Inilah 5 Kemampuan Berpikir Logis pada Anak Usia 3-4 Tahun

Inilah 5 Kemampuan Berpikir Logis pada Anak Usia 3-4 Tahun

paket-wisatabromo.com – Berpikir logis adalah proses penggunaan penalaran secara konsisten untuk mengambil sebuah kesimpulan. Kemampuan berpikir logis adalah kemampuan manusia untuk memperoleh suatu pengetahuan menurut pola atau logika tertentu.

Berpikir logis dapat diartikan sebagai kemampuan siswa untuk menarik simpulan yang sah menurut aturan logika dan dapat membuktikan simpulan itu benar atau valid sesuai dengan pengetahuan-pengetahuan sebelumnya (Siswono, 2008)

Karakteristik Berpikir Logis

Karakteristik berpikir logis antara lain keruntutan berpikir, kemampuan berargumen, dan penarikan kesimpulan. Keruntutan berpikir merupakan langkah teratur dalam menyelesaikan masalah dari awal hingga akhir pada suatu kesimpulan.

Kemampuan berargumen adalah memberikan alasan logis sesuai dengan fakta atau informasi terkait dengan Langkah perencaan sampai penyelesaian masalah. Penarikan kesimpulan adalah menarik kesimpulan dari suatu permasalahan berdasarkan data yang tersedia.

Manfaat Berpikir Logis

Manfaat berpikir logis adalah melatih berpikir secara rasional, kritis, tertib. Anak mampu berpikir abstrak, cermat, dan objektif.

Manfaat lain dari berpikir logis adalah menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir tajam dan mandiri. Dan meningkatkan kemampuan analisis terhadap suatu kejadian.

Kemampuan berpikir logis pada anak usia 3-4 tahun meliputi kemampuan menempatkan benda dalam urutan ukuran dari peling kecil ke paling besar, dan mulai mengikuti pola tepuk tangan, mengenal konsep banyak sedikit, mengenali alasan, dan menjelaskan model/karya yang dibuatnya.

Kemampuan Berpikir Logis pada Anak 

Macam-macam kemampuan berpikir logis pada anak usia 3-4 tahun

1. Menempatkan Benda dalam Urutan Ukuran Paling kecil-Paling Besar

Macam-macam Kemampuan berpikir logis pada anak usia 3-4 tahun yang pertama adalah menempatkan benda dalam urutan ukuran paling kecil-besar. Kemampuan ini mengajak anak agar dapat mengenal ukuran dengan gaya belajar visual.

Agar anak mampu menempatkan benda dalam urutan ukuran paling kecil-besar, kita latih dengan menyediakan media terlebih dahulu. Media yang dapat digunakan bisa berupa benda nyata, bisa juga berupa gambar yang disediakan.

Media benda nyata bisa digunakan peralatan bermain anak. Ada boneka kecil, boneka berukuran sedang, dan besar atau paling besar. Bisa juga digunakan media bola bola yang dimiliki anak.

Aneka peralatan rumah tangga bisa dimanfaatkan sebagai media belajar anak seperti gelas, mangkok, piring. Anak diminta mengambil gelas, mangkuk, piring yang paling besar. Letakkan di meja yang besar.

Bisa juga, anak diminta mengambil gelas, mangkuk, piring yang paling kecil. Mintalah anak meletakkan gelas, mangkuk, dan piring yang paling kecil di meja kecil.

Selanjutnya anak diminta menata gelas, mangkuk, dan piring di meja besar. Lalu anak diminta menempatkan gelas kecil berjajar dengan gelas besar. Mangkuk kecil berjajar dengan mangkuk besar. Dan piring kecil berjajar dengan piring besar

Kemampuan Berpikir Logis pada Anak 

Ketika hendak sholat berjamaah di rumah, bisa saja dimanfaatkan untuk merangsang anak belajar ukuran kecil-besar. Kemudian, Anak diminta menempatkan sajadah dari kecil, sedang, dan sajadah besar.

Anak diminta meletakan tasbih di atas sajadah. Lalu, Anak diminta meletakkan tasbih kecil di atas sajadah kecil. Tasbih berukuran sedang diletakkan di atas sajadah berukuran sedang. Dan tasbih besar, diletakkan di atas sajadah besar.

Konsep menempatkan benda dengan urutan kecil ke yang paling besar, dapat dilakukan sembari menyelesaikan pekerjaan rumah sehari-hari. Kita bisa meminta anak melakukan sesuatu tanpa dirasakan anak bahwa ia sedang belajar.

Contoh lainnya: anak diminta meletakan dan menata sandal atau sepatu, menata boks mainan, dan lain-lain.  Anak diminta menata sandal, sepatu, boks mainan di tempatnya. Anak diminta menatanya dengan urutan  dari yang paling kecil ke yang paling besar.

Kemampuan Berpikir Logis pada Anak 

Jika anak sudah berhasil melakukan tugas, berilah penghargaan. Bisa dengan memberi pujian “Hebat,” “Anak Jempolan” atau kata pujian lainnya. Bisa juga, penghargaan kita berikan dengan memberi hadiah tepuk tangan.

Pemberian penghargaan cukup penting bagi anak. Karena anak akan menjadi senang. Seorang yang senang, dia akan melakukan hal sam atau hal lainnya dengan hati yang gembira. Pemberian penghargaan dapat memotivasi anak untuk melakukan apa saja yang positif.

Jadi, Latihan kemampuan menempatkan benda dalam urutan ukuran paling kecil-besar dapat sudah sering diperoleh di rumah dalam kegiatan sehari-hari. Ketika anak masuk sekolah PAUD, ia sudah mengantongi kemampuan berpikir logis.

Kemampuan berpikir logis pada anak kemudian anak di asah lagi ketika anak mengikuti program belajar di PAUD atau TK. Niscaya, anak akan lebih berkembang kemampuan berpikir logisnya karena sudah terbiasa belajar berpikirlogis dari keluarga.

Kemampuan Berpikir Logis pada Anak 

2. Mulai Mengikuti Pola Tepuk Tangan

Macam-macam Kemampuan berpikir logis pada anak usia 3-4 tahun yang kedua adalah mulai mengikuti pola tepuk tangan. Kalau ada kata “tepuk tangan”, kita lantas teringat pada lagu anak “Kalau kau suka hati, tepuk tangan, prok-prok.” “Kalau kau suka hati, injak bumi, Tap-Tap.”

“Tepuk tangan” juga mengingatkan kita pada kegiatan pramuka semasa menjadi anak sekolah. Kegiatan pramuka identik dengan tepuk tangan. Sehingga, pramuka terkenal dengan tepukannya.

Begitu ada aba-aba “Tepuk Pramuka”, saat itu anak pramuka langsung bertepuk tangan. “prok-prok-prok, prok-prok-prok, prok prok prok prok prok prok prok prok.”

Pola Tepuk tangan bagi anak usai 3-4 tahun masih sederhana. Kita ajari anak tepuk tangan dengan pola satu tepukan. Pola ini dilakukan dengan suara tepukan yang sama. Tapi bisa juga dilakukan dengan variasi, yakni dengan tepukan lembut dan keras.

Ajari anak bertepuk tangan dengan posisi semua jari tangan terbuka. Hal ini bertujuan agar gerakan ini melatih jari tangan bergerak lebih kuat. Sehingga, aliran darah pada jari tangan menjadi lebih lancar.

Selanjutnya, ajari anak bertepuk tangan dengan jari tangan rapat atau tertutup semua. Hali ini bertujuan agar suara tepukan terdengar lebih keras. Jika anak mampu menepukkan tangannya lebih kuat, maka suara tepukkan akan semakin keras.

Pola tepukan dengan satu tepukan ini, lantas bisa dikembangkan dengan pola 1 2 11- 211-1211-211. Pola ini jika dilakukan dengan benar akan membentuk irama yang menarik. Sehinga anak akan menjadi senang bertepuk tangan.

Kemampuan Berpikir Logis pada Anak 

Berikut ini disebutkan beberapa contoh tepuk tangan yang dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari di rumah. Inilah 5 Kemampuan Berpikir Logis pada Anak Usia 3-4 Tahun

PerkenalanTepuk Mandi Sehat
Namaku prok-prok-prok

Delisha Orlin Prok-prok-prok

Umurku prok-prok-prok

Tiga tahun prok-prok-prok

Yes-yes

Siram air prok-prok-prok

Gosok sabun prok-prok-prok

Bilas air prok-prok-prok

Gebyar-gebyur

4 sehat 5 sempurna prok-prok-prok

Satu nasi prok-prok-prok

Dua sayur prok-prok-prok

Tiga lauk prok-prok-prok

Empat buah prok-prok-prok

Lima susu prok-prok-prok

Panca InderaKeluargaTepuk Kelinci
Panca indera prok-prok-prok

Ada lima prok-prok-prok

Mata untuk melihat prok-prok-prok

Hidung untuk mencium prok-prok-prok

Telinga untuk mendengar prok-prok-prok

Lidah untuk merasa prok-prok-prok

Kulit untuk meraba prok-prok-prok

Ayah ibu prok-prok- prok aku hormat prok-prok prok

Kaka adik prok-prok-prok

Aku sayang prok-prok prok

Semua keluargaku prok-prok -prok

Mmmuuach

 

Telinga Panjang prok-prok-prok

Warna putih prok-prok-prok

Suka wortel prok-prok-prok

Lompat-lompat Hup…hup

Kemampuan anak dalam bertepuk tangan akan melatih koordinasi otak dengan tangan. Otak akan memikirkan pola tepuk tangan yang diajarkan. Kemudian tangan melakukan perintah dari otak untuk bertepuk tangan.

Kemampuan ini akan menjadi ajang pelatihan pada anak usia 3-4 tahun untuk berpikir logis. Berpikir secara logika dapat berkembang dengan latihan tepuk tangan.

Manfaat tepuk tangan adalah membantu kelancaran arus darah ke otak. Anak yang bertepuk tangan setiap hari akan memiliki otak yang tajam. Tepuk tangan juga dapat meningkatkan aktivitas dan keterampilan perkembangan yang penting.

Kemampuan Berpikir Logis pada Anak 

3. Mengenal Konsep Banyak dan Sedikit

Macam-macam Kemampuan berpikir logis pada anak usia 3-4 tahun yang ketiga adalah mengenal konsep banyak dan sedikit. Konsep banyak sedikit adalah konsep yang berkaitan dengan jumlah.

Dikatakan “banyak” jika besar jumlahnya atau tidak sedikit jumlahnya. Dikatakan sedikit jika jumlah benda tidak banyak atau tidak seberapa. Ukuran atau kriteria banyak atau sedikit sangat ditentukan oleh pembandingnya. Ajari anak mengenai konsep ini.

Anak diminta melihat contoh. Misalnya jumlah 5 dengan 2, maka jumlah 5 lebih banyak. Jumlah 2 lebih sedikit. Jumlah 5 akan menjadi lebih sedikit dalam pembanding yang lain. Contoh: 5 dengan 7. Jumlah 5 lebih sedikit. Jumlah 7 lebih banyak dari jumlah 5.

Contoh seperti di atas mungkin terasa abstrak bagi anak. Baiknya kita beri contoh dengan benda yang konkret. Misalnya mainan karet anak dikelompokkan menjadi dua. Karet pada kelompok pertama berjumlah 5. Karet pada kelompok kedua berjumlah 7.

Anak diminta menyebutkan kelompok mana yang jumlah karetnya banyak. Dan kelompok mana yang jumlahnya sedikit. Berapa jumlah karet pada kelompok pertama. Berapa jumlah karet pada kelompok kedua.

Kegiatan sehari-hari di rumah dapat dijadikan sebagai ajang latihan anak mengenal konsep banyak-sedikit. Misalnya: pada saat makan bersama.  Kita duduk bersama menghadap meja makan.

Ayah mengambil nasi tida centong. Dipiring ayah terlihat penuh oleh nasi. Ibu mengambil 2 centong nasi. Dipiring ibu terlihat nasinya lebih sedikit dari ayah. Kemudian, anak mengambil 1 cetong nasi. Tentu terlihat nasi di piring anak paling sedikit.

Jadi, proses mengenal konsep banyak sedikit dapat kita latihkan pada anak setiap saat dan setiap waktu. Dalam kegiatan apa pun, kita jadikan ajang meltih anak mengenal konsep banyak sedikit.

Kemampuan Berpikir Logis pada Anak 

4. Mengenali Alasan Mengapa Ada Sesuatu yang Tidak Masuk Dalam Kelompok tertentu

Macam-macam Kemampuan berpikir logis pada anak usia 3-4 tahun yang keempat adalah mengenali alasan mengapa ada sesuatu yang tidak masuk dalam kelompok tertentu.

Alasan adalah dasar, hakikat, asas yang kuat. Alasan adalah dasar, bukti, keterangan, yang dipakai untuk menguatkan pendapat. Inilah 5 Kemampuan Berpikir Logis pada Anak Usia 3-4 Tahun

Di dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita dan anak mengenal ada kelompok-kelompok yang bisa kita temui. Kelompok-kelompok tersebut dapat berupa kelompok manusia, binatang, benda.

Kenalkan pada anak bahwa sesuatu itu dapat dikatakan satu kelompok, jika memiliki persamaan atau homogen. Sebaliknya, sesuatu itu dikatakan tidak satu kelompok karena ada perbedaan atau heterogen.

Ajak anak mengenal manusia. Manusia bisa kita kelompokkan sesuai jenis kelamin, usia, kegemaran atau hobi, makanan, pekerjaan atau profesi. Ada laki-laki ada perempuan, ada manusia tua dan muda, bahkan anak-anak dan bayi.

Kenalkan juga pada anak, bahwa manusia ada yang mempunyai hobi yang sama. Misalnya: hobi olahraga, hobi melukis, hobi merangkai bunga, dll. Profesi manusia juga banyak yang sama. Profesi dokter, guru, petani, pedagang, dll.

Baca juga:

Ini 3 Tips Jitu Berpikir Simbolik pada Anak Usia 2-3 Tahun

Dua Tips Jitu Melatih Anak Usia 1-2 Tahun Berpikir Simbolik 

Ini Moms 6 Kemampuan Berpikir Logis pada Anak Usia 2-3 Tahun

Inilah Belajar & Pemecahan Masalah pada Anak Usia 2-3 tahun

Inilah 3 Kemampuan Berpikir Logis pada Anak Usia 18-24 Bulan

Kemampuan Berpikir Logis pada Anak 

Anak juga perlu kita kenalkan pada kelompok binatang dan benda-benda yang ada di dunia ini. Kelompok binatang ada binatang berkaki empat, berkaki dua. Ada binatang berjalan, ada pula binatang yang terbang dan melata.

Kelompok benda, ada benda bergerak dan tidak bergerak. Benda bergerak seperti kipas angin, mixer, mesin cuci, baling-baling, dll. Benda tak bergerak contohnya bisa lebih banyak. Meja, kursi, semua peralatan main anak, tergolong benda bergerak.

Ketika kelompok-kelompok yang ada dan sejenis dicampur, maka akan terjadi perbedaan pada kelompok tersebut. Misalnya dalam sebuah kelompok profesi dokter terdapat satu orang perofesi guru. Hal ini harus dipahami benar oleh anak.

Maka, satu orang profesi guru tidak dapat dimasukkan ke dalam kelompok profesi dokter. Karena profesi guru tidak sama dengan profesi guru. Anak diharapkan sudah bisa mengamti perbedaan yang ada sehingga bisa memberikan alasan.

Contoh lainnya adalah dalam satu dos kelompok mainan peralatan masak anak terdapat dua bola besar dan kecil. Bola besar dan kecil bukan merupakan mainan peralatan memasak.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa dalam dos mainan peralatan masak milik anak terdapat perbedaan. Beri kesempatan pada anak untuk menemukan perbedaannya. Kemudian, anak diminta memberi alasan mengapa peralatan memasak berbeda dengan bola. Sehingga bola harus dipisahkan dari kelompok mainan peralatan memasak.

Ajari anak menggunakan kata “karena,” atau “sebab,” ketika memberikan alasan. Agar kalimat anak terpola dengan baik. Misalnya, karena profesi guru berbeda dengan profesi dokter, atau sebab bola bukan kelompok mainan peralatan memasak.

Jadi, biasakan anak dilatih memberi alasan yang benar. Latih juga menggunakan kalimat yang tepat. Kebenaran alasan dan kalimat yang digunakan akan akan menunjang kemampuan berpikir logis pada anak.

Kemampuan Berpikir Logis pada Anak 

5. Menjelaskan Model/Karya yang dibuatnya

Macam-macam Kemampuan berpikir logis pada anak usia 3-4 tahun yang kelima adalah menjelaskan model/karya yang dibuatnya. Kemampuan “menjelaskan” menuntut anak untuk mampu berbicara.

Menjelaskan adalah menerangkan atau menguraikan secara terang atau jelas. Jika anak mampu menjelaskan dengan terang, orang lain yang mendengarkan akan menjadi paham.

Untuk dapat menjelaskan, anak harus memahami apa yang akan dijelaskan. Apa nama karyanya, dibuat dari apa, bahannya apa. Berapa ukuran bahan yang diperlukan, dan bagaimana proses membuatnya, dll.

Inilah 5 Kemampuan Berpikir Logis pada Anak Usia 3-4 Tahun

Kemampuan memahami bahan atau materi yang akan dijelaskan akan mendukung kelancaran anak pada saat menjelaskan. Selain itu, kualitas menjelaskan akan menjadi baik jika didukung oleh kemampuan berbicara dan rasa percaya diri.

Jika anak sudah mengerti benar mengenai materi yang akan dijelaskan, tapi kemampuan berbicara anak masih lemah, materi yang akan dijelaskan pun tidak bisa tersampaikan dengan baik.

Begitu juga dengan rasa percaya diri. Aspek ini juga penting diperhatikan. Jika materi untuk menjelaskan sudah dipahami, kemampuan berbicara anak juga sudah bagus, tapi anak tidak mempunyai rasa percaya diri dengan baik. Proses menjelaskan pun tida akan berhasil.

Jadi, agar kemampuan anak menjelaskan karyanya dapat berhasil dengan baik, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama penguasaan bahan atau materi. Kedua kelancaran berbicara. Dan yang ketiga adalah percaya diri.

Secara singkat, kemampuan berpikir logis pada anak usia 3-4 tahun dapat dikembangkan melalui 5 kegiatan yaitu: menempatkan benda, mengikuti pola tepuk tangan, mengenal konsep banyak sedikit, mengenali alasan, dan menjelaskan model/karya yang dibuatnya.

Demikianlah pembahasan mengenai kemampuan berpikir logis pada anak usia 3-4 tahun. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan kita mengenai kemampuan berpikir logis.

Referensi: dari Berbagai Sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *