Pengertian Teks Persuasi, Ciri, Tujuan, Teknik, Jenis, Contoh yang Tepat

Pengertian Teks Persuasi, Ciri, Tujuan, Teknik, Jenis, Contoh yang Tepat

paket-wisatabromo.com – Jenis teks yang harus dipelajari peserta didik kelas VIII adalah teks persuasi. Jenis teks ini menuntut peserta didik kelas VIII agar memiliki pengetahuan diantaranya memahami pengertian teks persuasi dan keterampilan yang berkaitan dengan teks persuasi. Baca Juga: Jenis-Jenis Teks Bahan Ajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMP/MTs

Untuk aspek pengetahuan, teks persuasi yang harus dipelajari antara lain Mengidentifikasi jenis saran, ajakan, arahan, dan pertimbangan tentang berbagai hal positif atas permasalahan aktual dari teks persuasi.

Aspek pengetahuan lainnya adalah menelaah struktur dan kebahasaan teks persuasi yang berupa saran, ajakan, dan pertimbangan ten

Sedangkan teks persuasi untuk aspek keterampilan adalah menyimpulkan isi saran, ajakan,

arahan, pertimbangan tentang berbagai hal positif permasalahan aktual dari teks persuasi. Dan juga menyajikan teks persuasi (saran, ajakan, arahan, dan pertimbangan) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, atau aspek lisan

Keempat hal tersebut akan dibahas secara berturut-turut dalam beberapa artikel berikutnya.Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai mengidentifikasi teks persuasi.

Untuk aspek Mengidentifikasi menuntut peserta didik untuk menjelaskan pengertian teks persuasi. Selain itu, peserta didik diminta dapat menjelaskan ciri-ciri, teknik, dan contoh persuasi.

A. Pengertian Teks Persuasi

Pengertian teks persuasi adalah teks atau karangan yang bertujuan membujuk atau mengajak pembaca untuk melakukan sesuatu. Persuasi berarti membujuk atau meyakinkan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005) di jelaskan pengertian teks persuasi, yakni persuasi adalah bujukan atau ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek yang meyakinkan.

Keraf (2007:118) memberikan pengertian tek persuasi adalah suatu seni verbal yang bertujuan meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pembicara pada waktu itu atau pada waktu yang akan datang.

Itulah penjelasan mengenai pengertian teks persuasi. Setelah penjelasan mengenai pengertian teks persuasi, berikutnya akan dijelaskan mengenai ciri-ciri teks persuasi dengan harapan, peserta didik akan dengan mudah mengetahui sebuah teks apakah persuasi atau bukan persuasi.

B. Ciri-Ciri Teks Persuasi

Agar dapat mengenaili dengan mudah teks persuasi, berikut ini dijelaskan ciri-ciri teks persuasi. Ciri-ciri teks persuasi yang akan dijelaskan meliputi ciri isi, ciri tujuan, dan ciri Bahasa teks persuasi.

Pertama Ciri Isi

Dalam teks persuasi diperlukan fakta untuk dipergunakan seperlunya saja. Bila sudah merasa cukup tidak perlu menggunakan fakta lain. Harus ada fakta dan data secukupnya.

Bertolak pada pendirian bahwa pikiran manusia dapat berubah. Harus menimbulkan kepercayaan pembaca atau pendengarnya.

Selain itu, harus menciptakan persesuaian melalui kepercayaan antara pembuat teks (pembicara/penulis) dan yang diajak berbicara/pembaca. Dan harus menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan tercapai.

Berisi ajakan dengan pendekatan emotif yang berusaha membangkitkan dan merangsang emosi. Tulisan persuasi melihat siapa pembacannya (latar belakang kehidupannya, kebiasaan sehari-hari, kepercayaan) agar bisa mempengaruhi pembaca secara lebih baik.

Kedua Ciri Tujuan

Cara Persuasi adalah keahlian untuk mencapai suatu persetujuan atau kesesuaian kehendak penulis. Teks ini merupakan suatu proses untuk meyakinkan orang lain supaya orang itu menerima apa yang diinginkan penulis dengan sengaja membujuk pembacannya.

Ketiga Ciri Bahasa
Bahasa yang emotif

Pengertian Bahasa emotif adalah Bahasa yang berkenaan dengan (berhubungan dengan) emosi. Bisa juga dimaknai Bahasa yang bersifat menimbulkan (membangkitkan) emosi.

 Di sini Bahasa emotif bukanlah suatu bahasa yang membuat orang emosi karena marah tetapi bagaimana seseorang merasakan sesuatu perasaan yang datang dari hati untuk melakukan sesuatu. Bahasa emotif juga membuat seseorang penasaran terhadap sesuatu untuk bisa mengalami dan terlibat di dalamnya.

Contoh:

“Berinvestasi selalu menjanjikan untung yang besar. Oleh sebab itu, investasi sekarang ini mulai dilirik orang sebagai sumber usaha. Tetapi, Anda harus berhati-hati. Banyak investasi dengan tawaran yang menggiurkan justru kedok untuk merampas uang kita. Banyak kejadian yang berkedok penipuan investasi belakangan ini harus menjadiperingatan bagi kita ketika kita akan memilih berinvestasi.”

 Pilihan kata khusus

Kata-kata yang digunakan di dalam bahasa persuasif adalah kata-kata yang umum dan mudah dipahami oleh pembacanya.

Contoh:

“Menabung uang di bank lebih aman dan menguntungkan. Uang kita akannmendapat keuntungan dari bank sesuai dengan uang tabungan yang telah disetor. Uang kita juga akan terjaga keamanannya dari pencurian. Oleh karena itu marilah kita menabung uang di bank sebagai jaminan masa depan kelak.”

Kalimat Ajakan

Pengertian Kalimat ajakan adalah kalimat sebagai perluasan makna dari kalimat perintah dan erat hubungannya dengan orang kedua.

Kalimat ajakan yaitu kalimat yang menyatakan ajakan seseorang kepada orang yang diajak bicara untuk bersama-sama melakukan sesuatu.

Ajakan tersembunyi secara makna tetapi ajakan yang bisa membuat hati seseorang tersentuh dan bergerak serta ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

Contoh:

“Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.”

Kata kunci yang digunakan untuk mengajak antara lain: mari, ayo, minta, marilah, dll.

B.Tujuan Teks Persuasi

  1. Tujuan akhir dari sebuah teks persuasi adalah  agar  pembaca  melakukan  sesuatu,  persuasi dapat dimasukkan pula dalam cara-cara untuk “mengambil  keputusan”.  Mereka yang menerima persuasi    harus mendapatkan keyakinan, bahwa keputusan yang diambilnya merupakan keputusan yang benar dan bijaksana serta dilakukan tanpa paksaan.
  2. Melalui persuasi, seseorang penulis  mencoba  mengubah  pandangan pembaca tentang sebuah permasalahan tertentu. Penulis mempersembahkan fakta dan opini yang bisa didapatkan pembacannya untuk mengerti menggapai sesuatu.
  3. Tujuan persuasi lainnya adalah agar pembaca menerima sudut pandang penulis akan topik yang dibahas dalam tulisan secara tepat. Agar pembaca mengadopsi cara berpikir penulis tentang topik atau masalah dalam tulisan secara tepat.

C.Teknik-Teknik Persuasi

Menurut Keraf (2007: 124), dalam menulis persuasi terdapat beberapa teknik yang digunakan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Berikut ini akan dijelaskan mengenai teknik-teknik persuasi ialah sebagai berikut.

1. Rasionalisasi

Rasionalisasi adalah suatu proses penggunaan akal untuk memberikan suatu dasar pembenaran kepada suatu persoalan, yang mana dasar atau alasan itu tidak merupakan sebab langsung dari masalah itu.

Kebenaran yang dibicarakan dalam persuasi bukanlah kebenaran mutlak, tetapi kebenaran yang hanya berfungsi untuk meletakkan dasar-dasar dan melicinkan jalan agar keinginan, sikap, kepercayaan, keputusan, atau tindakan yang telah ditentukan atau diambil dapat dibenarkan.

2. Identifikasi

Pengertian identifikasi adalah kegiatan dimana penulis harus mengidentifikasikan tulisan dengan pembacanya. Identifikasi biasa digunakan dalam tulisan yang berkaitan dengan soal-soal politik, yaitu kampanye yang tujuan utamanya adalah“menang”.

Agar identifikasi dapat dilaksanakan sesuai dengan diharapkan maka harus diciptakan dasar umum yang sama. Dasar umum tersebut dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan tentang: untuk siapa tulisan diajukan?

Dengan berusaha menjawab pertanyaan itu dengan tepat, maka penulis akan lebih mudah mengidentifikasi dirinya dengan ciri, tingkat pengetahuan, kemampuan pembacannya.

3. Sugesti

Pengertian Sugesti adalah suatu usaha membujuk atau mempengaruhi orang lain untuk menerima suatu keyakinan atau pendirian tertentu tanpa memberi suatu dasar kepercayaan yang logis pada orang yang ingin dipengaruhi.

Rangkaian kata-kata yang menarik dan meyakinkan, dapat memungkinkan penulis mempengaruhi pembaca dengan mudah. Sugesti akan mudah diikuti jika dilakukan oleh orang yang mempunyai wibawa dan kedudukan tinggi di tengah masyarakat.

Jadi,seorang pembaca yang mengidolakan seorang penulis jelas akan mudah terkena sugesti. Contoh :

“Setiap pagi, langkahkan kakimu ke kamar mandi dan ambillah sikat gigi lalusikatkan perlahan namun pasti kesela-sela gigi sampai gigimu terasa kesat dan segar.”

4. Konformitas

Pengertian Konformitas adalah suatu keinginan atau suatu tindakan untuk membuatdiri serupa dengan sesuatu hal yang lain atau suatu mekanisme mental untukmenyesuaikan diri dengan sesuatu yang diinginkan itu.

Teknik ini memilikipersamaan dengan identifikasi. Perbedaannya, dalam identifikasi penulis hanyamenyajikan beberapa hal yang sama dengan pembaca, sedangkan dalamkonformitas penulis memperlihatkan bahwa dirinya mampu bertindak sebagaipembaca itu sendiri.

D. Jenis Teks Persuasi

Jenis-jenis teks persuasi terdapat empat jenis teks persuasi yaitu:

Persuasi Pendidikan.

Sedangkan Persuasi pendidikan dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang pendidikan dan digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan.

Persuasi advertensi atau iklan.

Untuk jenis Persuasi ini dimanfaatkan terutama dalam dunia usaha untuk memperkenalkan suatu barang atau bentuk jasa tertentu. Lewat persuasi iklan ini, diharapkan pembaca atau pendengar menjadi kenal, senang, ingin memiliki barang atau memakai jasa yang ditawarkan.

Persuasi Politik.

Jenis Persuasi politik dipakai oleh orang-orang yang berkecimpung di bidang politik dan kenegaraan.

Persuasi Propaganda.

Obyek yang disampaikan dalam persuasi propaganda adalah informasi. Tujuannya tidak hanya penyebaran informasi saja. Lebih dari itu, dengan informasi diharapkan pembaca atau pendengar mau dan sadar untuk berbuat sesuatu.

Artikel terkait:

E. Contoh Persuasi

Jika kita akan menulis teks persuasi, tentu akan lebih mudah dengan mempelajajari terlebih dahulu contoh teks persuasi dan teknik menulis teks persuasi. Baca Juga: Menulis Teks Persuasi dengan Teknik yang Mudah dan Cepat.

Menjaga Kebersihan Lingkungan

Tinggal di kota yang padat seperti di Jakarta, setiap setiap individu sebaiknya menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu cara yang paling mudah dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah dengan membuang sampah pada tempatnya.

Seperti halnya saat musim penghujan diberbagai pintu air yang ada di Jakarta dipenuhi dengan tumpukan sampah yang tidak enak dipandang. Hal ini sering mengakibatkan air meluap dan banjir di daerah pemukiman.

Sampah yang dibuang sembarangan akan menyumbat aliran air pada selokan. Ketika hujan tiba akan menyebabkan banjir karena air tidak dapat mengalir pada selokan.

Untuk itu marilah kita senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Contoh teks persuasi tersebut tentu sudah mengikuti struktur teks persuasi secara teori. sehingga contoh teks persuasi tersebut dapat dikatakan sebagai contoh yang tepat. Ingin memperdalam mengenai struktur teks persuasi? Bacalah di sini: Struktur dan Kebahasaan Teks Persuasi yang Tepat Lengkap.

Berdasarkan contoh teks persuasi di atas, biasanya kita juga diminta untuk menyimpulkannya. Nah untuk memahami teori menyimpulkan teks persuasi yang tepat bacalah: Menyimpulkan Isi Teks Persuasi dengan Teknik yang Mudah

Demikian pembahasan mengetai Pengertian Teks Persuasi, Ciri, Tujuan, Teknik, Jenis, Contoh yang Tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *