Unsur Intrinsik Cerpen Berjudul “Rumah Kecil di Bukit Sunyi” yang Tepat

Unsur Intrinsik Cerpen Berjudul “Rumah Kecil di Bukit Sunyi” yang Tepat

paket-wisatabromo – Unsur intrinsik cerpen adalah unsur pembangun karya sastra dari dalam. Unsur inai terdiri atas tema, sudut pandang, tokoh dan perwatakan, alur atau plot, latar, dan amanat.

Unsur Intrinsik Cerpen Berjudul “Rumah Kecil di Bukit Sunyi”

Untuk memahami unsur intrinsik cerpen berjudul “Rumah Kecil di Bukit Sunyi”, sebaiknya baca lebih dahulu cerpen tersebut pada link berikut ini.

Cerpen Rumah Kecil di Bukit Sunyi (Unduh)

Berikut ini pembahasan mengenai unsur intrinsik cerpen “Rumah Kecil di Bukit Sunyi.

1. Tema

Tema cerpen berjudul “Rumah Kecil di Bukit Sunyi” “Pembodohan, Kejahatan”

2. Sudut Pandang

Cerpen ini menggunakan sudut pandang pengamat (sudut pandang orang ketiga). Terbukti dari keseluruhan kata dan kalimat dalam cerita, yaitu penulis menjadi seperti dalang yang tahu segala-galanya.

3. Tokoh & Perwatakan

a. Pak Kerto

Sebagai tokoh utama/protagonis adalah Pak Kerto. Pak Kerto adalah seorang pria yang sudah cukup tua, memiliki seorang istri dan dua orang anak yang tinggal di kampung.

Pak Kerto bekerja pada seorang pria yang ia panggil sebagai ‘juragan’. Tiap hari Pak Kerto bekerja menanam dan memanen suatu jenis tanaman mirip cabai yang ia tak tahu apa namanya. Hingga suatu hari, Pak Kerto menemukan jawaban atas pertanyaannya itu.

Unsur Intrinsik Cerpen

Beberapa bukti kalimat :

1). Pak Kerto menjelujurkan kedua kakinya. Sebentar-sebentar tangannya mengurut-urut kedua kakinya yang kurus kering itu.

2). Tubuh Pak Kerto yang kurus itu masih saja tegak berdiri mematung memandangi juragannya yang terseok-seok jalan di pematang sawah.

3). Pak Kerto tertegun sejenak, rambutnya yang agak memutih diusapnya perlahan.

4). Sesampainya di kota nanti Pak Kerto ingin membelikan kain kebaya buat istrinya, juga dua sandal plastik buat kedua anaknya.

5). Ia sebenarnya tak habis berpikir, untuk apa juragan menanam pohon-pohon itu. Ia sendiri tak tahu, apa nama pohon yang bentuknya hampir mirip tanaman cabai.

6). Dan ia hanya tunduk pada segala perintah juragannya lalu mendapat upah. Ya, hanya itu saja yang Pak Kerto lakukan.

Unsur Intrinsik Cerpen

b. Juragan

Sebagai tokoh antagonis adalah Juragan. Ia berperawakan pendek dengan perut yang gendut. Seorang pria yang dianggap sebagai juragan oleh Pak Kerto. Namun, sebenarnya dia adalah orang licik yang telah membohongi Pak Kerto.

Beberapa bukti kalimat :

1). Pintu tiba-tiba berderak dibuka seseorang dan disusul munculnya lelaki berperawakan pendek dengan perut yang gendut.

2). Dalam hati Pak Kerto ada rasa bahagia karena bisa membuat juragan senang yang berarti ia nanti akan mendapat tambahan upah.

3). Sementara Pak Kerto sendiri dilarang bergaul dengan orang-orang di sekitar perbukitan. Itu perintah juragan dan harus dipatuhi.

4). Sejauh ini Pak Kerto belum tahu, jenis apa dan untuk apa pohon-pohon itu ditanam.

5). “Bapak telah menanam dan menyimpan pohon ganja, padahal pohon-pohon ganja ini dilarang ditanam oleh pemerintah,” jawab polisi itu tegas.

6). “Tapi saya hanya disuruh juragan. Saya hanya melaksanakan perintah juragan, Pak,” kata Pak Kerto tertunduk.

7).“Saya mengerti keadaan Bapak. Juragan Bapak sekarang ada di tahanan polisi.”

Unsur Intrinsik Cerpen

c. Empat orang polisi

Hanya sebagai pemeran pembantu yang bertugas untuk menangkap Pak Kerto dan juragannya karena telah melanggar aturan yaitu menanam pohon ganja.

Beberapa bukti kalimat :

1). Dan Pak Kerto merasa seluruh aliran darahnya terhenti ketika di depannya berhenti empat orang polisi dengan senjata di tangan.

2). “Jangan bergerak!” gertak salah seorang polisi. Sedangkan ketiga polisi lainnya langsung masuk ke rumah kecil itu.

3). “Maaf, bapak saya tangkap,” kata polisi yang habis menggertak tadi sambil mendekat dan memborgol kedua tangan Pak Kerto.

4). Polisi itu kemudian menyuruh Pak Kerto berjalan menuruni lereng perbukitan. Sedang ketiga polisi lainnya memanggul beberapa karung terigu yang berisi daun ganja dengan dibantu beberapa peladang yang kebetulan berada di sekitar perbukitan itu.

4. Alur/Plot

Cerpen ini menggunakan alur maju.Terbukti dari latar waktu yang menunjukkan bahwa terjadi dua hari yang terkesan seakan hari ini dan besok.

Unsur Intrinsik Cerpen

Bukti urutan peristiwa

a. Alur ini merupakan alur maju.

b. Pak Kerto sedang bersantai di rumahnya

c. Tiba-tiba sang Juragan muncul dan bertanya soal hasil panen.

d. Sang Juragan mendapatkan hasil yang sangat bagus dan Pak Kerto pun merasa bahagia.

e. Kemudian ia menyuruh Pak Kerto untuk menyimpan secara baik hasil panennya.

f.  Sepeninggal Juragan, pak Kerto berbaring tetapi tak dapat tidur pikirannya menerawang      jauh.

g. Ia tidak tahu pohon apa yang di tanamnya yang ia rawat dengan baik. Ia pun tidak                bergaul dengan orang-orang di sekitar.

h. Saat Pak Kerto hampir lelap, terdengar suara orang mengetuk pintu. Ia kira Juragan       datang lagi. Ternyata yang datang 4 orang Polisi.

i. Polisi itu pun menangkap Pak Kerto karena telah menyimpan dan menanam daun ganja.

j. Pak Kerto pun berjalan menuruni lereng perbukitan. Dan polisi memanggul beberapa   karung terigu yang berisi daun ganja. Pak Kerto hanya dapat tertunduk bisu dan            menangis.

k. Dari peristiwa ini, ia baru mengetahui pohon apa yang sebenarnya di tanam dan di rawat    dengan baik selama 2 tahun.

5. Latar

a. Latar tempat, berada di sebuah rumah kecil di suatu perbukitan.

Unsur Intrinsik Cerpen

Bukti kalimat :

Di atas bangku bambu yang reyot, …

… Tak lama kemudian ia beranjak dari bangku kemudian melangkah ke bilik belakang yang hanya dibatasi dengan rajutan daun rumbia. …

… Sementara matahari berangsur tenggelam dan juragan yang gendut itu menuruni perbukitan, …

… Pak Kerto tertunduk menuruni lereng perbukitan. …

b. Latar waktu, terjadi di antara dua hari, yakni hari ini dan besok.

Bukti kalimat :

…, meninggalkan Pak Kerto yang masih termangu-mangu diterpa semilir angin senja. …

… Suara serangga bersahut-sahutan mewarnai malam yang dingin. …

… Senandung serangga malam sisa satu dua yang terdengar dan mulai ditingkahi suara kokok ayam satu-satu bersahutan di kejauhan. …

c. Latar suasana, di awal cerita suasana terkesan biasa saja. Namun, seiring berjalannya cerita hingga mencapai akhir suasananya berubah menjadi tegang dan sedih.

Bukti kalimat :

… Dan Pak Kerto merasa seluruh aliran darahnya terhenti ketika di depannya berhenti empat orang polisi dengan senjata di tangan. …

… Pak Kerto berdiri kaku, mematung, tak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. …

… Tak terasa pipi keriput lelaki tua itu sudah basah oleh air mata. Sementara rumah kecil di atas bukit semakin jauh ditinggalkan. Tuhan, jerit Pak Kerto lirih. …

Baca:

6. Amanat

Pesan yang dapat diambil dari cerpen “Rumah Kecil di Bukit Sunyi” adalah berhati-hatilah dalam mencari pekerjaan. Carilah yang memang benar-benar terpercaya dan terjamin, jangan sampai pekerjaan itu menjadikan kita terjerumus dalam hal yang tak diinginkan.

Serta, jangan pernah membohongi maupun berbuat licik kepada orang lain karena itu adalah perbuatan tercela, dan setiap perbuatan pasti ada balasannya.

Demikianlah pembahasan mengenai unsur Intrinsik cerpen berjudul “Rumah Kecil di Bukit Sunyi” yang Tepat. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.