Teks Deskripsi : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

Teks Deskripsi : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

paket-wisatabromo.com – Jenis teks yang harus dikuasai peserta didik SMP kelas VII berjumlah delapan (8) teks. Teks tersebut antara lain teks deskripsi, cerita fantasi, teks prosedur, laporan hasil obeservasi, puisi rakyat, fable, korespondensi, teks menjadi pembaca efektif.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai teks deskripsi yang berkaitan dengan pengertian,ciri, jenis, dan contohnya.

A. Pengertian Teks Deskripsi

Pengertian teks deskripsi adalah teks yang menggambarkan hakikat objek sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Teks deskripsi melukiskan suatu objek secara menyeluruh sehingga pembaca mampu turut melihat, mencium, meraba, mendengar dan merasakan objek yang penulis deskripsikan.

Hal-hal yang dapat dideskripsikan dapat meliputi orang, tempat, benda, binatang, tumbuhan, kejadian, suasana, dan lain-lain. Teks deskripsi merupakan teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu atau seseorang.

Tujuan teks deskripsi adalah untuk menggambarkan objek dengan cara merinci objek secara subjektif atau melukiskan kondisi objek dari sudut pandang penulis.

Tujuan lainnya adalah teks deskripsi berfungsi untuk menggambarkan atau melukiskan secara rinci dan menggambarkan secara konkret suatu objek/suasana/perasaan sehingga pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan mengalami apa yang dideskripsikan oleh penulis.

Teks deskripsi berfungsi untuk memberikan gambaran secara menyeluruh, rinci, dan konkret perihal suatu objek/suasana/perasaan kepada pembaca berdasarkan sudut pandang penulis. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca.

B. Ciri-Ciri Teks Deskripsi

Teks deskripsi mempunyai ciri-ciri yang dapat mempermudah kita dalam mengenal jenis dari sebuah teks deskripsi. Berikut ini adalah ciri-ciri teks deskripsi, yaitu:

Ciri ini dapat ditinjau dari empat aspek, yaitu ciri objek,  isi, tujuan, dan ciri Bahasa. Berikut ini disajikan ciri-ciri tersebut dalam tabel.

1. Objek Teks Deskripsi

Objek yang dibicarakan bersifat khusus. Memaparkan ciri-ciri fisik dan sifat objek tertentu seperti ukuran, bentuk, warna dan kepribadian secara jelas dan terperinci. Objek yang dideskripsikan bersifat Personal dan tergambar pada judul. Misalnya Judul “Si Bagas Kucingku” Objek yang dibicarakan khusus kucing yang bernama Bagas.

2. Isi Teks Deskripsi

Isi teks deskripsi diperinci menjadi perincian bagian-bagian objek. selain itu, isi teks deskripsi menggambarkan secara konkret (menggambarkan wisata yang indah akan dikonkretkan indahnya seperti apa, menggambarkan ibu yang baik akan dikonkretkan baiknya seperti apa).Melibatkan panca indera (penglihatan, pendengaran, pengecapan,penciuman dan perabaan).

3. Tujuan Teks Deskripsi

Teks deskripsi memiliki tujuan, yakni memberi gambaran yang utuh kepada pembacanya supaya mereka dapat memahami apa yang sedang dibicarakan dengan jelas, entah dalam hal bentuk fisik ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa dan lain sebagainya.

Kata kunci tujuan dalam teks deskripsi adalah Menggambarkan, melukiskan objek. Menjabarkan atau menggambarkan suatu objek seperti benda, tempat atau suasana tertentu.

4. Bahasa Teks Deskripsi

Teks deskripsi banyak menggunakan kata khusus (warna dikhususkan pada kata hijau, biru toska, oranye). Banyak ditemukan kata-kata atau frasa yang bermakna kata sifat atau keadaan. Menggunakan sinonim kata yang bermakna khusus (legam, biru toska, putih jernih, molek, permai).

Menggunakan kalimat rincian (Terumbu karang berwarna-warni. Ada terumbu karang oranye, abu-abu, hijau muda). Teks deskripsi yang memunculkan kata ganti orang (Kucingku, Ibuku, memasuki wisata ini Anda akan disambut).

Teks deskripsi menggunakan majas perbandingan untuk menggambarkan/ melukiskan objek. Menggunakan bahasa sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dideskripsikan.

C. Jenis Teks Deskripsi

Ditinjau dari bentuknya teks deskripsi dibedakan menjadi dua kategori yaitu teks deskripsi berdiri sendiri sebagai teks dan teks deskripsi yang menjadi bagian teks lain (cerpen, novel, lagu, iklan, dll).

D. Contoh

Contoh 1. Teks Deskripsi Berdiri Sendiri

Pantai Indah Pangandaran

Pantai Indah pangandaran merupakan salah satu tujuan wisata alam yang populer, yakni sebuah pantai eksotis yang terletak di pantai selatan Pulau Jawa. Arena berselancar (surfing) yang sangat baik dan aktivitas matahari terbenam yang eksotis membuat Pangandaran menjadi salah satu tempat favorit bagi peselanjar dari seluruh dunia dan juga wisatawan lokal.

Pantai Indah Pangandaran juga merupakan salah satu Pantai terbaik yang ada di Pulau Jawa. Pantai ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak kurang lebih 92 km arah selatan kota Ciamis.

Beberapa event yang rutin diselenggarakan di sini antara lain: Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) yang bisa kita saksikan setiap bulan Juni atau Juli dan Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan oleh para nelayan sebagai perwujudan rasa terima kasih terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.

Contoh 2 Teks Deskripsi yang Menjadi Bagian Teks Lain

Teks deskripsi tergolong jenis teks yang luwes. Jenis teks ini dapat hadir dalam berbagai jenis teks sastra seperti cerpen, novel, lagu, dan puisi. Berikut ini disajikan beberapa contohnya.

1.Derskripsi dalam Cerpen

“Burung Kecil Bersarang di Pohon”

karya Kuntowijoyo

            Cerpen Burung Kecil Bersarang di Pohon karya Kuntowijoyo ini menceritakan tentang kakek yang hendak melaksanakan perintah Tuhan. Pada suatu hari, tepatnya pada hari Jumat, kakek hendak pergi ke masjid. Dia ditugaskan untuk menjadi imam dan khotib pada hari itu.

Dalam perjalanan ke masjid, dia sangat menjaga kesuciannya. Tiba saatnya dia harus melewati pasar yang kotor dan mungkin bisa membatalkan kesuciannya.

Di pasar itu, dia merasa ada yang aneh. Dia memandang pasar dan orang-orang yang ada di dalamnya dengan ketakjuban besar.

Dalam pemikirannya, kakek menganggap mereka sudah melupakan Tuhan, kufur nikmat, menyia-nyiakan waktu dan lebih memilih sibuk pada pekerjaannya. Kakek secara tidak langsung mengatakan orang-orang itu kafir. Namun, kakek juga mendoakan mereka agar dosa-dosanya diampuni.

            Pasar sudah dilewati. Kakek lega, karena kebersihannya tidak terganggu. Dia telah melewati pasar itu dengan aman, dan tak sebutir debu mengotorinya.

Beberapa waktu kemudian, kakek sampai pada suatu jalan yang sepi, nyaman, dan sejuk. Tempat itu dikelilingi berbagai tumbuhan. Itu ilustrasi yang bagus untuk perjalannya ke rumah Tuhan. Namun, kegelisahannya datang dan memikirkan lagi orang-orang yang ada di pasar itu, orang-orang yang sibuk sendiri dan melupakan Tuhannya. Tak lama kemudian, hati kakek yang awalnya keras dan men-judge mereka semaunya, mulai luluh. Ia memaafkan dan mendoakan mereka.

            Setelah itu, kakek melanjutkan perjalannya. Namun, tak lama kemudian tangis anak kecil membuatnya berhenti. Tampaknya ada anak laki-laki yang pandangannya mengarah pada pohon. Ternyata di pohon tersebut ada burung. Anak itu mengiginkannya. Sang kakek pun membantunya. Ia memanjat dan mengambil burung itu. Dia sangat lihai dan cerdik dalam memanjat dan menangkap burung. Hal ini mengingatkan kakek pada masa kecilnya dulu yang suka memanjat, menangkap dan mencari burung, serta diberikan burung oleh ayahnya.

Setelah tugasnya membantu anak itu selesai, dengan keadaan yang tidak rapi dan kotor, dia ingat akan suatu hal. Hal yang sangat penting. Ya, dia lupa bahwa hari itu adalah hari yang mulia untuknya. Dia ditugaskan untuk jadi imam dan khotib solat Jumat. Dengan menyesal, kakek bergegas pergi ke masjid. Dengan perasaan menyesal, terkejut, dan malu, kakek melihat orang-orang sudah keluar dari masjid dan memandang kakek dengan tatapan ganjil. Dia sangat menyesal dan meminta ampunan-Nya.

Pada cerpen ini, digambarkan sosok kakek yang religius dan kritis. Kakek yang sering menjadi imam masjid. Deskripsi jalan yang dilalui saat menuju masjid mengajak pembaca seolah melihat kotornya pasar. Pembaca seakan mendengar suara tangis anak kecil karena ingin mendapat burung yang ada di pohon.

2. Deskripsi dalam Novel

Layar Terkembang

Sutan Takdir Alisyahbana (STA)

Kisah bermulai dari sosok kakak beradik yang berpengarai berbeda, Tuti dan Maria. Tuti seorang kakak yang selalu serius dan aktif dalam berbagai kegiatan wanita. Ia bahkan aktif dalam memberikan orasi-orasi tentang persamaan hak kaum wanita.

Pada saat itu, semangat kaum wanita sedang bergelora sehingga mereka mulai menuntut persamaan dengan kaum pria. Sedangkan Maria adalah adik yang lincah dan periang sehingga semua orang yang berada di dekatnya pasti akan menyenangi kehadirannya.

Di tengah-tengah dua dara jelita ini, muncullah Yusuf, seorang mahasiswa kedokteran, yang pada masa itu lebih dikenal dengan sebutan Sekolah Tabib Tinggi. Sejak pertemuannya yang pertama di gedung akuarium Pasar Ikan, antara Maria dan Yusuf timbul kontak batin sehingga mereka menjadi sepasang kekasih.

Sementara itu, Tuti yang melihat hubungan cinta kasih adiknya sebenarnya berkeinginan pula untuk memiliki seorang kekasih. Apalagi setelah ia menerima surat cinta dari Supomo, seorang pemuda terpelajar yang baik hati dan berbudi luhur.

Namun, karena pemuda itu bukanlah idamannya, ia menolak cintanya. Sejak itu hari-harinya semakin disibukkan dengan kegiatan organisasi dan melakukan kegemarannya membaca buku sehingga ia sedikit melupakan angan-angannya tentang seorang kekasih.

Setelah melalui tahap-tahap perkenalan, pertemuan dengan keluarga, dan kunjungan oleh Yusuf, diadakanlah ikatan pertunangan antara Maria dan Yusuf. Tetapi sayang, ketika menjelang hari pernikahan, Maria jatuh sakit.

Penyakitnya parah, malaria dan TBC, sehingga harus dirawat di Sanatorium Pacet. Tidak lama kemudian, Maria menghembuskan nafasnya yang terakhir. Sebelum ajal dating, Maria berpesan agar Tuti, kakaknya bersedia menerima Yusuf. Tuti tidak menolak dan dimulailah pertunangan antara Tuti dan Yusuf. Akhirnya tak lama kemudian keduanya menikah dan hidup selamanya.

Dalam penggalan novel “Layar Terkembang” tersebut, pembaca diajak seoalah merasakan apa yang dirasakan tokoh Tuti, Maria, dan Yusuf. Pembaca juga diajak seakan melihat kesibukan sosok Tuti dalam memperjuangkan emansipasi wanita.

3. Deskripsi dalam lirik Lagu

Rayuan Pulau Kelapa

Tanah Airku Indonesia

Negeri Elok Amat Ku Cinta

Tanah Tumpah Darahku Yang Mulia

Yang Ku Puja Sepanjang Masa

Tanah Airku Aman dan Makmur

Pulau Kelapa Yang Amat Subur

Pulau Melati Pujaan Bangsa

Sejak Dulu Kala

Refrain

Melambai Lambai

Nyiur Di Pantai

Berbisik Bisik

Raja Kelana

Memuja Pulau

Nan Indah Permai

Tanah Airku Indonesia

Lagu ini bercerita tentang keindahan alam Indonesia seperti flora, kepulauan dan pantainya. Rayuan Pulau Kelapa adalah lagu Indonesia yang ditulis oleh Ismail Marzuki (1914-1958). Lirik lagu ini berisi tentang keindahan alam Indonesia, seperti flora, kepulauan, dan pantainya.

Pembaca lirik lagu tersebut seakan melihat nyiur melampai, pantai, dan kepulauan. Selain itu, pembaca diajak seolah mendengar suara berbisik-bisik raja kelana yang memuja pulau.

Artikel terkait:

4. Deskripsi dalam Puisi

“Cerita Pemandangan Alam yang Indah”

1. Sungguh pemandangan alam yang

indah, di daerah pegunungan yang terdapat

gunung yang tinggi,besar dan biru. Di kaki

gunung terdapat sungai yang mengalir, airnya

jernih dan segar.

Di daerah pegunungan banyak terdapat

sawah sawah. Sawah-sawah tersebut ditanami padi yang kini telah menguning dan hamper dipanen. Selain sawah, di sana juga banyak terdapat kebun-kebun yang ditanami teh dan tembakau.

2. Di tepi jalan jalan, banyak ditanami

pohon pohon, seperti pohon pinus, yang

berfungsi sebagai penyerapan air ketika musim hujan. Dipagi hari udara di daerah pegunungan sangat dingin. Udara di sana masih bersih dan segar. Karena belum banyak bercampur dengan polusi. Embun dan kabut masih menutupi hijaunya daun-daun. Suara burung burung yang

berkicau terdengar sangat indah.

 

3. Ketika matahari mulai muncul, semua

penduduk di daerah pegunungan mulai

melakukan aktivitas, ada yang berangkat ke

sawah, memanen teh di kebun teh, mencuci

pakaian di sungai dan lain lain. Aktivitas-aktivitas seperti itu sudah tidak asing lagi di daerah pegunungan.

4. Dan ketika matahari mulai terbenam

semua aktivitas penduduk daerah pegunungan selesai. Warna langit yang cerah berubah menjadi kuning. Namun, keindahan alam di daerah pegununggan masih terlihat. Sungguh pemandangan alam yang indah, dan wajib menjaga dan melestarikannya.

Ketika membaca puisi tersebut, pembaca seolah melihat pegunungan, hamparan sawah, perkebunan teh, pohon pinus, dll. Pembaca seolah mendengar suara burung berkicau, dan seakan merasakan dingin dan segarnya udara.

Demikian pembahasan mengenai pengertian teks deskripsi, ciri-ciri, jenis, dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.