Struktur Teks Iklan dan Kaidah Kebahasaannya yang Lebih Tepat

Struktur Teks Iklan dan Kaidah Kebahasaannya yang Lebih Tepat

paket-wisatabromo.com – Dalam suatu iklan akan tampak struktur teks iklan yang terdiri atas pengenalan produk dan pernyataan persuasif.

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai struktur teks iklan dan kaidah Kebahasaannya yang tepat dan benar.

1. Struktur Teks Iklan

Istilah struktur adalah bagian-bagian. Struktur teks iklan berarti bagian-bagian teks iklan. Ada tiga bagian dan struktur teks iklan yaitu judul, pengenalan produk dan pernyataan persuasif.

a. Judul

Bagian ini dapat pula disebut sebagai judul teks iklan. Misalnya berupa merk laptop, nama minuman, nama kendaraan, dll. Ada kecenderungan nama produk dijadikan judul Iklan.

Di tempatkan di bagian teratas teks iklan. Namun, tidak semua iklan menggunakan judul dalam konten. Sebagian iklan malah hanya mencantumkan nama produk di bagian teratas;

b.Pengenalan Produk

Bagian ini mencantumkan nama produk yang akan dipromosikan. Kemudian diikuti uraian singkat mengenai keunggulan produk sehingga pembaca, atau pendengar tertarik untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang diiklankan.

Di bagian ini juga berisi deskripsi produk yang akan dijual serinci dan sepadat mungkin. Deskripsi biasanya meliputi spesifikasi, cara memperoleh produk, alamat, dan kontak (nomor telepon atau surel) yang dapat dihubungi.

c. Pernyataan Persuasif

Berisi pernyataan yang mendorong pembaca atau pendengar untuk menentukan sikap membeli atau menggunakan jasa dalam iklan. Bagian ini biasanya berupa pernyataan persuasif tentang kelebihan produk yang ditawarkan.

Misalnya berupa kata-kata yang enak dibaca dan didengar. Di dalam iklan, sering disajikan pula slogan, gambar-gambar produk, serta nama dan logo perusahaan.

2. Kaidah Kebahasaan

a. Kata-kata yang digunakan bersifat persuasif

Pilihan kata-kata mengandung rima atau persamaan bunyi yang menimbulkan kesan keindahan. Contoh: marilah, gunakanlah, ayolah, ayo, dll.

Bahasa iklan bersifat persuasif, selalu berusaha menggugah emosi pembaca atau pendengar. Tujuannya agar yang menjadi sasaran iklan (konsumen) melakukan sesuatu atau bertindak sesuai dengan amanat iklan tersebut.

b.Menggunakan kalimat imperatif yakni permintaan, dorongan, dan larangan. Kalimat imperatif itu ditandai oleh penggunaan kata-kata seperti: temukan. Kata lainnya adalah ikutilah, nikmati, manfaatkan, gunakanlah, jangan, janganlah, wujudkan, nyatakan.

Kalimat imperatif adalah kalimat yang bersifat memberikan perintah atau memberi komando. Dengan kata lain, kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung perintah. Kalimat ini berfungsi meminta atau melarang seseorang agar tidak melakukan sesuatu.

Menurut Rahardi, 2005:80, kalimat imperatif merupakan kalimat yang mengandung maksud memerintah atau meminta agar mitra tutur atau orang lain menuruti sesuatu yang diminta oleh si penutur.

Kalimat ini terkadang disebut juga sebagai jenis-jenis kalimat perintah. Isi kalimat imperatif bisa berupa perintah yang sangat keras atau kasar, hingga permohonan yang sangat halus dan santun. Selain itu, kalimat tersebut bisa juga berisi pembiaran terhadap suatu perbuatan atau pelarangan suatu tindakan.

Ciri-Ciri Kalimat Imperatif
  • Intonasi yang rendah di akhir kalimat.
  • Adanya artikel penegas, penghalus, ajakan, harapan, permintaan, dan larangan.
  • Susunan kalimatnya inversi, sehingga subjek dan predikatnya tidak pasti.
  • Pelaku tindakannya tidak selalu terungkap.
  • Umumnya diakhiri contoh penggunaan tanda seru (!) yang terdapat di akhir kalimat.
Contoh kalimat imperatif:

Ayo, tunjukkan keseriusanmu!

Bergegaslah ke ladang!

Kami memohon dengan sangat agar Bapak berkenan mengisi ceramah di pengajian kami.

Sudilah kiranya Bapak-Bapak sekalian untuk menyimak uraian yang hendak saya sampaikan.

Kau tidak berhak mencampuri urusanku!

Biarlah aku sendiri yang menghadapi masalah ini!

Dapatkah sekiranya jika Bapak mengisi materi dalam seminar kali ini?

Kepada siswa siswi SD Garuda, dimohon untuk berkumpul di lapangan upacara.

Biarkanlah aku pergi dari sini, karena aku sudah jenuh tinggal di sini!

Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian, silakan mencicpi hidangan yang telah kami sediakan.

Mohon tidak ribut saat upacara tengah berlangsung.

Janganlah kau berpura-pura dihadapanku!

Jangan pernah sia-siakan waktumu yang berharga!

Carilah persamaan kata dari kata-kata berikut ini!

Tak usah malu-malu, anggap saja rumah ini sebagai rumah Anda sendiri!

Silakan mengambil nomor antrean di loket yang terletak di pintu selatan!

Mari, kita satukan visi dan misi kita!

Tolong antarkan saya menuju alamat yang tertera di secarik kertas ini!

c. Bahasa Iklan itu singkat, mudah dipahami, dan mudah diingat terkesan bombastis.

Contoh

Kelas bersih pikiran jernih (Iklan kebersihan kelas)

Terus terang Philips terang terus (Iklan lampu merk pilips)

Helo glow (Iklan pelembut  dan pencerah wajah)

Minuman Pengganti Ion Dalam Tubuh (Pocari Sweat)

Apapun Makanannya, Minumnya Teh Botoh Sosro (Teh Sosro)

Jelas Lebih Enaak (Kapal Api)

Semua Bisa Jadi Macan (Biskuat)

Indomie Seleraaku (Indomie).

Orange No.1 di Dunia (Floridina Orange)

d. Banyak menggunakan singkatan kata terutama dalam iklan baris.

Contoh

Tanah Dijual
Ada 2 lokasi tnh kav cluster Cibubur Pd Rangon 27 kav 198 jt & Munjul 28 Kav 250 jt jaktim SHM hub 081196109152
Singkatan yang digunakan:

Tnh        = tanah

Kav         = kavling

Pd           = pondok

Jt             = Juta

&             = dan

Jaktim   = Jakarta Timur

SHM      = Sertifikat Hak Milik

Hub        = hubungi

Artikel terkait:

Demikianlah pembahasan mengenai struktur teks iklan dan kaidah kebahasaannya yang lebih tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *