Penggunaan Istilah “Absensi” dan “Presensi” yang Tepat

Penggunaan Istilah “Absensi” dan “Presensi” yang Tepat

paket-wisatabromo.com – Untuk saat ini penggunaan istilah menjadi penting untuk lebih diperhatikan.  Hal ini bertujuan agar penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar semakin memasyarakat.  Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai penggunaan istilah absensi dan presensi yang tepat.

Disadari atau tidak, dalam komunikasi sehari-hari di sekolah, di kantor-kantor, pada pertemuan-pertemuan, kita sering menggunakan istilah absensi dan presensi secara tidak tepat.

Anehnya, banyak kalangan tua atau muda, terdidik atau tidak terdidik, pejabat atau bukan pejabat sebagian besar tidak menyadari akan kesalahan penggunaan kedua istilah tersebut.

Seharusnya, pemakai bahasa tidak merancukan penggunaan istilah absensi dan presensi tersebut karena memang kedua istilah tersebut berbeda makna dan maksudnya.

Penggunaan Istilah “Absensi” dan “Presensi”  yang Tepat

Mari kita mencermati makna dan penggunaan kedua istilah tersebut yang tepat.

1. Istilah Absensi

Penggunaan istilah “absensi” atau “absen” yang tidak tepat di kalangan masyarakat kita, termasuk di lingkungan pendidikan ternyata masih cukup banyak, beredar luas, turun temurun dan berurat berakar.

Tidak sedikit yang masih memahami bahwa istilah absensi dan absen ini merupakanpendukung makna“kehadiran.”

Hal ini terungkap dalam beragam bentuk kalimat baik lisan maupun tulis dalam komunikasi sehari-hari.

Sebagai contoh perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini.

“Minta absensinya dong!”

“Jangan lupa absen/absensi, ya teman-teman!”

“Kami sudah absen, ya!”

“Daftar absennya mana?”

“Tolong ambilkan daftar absen/absensi, ya?”

“Yang tidak absen dinyatakan tidak hadir!”

“Kamu sudah absen belum?

“Absen Dulu dong!”

“Baiklah, perhatikan anak-anak, saya absen dulu, ya?”

Istilah absensi atau absen dalam kalimat di atas umumnya digunakan untuk menyatakan makna “kehadiran” seseorang atau sekelompok orang. Betulkan?

Padahal penggunaan istilah di atas justru tidak tepat dan tidak sesuai dengan makna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Makna Istilah absensi dalam KBBI

Dalam KBBI, istilah absensi bermakna ketidakhadiran. Adapun absen bermakna tidak masuk (sekolah, kerja, dan sebagainya) atau bermakna “tidak hadir.”

Hal ini dapat diartikan bahwa absensi dan absen secara umum menyatakan bahwa seseorang atau sekelompok orang “tidak hadir” atau “tidak ada” dalam suatu aktivitas atau kegiatan pada waktu tertentu.

Oleh karena itu,  untuk menyatakan kehadiran, kita tidak boleh menggunakan kata absensi atau absen. Jangan pula menggunakan istilah “daftar absen” untuk mendata mereka yang hadir.

Harapannya seluruh masyarakat Indonesia di semua sektor kehidupan memahami hal ini. Dengan begitu, kesalahan pemakaian istilah ini bisa kita kurangi bahkan kita perbaiki sedikit demi sedikit. Kita berharap kesalahan ini tidak terulang kembali pada masa yang akan datang.

2. Istilah Presensi

Untuk menyatakan makna “kehadiran” kita pada suatu aktivitas atau kegiatan, kita dapat menggunakan istilah “hadir” atau “presensi” sesuai konteksnya.

Jika yang dimaksud adalah kita datang atau ada,  maka kita menggunakan istilah “hadir.” Adapun apabila yang diumaksud adalah daftar kehadiran kita,  maka kita bisa menggunakan istilah “daftar hadir” atau daftar presensi.”

Bila kalimat sebelumnya tentang kesalahan penggunaaan istilah “absen”dan “absensi” ingin kita perbaiki maka penggunaan istilah yang benar sebagai berikut.

“Minta daftar hadirnya dong!”

“Jangan lupa hadir, ya teman-teman!” atau “Jangan lupa isi daftar hadir/daftar presensi, ya teman-teman!”

“Kami sudah hadir, ya!” atau “Kami sudah mengisi daftar hadir/daftar presensi , ya!”

“Daftar hadirnya /daftar presensinya mana?”

“Tolong ambilkan daftar hadir/daftar presensi, ya?”

“Yang tidak mengisi daftar hadir/daftar presensi dinyatakan tidak hadir!”

“Kamu sudah menandatangani presen belum?

“Mengisi presensi dulu dong!”

“Baiklah, perhatikan anak-anak, saya cek kehadiran kalian, ya?”

Semoga tulisan ini dapat membantu kita untuk memperbaiki kesalahan penggunaan istilah yang sudah lama “terpelihara” secara turun-temurun.

Untuk mengubah sesuatu yang sudah mengurat dan mengakar memang membutuhkan kesabaran. Mari kita mulai dari diri kita dan lingkungan kita agar penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar termasuk dalam penggunaan istilah absensi dan presensi  dapat  kita pahami dengan sebaik-baiknya.

Tentunya, kita bangga menjadi bangsa Indonesia dan bangga pula berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.  Kita bangga dapat menggunakan istilah absen, absensi, dan presensi yang benar.

Baca:

Demikianlah pembahasan mengenai penggunaan istilah “absensi” dan “presensi” yang tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.