Kalimat Efektif : Pengertian, Ciri, dan Contohnya yang Tepat

Kalimat Efektif : Pengertian, Ciri, dan Contohnya yang Tepat

paket-wisatabromo.com – Kalimat efektif selalu dibutuhkan dalam berkomunikasi sehari-hari. Di dalam bidang tulis-menulis, kalimat efektif menjadi syarat yang dituntut dalam karangan nonfiktif.

Sebuah kalimat dapat dibentuk oleh fungsi kalimat seperti subjek dan predikat dengan penambahan objek, pelengkap, maupun keterangan yang diakhiri dengan tanda baca titik (.), tanya (?), atau seru (!).

Kalimat Efektif

Pengertian

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan sesuai dengan yang diharapkan oleh si penulis atau si pembicara.

Artinya, kalimat yang dipilih penulis/pembicara harus dapat digunakan untuk mengungkapkan gagasan, maksud, atau informasi kepada orang lain secara lugas sehingga gagasan itu dipahami secara sama oleh pembaca atau pendengar.

Dengan demikian, kalimat efektif harus mampu menciptakan kesepahaman antara penulis dan pembaca atau antara pembicara dan pendengar.

Di dalam KBBI kata efektif pada kalimat efektif mempunyai beberapa makna. Salah satu di antaranya bermakna ‘membawa pengaruh’.

Dengan demikian, kalimat efektif dapat dimaknai sebagai kalimat yang membawa pengaruh terutama berupa kemudahan bagi pembaca atau bagi pendengar untuk memahami informasi yang disampaikan oleh penulis atau pembicara.

Syarat

Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat berikut ini.

1. Secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis.

2. Sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.

Ciri Kalimat Efektif dan Contohnya

Secara umum, ciri kalimat efektif sebagai berikut

1. Dapat mewakili isi pikiran dan perasaan pengarang secara tepat. segar dan sanggup menarik perhatian pembaca atau pendengar terhadap apa yang dibicarakan.

2. Memiliki kemampuan atau tenaga untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca identik dengan apa yang dipikirkan pembicara atau penulis.

3. Selalu tetap berusaha agar gagasan pokok selalu mendapat tekanan atau penonjolan dalam pikiran pembaca atau pendengar.

Kalimat efektif tidak berarti bahwa wujud kalimatnya harus pendek-pendek, tetapi yang dipentingkan adalah kesamaan informasi.

Sedadngkan secara khusus, kalimat efektif harus bercirikan kelugasan, ketepatan, dan kejelasan disamping ciri yang lain, seperti kehematan dan kesejajaran.

1. Kelugasan

Kelugasan dalam kalimat efektif mensyaratkan bahwa informasi yang akan disampaikan dalam kalimat itu ialah yang pokok-pokok saja (yang perlu-perlu atau yang penting-penting saja), tidak boleh berbelit-belit, tetapi disampaikan secara sederhana.

Contoh

Kalimat Tidak efektif

Terus meningkatnya permintaan terhadap produk kertas, mau tidak mau memaksa industri kertas menambah produksinya dan lebih meningkatkan mutu kertas itu sendiri.

Alasan Ketidakefektifan 

Dalam kalimat tersebut terjadi ketidaklugasan informasi yang akan disampaikan.

Penggunaan kata “mau tidak mau” dan “sendiri” dalam frasa “mau tidak mau memaksa industri kertas” dan “kertas itu sendiri” menjadi penyebab ketidak efektifan kalimat tersebut.

Agar menjadi efektif, kedua kata tersebut haris dihilangkan.

Pembetulan

Terus meningkatnya permintaan terhadap produk kertas, mau tidak mau memaksa industri kertas menambah produksinya dan lebih meningkatkan mutu kertas itu sendiri.

2. Ketepatan

Ketepatan dalam kalimat efektif mensyaratkan bahwa informasi yang akan disampaikan dalam kalimat itu harus jitu atau kena benar (sesuai dengan sasaran) sehingga dibutuhkan ketelitian.

Kalimat yang tepat tidak akan menimbulkan multitafsir karena kalimat yang multitafsir pasti menimbulkan ketaksaan atau keambiguan (ambiguity), yaitu maknanya lebih dari satu, menjadi kabur, atau bahkan meragukan.

Contoh

Kalimat Tidak Efektif

Rumah seniman yang antik itu dijual dengan harga murah.

Alasan Ketidakefektifan 

Isi kalimat tersebut menimbulkan multitafsir karena mengandung makna lebih dari satu.

Frasa “yang antik” itu menjelaskan rumah atau seniman. hal inilah yang menyebabkan kalimat tersebut tdak efektif.

Pembetulan
a. Rumah yang antik milik seniman itu dijual dengan harga murah.
b. Rumah antik milik seniman itu dijual dengan harga murah.

3. Kejelasan

“Kejelasan” mensyaratkan bahwa kalimat itu harus jelas strukturnya dan lengkap unsur-unsurnya.

Kalimat yang jelas strukturnya memudahkan orang memahami makna yang terkandung di dalamnya, tetapi ketidakjelasan struktur bisa jadi menimbulkan kebingungan orang untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Contoh

Kalimat Tidak Efektif

Berdasarkan analisis kapasitas produksi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa dalam menjalankan promosi memiliki pengaruh terhadap penjualan.

Alasan Ketidakefektifan

Dalam ragam bahasa tulis  kalimat di atas belum menunjukkan kejelasan unsur-unsurnya.

Jika kalimat dianalisis, tampak bahwa:

a. frasa “berdasarkan analisis kapasitas produksi yang telah dilakukan itu” berfungsi sebagai keterangan (K),

b. “dapat diketahui” berfungsi sebagai predikat (P),

c. “bahwa dalam menjalankan promosi memiliki pengaruh terhadap penjualan” merupakan klausa subordinatif yang berfungsi sebagai subjek (S) sehingga struktur kalimat adalah K-P-S (varian dari S-P-K).

Struktur semacam itu ada dalam tipe kalimat dasar bahasa Indonesia.

Namun, di dalam subjek yang berupa klausa subordinatif itu
tidak lengkap unsur-unsurnya.

“Dalam menjalankan promosi” berfungsi sebagai keterangan, “memiliki” berfungsi sebagai predikat.

“pengaruh terhadap penjualan” berfungsi sebagai objek sehingga struktur klausa subordinatif tersebut adalah K-P-O yang semuanya berada di bawah kendali bahwa.

Dengan demikian, secara keseluruhan struktur kalimat tersebut adalah (K-P-S-{K-P-O})

Pembetulan

a. Berdasarkan analisis kapasitas produksi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa promosi memiliki pengaruh terhadap penjualan. (K-P-S-{S-P-O}).
b. Bahwa promosi memiliki pengaruh terhadap penjualan dapat diketahui berdasarkan analisis kapasitas produksi yang telah dilakukan. (S-{S-P-O}-K-P-S)

Kejelasan unsur-unsur di dalam kalimat membuat struktur kalimat menjadi benar sehingga memudahkan pemahaman terhadap kalimat tersebut.

4. Kehematan

“Kehematan” mensyaratkan bahwa informasi yang akan disampaikan dalam kalimat itu harus cermat, tidak boros, dan perlu kehati-hatian. Untuk itu, perlu dihindari bentuk-bentuk yang bersinonim.

Contoh

Kalimat Tidak Efektif

Pemberian penghargaan dapat diberikan dalam bentuk tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa, uang, piagam, dan/atau bentuk penghargaan lain.

Alasan Ketidakefektifan

Contoh di atas memperlihatkan ketidakefektifan kalimat karena ketidakhematan dalam menyampaikan informasi.

Pada contoh tersebut digunakan bentuk yang mirip antara subjek dan predikat, yaitu pemberian dan diberikan serta gaji karyawan dan digaji.

Baca:

 

tu, penggunaan bentuk yang bersinonim seperti “tersebut” dan “di atas” serta penggunaan kata penanda jamak “beberapa” dan bentuk jamak “temuan-temuan,” serta penggunaan “sebagaimana” menyebabkan kalimat tersebut tidak efektif karena pemborosan kata.

Kalimat tersebut menjadi efektif jika penyebab ketidakefektifan itu diperbaiki, misalnya, (i) predikatnya diubah dan dicarikan bentuk yang lain, (ii) subjeknya diubah supaya bentuknya tidak mirip dengan predikat, (iii) kata-kata yang bersinonim tidak perlu dimunculkan secara bersama, dan/atau

Pembetulan

a. Pemberian penghargaan dapat berbentuk tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa, uang, piagam, dan/atau bentuk penghargaan lain.
b. Penghargaan dapat diberikan dalam bentuk tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa, uang, piagam, dan/atau bentuk penghargaan lain.

5. Kesejajaran

Kesejajaran dalam kalimat efektif mensyaratkan bahwa bentuk dan struktur yang digunakan dalam kalimat efektif harus paralel, sama, atau sederajat.

Dalam hal bentuk, kesejajaran terutama terletak pada penggunaan imbuhan. Sedangkan dalam hal struktur, kesejajaran terletak pada klausa-klausa yang menjadi pengisi dalam kalimat majemuk.

Contoh

Kalimat Tidak Efektif
Buku itu dibuat oleh Badan Bahasa dan Gramedia yang menerbitkannya.

Alasan Ketidakefektifan

Contoh di atas memperlihatkan ketidakefektifan kalimat karena kesejajaran bentuk tidak terpenuhi.

Jika dianalisis, kalimat tersebut terdiri atas dua klausa, yaitu (i) Buku itu dibuat oleh Badan Bahasa. dan (ii) Gramedia yang menerbitkannya.

Apabila klausa pertama dianalisis lebih lanjut, tampak bahwa
“buku itu” berfungsi sebagai subjek, “dibuat” berfungsi sebagai predikat, “oleh Badan Bahasa” berfungsi sebagai pelengkap (S-P-Pel.).

Sedangkan pada klausa kedua tampak bahwa “Gramedia” berfungsi sebagai predikat dan “yang menerbitkannya” berfungsi
sebagai subjek (P-S).

Sementara itu, kedua klausa tersebut dihubungkan oleh konjungsi koordinatif dan yang mensyaratkan struktur klausa yang dirangkaikan harus sama.

Untuk itu, agar terdapat kesejajaran bentuk dan struktur, kalimat majemuk di atas harus diperbaiki menjadi S-P-Pel dan S-P-Pel atau P-S dan P-S;

Pembetulan

a. Buku itu dibuat oleh Badan Bahasa dan diterbitkan oleh Gramedia. (S-P-Pel dan S-P-Pel)
b. Badan Bahasa yang membuat buku itu dan Gramedia yang menerbitkannya. (P-S dan P-S)
c. Yang membuat buku itu Badan Bahasa dan yang menerbitkannya Gramedia. (S-P dan S-P)

Demikianlah pembahasan mengenai Kalimat Efektif : yang berkaitan dengan pengertian, ciri, dan contohnya yang tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *