Sebutkan Hal yang Diperhatikan dalam Menyajikan Teks Persuasi Lisan!

Sebutkan Hal yang Diperhatikan dalam Menyajikan Teks Persuasi Lisan!

paket-wisatabromo.com-Sebutkan hal yang diperhatikan dalam menyajikan teks persuasi lisan! Jawaban yang tepat atas pertanyaan tersebur tersaji berikut ini.

Sebutkan Hal yang Diperhatikan dalam Menyajikan Teks Persuasi Lisan!

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menyajikan Teks Persuasi Lisan

Teks persuasi lisan berhubungan dengan aspek berbicara. Tentu saja terdapat perbedaan antara persuasi lisan dengan persuasi tulis. Pasti kamu sudah tahu perbedaannya.

Sekarang, kamu cermati hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyajikan teks persuasi lisan, ya.

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat kamu menyajikan teks persuasi secara lisan berkaitan dengan aspek kebahasaan dan nonkebahasaan.

Aspek Kebahasaan
1. Ketepatan Ucapan

Seorang pembicara harus membiasakan diri mengucapkan bunyi-bunyi bahasa secara tepat.

Pengucapan bunyi bahasa yang kurang tepat dapat mengalihkan perhatian pendengar. Sudah tentu pola ucapan dan artikulasi yang kita gunakan tidak selalu sama, masing-masing kita mempunyai gaya tersendiri dan gaya bahasa yang kita pakai berubah-ubah sesuai dengan pokok pembicaraan, perasaan, dan sasaran.

Akan tetapi, jika perbedaan dan perubahan itu terlalu mencolok sehingga menjadi suatu penyimpangan, maka keefektifan komunikasi akan terganggu.

Pengucapan bahasa dianggap baik diantara kalimat-kalimatnya fungsional dan situasional sesuai dengan jenis dan bentuknya, tekanan dan jedanya tepat, ketepatan pelafalan bunyi-bunyi vokal dan konsonannya dan memiliki pola-pola intonasi yang tepat serta tekanan kata maupun kalimat yang jelas dan pasti.

Ada pendapat bahwa kesalahan dalam mengucapkan konsonan dan vokal akan menyebabkan arti yang berbeda dengan apa yang diucapkan.

Pendapat tersebut jelas menyatakan bahwa kesalahan dari pelafalan konsonan dan vokal akan menyebabkan maksud dari ucapan itu berbeda.

2. Penempatan Tekanan, Nada, Jangka, Intonasi, dan Ritme

Penempatan tekanan, nada, jangka, intonasi dan ritme yang sesuai akan menjadi daya tarik tersendiri dalam berbicara, bahkan merupakan salah satu faktor penentu dalam keefektifan berbicara.

Suatu topik pembicaraan mungkin kurang menarik, namun dengan penempatan tekanan, nada, jangka, intionasi dan ritme yang tepat, maka pembicaraan tersebut akan menjadi menarik.

Sebaliknya, apabila penyampaiannya datar saja, maka mungkin akan timbul kejenuhan pada pendengar dan keefektifan dalam berbicara tentu akan berkurang.

Bahkan tidak tepatnya penempatan tekanan, nada, jangka, intonasi dan ritme dapat membuat perhatian pendengar beralih kepada cara berbicara pembicara, sehingga topik atau pokok pembicaraan yang disampaikan kurang diperhatikan.

3. Penggunaan Pilihan Kata dan Kalimat

Pilihan kata hendaknya tepat, jelas dan bervariasi. Jelas,maksudnya mudah  dipahami oleh pendengar yang menjadi sasaran.

Pendengar akan lebih paham bila kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang lazim dikenal oleh pendengar.

Demikian pula dengan penggunaan kalimat hendaknya diperhatikan. Kamu harus perlu dilatih menggunakan struktur kalimat yang benar pada berbagai kesempatan dalam proses belajar mengajar.

Aspek NonKebahasaan

Adapun aspek non kebahasaan antara lain:

1. Sikap Wajar, Tenang, dan Tidak Kaku

Pembicara yang tidak tenang, lesu, dan kaku tentu akan memberikan kesan yang kurang menarik. Padahal hal ini sangat menjamin adanya kesinambungan perhatian pendengar.

Dari sikap yang wajar saja sebenarnya pembicara sudah dapat menunjukkan otoritas dan integrasi dirinya.

Tentu saja sikap ini sangat banyak ditentukan oleh situasi, tempat, dan penguasaan materi.

Penguasaan materi yang baik akan menghilangkan kegugupan. Namun, sikap ini memerlukan latihan.

Jika sudah biasa, lama kelamaan sikap gugup akan hilang dan akan timbul sikap tenang.

2. Pandangan Harus Diarahkan kepada Lawan Bicara

Ketika pendengar dan pembicara betul-betul terlibat dalam kegiatan berbicara, maka pandangan pembicara sangat membantu. Hal ini sering diabaikan oleh pembicara itu sendiri.

Pandangan yang tertuju pada satu arah akan menyebabkan pendengar merasa kurang diperhatikan.

Banyak pembicara kita saksikan berbicara dengan tidak memperhatikan pendengar, tetapi melihat ke atas, ke samping, atau menunduk. Akibatnya perhatian pendengar berkurang.

3. Kesediaan Menghargai Pendapat Orang Lain

Seorang pembicara hendaknya memiliki sikap terbuka, dalam arti dapat menerima pendapat orang lain, bersedia menerima kritik, bersedia mengubah pendapatnya jika ternyata memang keliru.

4. Gerak Gerik dan Mimik yang Tepat

Gerak gerik dan mimik yang tepat dapat pula menunjang keefektifan dalam berbicara.

Hal-hal yang penting selain tekanan, biasanya juga dibantu oleh gerakan tangan dan mimik. Hal ini dapat menghidupkan komunikasi.

Namun, gerak gerik yang berlebihan akan mengganggu keefektifan dalam berbicara. Karena boleh jadi perhatian pendengar terarah pada gerak gerik dan mimik yang berlebihan ini, sehingga pokok pembicaraan kurang dipahami.

5. Kenyaringan Suara

Tingkat kenyaringan suara tentu disesuaikan dengan situasi, tempat, dan jumlah pendengar. Tetapi perlu diperhatikan bahwa diasahakan agar tidak berteriak. Aturlah kenyaringan suara agar dapat didengar oleh semua pendengar dengan jelas.

6. Kelancaran

Seorang yang lancar dalam berbicara akan memudahkan pendengar menangkap isi pembicaraan.

Seringkali kita mendengar seorang pembicara berbicara dengan terputus-putus, bahkan bagian-bagian yang terputus tersebut diselipkan bunyi-bunyi tertentu yang sangat mengganggu daya tangkap pendengar.

Misalnya menyelipkan bunyi ee, oo, dan sebagainya. Namun sebaliknya, pembicara yang terlalu cepat berbicara juga akan menyebabkan pendengar sulit menangkap dan memahami pokok pembicaraan.

7. Relevansi atau Penalaran

Gagasan demi gagasan haruslah berhubunhan dan logis. Proses berpikir untuk sampai pada suatu kesimpulan haruslah logis.

Hal ini berarti hubungan bagian-bagian dalam kalimat hendaknya relevan dengan pokok pembicaraan.

8. Penguasaan Topik

Pembicaraan formal selalu menuntut persiapan yang baik agar topik yang akan dibicarakan betul-betul dikuasai oleh pembicara.

Penguasaan topik yang baik akan menumbuhkan keberanian dan kelancaran berbicara.

Dengan demikian, penguasaan topik sangat penting, bahkan merupakan faktor utama dalam berbicara.

Hal ini akan berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman. Jika pengetahuan dan pengalaman luas, maka pembicara dengan mudah menguasai topik pembicaraan yang disajikan.

Baca: Sebutkan Langkah-Langkah Menyajikan Teks Persuasi secara Tertulis!

Demikianlah jawaban yang tepat atas pertanyaan mengenai sebutkan hal yang diperhatikan dalam menyajikan teks persuasi lisan! Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.