5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

paket-wisatabromo.com – berjumpa lagi Moms, kabar baik tentunya. Pada kesempatan kali ini akan dibahas tentang cara mengembangkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun. Simak ya Moms.

Kemampuan motorik kasar yang harus dimiliki anak usia 5-6 tahun antara lain: melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan. Anak juga dapat melakukan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam.

Selain itu, anak dapat melakukan permainan fisik dengan aturan, anak terampil menggunakan tangan kanan dan kiri, serta dapat melakukan kegiatan kebersihan diri.

1. Melakukan Gerakan Tubuh secara Terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan

Tips meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun yang pertama adalah melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan.

Keseimbangan

Keseimbangan adalah kemampuan seseorang mengendalikan organ-organ saraf otot sehingga dapat mengendalikan gerakan-gerakan dengan baik dan benar. Pengertian Keseimbangan lainnya  adalah mempertahankan tubuh dari tekanan atau beban badan dalam keadaan diam atau sedang bergerak.

Bentuk-bentuk gerakan yang dapat digunakan sebagai latihan keseimbangan antara lain senam, meniti atau berjalan di atas balok, berdiri dengan satu kaki jinjit, tubuh membentuk pesawat terbang, sikap lilin, dan berdiri dengan tangan sebagai sandaran tubuh.

Contoh latihan jinjit dengan satu kaki: Berdirilah dengan tegak, angkat paha kanan dan tahan 15 detik. Pertahankan posisi ini untuk membentuk postur tubuh yang baik di mana tulang belakang, leher, dan kepala sejajar dalam tumpuan satu kaki. Lakukan bergantian dengan kaki tumpu yang berbeda.

Contoh latihan keseimbangan dengan sikap kapal terbang digunakan untuk melatih kekuatan otot tungkai dan menjaga kesimbangan. Cara melakukannya adalah: berdiri tegak, kedua kaki rapat dan kedua tangan di samping badan. Rentangkan kedua lengan, badan dibungkukkan ke depan.

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

Angkat salah satu kaki perlahan-lahan lurus ke belakang, hingga badan dan kaki membentuk garis horizonal. Kepala tetap menengadah. Setelah seimbang, angkat tumit kaki tumpu dan pertahankan posisi ini selama 8 hitungan. Anak diminta melakukan pergantian kaki tumpu yang berbeda.

Contoh lainnya: latihan keseimbangan sikap kayang. Ini bertujuan untuk melatih kekuatan otot tungkai, punggung dan lengan. Cara melakukannya adalah tidur terlentang, kaki terbuka dan lutut ditekuk, telapak kaki menapak di lantai, kedua telapak tangan berada di didi telinga, siku mengarah ke atas.

Angkat badan dengan cara menolakkan kedua lengan hingga lurus dan kedua kaki juga lurus bersamaan untuk posisi kayang. Angkat salah satu kaki lurus ke atas, pertahankan posisi selama 8 hitungan. Lakukan dengan kaki tumpu yang berbeda

Manfaat latihan keseimbangan tubuh adalah mempertahankan kerja otot dan tulang secara optimal. Manfaat lain dari latihan keseimbangan adalah mencegah cedera saat berolahraga, dan dapat membantu proses penyembuhan nyeri pada punggung, serta memberikan efek relaksasi.

Kelenturan

Kelenturan adalah kelekukan. Lentur adalah lekuk pada benda yang Panjang yang dilengkungkan;mudah dilentukkan, tidak kaku dan tidak mudah patah.

Bentuk-bentuk kelenturan: keseimbangan tubuh, tidak rentan bergerak, dan tidak kaku. Cara mengetahui kelenturannya adalah menyentuh jempol kaki dalam posisi duduk.

Untuk latihan kelenturan punggung bagian bawah dan paha belakang, dapat dilakukan dengan duduk di lantai dengan kaki selonjor ke depan. Kemudian, angkat lengan ke atas dan turunkan badan serta lengan untuk menyentuh jari kaki.

Untuk latihan kelenturan sendi lengan dan bahu, dengan cara posisikan  satu tangan anak di belakang leher dan turun ke bawah, sementara satu tangan lainnya berusaha menggapainya melewati punggung. Jika kedua tangan bisa bersentuhan, lengan dan bahu tergolong lentur.

Manfaat kelenturan tubuh antara lain: otot dan sendi menjadi lebih sehat.  Selain itu, manfaat memiliki kelenturan tubuh adalah mengurangi stress pada otot dan membantu menyeimbangkan seluruh otot-otot tubuh.

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

Kelincahan

Pengertian Kelincahan adalah dari kata lincah yang berarti selalu bergerak tidak dapat diam, tidak tenang. Kelincahan adalah sifat-sifat lincah (KBBI). Pengertian kelincahan di bidang olahraga adalah kemampuan untuk mengubah arah secara cepat tanpa menimbulkan gangguan pada keseimbangan.

Intinya, kelincahan itu ada dua, yaitu bergerak cepat dan mampu mengubah arah. Bentuk-bentuk latihan Kelincahan: latihan mengubah arah gerak tubuh,latihan lari berbelok-belok (zig zag), latihan mengubah posisi tubuh, dan latihan gerakan bereaksi.

Manfaat kelincahan antara lain: anak dapat mengkoordinasikan gerakan-gerakan berganda, mempermudah penguasaan teknik-teknik gerak yang tinggi, mempermudah orientasi terhadap lawan dan lingkungan.

2. Melakukan Koordinasi Gerakan Mata-Kaki-Tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam

Tips meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun yang kedua adalah melakukan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala dengan menirukan senam atau tarian.

Jenis tarian yang banyak melakukan koordinasi mata-kaki-tangan-kepala adalah tari bali.  Ada beberapa tari bali yang ditarikan oleh anak-anak. Misalnya tari Puspanjali, tari Rejang, tari Legong Keraton, dan. Ada juga tari pendet yang terkenal ditarikan anak perempuan.

Menirukan Tari Puspanjali

Struktur tari Punpanjali terdiri atas pepeson, pengawak, pengecet, dan pekaad.  Bagian tarian tersebut dilakukan secara berurutan, lalu dilanjutkan dengan gerak tari bertempo pelan, bertempo sedang, dan ditutup dengan gerak tempo cepat hingga melambat.

Gerakan tari puspanjali diawali dengan geleng kepala dan berjalan di tempat dengan kedua tangan penari berada di depan dada. Gerakan ini termasuk salah satu gerakan untuk sambutan selamat datang bagi para tamu.

Kemudian gerakan memutar dan melenggok yang menggambarkan ke ramah tamahan masyarakat Bali terhadap para tamu maupun wisatawan. Gerakan ini menambah keindahan tari Puspanjali.

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

Menirukan Tari Rejang

Tari Rejang biasa ditarikan oleh anak perempuan yang belum menstruasi. Pagelarannya dilakukan di Pura pada waktu berlangsungnya upacara adat atau upacara keagamaan. Tarian ini ditampilkan dengan penuh hidmat, dan penuh rasa penganbdian kepada Dewa-Dewi Hindu.

Gerakan tari rejang didominasi dengan Gerakan ngembat dan ngelikas atau Gerakan kiri dan kanan yang dilakukan sambil melangkah ke depan secara perlahan. Setiap Gerakan dilakukan dengan tempo pelan dan disesuaikan dengan iringan musik.

Struktur tarian Punpanjali terdiri atas pepeson, pengawak, pengecet, dan pekaad.  Bagian tarian tersebut dilakukan secara berurutan, lalu dilanjutkan dengan gerak tari bertempo pelan, bertempo sedang, dan ditutup dengan gerak tempo cepat hingga melambat.

Menirukan Tari Legong Keraton

Kata legong berarti gerak tari yang luwes dan lentur diringi gamelan. Gerak tari yang terikat oleh gamelan yang mengiringinya. Penarinya adalah 2 gadis yang belum mendapat menstruasi. Pelaksanaan menari di bawah sinar bulan purnama di halaman keraton. Kedua penarinya selalu dilengkapi dengan kipas.

Menirukan Gerakan tari legong keraton sebagai berikut:

 

NoNama GerakanGerakan
1Miles:tumit diputar ke dalam (kanan-kiri)
2Mungkah lawang:gerakan tari pertama sebagai awal suatu tarian untuk membuka langse.
3Agem kanan:Berat badan ada pada kaki kanan, jarak kaki kira-kira satu genggam serta badan condong ke kanan. Tangan kanan sirang mata, tangan kiri sirang susu.
4Sledet:Gerakan mata ke arah samping kanan atau kiri merupakan ekspresi pokok dalam tari bali.
5Luk Nerudut:Gerakan kepala ke kanan dan ke kiri yang ditarik secara stakato.
6Ulap-Ulap:Posisi lengan agak menyiku dengan variasi gerak tangag seperti orang memperhatikan sesuatu.
7Ngejat:Kecepatan dari gerakan ngotag pala.
8Agem kiri:Berat badan berada pada kaki kiri, jarak kaki kira-kira 1 genggam serta badan condong ke kiri. Tangan kiri sirang mata, tangan kanan sirang susu.
9Ngelo:Gerak tangan bergantian sejajar dengan pinggang dan dahi.

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

10Ngenjet:Menekankan kaki kanan atau kiri secara bergantian ke depan, tumit tidak menempel di tanah (menjinjit) dan badan agak merendah (ngeed).
11NgeregsegGerakan kaki melangkah ke samping dengan cepet dan bisa digerakkan ke segala arah.
12Ngumad:Gerakan menarik kaki yang didomonit oleh gerakan tangan ke arah sudut belakang. Gerakan ini dipakai pada waktu akan ngangsel ngeteb ataupun ngumbang.
13Ngumbang:Gerakan berjalan pada tari wanita dengan jatuhnya kaki menurut maat gending ataupun pukulan kajar.
14Milpil:Gerakan berjalan dengan ragam halus kadang-kadang injakan-injakan tapak kaki lebih darisatu kali.
15Lasan Megat Yeh:Sikap kaki sama dengan sreseg hanya berbeda pada arah Gerakan yaitu ke sudut kanan depan.
16Ngepik:Leher direbahkan ke kanan dan ke kiri.

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

Menirukan Tari Pendet

Ada beberapa gerakan dalam tari pendet, misalnya gerak nyumbang, ngelung/agem, ngegol, nyeregseg, gelatik nuut papah, nyalud, sledet, dan ngotag leher. Susunan gerakan tari pendet secara urut adalah: nyumbang luk penyalin yaitu berjalan ke muka belok kanan kiri dan ngentrag.

Duduk bersimpuh mengambil bunga lalu menyembah dengan manganjali. Leher ngilek ke samping kanan seraya nyeledet. Gerakan tari ini dilakukan tiga kali berturut-turut.

Selanjutnya anak diminta menirukan, ngagem kanan disertai luk nerudut dan nyeledet ke kiri. Ngenjet gerak peralihan untuk berpindah dan menjadi agem kanan. Ngotag pinggang bertukar tempat dari kanan ke kiri dan sebaliknya.

Ngelung rebah ke kiri dan kanan yang disertai dengan angumad tarik kanan dan kiri. Nyumbang ombak segera berjalan belok ke belakang dan ke depan.

Kemudian nyeregseg ngider berputar ke kanan dan kiri berturut-turut sampai 2 atau 3 kali. Ngelung kiri kanan beserta nyeledet kiri kanan lalu beranjak 2 terus berjalan. Ikuti gerak tari ini dengan benar.

Ngentrag dalam tari ini adalah berjalan cepat terus ngeseh dan menabur bunga sambil berjalan ngumbang luk penyalin. Metanjek ngandang berputar ke kiri dan ditutup dengan gerka nyakup bawa.

Di dalam beberapa jenis tari di atas melakukan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala. Misalnya pada gerakan agem kanan, sledet, luk nerudut, ulap-ulap, dll. Hampir semua gerakan dalam tari bali mengkoordinasikan gerakan mata-kaki-tangan-kepala.

Apabila anak usia 5-6 tahun dilatih menari Bali, niscaya koordinasi gerakan tersebut dapat dilakukan dengan terampil sehingga kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun  lebih cepat berkembang.

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

3. Melakukan Permainan Fisik dengan Aturan

Tips meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun yang ketiga adalah melakukan permainan fisik dengan aturan. Permainan fisik dengan aturan bagi anak usia 5-6 tahun dapat berupa permainan lompat tali, engklek, sepak bola, berenang, naik sepeda, menari, dll.

Berikut ini dijelaskan contoh permainan lompat tali dan engklek. Kedua permainan ini dapat digunakan untuk melatih kemampuan motorik kasar pada otot kaki, tungkai, dan anggota tubuh lainnya.

Gerakan-gerakan ini harus dilatih dengan baik, karena dapat meningkatkan koordinasi mata, tangan, kaki, dan tubuh. Hal ini dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun.

Lompat Tali

Permainan Lompat tali: medianya bisa menggunaka karet atau tali tambang. Karet disambungkan satu per satu. Atau lima-lima jika ingin lebih kuat. Ikuat dengan tali mati bagian ujungnya. Karet siap digunakan bermain lompat tali.

Lompat tali dapat dilakukan minimal 3 anak. Dua anak memegang karet di ujung, satu anak melompat tali. Lakukan secara bergantian.

Cara bermainnya bisa dimulai dengan tali diletakkan dari ukuran paling bawah untuk melompat. Jika semua pemain bisa melompat, letak tali dinaikkan secara bertahap sampai pada akhirnya di atas kepala. Setiap tahap, tentu ada yang menang ada yang kalah dalam permainan lompat tali.

Pemain yang menang bisa menyuruh apa saja pada yang kalah. Biasanya pemenang menyuruh yang kalah menggendong pemenang. Dalam permainan lompat tali, kemampuan motorik kasar yang dilatih adalah melompat dan meloncat.

Engklek

Permainan engklek bisa dimainkan anak laki-laki dan anak perempuan. Pemainnya minimal dua maksimal 5 anak agar proses menunggu gilirannya tidak terlalu lama. Dalam rangka melatih motoric kasar, sebaiknya pemainnya dua anak saja agar proses latihan lebih sering.

Aturan bermain engklek sebagai berikut: pertama menggambar kotak-kotak di serambi atau di halaman rumah. Kotak yang digambar berjumlah 9, terdiri dari tiga kotak horizontal, disambungdengan 3 kotak vertikal. Tambah satu kotak di atasnya dan terakhir dua kotak di horizontal.

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

Cara bermain engklek dengan menggambar kotak-kotak di latar. Bermainnya dilapangan yang terang agar mudah menggambar kotak-kotaknya. Ada sembilan kotak yang terdiri dari tiga buah kotak horizontal, lalu disambung tiga kotak vertikal, setelah itu tambah satu kotak diatasnya dan terakhir dua kotak dihorizontal.

Permainan dilakukan satu persatu, diawali dengan suit. Pemenang melakukan engklek yang pertama, diikuti yang kalah. Pemain melompati kotal tersebut dari awal sampai akhir dengan satu kaki.

Jika pemain engklek terjatuh, maka harus menaruh batu, atau lempengan genting di kotak terakhir tempat jatuh. Kotak ini sebagai tanda untuk mengawali giliran lagi.

4. Terampil Menggunakan Tangan Kanan dan Kiri

Tips meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun yang keempat adalah terampil menggunakan tangan kanan dan kiri. Pada umumnya, kita melakukan aktivitas apa saja dengan menggunakan tanagan kanan.

Tapi ada beberapa orang yang melakukan semua aktivitas dengan tangan kiri. Ada segelintir anak dapat melakukan aktivitas dengan tangan kanan dan kiri sama baiknya.

Berikut ini beberapa cara yang digunakan untuk melatih anak menggunakan tangan kanan dan kiri antara lain menulis, menggambar, mewarnai. Pegang bola, angkat benda juga bisa menjadi kegiatan untuk melatih kerja tangan kanan dan kiri.

Bola dan beban dimulai bola kecil, besar, benda dari yang ringan ke yang berat. Selain itu, kegiatan memotong, menggunting, bermain lempar tangkap,  memainkan alat musik seperti gitar, dan piano dapat dijadikan sarana melatih keterampilan tangan kiri dan kanan pada anak secara bergantian.

Misalnya: latihan menulis, menggambar, mewarnai gambar. Siapkan kertas gambar, mulailah anak diminta menggambar kupu-kupu, benda simetris, huruf dan lain-lainnya dengan salah satu tangan. Lalu anak diminta menggambar dengan tangan satunya secara bergantian.

Baik menggambar, menulis, maupun mewarnai hendaknya dilatih dengan menggunakan tangan yang bergantian. Tujuannya adalah untuk menyeimbangkan kerja kedua tangan anak, baik tangan kanan dan tangan kiri mempunyai kekuatan seimbang.

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

5. Melakukan Kegiatan Kebersihan Diri

Tips meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun yang kelima adalah melakukan kegiatan kebersihan diri. Menjaga kebersihan diri merupakan aktivitas yang rutin dilakukan kita.

Kebersihan diri berarti kebersihan yang terkait dengan tubuh kita. Menjaga kebersihan diri yang diajarkan kepada anak antara lain: menjaga kebersihan tangan dan kuku, gigi dan mulut, rambut, tubuh, dan lain-lain.

Kebersihan Tangan dan Kuku

Kebersihan tangan dapat dilakukan dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik. Lakukan sesering mungkin apalagi saat ini sedang pandemi. Mencuci tangan dapat dilakukan sebelum makan dan sesudah makan.

Selain itu, mencuci tangan juga dilakukan setelah ke toilet, sebelum berinteraksi dengan bayi, sebelum dan sesudah masak, dan setelah bermain dengan hewan peliharaan. Baiknya sebelum mencuci tangan, lihatlah kuku, jika sudah panjang, potonglah kuku sebelum anak mencuci tangan.

Kebersihan Gigi dan Mulut

Untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, anak diminta menyikat gigi sesudah makan dan sebelum tidur.  Menggosok gigi pada umumnya dilakukan dua kali dalam sehari. Tujuannya adalah untuk mencegah gigi agar tidak berlubang, dan mulut tidak berbau.

Lamanya menyikat gigi minimal dua menit agar merata dan bersih. Sikat gigi yang tepat digunakan adalah sikat gigi yang lembut. Sikat gigi sebaiknya diganti setiap 3 bulan sehingga kebersihan gigi dapat terjaga.

Kebersihan Rambut

Kebersihan rambut dapat dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu. Gunakan sampho dan kondisioner yang sesuai dengan jenis rambut dan kulit kepala anak.

Baca juga:

7 Tips WOW Tingkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 4-5 Tahun

6 Tips ini Tingkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 3-4 Tahun

5 Cara Meningkatkan Motorik Kasar pada Anak Usia 2-3 Tahun

5 Cara Cepat Melatih Motorik Kasar pada Anak 1-2 Tahun

15 Motorik Kasar pada Anak Usia 0-1 tahun, & Tips Melatihnya

Kebersihan Tubuh

Untuk menjaga kebersihan tubuh, bisa dilakukan dengan mandi dua kali sehari, pagi dan sore hari. Setiap satu minggu sekali, lakukan scrubbing untuk membersihkan kulit lebih maksimal.

Gerakan motorik kasar dalan kegiatan menjagakebersihan diri antara lain adalah gerakan otot tangan, lengan, mulut, kaki, tubuh lainnya. Otot tangan akan bekerja lebih banyak diantaranya menggosok, menyikat, men-scrubing, meremas bagian kepala pada saat membersihkan rambut.

5 Tips Hebat Latih Motorik Kasar pada Anak Usia 5-6 Tahun

Manfaat menjaga kebersihan diri adalah meminimalkan terjangkitnya penyakit. hidup yang bersih itu berarti hidup sehat. Sebaliknya, hidup yang kotor berarti hidup yang tidak sehat sebab sumber penyakit ada pada tempat yang kotor.

Manfaat lainnya dari menjaga kebersihan diri adalah kebugaran tubuh terjaga. Bersih dan sehat akan berpengaruh pada fungsi-fungsi tubuh. Tubuh berfungsi dengan baik, kebugaran tubuh terjaga.

Demikian penjelasan mengenai tips meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia 4-5 tahun, diantaranya: melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan.

Anak juga dilatih melakukan koordinasi gerakan mata-kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam. Selain itu, anak dilatih melakukan permainan fisik dengan aturan, anak terampil menggunakan tangan kanan dan kiri, serta dapat melakukan kegiatan kebersihan diri.

Semoga dapat menambah wawasan, terima kasih atas kunjungannya.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *