5 Cara Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

paket-wisatabromo.com – Motorik kasar merupakan salah satu kecerdasan kenestetik pada anak. Motorik kasar itu berhubungan dengan gerakan anak yang melibatkan otot besar.

Gerakan yang melibatkan otot besar itu misalnya: duduk, jongkok, berjalan, berjalan jinjit, melempar, menangkap, berlari, melompat dan sebagainya.

Kemampuan motorik kasar pada anak tentuk berbeda sesuai dengan usia mereka. Motorik kasar pada anak 0-1 tahun berbeda dengan anak usia 1-2 tahun. Berbeda juga dengan anak usia 2-3 tahun.

Pada kesempatan ini, akan dijelaskan mengenai kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun dan cara meningkatkannya. Pada artikel sebelumnya, kemampuan motorik kasar pada anak usia 0-1 tahun dan 1-2 tahun sudah dipublish.

Moms, kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun meliputi berjalan sambil berjinjit, melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki. Melempar dan menangkap bola juga merupakan kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun.

Selain itu, kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun adalah menari mengikuti irama, dan naik turun tangga dengan berpegangan. Baiklah kemampuan-kemampuan tersebut dibahas berikut ini.

1. Berjalan Sambil Berjinjit

Cara meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun yang pertama adalah berjalan sambil berjinjit. Anak pada usia 2-3 tahun harus bisa berjalan jinjit.

Jinjit adalah berdiri atau berjalan dengan ujung jari kaki saja yang berjejak. Jinjit sama artinya dengan berjengket. Anak yang baru latihan berjalan, ia akan berjalan dengan jinjit. Hal ini dimaksudkan untuk membantu keseimbangan anak pada saat berjalan.

5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

Cara berjinjit antara lain: posisi berdiri, tumit diangkat setinggi-tingginya, berdiri di atas ujung jari kaki mengangkat tubuh. Kalau tubuh sudah terangkat, maka tinggal berjalan melangkah.

Itulah namamya berjalan sambil berjinjit.  Anak perlu juga memiliki kemampuan berjinjit untuk melatih otot-otot kaki, betis, dan pantat.

Moms, banyak manfaat dari berjalan jinjit. Diantaranya bisa membantu melancarkan sirkulasi darah pada kaki. Selain itu, berjinjit dapat mengencangkan otot-otot pada betis, mengecilkan betis.

Manfaat lain dari berjinjit adalah melatih otot-otot kaki. Dan  membakar lemak pada betis. bokong atau pantat dan melatih keseimbangan.

2. Melompat ke Depan dan ke Belakang dengan Dua kaki

Cara meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun yang kedua adalah Melompat. Melompat adalah melakukan gerak dengan mengangkat ke dua kaki ke depan, ke bawah, ke atas dengan cepat.

Anak dilatih melompat ke depan dengan dua kaki. Kemudian melompat ke belakang juga dengan dua kali.  Melompat seperti itu akan lebih menyenangkan jika kita beri media untuk dilompati.

Misalnya: tali rafia, karet, atau yang lain untuk dilompati. Dengan adanya media yang dilompati, anak akan merasa adanya target yang akan dicapai. Ketika dapat melompati media, anak akan merasa senang karena dapat mencapat target.

Pada latihan pertama, media melompat cukup diletakkan di lantai. Ketinggian melompat sebenarnya sama rata dengan lantai. Tidak ada ada bedanya sebenarnya dengan melompat tanpa media. Tapi, hal ini lebih menarik minat bagi anak untuk meu melompat.

Apabila sudah lihai melompat dengan media tali yang dipasang di lantai,  anak bisa dilatih melompat dengan posisi tali dinaikkan sedikit, misalnya ketinggian 10cm.

5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

Wah, ini menjadi tantangan bagi anak. Anak yang pemberani, akan menjadi lebih senang latihan melompat dengan ketinggian tersebut.

Bisa jadi bagi anak yang penakut, ia tidak mau latihan melompat . Kita harus pandai melatih keberanian anak. kalau belum berani melompat dengan ketinggian, kita tidak boleh memaksa.

Macam-macam melompat: lompat tali, lompat jauh, lompat tinggi. Bagi anak, sebaik gerakan melompat dapat dilakukan dalam permainan. Misalnya permainan lompat tali.

Anak akan lebih suka permainan lompat tali dari pada latihan melompat jauh dan melompat tinggi secara formal. Permainan lompat tinggi, selain menyehatkan juga menghibur anak.

Manfaat Melompat

Secara umum, melompat itu akan memperkuat bagian tubuh bagian atas dan bagian bawah. Berikut ini manfaat melompat secara khusus.

  • Tulang Kuat

Manfaat melompat adalah menguatkan tulang kaki. Selain itu, memperkuat sendi dan mencegah penyakit tulang rapuh.

  • Mengurangi Berat Badan

Kegiatan melompat dapat membakar kalori. Selain itu, dapat meningkatkan metabolisme tubuh secara keseluruhan. Akibat melompat, terutama anak yang mengalami obesitas, berat badan akan menurun. Sedapat mungkin, Moms mengajak latihan melompat lebih rutin jika anak Moms mengalami obesitas.

  • Meningkatkan Kesehatan Jantung

Melompat adalah gerakan terbaik untuk meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Jantung akan bekerja lebih efisien dengan memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga kesehatan jantung akan lebih meningkat dengan gerakan melompat.

5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

  • Meningkatkan Kesehatan Mental

Dengan melompat, anak akan mendapat asupan oksigen lebih banyak sehingga akan meningkatkan sel-sel otak menjadi lebih energik.

Selanjutnya, akan bermanfaat juga bagi peningkatan konsentrasi, dan suasana hati akan menjadi lebih baik sepanjang hari. Dengan demikian, kesehatan mental akan meningkat.

  • Mengurangi Selulit

Gerakan melompat akan meningkatkan sirkulasi limfosit ke bagian tubuh yang mengalami selulit. Cairan limfosit itu akan bergerak karena adanya getaran otot pada saat melompat.

3. Melemparkan dan Menangkap Bola

Cara meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun yang ketiga adalah melemparkan dan menangkap bola. Melemparkan bola adalah membuang jauh-jauh, melontarkan, atau melantingkan bola sehingga bola berpindah tempat.

Misalnya, bola pada awalnya berada di tangan anak, kemudian bola dilemparkan, sehingga bola berpindah tangan pada yang menangkapnya. Menangkap bola adalah memegang sesuatu yang bergerak cepat atau lepas dan sebagainya.

Menangkap dapat juga diartikan menadah, menyambut, menampung barang yang dilemparkan. Karena yang dilemparkan di sini adalah bola, maka menangkap itu menadah, menyambut, menampung bola yang dilemparkan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum bermain melempar dan menangkap bola.

  • Sediakan bola dalam berbagai ukuran dari ukuran kecil seukuran bola pongpong hingga besar sekitar ukuran 15-20 cm.
  • Pilih bola berbahan empuk seperti plastic atau kain dengan tekstur agar kasar agar bisa merangsang indra peraba pada telapak tangan anak.
  • Pilih bola yang ringan karena otot tangan anak belum kuat untuk mengangkat, melempar, dan menangkap bola.
  • Pastikan area bermain aman dengan permukaan rata.

5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

Cara bermain: Arahkan anak duduk berhadapan dengan Moms berjarak 1,5 meter. Beri contoh melemparkan dan menangkap bola dengan perlahan-lahan.

Anak diminta melemparkan bola ke arah Moms, dan Moms menangkapnya. Sebaliknya, anak diminta menangkap bola yang dilemparkan anak. 5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

Beri penghargaan berupa pujian, acungan jempol, atau tepuk tangan atas kebehasilan anak melempar dan menangkap bola. Lakukan terus-menerus, sampai anak bisa melempar dan menangkap bola dengan benar dan lancar.

Apabila melempar dan menangkap bola dengan posisi duduk sudah lancar, ubahlah Moms posisi permainannya. Kalau tadi bermain dengan posisi duduk, sekarang dengan posisi berdiri. Atur jarak sekitar 1,5-2meter, agar anak dapat melempar dan menangkap bola dengan mudah.

Manfaat gerakan melempar dan menangkap bola adalah memperkuat otot tangan dan kaki terutama ketika melempar dan menangkap bola dilakukan secara berdiri.

Selain itu, manfaat gerakan melempar dan menangkap bola adalah merangsang otot jari-jemari anak ketika menggenggam bola.

Manfaat lainnya lagi adalah melatih konsentrasi, melatih koordinasi antara mata, tangan, dan kaki. Manfaat gerakan melempar yang lainnya adalah melatih persendian tangan dan kaki.

4. Menari Mengikuti Irama

Cara meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun yang keempat adalah menari mengikuti irama. Menari adalah bentuk latihan aerobik.

Menari adalah melakukan gerak badan, tangan dan sebagainya yang berirama dan biasanya diiringi bunyi-bunyian: musik, gamelan, dan sebagainya.

5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

Aneka jenis tari dapat saja dilatihkan kepada anak dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan dan usia anak. Misalnya ada tari piring, tari payung, tari topeng, tari kipas dan sebagainya.

Manfaat menari bagi anak usia 2-3 tahun adalah membangun fisik anak karena menari melibatkan tubuh bergerak dan kerkoordinasi sehingga kekuatan dan daya tahan tubuh anak dapat terlatih dengan baik.

Selain itu, manfaat menari yang lain adalah memberikan kebahagiaan, kebugaran, kesehatan, dan semangat bagi anak.

Bagi anak yang memiliki kelebihan berat badan, latihan menari dapat membantu menurunkan berat badan. Manfaat menari yang lain adalah dapat meningkatkan fleksibilitas dan stamina anak-anak jika menari secara teratur.

Cara melatih anak menari bisa melibatkan Moms sendiri atau orang lain. Moms, bisa memutar contoh tarian sederhana melalui televisi, anak diminta melihatnya lalu menirukan.

Jika sering dilakukan, anak akan serta merta bisa dengan sendirinya. Tujuan motorik kasar melalui menari dapat dicapai.

Cara lain, kalau memang Moms menghendaki anak mempunyai profesi menari bisa saja memanggil guru tari ke rumah. Anak akan mendapat latihan menari lebih terarah dan rutin. Atau, Moms bisa mengikut sertakan anak ke sanggar tari khusus untuk anak 2-3 tahun.

Apabila anak latihan menari ke sanggar akan mendapat manfaat lebih dari sekadar menari. Di sanggar, anak akan bertemu dengan banyak teman baik yang sebaya, maupun yang tidak sebaya. Pada kegiatan latihan menari di sanggar ini akan meningkat kemampuan sosial anak.

5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

Melalui kegiatan menari, kamampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun akan meningkat. Otot-otot hampir seluruh tubuh akan bergerak pada saat menari. Mulai dari otot tangan, leher, mata, wajah, dada, pinggang, panggul, sampai ke kaki, semuanya bergerak.

Gerakan semacam itu, apabila terus dilatih, otot-otot pun akan menjadi kuat dan lentur. Hal ini akan mendorong perkembangan motorik kasar pada anak dapat berkembang.

Artikel terkait:

5 Cara Cepat Melatih Motorik Kasar pada Anak 1-2 Tahun

15 Motorik Kasar pada Anak Usia 0-1 tahun, & Tips Melatihnya

Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun, Begini Melatihnya

Cara Hebat Melatih Motorik Halus pada Anak Usia 5-6 Tahun

5. Naik Turun Tangga atau Tempat yang Lebih tinggi/Rendah dengan Berpegangan.

Cara meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun yang kelima adalah naik turun tangga. Pengertian naik adalah bergerak dari bawah ke atas. Dan Naik dapat juga berarti mendaki, menanjak, atau memanjat.

Serta Naik dalam artian di sini adalah bergerak dari bawah ke atas tangga. Turun adalah bergerak dari atas ke bawah. kata Turun berlawanan makna dengan naik. Turun dalam artian di sini adalah bergerak dari atas tangga ke bawah.

Moms, sebelum mengajak anak berlatih naik turun tangga, sebaiknya ajak anak untuk melakukan warming up atau pemanasan lebih dahulu.  Otot-otot biar ada peregangan terlebih dahulu. Tujuannya adalah agar otot-otot tidak kaget dan tegang. Hal ini untuk menghidari cedera pada anak.

5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

Selain warming up, ajak anak melakukan tantangan yang ringan lebih dulu. Misalnya naik ke kursi pendek atau jengkok lebih dahulu. Lakukan naik turun, naik turun.

Lanjutkan latihan dengan naik ke kursi yang lebih tinggi dari jengkok. Berikutnya, latihan naik ke dipan yang lebih tinggi dari kursi.

Ketika naik, anak dilatih dengan perlahan dan disarankan tidak merangkak lagi karena sudah lebih besar, usianya sudah memungkinkan naik tangga dengan berjalan. Bertahap satu anak tangga, satu anak tangga.

Pertama, anak diminta naik dengan kaki kanan pada tangga pertama, diikuti kaki kiri naik pada tangga pertama juga. Jadi kedua kaki bertumpu pada anak tangga yang sama.

Terus, kaki kanan naik pada anak tangga yang kedua, diikuti kaki kiri naik pada anak tangga yang kedua pula, dan seterusnya. Pada saat naik tangga, arahkan tangan kanan anak untuk memegang pagar tangga kuat-kuat.

Begitu juga sebaliknya, pada saat turun pun, anak diminta memegang pagar tangga dengan tangan kanannya. Naik turun tangga merupakan salah satu kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun yang harus dilakukan.

Latihlah sesering mungkin. Kalau memungkinkan tiap langkah 30 detik, kemudian istirahat 30 detik. Ulangi beberapa kali latihan. Latihan sampai 5 menit lebih baik. Tapi, anak terkadang tidak kenal Lelah. Walau sudah berkali-kali, masih saja melakukannya.

5 Cara  Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

Sekalipun tenaga terkuras pada saat naik turun tangga, tapi manfaatnya cukup banyak bagi anak. Manfaat naik turun tangga adalah meningkatkan kekuatan otot kaki, betis, paha dan tangan karena anak pada saat naik turun tangga masih harus berpegangan.

Manfaat lain dari naik turun tangga adalah dapat meningkatkan keseimbangan tubuh dalam posisi ketinggian saat di atas dan posisi rendah saat sampai di bawah. Naik turun tangga dapat membantu menjaga kebugaran tubuh.

Bagaimana realisasi melatih kelima kemampuan motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun? Psikomotor itu berkaitan dengan gerak tubuh. Gerakan tubuh itu semakin dilatih semakin baik dan berkembang. Jika ingin baik hasilnya, maka harus berlatih lebih sering.

Dari kelima kemampuan motorik kasar tersebut, ada satu yang bisa berakibat kurang baik bagi penampilan. Tapi, bagi kesehatan tetap bagus. Kemampuan berjalan sambal berjinjit, kalau terlalu sering bisa jari-jari kaki mekar membuka lebar atau (Njebrag).

Jari kaki yang njebrag itu kurang sedap dipandang. Selain itu, akan kesulitan mengenakan sepatu karena sepatu pada umumnya langsing di bagian depannya.

Sedangkan, kemampuan motorik kasar lainnya hampir tidak ada pengaruh negatifnya. Justru hasilnya akan semakin baik jika terus dilatih.

Seperti melompat ke depan dan ke belakang dengan dua kaki, melempar dan menangkap bola, menari mengikuti irama, dan naik turun tangga dengan berpegangan.

Demikian ya Moms penjelasan mengenai motorik kasar pada anak usia 2-3 tahun dan cara meningkatkannya yang bisa disampaikan. Semoga dapat menambah wawasan. Amiin.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *