Puisi-Puisi tentang Guru: Karya Chairil Anwar, Kahlil Gibran dan W.S. Rendra Untuk Hari Guru

Puisi-Puisi tentang Guru: Karya Chairil Anwar, Kahlil Gibran dan W.S. Rendra Untuk Hari Guru

paket-wisatabromo.com-Peringatan Hari Guru sebentar lagi tiba. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dalam peringatan terebut. Salah satunya adalah lomba baca Puisi. Berikut ini disajikan Puisi-Puisi tentang Guru yang dapat dijadikan referensi Panitia Lomba.

Puisi-Puisi tentang Guru ini diperoleh dari berbagai sumber sehingga terkumpullah puisi yang tepat bertema hari guru.

Puisi-Puisi tentang Guru ini diambil dari penulis puisi terkenal dan ternama. Penulis puisi tersebut antara lain karya Chairil Anwar, kahlil Gibran, dan WS Rendra. Ketiga penulis puisi tersebut adalah penulis ternama pada zamannya.

Semoga puisi-puisi yang disajikan ini dapat menginspirasi siapa saja. Selain itu, semoga para guru makin semangat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Berikut ini adalah Puisi-Puisi Hari Guru
A. Puisi Karya Chairil Anwar
1. Guruku A+

Mataku terperosok ke depan

Ketika kamu memasuki kelas

Kamu seorang guru yang lucu

Kamu seorang guru yang keren

Kamu pintar, imut dan ramah

Kamu menolong kami semua

Dan jika aku harus menilaimu

Bagiku, kamu A+

2. Bintang

Aku mencintai kelasmu

Kamu membantuku ‘tuk melihat

Bahwa untuk hidup bahagia

Belajar adalah kuncinya

Kamu memahami muridmu

Kamu perhatian dan pandai

Kamu guru terbaik yang pernah ada

Aku tahu itu dari awal kita bertemu

Aku memperhatikan kata-katamu

Kata-kata dari seorang guru sejati

Kamu lebih dari teladan terbaik

Sebagai guru, kamu adalah bintang

3. Didikan Keras

 

Ketika aku memasuki kelasmu, aku berpikir

Tantangan apa yang akan kau berikan padaku

 

Kamu memberiku motivasi untuk melewatinya

Dan menolak kelemahan yang meragukan diri

Kamu sungguh telah membuka pikiranku

Dengan kebijakan, keras dan ketegasan

 

Kamu membantuku untuk melihat atas

Menemukan tujuan yang harus kucapai

Kamu mengeluarkanku dari kegalauan

Terima kasihku atas jerih payahmu

 

Apa yang kau ajarkan akan menumbuhkanku

Perhatianmu sangat menyentuh hati dan pikiranku

Aku akan selalu mengingat jeweranmu

Aku berharap semua guru sepertimu

4. Terima Kasih, Guru

Terima kasih, guru

Untuk teladan yang telah kau berikan

Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan

Dan merefleksikan itu semua pada karakter dan pribadiku

Aku mau menjadi sepertimu

Pintar, menarik, dan gemesin,

Positif, percaya diri, protektif

Aku mau menjadi sepertimu

Berpengetahuan, pemahaman yang dalam

Berpikir dengan hati dan juga kepala

Memberikan kami yang terbaik

Dengan sensitif dan penuh perhatian

Aku mau menjadi sepertimu

Memberikan waktumu, energi dan bakat

Untuk meyakinkan masa depan yang cerah

Pada kita semua.

Terima kasih, guru

Yang telah membimbing kami

Aku mau menjadi sepertimu

5. Guruku Nomor Satu

Dengan namamu yang pengasih dan penyayang.

Aku bahagia karena kamu adalah guruku

Aku menikmati setiap pelajaran yang kamu ajarkan

Sebagai seorang teladan, kamu menginspirasiku

Untuk bermimpi, untuk bekerja dan untuk menggapai

Dengan kebaikanmu, aku memperhatikanmu

Tiap hari kamu menanamkan benih-benih

Dengan motivasi dan pengalaman hidupmu

Agar kutahu, agar kutumbuh dan agar kusukses

Kamu menolongku mengembangkan potensiku

Aku berterima kasih untuk semua jasa-jasamu

Aku mendoakanmu tiap hari, dan aku ingin berkata

Sebagai seorang guru, kamu nomor satu

B. Puisi Karya Kahlil Gibran
Guru

Barang siapa mau menjadi guru

Biarlah dia memulai mengajar dirinya sendiri

Sebelum mengajar orang lain

Dan biarkan pula dia mengajar dengan teladan

Sebelum mengajar dengan kata-kata

Sebab, mereka yang mengajar dirinya sendiri

Dengan membenarkan perbuatan-perbuatan sendiri

Lebih berhak atas penghormatan dan kemuliaan

Daripada mereka yang hanya mengajar orang lain

Dan membenarkan perbuatan-perbuatan orang lain

C. Puisi karya W.S. Rendra
Tentang Guru

Murid-murid mengobel kentit ibu gurunya

Bagaimana bisa itu mungkin?

Itu mungkin.

Sebab tak ada patokan untuk apa saja

Semua boleh.

Semua tak boleh.

Tergantung pada cuaca

Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja

Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata

Ibu guru perlu sepeda motor dari Jepang

Ibu guru ingin hiburan juga cahaya

Ibu guru ingin atap rumahnya tak bocor

Ibu guru ingin pula jaminan pil penenang,

Tonikum-tonikum dan obat perangsang yang dianjurkan dokter

Maka berkatalah dia kepada murid-muridnya

“Kita bisa mengubah keadaan.

Anak-anak akan lulus lulus ujian kelas,

Terpandang diantara tetangga,

Boleh dibanggakan pada kakak mereka.

Soalnya adalah tentang kerjasama antara kita.

Jangan sampai kerjaku terganggu,

Sebab atap bocor.”

Dan papa-papa semuanya senang

Di pegang-pegang tangan ibu guru,

Dimasukkan duit daam genggaman,

Serta sambil lalu,

Dalam suasana persahabatan,

Teteknya disinggung dengan siku.

Demikian murid-murid mengintip semua ini.

Itulah ajaran tentang perundingan,

Perdamaian, juga santainya kehidupan.

Ibu guru berkata

“Kemajuan akan berjalan lancar.

Kita harus menguasai mesin industri.

Kita harus maju seperti Jepang, Amerika, Jerman

Sekarang keluarkanlah daftar logaritma.”

Murid-muridpun tertawa,

Dan mengeluarkan rokok mereka.

“Karena mengingat kesopanan,

Jangan kalian merokok.

Kelas adalah ruang tuk belajar

Dan sekarang daftar logaritma!”

Murid-muridpun tertawa dan berkata

“Kami tak suka daftar logaritma.

Tak  ada gunanya!”

“Kalian tak ingin maju?”

“Kemajuan bukan soal logaritma,

Namun adalah soal perundingan.”

“Jadi, apa yang kalian inginkan?”

“Kami tak ingin apa-apa.

Kami sudah punya semuanya.”

“Kalian ngacau!”

“Kami tak mengacau

Kami tak berpolitik

Kami merokok dengan santai

Seperti ayah-ayah kami di kantor mereka:

Santai, tanpa politik berunding dengan Cina

Berunding dengan Jepang

Mencipta suasana girang.

Dan di saat ada pemilu,

Kami membantu keamanan,

Meredakan partai-partai.”

Murid-murid tertawa

Mereka menguasai perundingan

Ahli lobbying

Paham akan gelagat

Pandai mengikuti keadaan

Mereka duduk di kantin,

Minum sitrun,

Menghindari ulangan sejarah.

Mereka tertidur di bangku kelas,

Yang telah mereka bayar sama mahal

Seperti sewa kamar hotel.

Sekolah adalah pergaulan,

Yang ditentukan oleh mode.

Yang dijiwai oleh impian kemajuan menurut iklan.

Dan bila ibu guru berkata:

“Keluarkan daftar logaritma!”

Murid-muridpun tertawa

Dan di dalam suasana persahabatan,

Mereka mengomel ibu guru mereka.

Puisi-Puisi tentang Guru selengkapnya-Unduh

Baca: Puisi tentang Bung Tomo dan Istrinya: Bagus Dibaca dalam Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2022

Demikianlah Puisi-Puisi tentang Guru karya tiga penulis yaitu Chairil Anwar, Kahlil Gibran, dan W.S. Rendra. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *