Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membaca Puisi yang Tepat

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membaca Puisi yang Tepat

paket-wisatabromo.com – Kamu sudah mampu mengidentifikasi puisi.  Kamu juga sudah mampu menyimpulkan unsur pembangun dan makna puisi. Selain itu, kamu juga sudah bisa menelaah unsur pembangun teks puis. Kali ini kamu akan diajak menyajikan puisi secara lisan dengan mencermati hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi yang tepat.

Kurikulum 2013 menuntut kamu agar dapat membaca puisi dengan baik. Tentunya kamu akan mendapat bimbingan dari gurumu. Gurumu akan memberikan materi pelajaran yang dapat menjadi panduan kamu.

Jika kamu dapat membaca puisi dengan baik, maka kamu akan merasakan kesenangan yang luar biasa. Dengan demikian, berarti kamu dapat dikatakan sudah mampu mengapresiasi puisi.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membaca Puisi yang Tepat

Membaca Puisi

Pada artikel sebelumnya, kamu sudah belajar mengenai cara menyajikan puisi melalui tulisan.

Menyajikan puisi juga dapat dilakukan secara lisan, yaitu dengan membaca puisi. Pembacaan puisi pada dasarnya harus dilakukan dengan baik.

Hal ini harus dilakukan agar pesan dalam puisi dapat tersampaikan kepada pendengar dengan baik dan tepat.

Membaca puisi adalah kegiatan membawakan puisi secara lisan disertai mimik, intonasi, dan gerak jasmaniah yang wajar sesuai konteks makna larik atau yang dituturkan, disampaikan dengan memegang naskah.

Ciri-ciri Membaca Puisi

Ciri-ciri membaca puisi antara lain:

1. Baca puisi si pembaca memegang nasakah,

2. Baca puisi jumlah dan panjang puisi yang dibaca banyak dan panjang

3. Baca puisi faktor suara/intonasi banyak berperan

4. Baca puisi relatif untuk diri sendiri dan orang lain.

Aspek-aspek dalam membaca Puisi

Aspek-aspek dalam membaca puisi menurut para ahli yang diperhatikan dalam menilai suatu deklamasi,yaitu:

1) Aspek pemahaman dan pengahayatan tentang makna, suasana penuturan, sikap pengarang, dan intensi pengarang.

2). Aspek pemaparan yang meliputi: kulitas ujaran, tempo, durasi, pelafalan, ekspresi wajah, kelenturan tubuh intesi pengarang.

Membaca puisi tidak dapat dilakukan dengan cara sembarangan. Kamu harus mengetahui beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi, yaitu pelafalan, intonasi dan tempo, aksentuasi, mimik dan gestur, volume suara, kelancaran dan kecepatan, dan sikap.

a. Pelafalan

Pelafalan adalah suatu proses atau usaha untuk mengucapkan bunyi bahasa, baik membaca huruf, suku kata, kata, frasa, klausa, maupun kalimat sesuai dengan jiwa puisi dan tempo puisi.

Untuk pelafalan itu sendiri merupakan bagian dari ilmu bunyi bahasa. Ilmu bunyi bahasa itu disebut dengan fonetik.

Fonetik adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa yang menyangkut cara kerja alat-alat ucap manusia dalam menghasilkan bunyi bahasa, serta getaran udara sebagai bunyi bahasa yang dapat diterima oleh indera pendengaran manusia tanpa melihat fungsi bunyi itu sebagai pembeda makna dalam suatu bahasa.

Jadi, fonetik hanya meneliti tentang bunyi yang dihasilkan oleh organ wicara manusia.

Menurut Marsono, fonetik dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu fonetik akustis, auditoris, dan fonetik organis.

Fonetik akustis menyelidiki bunyi bahasa menurut aspek-aspek fisisnya sebagai getaran udara dan lebih berkenaan dengan bidang fisika.

Fonetik auditoris adalah penyelidikan mengenai cara penerimaan bunyi-bunyi bahasa oleh telinga dan berkenaan dengan bidang kedokteran.

Sedangkan fonetik organis atau fonetik artikulatoris menyelidiki bagaimana bunyi-bunyi bahasa dihasilkan oleh alat-alat bicara (organ wicara).

Jadi, hubungannya dengan pelafalan dalam membaca puisi, kamu harus memperhatikan fonetik organis atau fonetik artikulatoris.

b. Intonasi dan Tempo

Intonasi adalah penyajian tinggi rendah irama puisi yang dibacakan sehingga tidak monoton. Selain itu, memperjelas penekanan pada kata tertentu yang dimaknai.

Pengertian lain dari intonasi adalah lagu kalimat. Kalimat diucapkan dengan lagu/perhentian yang berbeda, dalam bahasa tulis ditandai dengan tanda koma.

Intonasi dalam bahasa Indonesia sangat berperan dalam pembedaan maksud kalimat.

Bahkan, dengan dasar kajian pola-pola intonasi ini, kalimat bahasa Indonesia dibedakan menjadi kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif). Pola variasi nada dalam intonasi kalimat bisa dilambangkan dengan angka (1,2,3).

1. Tinggi nada tingkat 1 (satu), atau ‘rendah’.

2. Tinggi nada tingkat 2 (dua), atau ‘sedang’, atau ‘netral’.

3. Tinggi nada tingkat 3 (tiga), atau ‘tinggi’.

Selain intonasi, perhatikan pula tempo, yaitu cepat atau lambatnya pengucapan suku kata atau kalimat.

 c. Aksentuasi atau tekanan

Dalam sebuah puisi ada tiga jenis akesntuasi antara lain sebagai berikut:

a) Tekanan dinamika yaitu tekanan pada kata-kata yang dianggap penting.

b) Tekanan nada yaitu tekanan tinggi redahnya suara.

c) Tekanan tempo yaitu cepat lambat pengucapan suku kata atau kata.

d. Mimik dan Gestur

Untuk mimik dan gestur selalu berkaitan dengan ekspresi wajah dan gerak anggota tubuh. Mimik adalah ungkapan atau proses peryataan dengan memperhatikan maksud, gagasan dan perasaan hasil penjiwaan puisi.

Gestur atau pantomimik/penampilan fisik adalah gerak anggota tubuh dan penilaianya dilakukan terhadap kinerja, tingkah laku, atau interaksi siswa.

Pembaca puisi dituntut untuk memahami materi puisi dan mendalaminya dengan sungguh-sungguh agar mimik dan gestur yang ditunjukkan sesuai dengan emosi dan rasa dalam puisi tersebut.

e. Volume Suara

Pembaca puisi juga harus menguasai teknik penggunaan mikrofon agar suara yang dihasilkan tidak sumbang, tidak terlalu pelan, atau tidak terlalu keras.

f. Kelancaran dan Kecepatan

Kecepatan membaca juga harus diperhatikan. Jika membaca puisi terlalu cepat, pendengar akan sulit memahami isi puisi. Jika terlalu lambat, maka akan membuat pendengar jenuh.

g. Sikap

Pembaca puisi dituntut untuk menguasai puisi yang akan dibacakan secara matang. Hal ini bertujuan agar ketika tampil tidak akan gugup dan sikap yang ditunjukkan sesuai dengan keinginan.

Penilaian Membaca Puisi (Poetry Reading) dan Deklamasi

Penilaian pembaca puisi menunjukan pada keterampilan dalam melafalkan fonem, kata, frasa, atau apa yang tersurat dalam sebuah puisi.

Unsur-unsur yang harus diperhatikan dalam menilai puisi oleh seorang juri (dalam lomba membaca puisi)

a) Vokal

Vokal merupakan suara secara rinci setiap tanda bunyi yang tertulis dalam puisi. Bunyi vokal seperti a,e,i,u dan dan bunyi konsonan seperti: b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y,z harus dilafalkan secara jelas sesuai fotensinya.

Penilaian vokal membaca puisi juri dapat melihat dari ekspresi mimik melalui bentuk mulut, pelisanan vokal, penyentuhan antara kompenenn alat ukur yang mengkaibatkan bentuk mulut tidak bulat dan pipih.

b) Irama

Irama merupakan tekanan bunyi , tinggi rendahnya bunyi, cepat atau lambatnya bunyi, bunyi dasar atau nada. Penilaian pembaca puisi dapatdilihat dari nada  terlebih dahulu, baru stress, frekuensi, dan tempo.

c) Ekspresi

Penilaian ekspresi dalam membaca puisi dapat dilihat dari mimik.Rasa suka atau duka, pikiran kalut atau tenang dapat dilihat melalui dari mimik oarang yang baca puisi. Dan penjiwaan tepat atau tidaknya. Ekspretif atau tidak ekspretif dapat dilihat dari wajah.

d) Penafsiran

Menafsirkan dapat dilihat dari sudut pandang yang sama jika secara logika juga tetap sama. Misalnya penafsiran seni meskipun dari sudut sama tetapi dalam menafsirkan berbeda.

Baca: Jenis-Jenis Puisi Lama dan Puisi Modern beserta Contohnya yang Tepat

Demikianlah pembahasan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi yang tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.