anika.

Minggu pukul 6 mereka semua masuk ke kamar Anika yang serba Biru. Di kamar Anika serasa ada di langit. “Ayo kita buka kotak masing-masing sesuai dengan warna kesukaan. Sekarang kita buka satu… dua… tiga!!!” “WAWWWWW,” lima detik kemudian mereka terlempar di gerbang

sebuah kerajaan. Mereka terkejut karena di hadapannya berdiri seorang ratu yang seluruh tubuhnya dihiasi berlian.

“Selamat datang di negeri kami, peramal kerajaan mengatakan bahwa akan datang tiga anak yang akan menyelamatkan putri kami. Saya mempunyai anak yang bernama Candy. Ia tertidur sejak dua tahun yang lalu dikarenakan ia memakai tiga kalung berlian sekaligus,” Setetes air mata pun jatuh dari wajah Sang Ratu. “Tolong selamatkan puteriku,” “Ta…ta…tapi…” Cika dan

Tamika memprotes bersamaan karena mereka berdua membayangkan akan bersenang-senang dalam petualangannya. “Cika, Tamika ayo kita tolong Puteri, mereka sedang menghadapi masalah,” Anika mantap menjawab sambil menarik dengan paksa kedua tangan sahabatnya yang masih ragu.

“Itu puteri Candy,” Anika berlari menuju puteri tempat tidur Candy. Dengan ragu Tamika dan Cika ikut mendekat. “Ayo kita ambil sesuai warna!” Anika menjelaskan. “Baik!” Jawab

Tamika dan Cika serempak. Setelah itu… “Hoooaaii…” Putri Candy menguap. Pelan-pelan matanya terbuka.“Oh! Terima kasih! Terima kasih! Sebagai hadiahnya ambil ini!” Ratu memeluk ketiga gadis itu lalu memberikan tas yang lumayan besar.

“Terimalah ini sebagai sebagai ungkapan terima kasih kami,” Ratu berucap penuh haru. Dengan cepat Tamika dan Chika menyahut tas yang diberikan Ratu. Tapi mereka berdua tidak kuat mengangkat tas besar itu.

“Waktu kita tinggal 15 menit lagi kita harus segera pergi,” Anika berrteriak. “Tapi tas berisi berlian ini tidak bisa kita bawa,” kata Tamika dan Chika hampir bersamaan. “Tinggalkan saja tas itu yang penting kita harus keluar dari kerajaan ini,” tegas Anita.

Anika menarik kedua tangan sahabatnya untuk menyatukan ketiga kotak berlian tiga warna. Dan buuumm…! Mereka terlempar kembali ke atas tempat tidur Anika. “Gagal total petualangan kita karena kita meninggalkan satu tas besar isi berlian itu,” Tamika berteriak ke arah Anika.

“Kamu menyia-nyiakan rejeki yang ada di depan kita,” Chika menimpali dengan keras. Anika dengan tenang memegang kedua tangan sahabatnya. “Kita tidak gagal dan kita tidak sia-sia. Kita telah berhasil menolong orang dan menyelamatkan diri kita sendiri.

Untuk apa setumpuk berlian tapi riwayat kita tamat?” Anika menggenggam erat tangan sahabatnya. Tamika dan Chika menyambut erat genggaman tangan Anika. Ketiga sahabat itu saling merangkul.

 Artikel terkait:

Contoh:

Kerbau dan Sapi yang Bertukar Kulit

Pada suatu masa, ada kerbau dan sapi yang bersahabat. Sapi berkulit hitam kecoklatan sementara kerbau berkulit putih. Pada suatu hari, datanglah pendatang baru di sebuah padang rumput, ia adalah banteng yang memiliki tanduk runcing. Ia terlihat sangat gagah dan membuat rapi betina kagum terhadapnya.

Kabar adanya banteng gagah tersebut tersebar dengan sangat cepat. Iapun menjadi primadona. Sapi jantan yang warnanya hitam kecoklatan tak begitu peduli. Namun, si kerbau justru merasa iri dan cemburu kepada banteng tersebut.

Ia berkata, “Apa sih hebatnya dia? Aku juga mempunyai tanduk yang besar dan runcing. Badan juga gagah. Cuma hanya berbeda warna kulit saja. Seandainya kulitku hitam aku pasti lebih gagah dibandingkan banteng itu”.

Iapun memiliki ide untuk mengubah warna kulitnya. Dan, Iapun mendatangi sapi yang tengah berendam di sungai. Kerbau merayu sapi agar ia mau bertukar kulit. Namun, sapi tetap enggan karena ia bersyukur dengan nikmat Tuhan.

Kerbau tetap saja membujuk sapi dan memohon atas nama persahabatan. Sapipun akhirnya kasihan dan bersedia tukar warna kulit. Namun, sapi memberi syarat bahwa sesudah bertukar, kerbau harus bersyukur dengan apa yang dimiliki. Tanpa berfikir panjang, kerbau akhirnya menyanggupi.

Akhirnya mereka bertukar kulit, namun ternyata kulit si sapi terlalu kecil dan sempit untuk kerbau yang besar. Sehingga pakainnya terasa sesak. Sementara kulit kerbau yang dipakai oleh sapi kebesaran. Lantaran merasa kurang nyaman dengan kulitnya tersebut, kerbau Kembali mengajak sapi bertukar. Namun, sapi tidak mau.

Akhirnya, kerbau merengek kepada sapi untuk minta bertukar kulit dimanapun mereka bertemu. Namun,tetap saja sapi tidak mau bertukar. Akhirnya, sang kerbau menyesal karena sudah tidak mensyukuri apa yang ia dapatkan dari Tuhan. Padahal itu adalah yang terbaik untuknya.

Demikianlah pembahasan mengenai kompetensi dasar Mengidentifikasi Unsur Cerita Fantasi (Cerita Imajinasi) yang Dibaca dan Didengar. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *