Menulis Teks Cerita Fantasi Kreatif Berfokus pada struktur & Bahasanya

Menulis Teks Cerita Fantasi Kreatif Berfokus pada struktur & Bahasanya

paket-wisatabromo.com – Menulis Teks Cerita Fantasi berarti menyajikan gagasan berupa cerita fantasi secara tertulis. Fokus menulis teks cerita fantasi ini berfokus pada struktur dan kaidah kebahasaannya. Sehingga memudahkan kita Menyusun rangkaian peristiwa dalam cerita.

A. Hal yang harus diperhatikan dalam menulis teks cerita fantasi

Jenis Cerita fantasi

Berdasarkan kesesuaiannya dengan kehidupan yang nyata, cerita fantasi dibagi menjadi 2 yaitu fantasi secara total dan fantasi sebagian (irisan).

Cerita Fantasi Total

Kategori ini berisi fantasi pengarang terhadap objek tertentu. Pada kategori ini semua yang terdapat pada cerita tidak semua terjadi dalam dunia nyata.

Cerita Fantasi Irisan

Kategori ini berisi cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang sama pada dunia nyata, atau peristiwa yang pernah terjadi pada dunia nyata.

Berdasarkan latar ceritanya, cerita fantasi dibedakan menjadi 2 latar yaitu latar lintas waktu dan latar waktu sezaman.

Latar Fantasi Sezaman

Maksudnya latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, masa lampau, atau masa yang akan datang/futuristik).

Latar Fantasi Lintas Waktu

Maksudnya berarti cerita fantasi yang menggunakan 2 latar waktu yang berbeda. Misalnya: masa sekarang dengan masa pada zaman prasejarah, masa sekarang dan masa 50 tahun mendatang/futuristik).

Berdasarkan pemahaman terhadap jenis cerita fantasi, kita bisa menetapkan jenis cerita fantasi yang akan disusun.

Struktur

Teks cerita fantasi memiliki struktur yang hampir sama dengan struktur teks sastra lainnya di antaranya orientasi, komplikasi, dan resolusi.

1. Orientasi (Pembukaan)

yaitu dimana pengarang memberikan pengenalan tentang tema, penokohan, latar, tokoh serta konflik dan sedikit alur cerita kepada para pembaca.

2. Komplikasi

berisi tentang hubungan sebab akibat munculnya suatu permasalahan hingga masalah memuncak dimana komplikasi tersebut dikembangkan dengan cara pengenalan tokoh lainnya, mengubah latar, atau menembus ke zaman yang berbeda.

 3. Resolusi

Bagian ini merupakan penyelesaian dari permasalahan atau konflik yang sedang terjadi. Hal ini merupakan bagian penentu yang mengarah pada ending. Dan resolusi tersebut dikembangkan dengan cara lompatan waktu, penggunaan sebab-akibat yang unik serta dikembangkan dengan unsur kejutan.

Resolusi dapat dipahami sebagai penyelesaian suatu masalah dalam cerita. Bagian ini merupakan bagian penentu yang akan mengarah pada akhir cerita apakah berakhir dengan kebahagiaan atau kesedihan (happy ending dan sad ending).

Bahasa

1. Kata Ganti dan Nama Tokoh.

Di dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBI) dijelaskan mengenai kata ganti.

Kata ganti di dalam Bahasa Indonesia ada tiga macam, yakni kata ganti orang pertama, kedua, dan ketiga. Pengertian Kata ganti orang pertama adalah kata ganti orang yang mengajak berbicara. Orang yang diajak berbicara merupakan kata ganti orang kedua. Sedangkan orang yang dibicarakan adalah kata ganti orang ketiga.

Di dalam Bahasa Indonesia, kata ganti baik orang pertama, kedua, dan ketia dikenal jenisnya tunggal dan jamak. Tunggal jika jumlahnya hanya satu, jamak jika jumlahnya banyak atau lebih dari satu.

2. Kata Konotasi

Konotasi adalah makna emosional yang bersifat subjektif dan melekat pada suatu kata atau frasa. Sementara itu, makna eksplisit dan harfiah dari suatu kata atau frasa disebut denotasi.

3.Kata Khusus

Kata khusus ialah kata-kata yang ruang lingkup dan cakupan maknanya lebih sempit atau disebut juga dengan hiponim.

4. Citraan: penglihatan, pendengaran, perabaan, perasaan.

5. Kata sambung penanda urutan waktu

Kata sambung urutan waktu itu, sementara itu, bersamaan dengan itu, tiba-tiba, ketika, sebelum, dan sebagainya. Penggunaan kata sambung uruan waktu untuk menandakan datangnya tokoh lain atau perubahan latar, baik latar suasana, waktu, dan tempat.

6.Penggunaan kata/ungkapan keterkejutan.

Penggunaan kata/ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakan cerita (memulai masalah).

7.Penggunaan dialog/kalimat langsung dalam cerita.

B. Langkah-langkah menulis

  1. Menemukan ide penulisan ialah berhubungandengan menemukan ide dengan mengamati objek nyata lalu diberi imajinasi,
  2. Penggalian ide cerita dari membaca ialah ide cerita fantasi dapat diperoleh melalui membaca buku pengetahuan atau buku ilmiah tentang ruang angkasa, hewan langka, biografi tokoh, dan lainnya.
  3. Membuat rangkaian peristiwa ialah yang berhubungan dengan kronologi kisah dalam cerita yang melibatkan tokoh dan konfliknya.

Dari ide yang sudah kamu temukan, buatlah rangkaian peristiwa sehingga tercipta cerita fantasi yang unik.

Contoh

Ide cerita: bertemu pahlawan yang memprotes kemalasan generasi muda zaman sekarang

Tema: pemuda yang malas akan menimbulkan kehancuran bangsanya

Rangkaian Cerita

  1. Tokoh dihukum guru karena tidak menyerahkan tugas.
  2. selalu menunda tugas sehingga dihukum guru untuk membaca buku biografi.
  3. Ke perpustakaan mencari buku.
  4. Buku biografi para pahlawan seakan hidup dan menyeret tokoh masuk dalam masa peperangan.
  5. Bertemu dengan Bung Tomo dan berdialog tentang perjuangan pemuda pada 10 Nopember.
  6. Beradu argumen dengan Bung Tomo.
  7. Dihadapkan pada peperangan 10 Nopember.
  8. Yang malas menimbulkan masalah dalam perjuangan.
  9. Bertemu dan berdialog dengan para pemuda pejuang.
  10. Kembali pada dunia nyata dan menyadari kekeliruannya selama ini.

4.Mengembangkan cerita fantasi ialah berdasarkan deretan peristiwa yang sudah dirancang kemudian dikembangkan watak tokoh, latar, dialog antartokoh sehingga menjadi cerita secara utuh.

C. Kriteria Teks Cerita Fantasi yang Baik

  1. Ada keajaiban, sesuatu yang aneh dan misterius. Cerita fantasi mengungkapkan hal-hal yang sifatnya tidak nyata, ajaib, dan misterius.
  2. Ide cerita terbuka.
  3. Latar bisa menembus ruang dan waktu.
  4. Ada tokoh yang tak biasa atau unik.
  5. Fiktif semata.
  6. Bahasa komunikatif dengan menggunakan tujuh kriteria Bahasa yang digunakan dalam teks cerita fantasi.
  7. Adanya kelengkapan struktur teks cerita fantasi

Judul 

Apakah judul menggambarkan keseluruhan isi teks?

Apakah judul singkat, padat, dan jelas?

Orientasi     

Apakah ada perkenalan tentang para pelaku, terutama pelaku utama, apa yang dialami pelaku, dan di mana peristiwa itu terjadi?

Komplikasi      

Apakah muncul konflik, para pelaku bereaksi terhadap konflik, kemudian konflik meningkat?

Apakah pengarang membangun konflik dengan cara yang menarik?

Konflik batin ataukah fisik?

Apakah konflik mencapai puncaknya?

Apakah puncak konflik tersebut dikemas dengan cara yang unik, menarik, atau mengesankan?

Resolusi    
  1. Apakah konflik terpecahkan dan terdapat penyelesaiannya?
  2. Penyelesaian bersifat terbuka (pembaca dibebaskan untuk melanjutkan akhir ceritanya) atau tertutup (pengaranglah yang menunjukkan akhir ceritanya)?
  3. Apakah penyelesaiannya menarik atau mengesankan?

Artikel terkait:

8. Adanya unsur amanat

Amanat atau Moral (Tersurat/ Tersirat) Apakah ada pesan-pesan moral yang disuarakan pengarang?

Dan Apakah pesan-pesan itu disampaikan secara tersurat atau tersirat?

Begitu juga, Apakah pesan-pesan itu disampaikan secara wajar, tidak menggurui?

9. Orisinalitas ide

Apakah karyamu asli hasil idemu sendiri dan belum pernah ada sebelumnya? Asli tetapi modifikasi.

10. Kreativitas pengembangan cerita Apakah peristiwa yang dikembangkan rinci dan unik?

Apakah pilihan kata dalam cerita menarik?

Apakah dialog-dialog yang dikembangkan menarik dan menghidupkan cerita?

Demikianlah pembahasan mengenai kompetensi dasar Menulis Teks Cerita Fantasi Kreatif Berfokus pada struktur & Bahasanya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *