Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

paket-wisatabromo.com – Cerita pendek (cerpen) adalah karangan dalam genre prosa tulis yang berbentuk naratif dan bersifat fiktif. Dan Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang memaparkan kisah maupun cerita mengenai manusia berserta seluk-beluknya, yang dituangkan melalui kisahan singkat.

Cerita pendek bisa juga merupakan bentuk prosa baru yang menceritakan sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflikatau pertikaian, tetapi hal itu tidak menyebabkan perubahannasib tokohnya.

Cerpen ditulis pengarang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari yang dialaminya. Pengalaman hidup ini kemudian diekspresikan ke dalam cerpen. Proses penciptaannya bukan semata-mata menggambarkan kehidupan nyata itu, melainkan didasari oleh pandangan pengarang.

Ciri-ciri cerpen

Ciri ciri cerpen ini itu bisa berbentuk prosa naratif fiktif. Atau cerpen ini berbentuk cerita yang padat dan langsung pada tujuan dibandingkan dengan karya karya lainnya. Yang biasanya karya fiksi lainnya itu panjang nah itu cerpen pendek.

Secara umum ada beberapa ciri cerpen yaitu:

Alurnya lebih sederhana,

Tokohnya hanya sedikit

Latar hanya dilukiskan sesaat dan dalam lingkup yang relatif terbatas

Terdiri dari atas 3 halaman sampai halaman 10

Habis dibaca dalam sekali duduk

Hanya ada satu plot atau alur

Watak dan tokoh diterangkan atau diceritakan secara singkat

Banyak tokoh terbatas atau kurang

Mengidentifikasi cerpen adalah kegiatan untuk menguraikan, menelaah, atau menjelaskan unsur-unsur yang membangun sebuah cerpen. Sedangkan, unsur-unsur pembangun cerpen itu ada unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

A. Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur yang membangun cerpen dari dalam cerpen itu sendiri.

Dan, unsur intrinsik meliputi: tema, amanat, latar, sudut pandang, alur, tokoh dan karakternya, dan gaya bahasa.

1.Tema

Tema adalah persoalan pokok sebuah cerita. Tema disebut juga ide cerita. Dan Tema dapat berwujud pengamatan pengarang terhadap berbagai peristiwa dalam kehidupan ini. Kita dapat memahami tema sebuah cerita jika sudah membaca cerita tersebut secara keseluruhan.

2. Amanat

Melalui amanat, pengarang dapat menyampaikan sesuatu, baik hal yang bersifat positif maupun negatif. Dengan kata lain, amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang berupa pemecahan masalah atau jalan keluar terhadap persoalan yang ada dalam cerita.

3. Latar (setting)

Latar dalam sebuah cerita menunjuk pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. Dan Latar memberikan pijakan cerita secara konkret (nyata) dan jelas.

Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Latar dapat dibedakan menjadi tiga yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.

Latar: menggambarkan tempat, waktu, suasana peristiwa dalam cerita.

4. Sudut pandang (point of view)

Sudut pandang adalah visi pengarang dalam memandang suatu peristiwa dalam cerita. Untuk mengetahui sudut pandang, kita dapat mengajukan pertanyaan kepada siapakah yang menceritakan kisah tersebut?

Ada beberapa macam sudut pandang, diantaranya sudut pandang orang pertama (gaya bahasa dengan sudut pandang “aku”), sudut pandang peninjau (orang ketiga), dan sudut pandang campuran. Sudut pandang ada 2 yaitu sudut pandang pertama dan sudut pandang ketiga.

Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

5. Alur (plot)

Alur adalah urutan peristiwa yang berdasarkan hukum sebab akibat. Dan Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi, akan tetapi menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Kehadiran alur dapat membuat cerita berkesinambungan.

Oleh karena itu, alur biasanya disebut juga susunan cerita atau jalan cerita. Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menyusun bagian-bagian cerita, yakni sebagai berikut.

a. Pengarang menyusun peristiwa-peristiwa secara berurutan mulai dari perkenalan sampai penyelesaian.

  • Urutan peristiwa tersebut meliputi:
  • Mulai melukiskan keadaan (situation);
  • Peristiwa-peristiwa mulai bergerak (generating circumtanses);
  • Keadaan mulai memuncak (rising action);
  • Mencapai titik puncak (klimaks);
  • Pemecahan masalah/penyelesaian (denouoment);

b. Pengarang menyusun peristiwa secara tidak berurutan. Pengarang dapat memulai dari peristiwa terakhir atau peristiwa yang ada di tengah, kemudian menegok kembali pada peristiwa-peristiwa yang mendahuluinya. Susunan yang demikian disebut alur mundur.

Alur: jalur cerita atau rangkaian jalannya cerita. Pententangan atau konflik.

Alur ada 3 yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran.

Ada lima tahapan dalam alur:

  • Perkenalan
  • Penanjakan
  • Klimaks
  • Puncak klimaks
  • Anti klimaks atau penyelesaian

Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

6. Tokoh dan karakter tokoh

Istilah tokoh menunjuk pada orangnya, pelaku cerita, sedangkan karakter adalah watak. Karakter atau perwatakan menunjukkan pada sifat dan sikap para tokoh yang menggambarkan kualitas pribadi seseorang tokoh.

Tokoh cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan, amanat, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan kepada pembaca.

Secara umum, kita mengenal tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh protagonis yang merupakan pengejawantahan norma-norma, nilai-nilai yang ideal bagi kita. Tokoh protagonis menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan dan harapan pembaca.

Adapun tokoh antagonis adalah tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik. Tokoh antagonis merupakan penentang tokoh protagonis.

Tokoh: pemeran atau orang yang memerankan tokoh. Ada 3 tokoh yaitu:

Protagonis (atau disebut juga sebagai tokoh utama). Tokoh protagonis merupakan tokoh yang biasanya berperilaku baik.

Antagonis (tokoh yang menentang tokoh utama). Tokoh antagonis merupakan tokoh yang biasanya berperilaku jahat.

Tritagonis (tokoh yang mendukung tokoh utama). Tokoh tritagonis merupakan tokoh yang biasanya membantu tokoh protagonis dan biasanya berperilaku baik.

Penokohan/perwatakan: penentuan sifat  tokoh dalam cerita.

Ada 2 teknik untuk memperlihatkan penokohan perwatakan yaitu: teknik analitik (menyebutkan secara langsung), dan teknik dramatik (secara tidak langsung).

Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

7. Gaya bahasa

Gaya bahasa adalah cara khas penyusunan dan penyampaian dalam bentuk tulisan dan lisan. Ruang lingkup dalam tulisan meliputi penggunaan kalimat, pemilihan diksi (pilihan kata), penggunaan majas, dan penghematan kata. Jadi, gaya merupakan seni pengungkapkan seorang pengarang dalam karyanya.

B. Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam.

Terdapat tiga hal utama dalam unsur ekstrinsik cerpen, yaitu latar belakang masyarakat, latar belakang pengarang, dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen.

1. Latar Belakang Masyarakat.

Latar belakang masyarakat berkaitan denga kondisi masyarakat yang meliputi kondisi sosial, ekonomi, dan pilotik.

2. Latar Belakang Pengarang.

Bagian ini berkaitan dengan riwayat hisupcpenulis cerpen, meliputi pendidikan, agama, kondisi psikologis, aliran sastra yang dianutnya.

3. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Cerpen.

Hal ini berkaitan dengan agama, sosial, moral, dan budaya.

  1. Nilai agama: Berkaitan dengan pelajaran agama yang dapat dipetik dalamteks cerpen.
  2. Sosial: Berkaitan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari interaksisosial antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen.
  3. Moral: Nilai ini berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau burukdalam masyarakat. Dalam cerpen nilai moral bisa berupa nilai moralnegatif (buruk) atau nilai moral positif (baik).
  4. Budaya: Nilai yang berkaitan erat dengan kebudayaan, kebiasaan,serta tradisi adat istiadat.

Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

C.Contoh Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerita Pendek

Kebaikan Membawa Keberuntungan

Meskipun dia harus berjualan di sekolah, dia sama sekali tidak merasa malu. Padahal banyak teman-temannya yang selalu mengejek dirinya.

Bahkan ada sebagian guru yang tidak menyukai perbuatanya tersebut, tetapi itu semua tidak menjadi masalah bagi Doni. Dia telah kebal dengan itu semua karena dia memiliki cita-cita yang lebih kuat dari ejekan-ejekan yang menghampirinya.

“Kamu masih membeli makanan kotor itu Aisyah?” kata Anjar dengan nada menghina.

“Kenapa kamu berbicara seperti itu”

Apa kamu tidak malu makan makanan seperti itu. Donat itu mengandung kuman yang sangat banyak. Kalau kamu mau nanti aku belikan Pizza,” Anjar menjawab sambil merampas donat yang ada di tangan Aisyah dan membuangnya ke tanah.

Melihat perbuatan Anjar, Aisyah menjadi marah. Dia pun hendak menampar wajah Anjar, tetapi Doni menghalanginya.

“Sudahlah Aisyah, nanti aku ganti yang baru. Jangan dipermasalahkan”

“Apa kamu tidak tersinggung dengan perbuatannya?”

 “Sudah, tidak apa-apa kok?” jawab Anton.

Kau dengar sendiri kan, dia pun mengakui kalau kue yang dia jual tidak sehat?” ejek Anjar.

Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

Identifikasi unsur pembangun karya sastra cerpen “Kebaikan Membawa Keberuntungan”

TemaPerekonomian
AmanatJangan mengejek orang lain yang keadaan ekonominya kurang.

Hargai usaha orang lain

Latar waktuSiang hari
Latar tempatDi sekolah
Latar Suasanamenegangkan
Sudut PandangOrang ketiga
AlurAlur maju

  1. Doni berjualan donat sambil sekolah, sering diejek tapi tetap
  2.  Doni kebal dengan ejekan.
  3. Anjar menyalahkan Aisyah yang membeli donat Doni. Anjar merebut donat Aisyah dan membuangnya dengan mengatakan donatnya banyak kumannya.
  4. Aisyah marah dan hendak menampar wajah Anjar tapi dihalangi Doni, dan akan mengganti donat yang dibuang Anjar.
  5. Anton melerai peristiwa tersebut, tapi Anjar tetep mengejek
Tokoh dan KarakternyaAnjar: suka mengejek

Aisyah: Marah karena diejek

Doni: Sabar dan baik hati

Anton: Melerai

Gaya BahasaBahasa yang digunakan adalah bahasa  gaul dengan dialog anak remaja.

Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

D. Contoh soal

1. Cermati kutipan cerpen berikut ini!

Pesan Baginda kepada anaknya “hai, anakku! Hati-hati engkau, jangan tergoda oleh harta sebab engkau akan menyesal kalau ajal telah dating. Kejujuran lebih berharga dan mulia dari segalanya.”

Pesan moral yang dapat dipetik dari kutipan cerpen tersebut adalah…

  1. pesan anak kepada Baginda
  2. harta yang harus dijaga
  3. Kejujuran lebih mulia dan berharga
  4. pesan Baginda Raja pada anaknya.

Kutipan untuk soal nomor 2-5

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.

Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah.

Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)

Mengidentifikasi Unsur Pembangun Karya Sastra dalam Teks Cerpen

2. Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah orang ….

  1. pertama sebagai tokoh utama
  2. sebagai tokoh sampingan
  3. kesatu dan ketiga
  4. ketiga serba tahu

3. Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah alur….

  1. maju
  2. sorot balik
  3. ganda
  4. linier

4. Watak tokoh aku yang penakut, dalam kutipan cerpen di atas disampaikan melalui ….

  1. dialog antar tokoh
  2. komentar tokoh
  3. tindakan tokoh
  4. pikiran tokoh

Baca Juga:

Inilah Struktur dan Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Inspiratif yang Tepat

Teks Pidato Persuasif Bahan Ajar Bahasa Indonesia Kelas IX Semester 1

Teks Laporan Hasil Percobaan

5. Permasalahan yang diangkat dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

  1. ketakutan tokoh aku menyaksikan korban kecelakaan di rumah sakit
  2. ketakutan tokoh aku disuntik obat bius
  3. tokoh aku sedang menahan sakit perut
  4. korban kecelakaan di rumah sakit

Demikianlah penjelasan mengenai mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerita pendek. Semoga dapat menambah wawasan.

Referensi: dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *